
Di tengah ruang makan penginapan, akhirnya kondisi mereka tidak perlu lagi menyembunyikan berbagai plot, kecuali pemikiran licik masing-masing.
Diskusi bersama antara keluarga yang sebenarnya, baru saja dimulai.
Yan Xu membuka diskusi mereka, "Baiklah, karena sekarang tidak ada yang perlu dirahasiakan, sebaiknya kita mengatakan seluruh informasi yang dimiliki masing-masing sisi."
Yaoyao yang sudah tenang, memiliki sikap dewasa dan berbanding terbalik dari penampilannya. Dia mulai menjelaskan lebih rinci semua yang ia ketahui, tentunya ada beberapa hal yang dilewati karena menyangkut rahasia penting bagi dia.
"Sebenarnya, celah dimensi antara dunia manusia dan iblis masih tertutup rapat seperti yang kalian ketahui. Hanya saja, beberapa ribu tahun lalu, beberapa anggota faksi lama membuat sebuah jimat pemecah ruang dan berhasil melarikan diri dari kejaran raja iblis saat ini."
"Sepertinya mereka sudah berbaur dengan sejumlah manusia. Namun, Yaoyao yakin bahwa para orang tua itu tidak pernah memiliki niat persahabatan dengan ras manusia! Mereka pasti memiliki niat busuk tertentu!"
Yan Xu mengangguk setuju, "Kemungkinan, mereka ingin membentuk kembali kekuatan faksi lama di dunia manusia. Cara iblis bereproduksi berbeda-beda, dengan begini mereka bisa menaburkan benih kepada manusia lalu menjadikannya sebagai pasukan."
"Yaoyao, berapa banyak manusia yang memiliki benih iblis sejauh yang kamu tahu?" tanya Lan Xihe yang memangku lembut Yaoyao di atas paha rampingnya.
"Setidaknya, seperempat dari wilayah Barat Laut dan Tenggara Kekaisaran Agung Ming telah terinfeksi benih iblis dari anggota faksi lama."
Lan Xihe mengernyit, "Cukup banyak ...."
Melihat ekspresi ibunya, Yaoyao menarik sedikit lengan jubah Lan Xihe sambil berkata, "Benih iblis masih bisa disembuhkan dengan membunuh sumbernya. Jadi, Ayah dan Ibu tidak perlu khawatir selama mereka belum menetas, manusia yang terinfeksi akan tetap selamat."
Mendengarkan ucapan polos Yaoyao, Yan Xu menggelengkan kepalanya dengan wajah tidak setuju.
"Kami tidak mengkhawatirkan tentang keselamatan mereka, hanya saja yang paling membuatku khawatir adalah seberapa banyak anggota yang setia terhadap faksi lama. Seperempat adalah jumlah yang cukup banyak, tidak mungkin semua orang terpaksa rela ditanamkan benih iblis tanpa menyebabkan keributan."
Terdapat ekspresi kekaguman di mata Yaoyao yang berbinar, "Seperti yang diharapkan dari Ayah! Ayah memang bijak dan berwawasan luas!"
Yan Xu yang sudah kebal akan sanjungan hanya memiliki ekspresi datar dan mengangguk sedikit. Kemudian, dia melanjutkan kembali penjelasannya.
"Seperempat dari dua wilayah, itu mengartikan bahwa mereka sudah memiliki setidaknya lebih dari sepuluh ribu anggota setia. Kita tidak dapat berbuat apa-apa, jikalau mereka akan menyerang dengan jumlah dari balik kegelapan."
"Masalah ini benar-benar merepotkan. Jika salah langkah, ribuan pengikut setia akan mengacungkan senjatanya ke arahmu. Sementara itu, kita hanya ingin menyelamatkan satu keluarga yang berada di wilayah kekuasaan mereka."
__ADS_1
Yaoyao mengangkat tangannya dan berkata dengan suara polos, "Ayah, bagaimana kalau kita mengadakan sebuah pertunjukan kecil-kecilan?"
Mendengar itu, Alis Yan Xu terangkat dan matanya menunjukkan kilatan, "Oh? Apa itu, anakku?"
Yaoyao terkekeh, "Faksi lama dan faksi moderat bagai minyak juga air. Mengapa kita tidak memanfaatkan faksi moderat untuk menyapu bersih mereka, sementara itu kita mengambil keuntungan dari kerusuhan yang terjadi?"
Lan Xihe yang memegang dagunya mengeluarkan suara, "Tidak, pertunjukan itu terlalu mencolok dan akan memanggil tentara Kekaisaran Agung Ming. Kita akan terseret ke masalah negara apabila ditemukan oleh mereka."
Yaoyao menyipitkan mata besarnya, setelah beberapa saat kemudian terdapat beberapa cahaya di tatapannya.
"Bagaimana kalau kita menyebabkan konflik di dalam pihak mereka. Jadi, kita hanya perlu membiarkan mereka bertarung dengan anggota sendiri, sementara itu memanggil beberapa orang kuat dari faksi moderat untuk menangkap yang tersisa."
"Mereka yang sudah kelelahan akibat konflik internal, tidak akan bisa membuat keributan yang lebih besar," ucap Yaoyao sambil mengelus kedua telapak tangannya dan tersenyum licik.
Lan Xihe mengedipkan matanya beberapa kali dan berkata, "Kamu benar-benar memiliki bakat ayahmu dalam merencanakan berbagai macam jenis plot tak bermoral."
Yaoyao terkekeh geli, "Yaoyao akan menganggap ucapan dari Ibu sebagai pujian, hehehe ...."
Yan Xu mengangguk setuju dan mengalihkan pandangannya ke arah Du Du, "Bagaimana dengan gadis itu?"
Yaoyao mengangkat bahu sambil berkata, "Dia hanyalah bidak catur yang dibuang oleh pihak istana. Yaoyao berbaik hati memberikan dia tempat untuk bernaung, kemudian menjadikan dia sebagai budak setia di bawah sumpah, perjanjian dan benih iblis yang ditanam lebih dalam pada jiwanya."
Yan Xu mengacungkan jari jempolnya kepada Yaoyao, "Bagus! Kamu melakukannya dengan sangat baik! Ayah sangat bangga!"
"Hehehe ...."
Yaoyao tersenyum lebar, seperti anak-anak yang merasa sangat senang setelah mendapatkan pujian dari orangtuanya.
"Terus, apa yang akan kita lakukan ketika dia sadar nanti?" tanya Lan Xihe.
Yaoyao memandang ayahnya dan berkata, "Bagaimana menurutmu, Ayah?"
"Tentu saja, kita akan menggunakan dia semaksimal mungkin! Memiliki banyak tangan lebih baik dibandingkan hanya dua!" jawab Yan Xu dengan senyum lebar hangatnya.
__ADS_1
"Seperti yang diharapkan dari Ayah! Yaoyao merasa tercerahkan!"
Kedua ayah dan anak itu terlihat sangat menikmati perencanaan mereka. Sementara Lan Xihe yang melihat dari samping merasa sedikit pusing. Mungkin, dia tidak akan bisa menjinakkan kedua orang ini apabila mereka bersatu dan membuat skema licik baru.
Yaoyao menarik lengan ibunya dan bertanya dengan ekspresi serius, "Ibu, kapan Yaoyao akan memiliki adik?"
"Hm? Semenjak kapan kamu mulai tertarik memiliki seorang adik?" tanya Lan Xihe.
"Itu karena ..." tatapan polos Yaoyao mengarah langsung kepada ibunya, "Yaoyao menginginkan adik yang bisa bermain bersamaku!"
"Bukankah Ayah dan Ibu tadinya juga sudah melakukan itu? Kapan dia akan lahir? Yaoyao sangat menantikan kehadirannya!"
Permintaan juga pertanyaan polos itu terdengar sangat murni dari seorang anak kecil. Namun, Lan Xihe memiliki pemikiran berbeda karena dia tahu karakteristik penampilan iblis tidak mencerminkan seberapa jauh usia mereka. Hal yang paling penting adalah lihat bagaimana cara berpikir mereka, bukan penampilan luarnya!
Lan Xihe mencubit lembut pipi anaknya sambil berkata, "Sayangnya, Ayah dan Ibu masih belum bisa mengabulkan permintaan Yaoyao."
"Eh? Kenapa?" terdapat ekspresi kekecewaan pada wajah Yaoyao.
Sudut mulut Lan Xihe tersenyum licik dan dia memulai bisikan iblis kepada iblis kecil itu sendiri!
"Kamu tahu ... punya ayahmu ... dia juga ... jadi, Ibu harus ..."
Sementara bisikan itu terus membanjiri telinga Yaoyao, wajahnya mulai memerah. Dia merasakan sensasi pusing dan panas di sekujur tubuhnya.
Melihat reaksi tersebut, Lan Xihe yakin hubungan ayah dan anak ini ada kemungkinan berkembang ke arah yang belok. Dia hanya bisa berharap Yan Xu akan menindak tegas, jika hal tersebut akan terjadi di masa depan nanti.
'Memikirkan hal lain yang masih jauh, bukanlah kebiasaanku,' pikir Lan Xihe.
Yan Xu yang mendengarkan secara diam-diam merasa bahwa kelakiannya telah dihina, tepat di depan matanya!
Dia hanya menghela napas berat di dalam hati dan tidak berani menyatakan ketidaksetujuannya. Lebih baik seperti itu dan membuat istrinya merasa senang, dibandingkan harus menerima pemukulan yang tidak manusiawi karena masalah sepele.
Dengan begitu, keluarga hangat itu terus berdiskusi sampai pukul tiga malam, hingga akhirnya mereka menemukan kesepakatan dan akan menjalankan perannya masing-masing.
__ADS_1