Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Pilihan Terbaik atau Terburuk


__ADS_3

Shang, dari setiap nama marga dari ras iblis, dalam sepengetahuan Yan Xu itu merupakan nama tertinggi.


Tidak ada ras iblis yang berani menggunakan nama tersebut karena itu merupakan marga dari keluarga kerajaan.


Bahkan, Xia'er sendiri tidak ingin menggunakan nama kuno itu dan membuat marga baru 'Sheng'. Itu karena visi dan misinya berbeda dengan keinginan keluarga kerajaan terdahulu, dimana ia ingin menyejahterakan ras iblis dibandingkan memilih ingin mengembalikan masa kekacauan di dunia Xuanyuan.


Dari sekian banyaknya iblis kuno bangkit, Yan Xu merasa keberuntungannya sangat rendah hingga bertemu seorang tuan putri yang menyembunyikan niat aslinya.


Bagi pria itu, mana ada keluarga bangsawan dari ras iblis memiliki pemikiran semulia Shang Yin. Semua itu, hanyalah mimpi belaka dan merupakan kalimat pemanis untuk setiap manusia. Namun, mereka yang mengalami bencana, tidak akan pernah mempercayai satupun kalimat yang keluar dari mulut iblis kuno.


Pihak lain sepertinya ingin bermain dengannya, membuat Yan Xu agak jengkel dan ikut bermain. Dia tidak memiliki pilihan selain menjadikan Shang Yin— yang saat ini berpakaian seperti pria— menjadi budak dao karena masih belum jelas, apa niatan asli dari pria itu.


Tanpa peduli dengan Shang Yin yang terlihat lesu sambil memandanginya dengan cemberut, Yan Xu berjalan ke arah istana naga. Mau tidak mau, Shang Yin juga mengikuti dari belakang.


"Istana naga dalam bahaya, kebangkitan ras iblis kuno di sekeliling wilayah mereka akan berdampak buruk terhadap para naga di sana, terutama bagi keluarga kerajaan mereka," ucap Yan Xu sambil berjalan.


"Apa pedulimu dengan mereka? Palingan, kamu cuma mau memanfaatkan kesempatan ini untuk cari muka, terus kalau ada yang bisa mereka lakukan untukmu, kamu pasti akan mengambil seluruh harta istana naga untuk dirimu sendiri," balas Shang Yin yang masih cemberut mengikuti pria biadab itu dari belakang.


Tercengang, Yan Xu tidak menyangka bahwa Shang Yin akan mulai terbiasa dengan pola pikirnya. Memang benar dia sudah merencanakan hal itu semenjak tiba di perbatasan wilayah istana naga, namun itu masih sekedar pertengahan dari kalimat yang diucapkan oleh Shang Yin.


Yan Xu berbalik dan memegang kedua bahu Shang Yin dengan senyum menyimpang yang khas, "Kamu memiliki ide yang sangat bagus! Kalau kerja dan idemu selalu sebagus ini, kebebasan yang kamu impikan bukan sekedar khayalan belaka!"


"Tidak, tidak, aku tidak mau mendengar omongan mu."


"Tidak, tidak, saudara Shang, kamu pasti bisa."


"Saudara ibumu!" dengus Shang Yin dingin.


Yan Xu kembali berputar dan tertawa. Dia tidak mengambil hati atas ucapan terakhir pihak lain karena ia sedang dalam kondisi bahagia.

__ADS_1


Bagaimana tidak?


Dia mendapatkan orang yang bisa sefrekuensi hingga beradaptasi dengan cepat dalam pikirannya yang agak menyimpang dari jalan kebenaran. Apapun itu, pria ini tidak peduli dengan aturan jalan kebenaran yang diikuti oleh kultivator baik. Dia hanya melakukan sesuatu yang akan menguntungkan pihak mereka.


Menyelinap beberapa kali, menyekap kemudian membunuh beberapa iblis, baik Yan Xu maupun Shang Yin telah mendekati pintu masuk kastil naga.


Berjalan lebih jauh lagi, mereka melihat beberapa naga kecil yang sedang disekap oleh pihak iblis. Sementara itu, beberapa naga dewa telah digantung terbalik dan ada juga yang sudah kehilangan nyawa.


"Kekejaman para otak otot itu tidak pernah berubah," komentar Shang Yin yang mengerucut bibirnya.


"Bukankah kamu sama seperti mereka?" sindir Yan Xu.


"Jika aku jadi mereka, lebih baik menyelinap dan merebut apa yang aku inginkan, dibandingkan harus membuat kekacauan seperti ini."


Shang Yin menunjuk ke arah lubang besar dan berkata, "Lihat! Melakukan kekacauan seperti ini, hanya akan memakan banyak korban. Sumber daya tenaga kerja juga merupakan hal yang penting, namun mereka tidak memikirkannya dan terus selalu membuat kekacauan hingga memakan banyak korban jiwa."


Pada lubang besar yang ditunjuk oleh Shang Yin, Yan Xu dapat melihat banyak sekali mayat iblis yang telah mati. Mereka ditumpuk begitu saja seolah lubang tersebut merupakan tempat penampungan sampah yang akan dikubur untuk dijadikan sebagai pupuk nantinya.


Namun, itu tidak memicu amarah Shang Yin karena hal tersebut merupakan fakta tak terbantahkan atas ras mereka. Menolak fakta hanya akan membuat Shang Yin terlihat dungu di mata pihak lain.


Menyadari sesuatu, Yan Xu bertanya-tanya, "Kalau terjadi kekacauan di istana naga, seharusnya kabar itu akan segera sampai ke telinga seluruh kultivator. Bangkitnya para iblis juga akan berdampak terhadap mereka yang sangat membenci ras iblis. Tetapi, mengapa tidak ada satupun yang tahu akan hal ini?"


Mengangguk setuju, Shang Yin berkata, "Sepertinya, mereka masih memiliki otak yang mengatur pergerakan kelompok ini. Kalau aku tidak salah, mungkin saja jenderal perang ras iblis telah berhasil bangkit kembali dan mengambil alih atas tindakan mereka."


"O-oh ... ngomong-ngomong ada berapa jenderal yang kalian miliki?"


"Ada dua, satunya tanpa kepala dan yang lain adalah penghianat dari keluarga Zhuge."


"Keluarga Zhuge? Zhuge Kuan saat itu saja tidak memiliki anak, bagaimana ...."

__ADS_1


"Tidak, dia memang tidak memiliki anak. Bukan berarti dia tidak memiliki murid yang akan menjadi penerusnya. Setahuku, Zhuge Kuan memiliki seratus murid yang berbakti dan siap mengerahkan seluruh filsofi mereka demi mensejahterakan dunia. Namun, ada satu murid yang menyimpan kebencian terhadapnya. Murid itu juga yang telah menyebabkan kematian Zhuge Kuan, kemudian dia beralih ke sisi iblis dan menjadi jenderal karena prestasi yang telah ia torehkan untuk raja iblis pada masa itu."


"Sebaik-baiknya Zhuge Kuan yang menjunjung tinggi martabat dan moralitas manusia, ternyata masih ada murid yang berhati gelap yang rela menjual sisi kemanusiaan demi keselamatan diri," ucap Yan Xu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, menyayangkan tindakan tersebut.


"Mau bagaimana lagi. Seperti yang Tuan bilang, manusia dan iblis itu hanyalah dua sisi koin yang berbeda. Kita memiliki kegelapan yang sama, bahkan saling menelan satu sama lain demi keserakahan pada diri masing-masing," balas Shang Yin, mengembalikan ucapan pria biadab itu.


Menyadari Shang Yin kini memanggil nya dengan sebutan Tuan, Yan Xu merasa belakang kepalanya telah dipukul dengan palu godam tumpul.


Menjadi tuan dari salah satu anggota keluarga bangsawan ras iblis, membuat Yan Xu kembali mempertanyakan tindakannya. Itu bisa saja menjadi awal dari kesalahan terbesar yang akan tercatat pada lembaran sejarah hidupnya apabila kekacauan ini tidak segera ditangani.


Duar!


Suara ledakan tidak jauh dari mereka terdengar, membuat Yan Xu tersadar dari lamunannya.


Tidak jauh dari sana, ada seekor naga kecil yang masih memberikan perlawanan sengit terhadap salah satu ras iblis. Sementara iblis yang lain, menonton itu seperti pertunjukan jalanan.


Shang Yin yang melihat itu, segera meminta izin kepada Yan Xu untuk bertindak namun—


Woosh!


Ketika dia mengalihkan perhatiannya ke arah Yan Xu, pria itu sudah tidak ada dan hanya meninggalkan bayangannya saja di tempat.


Sebuah topeng yang dapat digunakan untuk menutupi wajah tertinggal bersamaan dengan suara pria biadab itu.


"Bantu atau tidak, terserah kamu. Sembunyikan aura maupun wajahmu, kalau kamu ingin membantu."


Begitulah pesan singkatnya.


"Tentu saja aku akan membantu."

__ADS_1


Shang Yin tersenyum tipis, mengenakan topeng yang ditinggalkan Yan Xu lalu menyusulnya ke arah naga kecil yang sedang bertempur sengit melawan iblis.


__ADS_2