Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Duan Yunfei - 2


__ADS_3

Yan Xu menepis tangan ramping yang memeganginya dan berkata dengan dingin, "Hanya ucapan belaka tidak akan pernah bisa membujukku. Jika itu pria lain, aku yakin mereka akan langsung setuju. Sayangnya, aku berbeda dengan mereka."


"Apa yang kamu inginkan agar aku bisa mendapatkan kebebasan ku?" tanya Duan Yunfei serius.


"Pertama aku butuh alasan yang rasional, kalimat mu barusan hanyalah alasan emosional dan tidak ada penjelasan yang memuaskan."


Duan Yunfei menghela napas dan berkata, "Ini akan menjadi penjelasan yang membosankan dan agak klise, apa kamu yakin masih mau mendengarkan?"


Duan Yunfei bisa menjelaskan kondisinya, namun itu akan terdengar seperti dongeng di mata orang asing yang tidak tahu asal muasal tanah yang saat ini mereka pijaki.


Yan Xu yang mengerti bagaimana cara berpikir gadis itu menambahkan, "Katakan saja semuanya, orang asing ini dijamin akan berbeda dari yang kamu pikirkan."


"Orang asing, ya .... Yah, kadang berbicara dengan orang asing lebih nyaman, dibandingkan dengan keluarga sendiri," ucap Duan Yunfei merasa nostalgia pada hari yang jauh dan takkan terulang kembali.


"Sekarang jelaskan dengan singkat," kali ini Yan Xu memberikan perintah, bukan meminta dengan baik-baik lagi.


Duan Yunfei mengangguk dengan ekspresi serius, "Baik."


...


Tanah tandus yang dipenuhi dengan energi qi kekacauan maupun kematian juga jenis monster yang berbeda-beda ini dulunya adalah wilayah kerajaan jatuh, Kerajaan Duan. Kerajaan Duan terletak jauh di pinggir benua barat daya di dunia Xuanyuan.


Kerajaan Duan berbasiskan akan kepercayaan, dimana seorang uskup agung memiliki posisi kedua setelah keluarga kerajaan, keluarga Duan. Ayah Duan Yunfei—Duan Minsheng— adalah raja terakhir kerajaan itu sebelum menerima kejatuhan mereka.


Kejatuhan Dinasti Duan berawal dari Uskup Agung yang telah menjadi sesat dan menyembah iblis yang tidak pernah ada dalam catatan sejarah dunia Xuanyuan. Dia tergiur dengan kekuatan dan janji-janji yang ditawarkan oleh iblis itu lalu menjadi bidaknya.


Nama iblis yang disembah oleh uskup agung itu adalah Sheng Ji A'xia— ratu dari para iblis yang masih muda dan belum menyebarkan namanya di seluruh dataran Xuanyuan— ....

__ADS_1


"Berhenti sebentar!"


Yan Xu tiba-tiba merasakan keringat dingin di punggungnya saat nama Sheng Ji A'xia— Ratu Iblis Xia— disebutkan.


"Ada apa?" tanya Duan Yunfei.


"Apa kamu yakin nama iblis itu adalah Sheng Ji A'xia? Bagaimana kamu yakin kalau dia adalah yang asli?"


"Oh, itu ... aku tidak akan pernah lupa bagaimana ekspresinya yang kejam dan sedikit gumaman aneh sambil membawa seorang anak."


Yan Xu meneguk ludah sekali dan bertanya, "Apakah kamu masih ingat bagaimana penampilan anak yang dia bawa?"


Tanpa curiga, Duan Yunfei terus menjawab, "Dia memiliki ekspresi polos namun semua kemalangan yang diderita oleh dinasti kami merupakan rencananya. Tatapannya yang terlihat dipenuhi kemurnian, hanya melihat nyawa orang lain sebagai mainannya. Dia juga memiliki penampilan yang mirip dengan Sheng Ji A'xia, seperti versi muda dirinya."


Duan Yunfei tertunduk muram kemudian melanjutkan, "Aku cuma bisa berasumsi kalau itu adalah anaknya bersama seorang pria yang bahkan memiliki pemikiran sangat biadab. Ribuan nyawa tak berdosa saja tidak akan bisa menyentuh hati nuraninya, benar-benar layak dipanggil sebagai iblis."


'Gawat, sepertinya aku sudah menggali kuburan yang ditutup oleh anakku sendiri,' pikir Yan Xu sambil mengelap keringat di dahinya.


Dia mengepalkan tangan rampingnya hingga bergetar kemudian melanjutkan, "Yang paling membuatku marah adalah ketika mendengar gumaman gadis kecil itu."


'Hentikan, tolong hentikan. Aku mengerti, aku minta maaf, jadi kita hentikan sampai disini saja, oke?' Yan Xu masih membatin dalam diam karena itu adalah perbuatan anaknya sendiri.


"Dia berkata ..." Duan Yunfei mencengkeram erat ujung jubah abadi Yan Xu, "Kerajaan Duan sebenarnya tidak ada dan kami hanyalah tikus percobaan dari faksi lama untuk membangkitkan dewa iblis demi membunuh mereka."


"Aku tidak ingin memikirkan ucapannya sebagai kebenaran, walaupun jika memang begitu adanya. Namun, jauh di dalam diriku, aku merasa kebahagiaan yang kami rasakan tidaklah palsu sama sekali."


"Tetapi, kamu tahu? Dihempaskan oleh kenyataan dari gumaman seorang gadis kecil memang lebih kejam dibandingkan harus mengetahui itu sendirian."

__ADS_1


Senyum tipis di wajah Duan Yunfei yang kehilangan warna tidak menunjukkan tanda-tanda amarah maupun niat membunuh. Pertanda yang dirasakan oleh Yan Xu sebagai pengamat, gadis ini telah menyerah akan kenyataan yang menimpa mereka. Namun, ada ketidakcocokan yang aneh dengan penjelasan dan gumaman Yaoyao.


"Dewa mana yang kalian sembah dulunya?" tanya Yan Xu acuh tak acuh.


"Dewa itu bernama Mo Yifan, dianggap sebagai dewa agung akan penciptaan yang ternyata merupakan salah satu doktrin kepercayaan sesat di antara para iblis yang disebut faksi lama."


"Mo Yifan ... sepertinya aku pernah melihat nama itu di salah satu literasi kuno pada perpustakaan puncak kami ...."


Duan Yunfei yang kehilangan setengah jiwanya, mendapatkan semangat kembali, "Apakah kamu tahu sesuatu tentang Mo Yifan ini?"


Yan Xu mengangguk kecil dan berkata, "Mo Yifan ini adalah salah satu Dosa Besar pada Dunia Bawah, walau aku belum tahu maksudnya karena hanya itu yang disebutkan di catatan tersebut. Selain dikatakan bahwa dia merupakan salah satu kejahatan terbesar di dunia, tidak ada catatan lain yang mendeskripsikan Mo Yifan lebih lanjut."


"Begitu ya, jadi penjelasan dari gadis kecil itu memang benar adanya. Oh, aku baru ingat dia menambahkan sesuatu sebelum mereka pergi," Duan Yunfei menutup kedua matanya, mencoba mengingat apa yang dikatakan oleh gadis kecil di hari itu.


'Jangan bilang ....'


Yan Xu mulai merasakan tidak nyaman dengan situasi ini. Jika itu Yaoyao, dia bisa menebak ucapan seperti apa yang akan dikatakan gadis kecil itu walau masih suam-suam kuku akan kepribadiannya. Namun, mereka yang memiliki akar busuk yang sama dapat saling merasakan tanpa harus diberitahu.


Benar saja, kecurigaan Yan Xu terbukti benar setelah mendengarkan ucapan dari Duan Yunfei.


"Ah! Gadis kecil itu berkata, 'jika kamu tidak punya tempat dituju, tunggulah di sini selama dua ribu tahun dan menurut kemampuanku melihat jalur takdir, seseorang yang ditakdirkan akan membawamu keluar dari neraka tak berujung ini'. Setelah mengatakan itu, dia memberiku makanan dan beberapa artefak juga buku panduan latihan untuk kultivator manusia."


".... Kebetulan, penantianku sudah memasuki dua ribu tahun tepat hari ini," lanjut Duan Yunfei menatap Yan Xu dengan penuh pengharapan.


'Sialan, benar kan. Kalian yang membuat kekacauan, kenapa harus aku yang menanggung sisa dari kekacauan mu? Tidak bisakah kalian membersihkannya sendiri?!' Yan Xu sudah meledak di dalam benaknya, namun masih mempertahankan ekspresi datar seolah tidak terjadi apa-apa.


Sambil mengangguk beberapa kali, Yan Xu bertanya, "Bagaimana bisa kamu memiliki umur yang panjang?"

__ADS_1


"Kami keluarga Duan, setidaknya memiliki umur lima ribu tahun tanpa berkultivasi. Dapat hidup beberapa tahun tanpa harus makan dan minum."


"Ras manusia umur panjang ya, jadi itu juga kemungkinan yang membuat kalian menjadi target faksi lama."


__ADS_2