
Yan Xu akhirnya bisa menemukan ketenangan saat tidak ada lagi yang berkunjung.
Saat ini, dia sedikit terkejut saat melihat Su Yueyin yang langsung mengenakan perhiasan hasil curian—uhuk!— hasil penyelamatannya dari cabang faksi lama, sebelum bertemu dengan Mo Yihan.
Selain itu, Bibi Yueyin yang biasanya dia kenal adalah orang yang agak ... serampangan dengan penampilan sederhana, tapi sekarang dia sudah berubah 180° menjadi makhluk lain yang membuat Yan Xu hampir terkena serangan jantung saat pertama kali melihatnya.
Sebelum memutuskan rencana untuk melibatkan Su Yueyin ketika ekspedisi Benua Selatan berakhir, Yan Xu telah memikirkan setiap hal baik itu untung maupun rugi ketika menariknya ke perahu yang sama.
Bahkan, dia yakin bahwa dua dari 'Sembilan Su' yang terkenal itu akan mendatanginya suatu hari nanti. Jadi, dia menyematkan sebuah catatan pada tutup tong anggur tadi agar mempercepat prosesnya.
Menilai dari bagaimana cara Su Yueyin menggambarkan kedua kakak seniornya, karakter orang tua pada Su Weiyan dan Su Lixuan melekat pada bayangan di kepala Yan Xu.
Adapun pendapat kedua orang itu terhadap Yan Xu yang menarik Su Yueyin ke sisi Puncak Angin, dia tidak terlalu mempedulikan hal tersebut karena separah apapun situasinya, mereka pasti akan luluh terhadap Su Yueyin.
Bagaimanapun pendapat mereka, tetap Su Yueyin-lah yang menjadi prioritas utama. Yan Xu hanya memanfaatkan perasaan orang tua itu untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu dari keduanya. Tentu saja dia tidak akan ragu meletakkan nama Su Yueyin saat situasinya kurang menguntungkan.
Nilai Su Yueyin benar-benar melonjak dengan perubahan penampilan juga manfaat yang dia berikan terhadap Puncak Angin mereka yang miskin, begitulah yang dipikirkan oleh lelaki biadab ini.
Melihat 'kemungkinan' dari nilai itu, dia pasti tidak akan melepaskan Su Yueyin dengan mudah. Selain itu, menurut pandangan Yan Xu, Su Yueyin mungkin lebih memilih menjadi anggota tetap dari Puncak Angin dibandingkan kembali ke Puncak Surgawi.
Meskipun masih ada kemungkinan dia akan kembali, Yan Xu akan mempertahankannya walau harus menggunakan sedikit cara kotor.
Yan Xu juga sudah menjaga hubungan baik antara mereka walau masih terlalu jauh dari kata cukup untuk mengikat Su Yueyin menjadi anggota tetap Puncak Angin.
"Segalanya harus dipersiapkan secara matang. Apapun prosesnya, akhir yang harus dicapai akan tetap sama."
Yan Xu menyipitkan matanya, melirik ke arah luar dari jendela ruangan seolah-olah dia sedang menatap sesuatu yang jauh.
__ADS_1
Dia sedikit khawatir dengan benang merah di antara Ratu Iblis Xia maupun Yaoyao dengannya. Walau dia yakin tidak akan ada percikan api di antara mereka, Yan Xu harus tetap waspada.
Mengingat bagaimana faksi di dunia iblis terbagi menjadi dua, suatu hari nanti dia mungkin akan diserang oleh anggota faksi lama apabila mereka mengetahui relasinya dengan Ratu Iblis Xia.
Yan Xu memijat keningnya dengan ekspresi berat sambil berkata, "Sepertinya aku secara tidak langsung terlibat dengan masalah baru lagi. Padahal masalah dengan Mo Li masih berlangsung hingga sekarang."
Dia ingin menangis dan bersujud di kaki gurunya apabila itu dapat menyelesaikan masalah. Hanya saja, pihak lain pasti akan memukulinya tanpa membantu sama sekali. Jadi, dia mengabaikan opsi tersebut karena tidak ada untungnya.
Yan Xu masih terlihat duduk santai di permukaan hingga embusan angin dari jendela dapat mengibarkan jubah abadinya. Pemandangan itu membuat citra Yan Xu seperti peri abadi dari dunia lain apabila dilihat dari sudut pandang orang kedua maupun ketiga.
Cahaya matahari masih menyilaukan saat dia melihat ke luar.
Dari luar, kepala kecil Miao'er muncul.
Yan Xu pura-pura menunjukkan ekspresi terkejut di wajahnya, padahal dia sudah menyebarkan kesadaran ilahinya untuk berjaga-jaga kalau ada tamu yang tidak diundang mendadak datang.
"Jadi, bagaimana persiapan untuk malam ini?" tanya Yan Xu melirik ke arah Miao'er.
Hup!
Ye Miao'er melompat dan mendarat di kursi seberang Yan Xu kemudian berkata, "Persiapan menyambut kedua orang itu sudah dilakukan sejak Kakak Senior memberikan pesan rahasia kemarin. Sekedar memastikan, apakah rencana Kakak Senior BENAR-BENAR AMAN?"
Wajah tampan abadi Yan Xu tidak bisa menahan senyum tipis dan berkata, "Adik Junior, tentu saja rencana ini aman karena Guru sedang sibuk dengan teknik kultivasi barunya. Jadwal pertemuan maupun keamanan tempat sudah diatur dengan baik, jadi tidak perlu terlalu banyak berpikir."
Rasa percaya diri Yan Xu memang membuat Miao'er merasa sedikit lega.
Sekarang dia memikirkan lagi tentang kekuatan dua orang tamu yang mereka undang, menyebabkan bibir Miao'er meringkuk sedikit. Namun, perubahan wajahnya segera menjadi normal hanya dalam waktu sepermikro detik.
__ADS_1
Bahkan, dengan kecepatan perubahan itu membuat Yan Xu benar-benar memuji bakat luar biasa Miao'er di dalam hatinya. Kecepatan Miao'er dalam mengubah wajahnya, benar-benar tidak ada tandingannya dari orang lain, kecuali beberapa anggota Puncak Angin— termasuk Yan Xu dan Lan Xihe.
Miao'er segera berkata, "Maaf Kakak Senior, Adik Junior menunjukkan sesuatu yang tidak pantas."
Yan Xu segera menyanggah, "Tidak perlu meminta maaf, Adik Junior. Selain itu, aku juga tidak melihatnya."
Ye Miao'er sedikit menunduk dengan ekspresi malu.
Mengabaikan itu, Yan Xu kembali melanjutkan.
"Dari kekuatan yang sudah diperlihatkan oleh Bibi Yueyin selama ini, anggota bungsu mereka saja sudah kuat. Tidak diragukan lagi kalau anggota ketiga maupun keempatnya jauh lebih kuat."
"Kita tidak bisa tidak membuat persiapan secara menyeluruh demi keamanan dan keselamatan apabila pembicaraan nanti mengarah ke tidak sengaja menyinggung perasaan kedua orang itu."
"Apabila situasinya kurang menguntungkan ..." Wajah Yan Xu menjadi dingin, "Adik Junior, kamu larilah terlebih dahulu ke tempat Guru."
Miao'er menelan ludah sekali sebelum menjawab.
"Baik, Kakak Senior. Jika itu akan terjadi, tentu saja Adik Junior akan lari sambil mendo'akan keselamatanmu dengan sepenuh hati."
Setelah itu, Yan Xu mengangkat alisnya sedikit. Dia merasa ada penyimpangan pada kalimat terakhir adik juniornya. Namun, wajahnya segera menjadi normal kembali mengabaikan perasaan aneh sebelumnya.
Ye Miao'er diam-diam sudah memikirkan skenario terburuk, jadi dia sudah memasang portal pelarian untuk satu orang di dekat ia berdiri nanti. Tentu saja, portal pelarian itu hanya sekali pakai dan untuk dirinya sendiri.
Dia percaya kalau Yan Xu pasti akan membuat situasinya menjadi kacau apabila sikap anehnya mulai keluar, begitulah fungsi portal pelarian diperlukan demi menyelamatkan mereka. Lagipula Miao'er tidak bisa mengatakan rahasia sistemnya apabila Yan Xu mengetahui tentang portal tersebut.
Jadi, dia memutuskan portal itu akan digunakan secara pribadi. Dia tidak akan segan meninggalkan Yan Xu karena yakin dengan kemampuan kakak seniornya dalam memecahkan masalah.
__ADS_1
Kehadiran Miao'er hanya akan menjadi beban dan dapat digunakan sebagai sandera apabila pembicaraan mereka kurang lancar, begitulah yang ada di benaknya.