Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Menikahlah Denganku!


__ADS_3

Serangan telapak tangan itu membesar seukuran tiga meter, menerjang ke arah Yan Xu dengan ganas.


Dari arah timur, teriakan seorang wanita terdengar menggelegar.


"Enyah!"


Bang!


Gelombang kejut dari teriakan itu bertabrakan dengan segel telapak tangan milik Tetua Hua dan melenyapkannya, seperti debu yang ditiup angin.


Dari kejauhan, seorang wanita berdiri di depan Yan Xu. Dia memiliki rambut putih panjang sesuci warna salju dengan mata merah cerah, perawakan yang ramping dan jubah abadi yang serba putih seolah-olah dia adalah seorang gadis suci yang tak terjamah. Wanita itu memegang sebuah seruling perak di tangan kanannya dan pedang bermata satu yang masih disarungkan dengan panjang satu meter di lengan giok kirinya.


"Namaku Lan Xihe, seorang kultivator pengembara." Suara perkenalan lembut yang menyegarkan datang dari wanita itu.


Tetua Hua yang awalnya bosan tercengang karena kehadiran tiba-tiba dari variabel tak diundang. Dia memperkirakan basis kultivasi Lan Xihe, namun dia tidak bisa menilainya juga sama seperti tadi. Melihat dari teknik suara yang dikeluarkan oleh pihak lain, jelas bahwa orang ini kuat karena bisa menghapus teknik segel telapak tangannya.


Tetua Hua menangkupkan kedua tangannya dan berkata, "Aku Hua Rouwei, tetua ketujuh Pulau Mosheng." Sifat arogan Tetua Hua yang sebelumnya hilang, jelas dia kembali berhati-hati.


"Aku melihat seorang kultivator ranah kondensasi qi menindas rakyat biasa, apakah kamu memiliki penjelasan tentang ini?" mata indah Lan Xihe melengkung, membentuk bulan sabit memberikan kesan bahwa pihak lain adalah penjahatnya.


Tetua Hua mengangkat satu alisnya namun dia masih mencoba menalar dengan Lan Xihe yang tidak mengetahui jalan seluruh cerita, lagipula dia tidak ingin menambah musuh. "Sebenarnya orang itu adalah seorang kultivator juga, pria ini juga sudah mencuri barang milik tuan mudaku." Tetua Hua mengedipkan matanya kepada Zhuo Hu.


Zhuo Hu yang mengerti kode itu segera menambahkan, "Apa yang dikatakan oleh Tetua Hua benar apa adanya. Pria ini sudah mengambil barangku yang sudah susah payah kami dapatkan dengan korban dua nyawa penjaga, mohon Senior nilai secara adil tindakan kami!" Zhuo Hu menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk untuk memberikan kesan kepada pihak lain bahwa dialah korbannya.


Mendengar penjelasan mereka berdua, Lan Xihe mengangguk lalu matanya beralih ke Yan Xu.


"Apakah itu benar?" tanya Lan Xihe.


Gedebuk!


Yan Xu berlutut dengan dua kaki lalu menangkupkan kedua tangannya dengan penampilan yang kotor dan sudut mulut berceceran darah yang sebenarnya dia sempat menggigit bibirnya sambil berkata, "Itu adalah kebohongan! Mereka mencoba menuduh dan tidak segan ingin membunuhku, Nona Lan! Mereka datang, menuduhku sebagai pencuri mutiara esensi yang bahkan orang biasa sepertiku tidak dapat mengalahkan seorang kultivator, apakah ini terlihat masuk akal? Bahkan saat datang mereka hanya bertanya sekali, tanpa memastikan kebenaran dan orang tua itu memukuli aku hingga ingin membunuhku! Nona Lan, tolong beri aku keadilan! Aku bukan seorang kultivator dan hanyalah rakyat biasa, tapi kekaisaran agung ada hingga sekarang karena rakyatnya dan perjanjian dunia ini juga sudah dikatakan untuk tidak menyakiti masyarakat umum ..." tidak sampai disitu, Yan Xu bersujud kemudian berkata dengan tegas, "Tolong beri aku keadilan!"


Hati Yan Xu sangat bahagia karena keberuntungannya tidak buruk, dia juga tidak akan melepaskan paha gemuk ini, apapun yang terjadi keempat orang itu akan membayar biaya mahal!

__ADS_1


Melihat dan mendengarkan testimoni Yan Xu yang sangat fasih membuat keempat orang dari Pulau Mosheng menjatuhkan rahangnya.


'Pria kecil ini benar-benar sangat fasih dan menjijikkan! Bahkan sehelai kebohongan akan tertutupi dengan ribuan kejujuran hingga berubah menjadi kebenaran sempurna!' batin keempat orang dari Pulau Mosheng.


Itu juga yang dipikirkan oleh Lan Xihe yang sudah mengamati Yan Xu semenjak dia melarikan diri dari puncak gunung tempat ia diikat.


Keempat orang itu tidak akan menyangkal pernyataan dari Yan Xu karena jelas itu adalah jebakan beracun. Tidak disangkal akan menimbulkan kecurigaan namun saat disangkal jelas mereka langsung menjadi pihak yang bersalah. Metode ini sama saja seperti mengupas buah simalakama!


Mereka hanya bisa diam di posisi masing-masing, menunggu pendapat dari Lan Xihe.


Lan Xihe menatap mereka bolak balik. Dia meletakkan jari rampingnya di dagu, memiringkan kepalanya dan terkadang mengernyitkan dahi seolah-olah berpikir.


Setelah beberapa saat, Lan xihe angkat suara.


"Apakah kalian memiliki bukti bahwa pria ini yang merampok tuan muda?"


"I-itu ...." Tetua Hua menatap ke arah Zhuo Hu, tapi anak itu hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak ada. Setelah beberapa saat memutar otak Tetua Hua kembali bicara, "Kami tidak memiliki bukti namun ketiga orang ini jelas melihatnya, tolong lihat bekas luka di wajah mereka ..." Tetua Hua menunjuk ke arah Wei Si dan Sa Dansheng.


Lan Xihe mengalihkan perhatiannya ke arah duo yang ditunjuk Tetua Hua. Memang mereka memiliki memar di wajahnya, tapi itu adalah cerita yang tidak masuk akal dimana rakyat biasa dapat melukai seorang kultivator. Jadi dia menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan ekspresi kecewa.


"Ti-tidak tentu saja tidak, tapi hanya itu bukti yang kami punya!" Tetua Hua segera melambaikan tangan di depan tubuhnya beberapa kali.


"Ha! Bagaimana bisa rakyat biasa menyakiti seorang kultivator yang sudah berada di ranah penempaan tubuh tahap kedua?! Itu mustahil!" Lan Xihe menggunakan nalarnya seperti itu sudah alami walau tanpa memberikan perlakuan khusus kepada Yan Xu yang jelas terluka.


"Ini ...." Keempat orang itu terdiam.


Suasana di sana menjadi diam. Tidak ada yang berani terlalu menggertak karena tidak ingin perilaku kasarnya menambah musuh untuk Pulau Mosheng. Sementara itu, mata Zhuo Hu sudah memerah namun amarahnya masih belum keluar karena dia dipaksa harus berpikiran rasional setelah melihat kekuatan Lan Xihe yang setara atau mungkin lebih kuat dibandingkan Tetua Hua.


Lan Xihe menghela napas berat dan berkata, "Aku akan menggeledah pria ini menggunakan teknikku. Aku akan memberinya pelajaran jika memang terdapat mutiara esensi yang dicuri namun sebaliknya, kalian harus bersiap jika tidak ada ..." Lan Xihe menekankan kata terakhirnya dengan sangat jelas, hingga para pendengarnya merasa seperti dilempar pisau tajam dari segala arah.


Gedebuk!


Sekali lagi Yan Xu bersujud hingga dahinya berdarah.

__ADS_1


"Nona Lan, bukankah menggeledah seorang pria apalagi orang biasa sepertiku tidaklah sopan?"


Lan Xihe menatap heran pada Yan Xu. 'Apa lagi yang mau dia mainkan?! Kenapa juga harus bersujud seperti itu?!'


Dari jauh, wajah keempat orang Pulau Mosheng itu mulai cerah.


"Nona Lan, geledah saja dia. Orang ini jelas menyembunyikan sesuatu!" seru Tetua Hua.


Zhuo Hu yang sudah tidak tahan lagi, segera menambahkan minyak dalam api. "Itu benar! Dia pasti menyembunyikan sesuatu! Tidak ada pencuri yang mengakui perbuatannya, termasuk pria tercela itu! Hahahaha!" jelas sekali ekspresi Zhuo Hu sangat bersemangat.


Gedebuk!


Sekali lagi Yan Xu bersujud dengan karas namun sudut mulutnya sedikit terangkat, tapi tidak ada satupun dari keempat orang dari Pulau Mosheng yang mengetahuinya selain Lan Xihe yang dekat dengannya.


'Ikan sudah memakan umpan, sisanya menaikkan jaring. Aiya, sekalian saja aku mencoba kalimat kode parasit itu, siapa tahu dia adalah seorang kultivator dengan basis kultivasi yang dalam!' Yan Xu sudah menunggu ini.


Yan Xu menaikkan suaranya, "Nona Lan! Melakukan hal ini merupakan pelecehan terhadap orang biasa sepertiku, kecuali kalau kamu menikah denganku!"


Mendengarnya, mata keempat orang dari Pulau Mosheng melebar. Bersujud saja sudah tidak tahu malu, apalagi meminta seorang wanita menikahinya! Sungguh urat malu pria yang ada di depan mereka ini sudah putus atau memang hilang semenjak lahir!


"Ya, ya, ya, baik aku akan menikahimu," Lan Xihe memutar matanya tidak peduli dan segera melantunkan mantra.


Seberkas cahaya putih mengelilingi seluruh tubuh Yan Xu.


Sementara teknik Lan Xihe menggeledah seluruh tubuh maupun barang bawaannya, Yan Xu segera mendapatkan pemberitahuan sebanyak tiga kali.


"Ding! Host menerima poin pengalaman sebanyak 0,0001% ..."


Yan Xu tersenyum kecut di dalam hatinya karena sistem sangat pelit namun dia bisa merasakan ada sedikit perubahan terhadap basis kultivasinya, tapi dia tetap menahannya agar terlihat seperti orang biasa.


Saat cahaya putih sudah menghilang, Lan Xihe mengerutkan kening sambil menatap tajam ke arah keempat orang dari Pulau Mosheng.


"Selain melakukan tuduhan palsu, kalian juga sudah menyakiti orang biasa." Lan Xihe mengeluarkan niat membunuh dan mengarahkannya secara langsung ke arah kapal terbang yang masih ada di langit.

__ADS_1


Ketika pernyataan itu jatuh, keringat dingin mulai membasahi punggung keempat orang itu. Terutama Zhuo Hu, dia sudah hampir pingsan karena menerima niat membunuh yang terlalu kuat.


__ADS_2