
"Hik!"
"Hiik!"
Di sore yang tenang, ruangan pribadi Kepala Puncak di paviliun utara dipenuhi dengan cegukan yang berasal dari dua peri yang sedang mabuk setelah menyesap ribuan botol anggur selama beberapa jam.
Terkadang mereka akan saling menopang tubuh rampingnya dan menyanyi seperti orang kesurupan ketika sengaja memabukkan diri dengan anggur, padahal mereka bisa saja menghilangkan efek dari anggur dengan energi qinya.
Berbaring terlentang di atas permadani yang hangat, Lan Xihe dan Duan Yunfei saling menikmati perasaan mabuknya. Kedua rambut maupun riasan wajah mereka berantakan, namun kedua peri itu masih terlihat sangat cantik.
Dengan senyum yang bengkok, Lan Xihe mulai berbicara.
"Fei'er, apa kamu masih sadar?"
Di sampingnya, Duan Yunfei memaksakan diri untuk menjawab sambil terengah-engah, "Sedikit— haah~ ...."
Lan Xihe menyalurkan sedikit energi qi putih murni nya untuk mengurangi rasa mabuk yang dialami Duan Yunfei. Ketika aliran energi qi putih itu menghangatkan tubuhnya, Duan Yunfei akhirnya mendapatkan sedikit kesadarannya.
Duan Yunfei melirik ke samping, tepatnya ke arah Lan Xihe berada. Untuk beberapa alasan, dia tidak tahu mengapa mereka tiba-tiba berbaring terlentang di lantai begini.
Lan Xihe duduk dengan perlahan. Dia membetulkan sedikit rambutnya yang acak-acakan karena mereka terlalu asyik menari dan bersenang-senang saat mabuk.
'Meskipun penampilannya sangat berantakan, Xihe masih terlihat sangat cantik dengan rambut dan pakaian serba putih yang cocok dengan kulit porselennya.'
Duan Yunfei yang memperhatikan dari samping terkagum saat memperhatikan betapa menawannya Lan Xihe. Di benaknya, dia mengingat bahwa puncak hierarki dan kata-kata milik Lan Xihe adalah keputusan mutlak tanpa bisa ditolak bagi seluruh anggota Puncak Angin.
Itu membuatnya merasa sedikit rendah diri karena merasa lebih banyak kekurangan yang dia miliki dibandingkan kelebihannya, sehingga membuat timbangannya menjadi berat sebelah.
Lan Xihe yang menyadari tatapan Duan Yunfei selalu mengarah padanya tersenyum lembut dan berkata, "Tidak perlu merasa rendah diri, semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya. Jangan selalu melihat orang lain dari kelebihan mereka, tapi kamu juga harus selalu menerima kelebihan khusus milikmu sendiri dan tidak perlu membandingkan diri dengan yang lain."
"Tetap saja, kamu sangat cantik dan itu membuatku penasaran dengan cara apa yang dia gunakan agar bisa menjinakkan kuda liar sepertimu."
"Xixixi, mungkin karena wajah yang sangat tampan dan pesona maksimalnya?"
"Wajah yang tampan dan pesonanya ya," Duan Yunfei termenung sejenak dan melanjutkan, "Saudari Xihe, mungkin ini agak terdengar berlebihan, tapi apa boleh aku menyuarakan rasa penasaranku?"
"Tentu! Tidak perlu merasa sungkan karena kita adalah keluarga dan akan berlayar di perahu yang sama."
Lan Xihe melambaikan tangannya dan berbalik menghadap ke Duan Yunfei yang masih berbaring, "Jadi, apa yang mau kamu ketahui?"
__ADS_1
"Di arah timur, aku merasakan adanya susunan formasi unik juga berantai dan mereka memiliki kekhasan tersendiri. Bahkan, semua susunan formasi itu hanya ditempatkan untuk menjaga satu ruangan. Saudariku, bukankah itu tidak normal?"
Pertanyaan Duan Yunfei datang begitu cepat, itu karena dia hampir tidak bisa mendeteksi adanya susunan formasi lain kalau saja tidak ada perubahan yang dilakukan.
'Susunan formasi ini bukan hanya berantai, tapi juga mematikan dan tidak dapat dideteksi saat mulai diaktifkan. Terlebih lagi, ada juga satu susunan formasi kecil untuk melakukan teleportasi jarak menengah untuk satu orang!'
Di puncak yang sepi ini, biasanya tidak perlu memiliki banyak formasi dengan kerumitan tinggi. Namun, kali ini akal sehat Duan Yunfei sekali lagi terguncang karena setiap bangunan di Puncak Angin dipenuhi dengan susunan formasi pelindung rumit.
Bahkan, tempat untuk beristirahat di luar ruangan saja memiliki formasi yang setidaknya dapat membunuh ratusan kultivator tahap awal inti emas. Itu hanya sebagian yang terlihat jelas, namun dia masih belum memastikan seluruh susunan formasi yang tersembunyi dengan dalam di setiap sudut Puncak Angin.
Mengingat kepala puncak yang sedang duduk dan menatapnya dengan hangat memiliki pengetahuan juga kekuatan di luar nalar manusia biasa, dia secara alami sudah melakukan persiapan dengan membuang setengah akal sehatnya sebelum bergabung. Namun, kali ini sepertinya dia sudah salah perhitungan karena seharusnya ia membuang seluruh akal sehat agar tidak terkejut pada setiap keganjilan di Puncak Angin.
'Terlebih lagi ... mereka bersembunyi terlalu dalam. Bukan hanya basis kultivasi, melainkan tampilan wajah setiap anggota yang ada kebanyakan menggunakan kulit palsu dengan metode unik untuk menutupinya! Bahkan, mereka memiliki luas wilayah yang tidak normal dilengkapi beberapa wilayah yang sangat aneh dan kaya akan energi qi alam!'
Duan Yunfei menjadi lebih waspada. Roda gigi di otaknya mulai berputar lancar, seolah perasaan mabuknya telah hilang begitu saja saat dia menyadari kalau Puncak Angin sebenarnya adalah kandang yang dipenuhi naga dan phoenix berjongkok.
Mendapati ekspresi Duan Yunfei yang telah terpelintir dan berubah sedikit, Lan Xihe menjawab pertanyaan dengan cara yang biasa-biasa saja.
Dia melambaikan tangannya dan berkata, "Tidak usah dipikirkan. Palingan murid-murid nakal itu sedang menyiapkan pertunjukan untuk kita nikmati nanti."
"Haih!~~" Duan Yunfei menghela napas. Dengan lesu, dia bangkit dari posisinya dan duduk bersila. Matanya tampak kusam saat berkata, "Sepertinya, aku sudah ditarik masuk ke dalam sarang dimana banyak naga dan phoenix berjongkok. Sekarang aku mengerti kalau aturan tak tertulis sebanyak itu merupakan tips untuk bertahan hidup di sini. Selama mengikuti semuanya, berarti kehidupan tenangku akan selalu stabil tanpa ada gangguan."
Lan Xihe tidak bisa menahan tawa. Baru saat itulah dia menyadari bahwa Duan Yunfei merupakan pribadi yang mudah down untuk sementara waktu dan akan bangkit kembali dengan sesingkat mungkin, seakan tidak terjadi apa-apa.
Lan Xihe mengambil cangkir teh di sudut lain menggunakan tangan energi nya dan mulai menyeduh teh spiritual untuk menghilangkan udara negatif akibat pesta mabuk-mabukan mereka yang amburadul.
Duan Yunfei yang melihat itu, menyajikan secangkir teh yang telah diseduh di depan mereka masing-masing sambil berkata, "Silakan."
"Feifei, orang yang menyeduh teh adalah aku. Seharusnya, itu adalah kalimatku~" ucap Lan Xihe tersenyum kecut. Dia memberikan sedikit niat membunuh yang diarahkan secara langsung ke Duan Yunfei.
"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"
Duan Yunfei mulai batuk tak terkendali. Wajahnya jadi sedikit memerah karena malu atas tindakannya.
"Pft! Tidak perlu terlalu sopan~ aku cuma menggoda kok, hahaha. Lain kali, tanya dulu sebelum menyajikan tehnya. Kalau tidak," Lan Xihe menggerakkan jari telunjuknya untuk melakukan gerakan memotong leher kemudian melanjutkan, "Mereka yang bertugas untuk menyajikan teh akan memenggal kepalamu karena mengganggu pekerjaan mereka~"
"Uhuk!— bukankah kamu seharusnya mengatakan alasan yang lebih spesifik daripada itu?"
Duan Yunfei merasa curiga karena niat membunuh yang tiba-tiba diarahkan kepadanya. Dia masih mempertahankan tingkah laku normal walau sempat bergidik sementara waktu.
__ADS_1
Lan Xihe menatap ke langit-langit ruangan dan merenung sambil mengusap dagunya dan menghela napas.
Ketika Duan Yunfei melihat ekspresi Lan Xihe, dia secara naluriah duduk lebih tegak dan mempersiapkan tindakan balasan apabila pihak lain tiba-tiba melancarkan serangan kejutan.
Lan Xihe mencuri pandang ke sudut Duan Yunfei, dimana postur tubuhnya sangat tegak dan tangannya sudah mengatur beberapa susunan formasi pertahanan dan serangan balik.
Setiap kali dia berbuat seperti ini, pasti ada saja yang salah paham dan langsung mengambil sikap bertahan. Padahal dia sedang bercanda.
"Kalau kamu mau tahu alasan spesifiknya, itu karena sebuah tradisi dimana setiap orang harus melakukan sesuatu dari awal hingga akhir sampai selesai. Sederhana, kan? Makanya, aku menambahkan lebih banyak deskripsi dengan membawa alasan yang lebih memperjelas maksud dari tradisi tersebut."
"Tetap saja, setiap kalimat yang kamu ucapkan masih terdengar sangat aneh di telingaku."
"Ikuti saja secara perlahan, nanti juga terbiasa~" balas Lan Xihe dengan lembut.
"Aku harap begitu."
Mereka berdua saling mengangkat gelas untuk memberi penghormatan kemudian menyesap teh yang ada di dalam cangkirnya.
Sesaat kemudian, aroma wangi melayang di seluruh ruangan. Udara di sekitar menjadi lebih segar dan bekas-bekas aroma anggur sudah menghilang.
Duan Yunfei terkagum dan berkata, "Pengaruh dari teh spiritual sangat menyegarkan. Tidak heran, banyak kultivator akan saling membunuh demi mendapatkan satu kantung teh."
"Oh, kamu ternyata tahu banyak tentang teh spiritual?"
"Tidak juga, aku cuma pernah mendengar rumornya. Mereka bilang satu kantung bisa memperbaiki dantian yang rusak, apakah itu benar?" tanya Duan Yunfei penasaran.
"Setengah benar, setengahnya lagi salah. Teh spiritual, seperti namanya yang ada kata 'spiritual' mengandung energi spiritual murni dari alam yang didukung oleh elemen dasar air, kayu dan tanah. Berkat ketiga elemen dasar itu, teh spiritual bisa mengobati luka dalam maupun luar. Itu hanya kelebihan yang diketahui kebanyakan kultivator manusia pada umumnya."
"Kekurangannya terletak pada bagian waktu penggunaan. Teh spiritual tidak dapat menyembuhkan luka yang diderita setelah lewat dari satu jam. Ada juga batasan penyembuhan, luka berat seperti bagian inti dantian yang rusak tidak bisa disembuhkan. Teh spiritual juga tidak bisa mencegah kondisi seseorang yang sudah berada di ambang kematian."
"Bagiku, ini hanyalah produk cacat. Tidak efisien karena cuma bisa digunakan pada kondisi santai. Saat kamu berada di kondisi darurat, walaupun dia memiliki kata spiritual, itu tidak akan banyak berguna karena harus diseduh terlebih dahulu."
Duan Yunfei bertanya sambil terkagum, "Teh spiritual yang setidaknya berada di tingkat bumi kualitas tinggi saja kamu anggap produk cacat, aku penasaran benda apa yang bisa memenuhi standar ketatmu."
Lan Xihe hanya tersenyum. Dia melirik ke arah Duan Yunfei yang sudah sehat kembali dari kondisi mabuknya. Kemudian dia mengangguk puas dan berkata dengan wajah serius, "Tidak perlu dibicarakan sekarang, nanti juga kamu akan melihatnya. Sampai saatnya tiba, tolong agar tidak menunjukkan ekspresi terkejut yang berlebihan demi imejmu sebagai tetua di puncak."
"Baik," balas Duan Yunfei dengan tegas. Saat dia melihat ekspresi wajah serius Lan Xihe seakan sedang memberikan peringatan demi kebaikannya.
Mengabaikan udara serius tadi, Lan Xihe segera berkata, "Aku tidak tahu kapan pertunjukannya akan terjadi. Namun, kita akan harus dengan tenang menunggu sampai saatnya tiba."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Lan Xihe mengambil sebuah artefak yang menampilkan gambar hologram raksasa. Pada hologram itu, terdapat Yan Xu dan Ye Miao'er yang sedang sibuk mengatur ulang beberapa susunan formasi.
Sepertinya kedua murid licik itu sedang tidak sadar bahwa mereka sedang ditonton sebagai pertunjukan hiburan untuk Lan Xihe dan Duan Yunfei, walau dia masih belum tahu dimana letak elemen hiburannya untuk sekarang.