Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Marah


__ADS_3

Kedua pasangan dao itu telah berada di wilayah Barat Laut Ibukota Kekaisaran Agung Ming. Kini, mereka sedang mengikuti rute yang telah digambarkan Yaoyao pada peta di tangan Yan Xu.


Rute itu memiliki berbagai macam jenis jebakan dan susunan formasi yang dapat membunuh mangsanya. Berkat arahan yang ditulis pada peta, perjalanan mereka berdua dengan mulus terus berlangsung hingga beberapa saat kemudian ....


Keduanya berhenti tepat sejauh satu kilometer dari depan sebuah gerbang gua setinggi lima belas meter dan saling melihat satu sama lain.


Yan Xu terlebih dahulu bicara, "Istriku sayang, mari kita melihat-lihat terlebih dahulu sebelum menerobos masuk."


Lan Xihe mengangguk dan menyusun jimat di udara kosong dari balik lengan jubahnya.


Sebuah transmisi gambaran perlahan muncul dari bayangan hitam, menjadi semu, kemudian akhirnya terlihat jelas apa yang sedang mereka lakukan di dalam sana. Dari transmisi gambar itu, mereka tidak dapat mendengarkan suara.


Namun, mereka dapat membayangkan apa yang sedang terjadi di dalam dengan melihat gambaran yang muncul di atas udara.


Gedebuk!


"Sialan!" teriak Yan Xu yang memukul tanah dengan kedua lengannya.


Matanya memerah dan terlihat ekspresi marah pada wajah tampan itu dengan sangat jelas. Dia menatap lekat-lekat sekali lagi ke layar itu.


Yan Xu mengerucutkan bibirnya. Dia juga menggigit bagian bawah bibirnya dengan mata yang terbelalak. Kedua tangannya sudah mengepal erat, sangat ingin memukuli makhluk biadab itu.


Melihat reaksi berlebihan dari suaminya, Lan Xihe berbalik ke arah Yan Xu dan berkata, "Suamiku, jangan bilang kalau kamu cemburu dengan itu?"


Yan Xu segera menolak dengan tegas sambil memegang bahu ramping istrinya, "Tidak!"


Dengan matanya yang sudah memerah, dia melanjutkan, "Aku, siang dan malam mengkhawatirkan seberapa kuat dan bengisnya dia! Dan sekarang, lihat!? Apa ini yang seharusnya aku dapatkan setelah berdo'a kepada dewa agar makhluk biadab ini tidak menyakiti tambang uang kita?!"


"Sementara musuhnya tengah memikirkan berbagai macam cara untuk mengalahkannya dan dia ..." Yan Xu mengepalkan salah satu tangannya dengan mata tertutup. Dia juga menggeram beberapa kali, "Dia bersantai-santai dan tertawa sangat bahagia di depan banyak lelaki yang disiksa!"


"Aku ... aku ... aku tidak bisa terima ini!"


Yan Xu dengan semangat yang menggebu-gebu, menatap tajam kepada istrinya, "Istriku! Aku akan membereskan dia! Sementara itu, kamu selamatkan anggota keluarga Jiang dan bersihkan kentang goreng kecil yang tersisa."


Lan Xihe mengedipkan matanya beberapa kali dan berkata, "Apa kamu yakin, suamiku?"

__ADS_1


Jika dia tidak salah, keturunan iblis bangsawan itu setidaknya berada di tahap pertengahan alam mistik karena masih muda.


Yan Xu mengangguk tegas, "Dari apa yang kita dapatkan saat memeriksa tadi, semua anggota keluarga Jiang masih aman dan sehat. Aku akan membalas dendam atas frustasi yang selama ini iblis keparat itu berikan dalam perjalanan kita!"


Lan Xihe tersenyum hangat dan berkata, "Oh? Begitukah? Aku kira kamu sangat iri karena dia melakukan itu dengan banyak wanita." Lan Xihe cekikikan sambil menutupi mulutnya dengan tangan.


Yan Xu terkekeh geli sambil berkata, "Mungkin aku sedikit merasa iri, tapi kemarahan karena frustasi yang dia buat telah melebihi rasa iriku."


Kemudian dia menggelengkan kepalanya sambil mengangkat bahu dengan ekspresi wajah tak berdaya.


"Yah, terserah kamu saja. Mari kembali ke bisnis utama kita ...."


Setelah menjawab itu, Lan Xihe maju terlebih dahulu sambil memusatkan energi qi putih pada tangannya. Dia mengarahkan serangan tapak suci Buddha ke arah pintu masuk itu.


"Tapak Suci Buddha!"


Sebuah telapak tangan dengan ukuran dua puluh kaki dan aura putih murni meluncur ke pintu masuk yang dipenuhi formasi dan beberapa jebakan.


Duar!!!


Kedua orang itu saling mengangguk satu sama lain dan bergegas maju ke depan, meninggalkan bayangan mereka di belakang.


Sementara itu, Mo Yihan yang masih asyik menyiksa para pembelot tidak merasakan apa-apa. Dia tidak mempedulikan apapun yang terjadi di luar ruangan, seolah-olah dia sedang berada di dunia yang terisolasi dengan bagian luarnya.


...


"Kuak!"


"Uhk!"


Dengan tebasan pedang energi yang ada pada genggaman tangannya, Yan Xu terus maju dan menebas para pemuja iblis itu dengan datar.


Setelah dia maju ke arah utara sejauh 150 meter, di sana ada dua cabang jalan lalu dia berbelok ke kiri terlebih dahulu. Di sana terdapat beberapa ruangan dengan masing-masing nomor terpajang pada pintunya.


"Ingin membuatku merasa bingung? Ayo sini, mari kita lihat, apakah Leluhur ini akan termakan oleh trik kecilmu!"

__ADS_1


Yan Xu memusatkan energi qi pada pedang yang berada di tangannya. Dia mengarahkan pedang itu ke depan, pada sekeliling pedang itu tercipta lagi beberapa pedang energi baru dan dengan ganas mengarah ke seluruh pintu yang ada di depan.


Seluruh pintu masuk kamar itu hancur dan di baliknya, terdapat beberapa pria sedang memainkan wanita yang sedang terikat.


Semua tatapan pria juga wanita yang mereka ikat mengarah kepada Yan Xu dari setiap ruangan yang ada.


Swuit!


Yan Xu bersiul dan berkata, "Maaf mengganggu kalian, lanjutkan saja."


Dia berjalan dengan santai memeriksa seluruh ruangan yang ada, tidak ada iblis keparat yang sedang ia cari maupun anggota keluarga Jiang.


Dari beberapa ruangan, dia dapat mendengar beberapa suara minta tolong dari wanita yang terikat juga ajakan oleh para pria.


"Tuan! Tolong aku! Orang-orang biadab ini menculik ku dan menjadikanku sebagai mainan mereka! Tolong berikan keadilan kepadaku, Tuan!"


"Pria tampan yang disana, bagaimana kalau ikut bermain dengan kelompok kami? Di sini kami masih memiliki banyak stok gadis muda!"


"Tuang Kultivator! Tolong, selamatkan kami!"


Yan Xu yang lelah dengan suara itu, menghela napas panjang dan menjentikkan jarinya. Sebuah dinding pembatas kedap suara dan kalimat yang tidak berperasaan tertulis pada dinding pembatas itu.


'Semoga di kehidupan selanjutnya kalian semua menjadi lebih bermoral dan mendapatkan kehidupan yang layak.'


Setelah dia agak jauh, Yan Xu bergumam, "Api Samadhi."


Duarr!!! Duarrr!!! Duarrr!!!


Ledakan besar muncul di setiap ruangan dan membuat beberapa tengkorak berterbangan ke luar ruangan. Tidak hanya itu, energi qi korosif juga memakan habis tulang berulang maupun sisa darah yang berceceran tiap sudut. Hal ini membuat Yan Xu nampak seperti menggunakan teknik iblis, namun dia tidak peduli dan masih mencari dimana iblis keparat yang tidak enak dipandang itu.


'Dimana kamu berada? Saat ini, Leluhur dengan baik hatinya mendatangi lokasimu, Keparat Tak Tahu Malu!'


Dengan sisa-sisa dari api samadhi yang memiliki aura hitam bercorak merah dengan kilatan kuning pada sekeliling jubah abadinya, Yan Xu terus berjalan dan menebas para pemuja iblis hingga meledakkan beberapa kamar yang dia lewati.


Kedua matanya yang sudah memerah karena terlalu frustasi, terus bergerak kesana-kemari mencari aura Mo Yihan!

__ADS_1


__ADS_2