
Sementara para pengikut setia tuan pertama mulai mengobrak-abrik tatanan kerajaan kecil Biu, Tuan Pertama yang mereka ikuti sedang menuju ke puncak administrasi untuk keperluan memulai misinya.
Di aula utama, dia bertemu dengan Bibi Feng— Kepala Sekte Abadi Luo, Su Yinfeng— yang sudah lama tidak terlihat.
Bibi Feng melambaikan tangan ke arah mereka berdua sambil menyapa dengan senyuman segar, "Setelah lama tidak bertemu, apakah ... Kamu sudah memiliki pasangan dao?"
"Tidak."
"Ya."
Jawaban yang bertentangan datang dari Yan Xu dan Ratu Iblis Xia. Mereka berdua saling bertukar pandang seolah sedang berargumen melalui kontak mata.
Melihat keduanya yang tampak bersemangat, Bibi Feng menggelengkan kepalanya dan berkata, "Ya, terserahlah! Aku dengar kalian berdua akan menjalankan misi yang berbahaya, apa ini demi kepindahan Su Yueyin?"
Mendengar pertanyaan itu, terdapat kerutan pada dahi Yan Xu.
"Bibi Feng, Murid tidak tahu dimana kamu mendapatkan informasi tersebut. Tetapi, alangkah baiknya jika Bibi memperhatikan dimana kita sedang bicara sekarang."
"Uwa!~ Yan Xu sangat kejam! Masa bibi mu yang lemah ini dibentak! Tidak berperasaan! Lelaki yang tidak subur!" ucap Bibi Feng sambil memeluk dirinya sendiri dengan wajah sedih.
'O-oi! Apanya yang terakhir itu? Kamu sedang menyumpahi ku?!' Sumpah serapah hampir keluar dari mulut Yan Xu kalau saja dia tidak marah-marah di dalam hatinya.
Dari semua orang, hanya Bibi Feng yang dapat menaikkan darah Yan Xu hingga ujung kepalanya. Ini merupakan suatu fenomena langka yang jarang terjadi bagi dia yang memiliki mentalitas seorang pria berumur panjang.
Mengembuskan napas berat, Yan Xu mencoba sebisa mungkin untuk tersenyum dan berkata, "Bibi Feng, kamu tahu kan kalau kami membutuhkan tunggangan untuk bepergian jauh?"
"Un, aku tahu dari raut wajahmu yang sedang mencari seseorang."
"Kalau begitu," Yan Xu menyudutkan Bibi Feng ke tembok dan berkata, "Pinjamkan kami tunggangan mu."
"Ka-kamu ingin menunggangi ku?!" teriak Bibi Feng dengan wajah yang memerah ditutupi kedua tangannya.
"H-hah?! Bibi, tolong jangan bercanda di depan umum!" teriak Yan Xu kaget.
Semua orang melihat Yan Xu dan Bibi Feng dengan tatapan sengit, seolah mereka adalah wabah yang sebaiknya enyah saja dari sekte.
'Tunggu, kalian semua salah paham!' itulah yang hendak keluar dari mulut Yan Xu, tetapi dia tahu kalau ia bicara, tamat sudah reputasi baiknya.
__ADS_1
Tidak mengakui, sama saja mengakui. Begitulah logika di depan orang yang sudah dibutakan rasa iri.
Perhatian anggota lain dari Sekte Abadi Luo kini tertuju kepada mereka bertiga. Hal ini membuat Yan Xu mendecakkan lidahnya sambil memberi aba-aba pada Ratu Iblis Xia melalui transmisi suara.
"Xia'er, orang ini bukanlah tetua yang mudah. Kita harus menyudutkan dia lebih dari ini agar mendapatkan tunggangan yang bagus. Setidaknya, satu tingkat di bawah ternak di Puncak Angin."
"Kenapa harus dia? Bukankah masih banyak tetua lain yang memiliki tunggangan?"
"Mudah saja, itu karena Bibi Feng adalah kenalan yang tahu akan kehebatan Guru. Dia juga merupakan orang yang mulutnya rapat, itulah kenapa Bibi Feng merupakan pilihan yang cocok walau agak sulit untuk meminjam padanya."
"Entah kenapa aku merasa kalau dia berpikir kamu tidak hanya akan meminjam tunggangan nya ..." balas Ratu Iblis Xia ragu.
"Ahaha, tentu saja aku akan mengambil hati tunggangannya lalu menendang binatang buas itu ke salah satu koleksi di Puncak Angin."
"Sudah ku duga, pantas saja dia sangat hati-hati dan tidak mau mendengarkan permintaan kita," balas Ratu Iblis Xia yang memiliki tatapan kasihan pada Bibi Feng yang merupakan calon korban kebiadaban Yan Xu.
Melihat keduanya cuma diam saja, Bibi Feng yang masih tersudutkan di dinding berdeham lalu berkata, "Ehem! Kalau mau pinjam, tolong dikembalikan."
"T-tentu saja akan dikembalikan, benar kan, Xia'er?!" ucap Yan Xu sambil tersenyum lebar.
Ratu Iblis Xia hanya mengangguk setuju tanpa berkata karena dia tidak terlalu pandai dalam berbohong.
"Tentu saja, itu tidak akan terjadi. Jadi, bisakah Bibi melepas Murid? Kali ini, posisi Murid sedang dalam krisis identitas akibat Bibi yang menempel begini."
Yan Xu mencoba untuk mendorong Bibi Feng yang terlalu lengket dengannya, namun kekuatan wanita bau itu lebih kuat. Apabila dia memaksa untuk menendang nya, bisa saja orang di sekitar akan menyerang Yan Xu karena telah berbuat kasar terhadap wanita bujangan yang masih cantik dan anggun itu.
Inilah salah satu alasan mengapa Yan Xu sangat tidak ingin bertemu dengan Bibi Feng di lingkungan Sekte Abadi Luo. Namun, berbeda dari yang ia harapkan, mereka selalu bertemu secara kebetulan. Terlepas dari apakah Bibi Feng sengaja atau memang ini sudah semacam takdir bagi mereka untuk bertemu di waktu tertentu.
Melihat Yan Xu tidak dapat lepas dari cengkeraman Bibi Feng, Ratu Iblis Xia menarik tengkuk jubah abadi milik Bibi Feng hingga dia terangkat. Kemudian, dia memindahkan Bibi Feng agar berdiri dengan benar di sebelahnya.
Bibi Feng tersenyum nakal dan berkata, "Apa ini? Apa kamu cemburu?"
"Cemburu? Aku?" Ratu Iblis Xia memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.
"Kalau bukan kamu, siapa lagi?" balas Bibi Feng sambil mengangkat kedua bahunya.
Ratu Iblis Xia menatap Yan Xu dengan ekspresi lugu dan bertanya, "Cemburu itu apa?"
__ADS_1
"Itu ..." Yan Xu melihat sekeliling mereka yang dipenuhi tatapan dengki, mencoba untuk mencari celah agar dapat masuk lalu memukuli Yan Xu secara brutal.
Menggelengkan kepalanya, Yan Xu tersenyum kecut dan berkata, "Aku juga tidak tahu. Mungkin saja Bibi Feng sedang mabuk dan mengigau yang tidak perlu, jadi ayo kita cari orang lain saja."
Yan Xu menarik lengan ramping Ratu Iblis Xia dan beranjak pergi meninggalkan Bibi Feng di belakang.
Sayangnya, Bibi Feng tidak berhenti begitu saja dan menghalangi jalan mereka.
Melihat kelakuan Bibi Feng yang ulet membuat Yan Xu mengerutkan keningnya.
"Bibi, kami tidak memiliki urusan denganmu. Tolong, jangan menghalangi," ucap Yan Xu sambil berjalan melewati Bibi Feng.
Tangan ramping Bibi Feng menghambat tubuhnya.
"Ayo ke tempat biasa kita bicara. Aku tahu kamu pasti masih belum menyerah untuk "meminjam" tunggangan ku," ucap Bibi Feng dengan nada serius.
'Oh? Akhirnya wanita tua ini mau serius?'
Yan Xu menatap datar pada Bibi Feng dan menyetujui nya.
"Ikut aku," Bibi Feng mengarahkan mereka berdua menuju koridor rahasia.
Ratu Iblis Xia yang sedari tadi hanya diam, mengirimkan transmisi suara langsung kepada Yan Xu.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi di sini, tapi tujuan mu berhasil kan?"
"Benar, wanita tua yang satu ini selalu memiliki barang bagus di balik lengan bajunya. Pastikan kamu melihat dan menilainya dengan benar," balas Yan Xu sambil tersenyum sendiri.
"Menilai?"
"Ya, kamu harus menilainya. Itu karena basis kultivasi ku yang rendah, sangat sulit untuk menilai tunggangan yang bagus."
"Baiklah, jika aku berhasil apa ada hadiahnya?" tanya Ratu Iblis Xia.
"Itu ...—akan kita bicarakan di lain hari setelah kamu berhasil."
"Baik, aku pegang kalimatmu."
__ADS_1
Keduanya saling bertaruh demi kepentingan masing-masing. Tidak tahu apa yang akan diminta jika Ratu Iblis Xia menang, membuat Yan Xu sedikit gugup. Namun, dia harus mengambil risiko demi mencapai hasil yang terbaik.