
*Tebas*
Satu tebasan pedang energi Yan Xu telah memutus satu benang yang menghubungkan setiap untai formasi.
Dia bergerak ke arah barat laut, mengambil putaran dua setengah langkah dan menuju ke utara dan kembali memotong satu benang.
Kini, hukum ruang tidak terlalu rumit dan membatasi pergerakannya. Yan Xu dapat bergerak bebas selama tidak menyentuh zona yang masih penuh dengan hukum ruang.
Dia maju beberapa langkah, menghunuskan pedangnya di depan tengkorak lalu menghentikannya tepat sebelum tiga senti leher musuh.
"Tidak menyerangku?" tanya tengkorak itu dengan nada yang memprovokasi.
Menggelengkan kepalanya dengan kecewa, Yan Xu menjawab, "Sayangnya, aku tidak tahu cara membunuh tubuh pengganti. Kalau kamu bertujuan untuk membunuhku, dari awal bukan hanya kita berdua yang ada di dalam formasi ini. Meskipun aku perlu mempertanyakan ketulusan dalam tindakanmu, aku bukanlah orang yang buta kalau tidak bisa melihat niat awal kamu mengurungku di sini."
"Jawaban yang cerdas. Kamu benar, tujuan ku bukan untuk membunuhmu. Sementara waktu, formasi ini akan menghambat pergerakan juga memberikan kita waktu untuk bicara. Setelah sekian lama bangkit dari kematian, banyak hal yang ingin ku tanyakan sekaligus pastikan," balas tengkorak itu.
Menghela napas pendek, Yan Xu menurunkan pedangnya lalu duduk bersila di tanah. Dia tidak mengendurkan sedikitpun kesadaran ilahinya.
Tengkorak itu ikut duduk dari sisi seberang.
"Jadi, apa yang mau kamu tanya dan pastikan?" tanya Yan Xu.
"Pertama, apa kamu tahu seseorang yang bernama Kong Ming?"
"Kong Ming?— ... tidak, aku tidak pernah dengar (kalau di Bumi sih ada, tapi di dunia Xuanyuan tidak tahu)."
Tengkorak mengangguk lalu berkata, "Begitu, jadi kalian belum bertemu. Kemudian, giliranmu untuk bertanya."
Suara dari tengkorak itu terdengar seperti yakin akan suatu hal. Dia juga membiarkan Yan Xu untuk bertanya sesuai giliran, agar mereka mempertahankan kedudukan yang sama tanpa ada yang diuntungkan maupun rugi atas pertukaran tersebut.
Memikirkan tentang nama Kong Ming, hanya ada satu orang yang dapat Yan Xu pikirkan. Dia tidak tahu apakah nama itu masih berhubungan dengan marga Zhuge atau tidak, secara teknis dia tidak bisa langsung mengambil kesimpulan sebelum mendengar rinciannya.
"Tentang Kong Ming ini, apakah dia memiliki marga Kong?" tanya Yan Xu.
"B-benar, marganya adalah Kong! A-apakah kamu sudah pernah mendengarkan nama itu?" suara tengkorak terdengar gembira dan ada perasaan rindu yang terlukis dalam pertanyaan yang terakhir.
Menggelengkan kepalanya, Yan Xu menyayangkan bahwa takdir masih belum mempertemukan mereka, "Tidak, kami belum pernah bertemu sama sekali."
__ADS_1
"Haah ... masih belum ya ...."
"Kamu terlihat kecewa, apa ada sesuatu dengan Kong Ming ini?"
Yan Xu sedari tadi melihat bagaimana tengkorak itu berharap kalau mereka sudah bertemu. Seolah-olah, di mata tengkorak itu, dia adalah seorang dewa yang akan mengubah takdir orang yang bernama Kong Ming ini.
Ada keraguan dalam hal tersebut karena nama itu seharusnya dimiliki seseorang yang tidak memerlukan bantuannya untuk tumbuh. Tidak mungkin orang biasa dengan berbekalkan pengetahuan modern seperti Yan Xu dibutuhkan, kalau pria itu tidak memiliki masalah lain selain ilmu pengetahuan maupun teori.
Tengkorak yang berada di sisi seberang menatap ke samping, lalu kembali menatap Yan Xu sambil menilai. Dia terkejut bukan main mendapati kalau ada sesuatu yang salah.
"Kultivasi mu ... terus, kenapa kami bisa terbangun pada waktu yang berbeda ... ini sungguh aneh dibandingkan terakhir kali— tidak, lupakan. Aku akan langsung ke intinya, apakah kamu tahu penyebab kekacauan di istana naga ini?"
Setelah bergumam sendiri, dia mengalihkan topik pembicaraan. Yan Xu yang tidak ingin terburu-buru mencari tahu gumaman itu, hanya menghiraukannya seperti angin lalu dan fokus pada masalah selanjutnya.
"Potongan tubuh dewa iblis kuno?"
"K-kuno? Semenjak kapan ada ranah transdensi maupun pertempuran panjang di dunia ini? Ada yang aneh!" menggaruk kepalanya, tengkorak itu terlihat kebingungan.
"Selain itu, apa lagi? Apanya yang aneh ketika kepemilikan langit telah berganti dan untuk bertahan hidup bukan saja kami harus memisahkan dimensi menjadi beberapa bagian, kami juga harus selalu mengandalkan dinding pemisah dimensi terhadap istana langit."
Yan Xu menyemburkan apa yang dia tahu karena pihak lain terlihat cukup aneh. Seolah-olah dia bukan berasal dari masa lalu, atau mungkin kebangkitannya-lah yang telah mempengaruhi kesadarannya.
"K-kepemilikan langit telah berganti?! Dimensi yang dipisah?! Tidak mungkin, apakah itu bukan di waktu sekarang ...."
Lagi-lagi tengkorak itu bergumam sendiri dengan nada yang tidak percaya.
Melihat reaksi pihak lain, Yan Xu menduga ada beberapa hal yang telah diatur dan tidak sesuai dengan pengetahuannya. Tidak mungkin bagi musuh sekuat dia ingin duduk dan bicara walaupun melalui tengkorak yang dikendalikan dari jarak jauh.
Untuk apa juga dia menciptakan keributan besar, menariknya dalam formasi, mengasingkan para iblis bersama dengan dia pada hukum ruang berbeda. Semua itu terlalu rumit dan sangat berputar kalau sekedar untuk membunuhnya di tempat.
Menghela napas mengungkap seakan dia telah menenangkan diri, tengkorak itu kembali berkata, "Maaf, sepertinya perbedaan kali ini di luar pemahaman ku. Kalau begitu, langsung saja ke intinya. Kamu harus bertemu dengannya di dimensi Persimpangan Jalan Bawah. Selesaikan kekacauan di permukaan, juga di Persimpangan Jalan Bawah, kemudian kamu akan menemukan jawaban tentang situasi ini."
Tanpa menunggu jawaban dari Yan Xu, tengkorak itu telah hancur dan susunan formasi yang menjebaknya kini telah terbuka.
Menghela napas berat, Yan Xu yang masih duduk bersila kini harus menjadi target daging segar kembali oleh para iblis.
"Rahasia apa lagi yang tidak aku ketahui tentang dunia ini? Sepertinya, kerangka takdir hingga seluruh pertemuan dan ingatan yang terjadi, tidak sesederhana kelihatannya."
__ADS_1
Baru saja bebas, sudah ada saja iblis yang melompat ke arahnya sambil menghunuskan pedangnya.
"Mati kau!" teriak salah satu iblis dengan penuh semangat.
"Kamu saja yang mati."
Beranjak dari duduk bersila, Yan Xu segera menghunuskan pedangnya untuk memblokir serangan lawan.
Dia melompat ke udara karena sebuah tombak tiba-tiba muncul dari bawah tanah, tepat di posisinya saat ini.
"Hah!"
Dia menghunuskan tebangnya secara diagonal, menghancurkan tombak itu dan mendarat dengan aman di atas tanah.
Kali ini, debu yang beterbangan di udara telah menghilang. Seluruh iblis mencoba untuk menangkapnya, berlari dengan gila seolah dia adalah buruan yang enak.
"Apa yang dilakukan Long Feiyun?! Kok lama sekali?!" keluh Yan Xu.
Kesadaran ilahinya mendapati seorang iblis yang menggunakan sarung tinju sedang mendekatinya dengan kecepatan tinggi.
Yan Xu segera mengambil jimat kayu, membuat perangkap untuk mengurangi kecepatan lawan yang sedang menerjang ke arahnya.
Iblis dengan sarung tinju itu melakukan langkah kaki yang sangat cepat dalam menghindari setiap jebakan, namun akselerasinya berkurang karena tidak bisa langsung menerjang lurus.
Segera, Yan Xu menarik tombak energi dari udara kosong ke genggamannya, mengayunkan dengan ganas hingga hunusan tombak itu membentuk bulan sabit ganas.
"Haah!!"
Dengan teriakan penuh perlawanan, iblis itu menahannya dengan kedua tangan. Dia sempat terdorong mundur beberapa langkah, namun hanya sampai di situ saja.
Pluk!
Kesadaran iblis itu mendapati penglihatannya yang memandang dunia seolah sudah terbalik. Rasa dingin pada tenggorokannya, telah memberi tahu dia bahwa kepalanya sudah terpisah dari tubuh.
Tidak sampai di situ, Yan Xu segera menusuk kepala yang jatuh itu menggunakan mata tombaknya dengan keras. Memastikan kalau iblis itu akan mati untuk selamanya.
"Datanglah sebanyak yang kalian bisa!"
__ADS_1
Yan Xu berteriak dengan keras, seolah meminta ingin dihajar. Tujuan sebenarnya dari teriakan itu adalah sebuah tanda, agar Long Feiyun bisa secepat mungkin memecahkan giok yang ia terima karena pria itu sudah mulai kelelahan.
Kalau ada lawan yang kuat datang, kemungkinan bagi Yan Xu bisa bertahan lebih lama akan menjadi nihil. Dia tidak punya pilihan, selain mati kemudian hidup kembali untuk mengembalikan vitalitas maupun energi qi yang hilang sebab pertarungan yang berkepanjangan.