Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Akhirnya Mengetahui Nama Sahabat Baiknya, Leluhur Kecil Xiu Ruolan!


__ADS_3

Krak! Krak!


Tubuh cacing besar bergetar dan seorang gadis remaja keluar dari cangkang keras itu!


Yan Xu yang melihat ini segera mengambil satu set pakaian dan melemparnya ke arah gadis itu. Dengan terampil, kedua tangan rampingnya segera mengambil pakaian yang dilemparkan Yan Xu dan dengan cepat mengenakannya.


Setelah itu, dia meletakkan tubuh Wang Jia Li dengan lembut ke tanah beralaskan kain bersih dari kantung penyimpanan dimensinya.


Kedua mata Yan Xu memandangi gadis itu dari atas ke bawah, kemudian dia membuka mulutnya, "Apakah kamu sahabat baikku? Itukah kamu, Leluhur Kecil ku?"


Seorang gadis dengan penampilan usia 16 tahun, dengan rambut cokelat panjang dan tinggi setengah badan dari Yan Xu. Matanya memiliki fitur cokelat gelap, hidungnya mungil, dengan bibir merah muda yang sangat menawan dan alami.


Dengan tubuh rampingnya yang putih, sangat menggambarkan betapa indah dan cantiknya gadis itu. Gadis itu merasa heran akan tatapan Yan Xu, pipinya merona merah dan ia tersipu. Namun, dia dengan cepat mengubah ekspresinya agar terlihat sedang kesal.


Gadis itu mengedipkan matanya beberapa kali lalu berkata, "Bisakah kamu tidak terlalu berlebihan? Aku selalu merasa kalau kamu itu aneh!"


Mengabaikan protes dari gadis itu, Yan Xu memegang kedua pundak rampingnya dan kembali bertanya, "Jadi, ini benar-benar kamu, Leluhur Kecil?"


Gadis itu mengernyitkan kedua alisnya dan menjawab dengan ketus, "Apa kamu buta?— A-apa yang kamu lakukan? Turunkan aku! Yan! Xu! Turunkan! Aku!"


"— Ahahahaha! Leluhur Kecil ku sudah besar! Di masa depan, kamu akan tumbuh menjadi peri abadi yang kecantikannya tiada tara! Ahahaha! ...."


Yan Xu mengangkat tubuh gadis itu ke udara, dia melemparnya ke atas sambil tertawa terbahak-bahak. Ada air mata kebahagiaan mengalir dari sudut matanya, menandakan bahwa dia sangat bahagia.


"Turunkan aku!" teriak gadis itu.


"Leluhur Kecil, kamu benar-benar sebuah berkah yang turun dari langit! Ahahaha! Luar biasa! Luar biasa!"

__ADS_1


"Bisakah kamu lebih serius! Tolong turunkan aku! Kepala ku sudah pusing!!!"


Yan Xu tidak peduli dan masih melemparkannya ke udara. Terkadang dia akan melakukan gerakan berputar beberapa kali putaran penuh, kemudian melemparkannya kembali ke udara.


Kegiatan itu terus berulang-ulang hingga setengah jam dan akhirnya, Yan Xu bisa menenangkan dirinya.


Gedebuk!


Yan Xu bersujud di depan gadis itu kemudian berkata, "Sahabat! Leluhur Kecil! Selamat atas kelahiran dan perkembanganmu! Aku, sebagai sahabat merasa senang untukmu dari lubuk hati terdalamku!"


Gadis itu memutar matanya jengah, memandang Yan Xu dengan ekspresi tak berdaya di wajahnya.


'Apakah aku memilih seseorang yang salah? Apakah pria ini sudah gila? Kepalaku jadi pusing dibuatnya!' keluh gadis itu di dalam hati. Dia benar-benar ingin menangis saat ini.


Gadis itu berdeham beberapa kali dan memperkenalkan dirinya, "Guhm! Perkenalkan, namaku Xiu Ruolan. Aku berasal dari dimensi lain, mungkin lebih tepatnya domain lain karena kita masih satu alam semesta."


Xiu Ruolan mengangguk lembut dan berkata, "Yang kalian sebut sebagai dunia itu hanyalah sebagian kecil dari banyaknya domain pada alam semesta ini."


"Tidak ada tingkatan dari masing-masing domain, hanya ada perbedaan dari cara berkultivasi, peradaban, perkembangan makhluk hidup di tiap domain juga ada beberapa domain yang sudah rusak parah sehingga tidak dapat ditinggali."


"Untuk menjaga kerahasiaan pengetahuan ini dan demi keamanan bersama, mari kita sebut sebagai dunia saja. Aku tidak mau membuat segala hal yang ada berkembang menjadi sangat merepotkan, terutama sifat ku juga sama denganmu. Aku paling benci dengan hal-hal yang merepotkan!"


Gadis itu berhenti sejenak untuk mengambil napas, dia duduk bersila di depan Yan Xu kemudian melanjutkan dengan ekspresi serius.


"Aku bisa menyeberang kemari karena kamu membukakan ruang celah dimensi melalui portal kecil itu, namun sekarang aku tidak bisa pulang dengan ukuran tubuh seperti ini. Kultivasi dari duniaku juga tidak berlaku dengan hukum dari dunia ini."


Xiu Ruolan mengacak-acak rambutnya beberapa kali, ekspresi frustasi pada wajahnya sangat terlihat jelas walaupun miasma qi menghalangi pandangan mereka.

__ADS_1


Yan Xu mengangguk dengan senyum licik yang ia tutupi dengan tangannya. Matanya memerah karena terkena angin, kemudian beberapa detik keluarlah air mata buaya yang terlihat bening dan semurni bongkahan kristal.


Melihat itu, tiga garis hitam gelap muncul di kening Xiu Ruolan. Dia mendengus hingga hidung kecilnya melebar sambil berkata, "Apalagi yang kamu tangisi?" tatapan tajam mata cokelat cerahnya tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran.


"Itu ... hiks!— Aku ... aku bisa mengerti ... hiks!— bagaimana perasaanmu ... hiks! sluurpp!!!" Yan Xu yang berlinangkan air mata buaya dan ingusnya yang meler kemana-mana kesulitan untuk berbicara. Dia merasa bahwa itu sudah terlalu berlebihan!


Namun, efek yang dibawa oleh cara berlebihannya sangat membawakan hasil. Wajah keras Xiu Ruolan mulai menunjukkan tanda-tanda perubahan. Beberapa detik kemudian, dia mulai ikut terisak hingga ikut menangis dengan keras.


"Huuaaa!!! Yan Xu, idiot! Kamu memukul tepat di titik tersakit ku! Aaaaa!!!" Xiu Ruolan memukul dada Yan Xu dengan kedua kepalan tangan perinya yang ramping dan putih mulus dengan pelan.


Yan Xu yang melihat itu, tidak bisa tidak memberikan tanggapan yang lebih dari milik Xiu Ruolan. Semuanya demi mendapatkan kesan lebih darinya. Dia memeluk tubuh ramping Xiu Ruolan yang kecil, sambil ikut menangis dengan keras bersamanya.


'Kamu ingin menyaingi tangisan ku? Teruslah bermimpi, humph!' dengan pemikiran itu, Xiu Ruolan semakin meraung-raung bahkan wajah perinya sudah dipenuhi air mata dan ingusnya! Dia juga menggosokkan itu ke jubah abadi milik Yan Xu!


Raungan tangisan yang sangat menyedihkan dan dibuat-buat dari duo itu menggema di udara sekitar.


Sementara itu, di pikiran Yan Xu, 'Sepertinya Puncak Angin akan kedatangan murid baru, setidaknya kamu harus menjadi salah satu anggota Puncak Angin untuk membayar kembali makananmu!'


'Gerakan berputar dan melempar ke udara itu hanyalah sebagai tes. Dia benar-benar berbentuk seperti manusia, namun aku yakin dia akan memiliki bakat kultivasi menentang langit sama seperti Miao'er!'


'Barang bagus, tidak bisa dilewatkan! Ini juga berguna untuk memperkuat Puncak Angin! Juga demi Guru agar dia tidak kesepian lagi!'


Di dalam hati, Yan Xu tidak pernah sedikitpun melupakan keuntungan bagi Puncak Angin. Logikanya adalah semakin kuat Puncak Angin, semakin aman tempatnya untuk pulang. Kelebihan dari rencana itu, dianggap sebagai bonus seperti gurunya mendapatkan karung tinju baru.


'.... Tentu saja, semakin banyak murid Guru, semakin banyak karung tinju yang bisa dia pilih. Kesempatanku untuk melarikan diri agar tidak dipukuli lagi lebih besar!'


Yan Xu terkekeh geli sambil membayangkan masa depan cerah yang sedang menunggunya saat plot liciknya masih berjalan. Tentu saja dia sudah mencatat apa saja yang akan dia minta, termasuk untuk keuntungan seluruh anggota Puncak Angin.

__ADS_1


Membuat dia berada dalam masalah merepotkan begini, tentu saja ia butuh kompensasi. Bila perlu, dia akan meminta bantuan dari gurunya juga agar kompensasi yang mereka terima lebih banyak. Begitulah pemikiran Yan Xu yang pendendam dan sangat gigih kalau sudah menyangkut hadiah.


__ADS_2