
"Ugh ...."
Bangun dari kelelahan mentalnya, Yan Xu mendapati diri sedang terbaring di atas kasur yang empuk.
Di sebelahnya ada Yaoyao yang sudah tertidur pulas, sementara Ke'er yang masih bangun terus memperhatikan kondisi tubuhnya.
"Kamu tidak tidur?" tanya Yan Xu.
Ke'er menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku sudah tidur. Kebetulan, ini adalah giliranku untuk berjaga."
"Lidahmu?" Yan Xu tercengang melihat gadis yang awalnya tidak dapat mengucapkan satu huruf, kini telah menguasai pelafalannya dengan baik dan benar.
Menatap Yaoyao dengan senyum cerah di bibir mungilnya, Ke'er mengusap rambut gadis kecil itu dengan lembut sambil berkata, "Dia mengajarkan ku banyak hal, termasuk cara bicara manusia yang benar. Dengan alasan tidak ingin memiliki seorang ibu yang tidak bisa bicara dengan benar, anak ini telah membuatku melalui masa-masa sulit dalam belajar."
"O-oh, aku terkejut kamu bisa bertahan hidup dari metode yang dia gunakan dalam mengajar."
Tertawa kecil, Ke'er menjawab, "Sebenarnya dia adalah seorang guru yang baik dan hebat dalam mengajar. Saat aku bertanya siapa yang mengajarkan itu kepadanya, dia bilang ia menguasai hal itu sendiri sementara ada nenek sihir jahat yang selalu memaksanya untuk belajar."
Meskipun tingginya sedikit lebih tinggi dari Yaoyao, mentalitas yang dimiliki oleh Ke'er terlihat lebih baik ketika keduanya sedang dalam masa damai. Yan Xu bertanya-tanya, berapa lama dia kehilangan kesadaran hingga mereka sudah menjadi sedekat itu.
Ke'er yang melihat wajah kebingungan Yan Xu, menjawab kegelisahannya, "Kamu sudah tidak sadarkan diri selama dua jam. Namun, dua jam itu terlalu begitu lama karena dia dapat merangkum semua metode yang diperlukan untuk mengedukasi diriku yang sedari kecil tidak pernah belajar."
Ke'er selalu memuji Yaoyao setiap kali dia bicara. Hal ini menunjukkan bahwa dia sangat menghormati pihak lain. Melihat mereka bisa rukun, Yan Xu merasa lega.
Namun, kelegaan itu tidak bertahan lama karena dia telah mengingat alasan mengapa ia sampai kehilangan kesadaran.
"Mengingat yang kamu katakan, kenapa kamu berpikir bahwa kita telah menikah?"
Wajar jika Yan Xu merasa bingung karena pernikahan yang ia tahu adalah mengadakan ritual sebagai tanda hubungan mereka. Sementara itu, dia sama sekali tidak pernah mengikuti satupun ritual, entah itu daei ingatan pemilik lama, juga dia yang sekarang.
"Menurut tradisi ras goblin merah, kami tidak pernah mengetahui nama orang lain selain keluarga. Orang lain juga tidak akan pernah tahu nama kami dan hanya memanggil sesuai dengan bagaimana mereka melihatmu. Contohnya, mereka memanggilku ratu karena aku berhasil mengalahkan semua orang dan menjadi pemimpin di sini. Namun, siapa sangka aku akan bertukar nama dengan seorang kultivator pria dari ras manusia."
"Kamu menyesalinya?" tanya Yan Xu bersimpati sedikit karena dia menyesal telah menanyakan nama gadis itu.
Ke'er menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Kamu bukan orang yang jahat ataupun baik. Menjadi salah satu dari mereka yang dapat mendampingi kamu, merupakan suatu kehormatan bagiku yang tidak pernah diterima oleh ras goblin merah maupun manusia."
Kalau diingat lagi, Ke'er adalah seorang gadis dengan ras setengah goblin merah dan manusia. Menjadi berbeda dari sesama jenisnya, tentu saja akan membuat Ke'er yang berbeda dari mereka dijauhi oleh siapapun.
Menjadi seseorang yang selalu diasingkan, bukanlah hal yang menyenangkan, walaupun ia telah hidup cukup lama hingga dapat memaksa mereka untuk menerima kehadirannya.
"Tapi, bukankah itu juga tidak harus aku?" tanya Yan Xu.
"Memang benar, tapi aku sudah memilihmu. Tidak bisakah kamu menerimanya begitu saja, dibandingkan mempertanyakan hasil dari tindakan yang sudah dilakukan?"
Pertanyaan itu menusuk hati Yan Xu karena dia juga telah menyiksa Ke'er selama beberapa jam sambil menerapkan kalimat parasit konyol dari sistem yang sangat ingin ia buang. Sebagai pihak yang juga bersalah, dia tidak bisa menolak bagaimana Ke'er berakhir dengan kesimpulan bahwa ia dapat menjadi—
"Tunggu, apa maksudmu dengan salah satu?!" menyadari ada yang salah dengan otak gadis ini, Yan Xu segera berteriak dan memegang kedua bahunya.
Ke'er mengalihkan wajahnya ke samping dan dengan malu-malu menjawab, "Lan Xihe, Sheng Ji A'xia, Ye Miao'er, Su Yueyin, Wang Jia Li, Xiu Ruolan, Duan Yunfei ... kemudian, untuk sekarang Ke'er adalah yang terakhir setelah semua. Itulah yang dikatakan oleh Yaoyao ...."
Thump!
Yan Xu hampir memuntahkan seteguk darah karena tidak dapat menerima pernyataan itu. Lagipula, dia tidak pernah memikirkan hubungan mereka akan sejauh yang terlihat oleh anaknya sendiri. Sebagai sesama anggota puncak—
"Haah ... Sudahlah, kalau memang begitu, aku tidak akan mempermasalahkannya," ucap Yan Xu pasrah.
"Kalau dilihat dari raut wajahmu, kamu terlihat cukup pasrah dan tidak tahu akan hal itu. Atau ... Mungkin saja kamu tahu, tapi pura-pura tidak tahu agar hubungan kalian terus mengambang karena sesuatu."
Penafsiran Ke'er memang tepat sasaran. Yan Xu yang telah mendapati mereka yang sama dengan seseorang yang ia kenal, sengaja tidak membuat semuanya jelas karena dia harus melindungi mereka.
Tidak ingin mereka terlibat terlalu jauh dengan takdirnya, Yan Xu akan terus mendorong semua orang agar terap berada di garis aman. Selain itu, dia tidak ingin kehilangan mereka lagi untuk yang kedua kalinya.
Plop!
Kedua tangan ramping Ke'er menepuk masing-masing sisi wajah tampan pria itu.
__ADS_1
"Kamu sudah bekerja keras, tapi jangan terlalu memendam semuanya sendiri. Percayalah sedikit kepada mereka karena kamu sendiri juga tahu, masing-masing dari nama itu memiliki kelebihan yang mungkin akan jauh berguna daripada yang aku miliki."
"Kamu terlalu memandang rendah dirimu sendiri," balas Yan Xu.
"Un, karena aku sadar tidak bisa menandingi kehebatan mereka di masa mendatang, jadi lebih baik aku ungkapkan saja itu terlebih dahulu."
"Siapa bilang kamu tidak memilikinya?"
Yan Xu memegang kedua tangan ramping itu dan berkata, "Tidak ada yang bisa melihat yang aku sembunyikan sebaik kamu. Bahkan, kamu memiliki kelopak mata lebar yang indah. Kedua lengan ramping ini juga, telah berhasil menggapai rahasia terdalamku."
Mendekatkan pelipisnya pada Ke'er, Yan Xu memberikan sebuah pengetahuan, ingatan, pemikiran yang ia miliki serta kemungkinan apa yang akan terjadi pada mereka.
Dia membagikan separuh pengetahuan itu karena takut Ke'er akan terus membacanya dan tidak sengaja mengatakan itu kepada yang lain. Kalau dia terlalu bocor, rencana panjang serta bagaimana pandangan Yan Xu terhadap kemungkinan di masa depan akan terganggu.
Menerima setengah pengetahuan yang dimiliki Yan Xu, intuisi hingga pemikiran Ke'er semakin meningkat. Semua misteri yang dia lihat dalam raut wajah pria tampan itu, akhirnya terjawab dengan setengah pengetahuan yang ia terima.
"Kenapa kamu membagikan hal serahasia ini?" tanya Ke'er keheranan.
"Kamu memiliki apa yang mereka tidak miliki. Kamu pantas mendapatkannya dan bisa berbangga akan hal itu. Tolong simpan ini hingga akhir hayatmu karena sedikit saja ada yang bisa membaca hal itu sebaik kamu, nyawa semua orang akan berbahaya."
"Apa ini bisa meringankan beban yang kamu bawa sendirian?" tanya Ke'er penuh harap.
"Sedikit dan itu adalah bantuan terbesar yang cuma kamu seorang, merupakan orang yang tepat untuk berbagi."
Yan Xu hanya menjawab jujur dan tidak akan merahasiakan apapun lagi dari Ke'er, yang merupakan satu-satunya orang yang telah memahami seperti apa dirinya yang sebenarnya.
Keduanya lebih dekat, walaupun penampilan mereka seperti gadis awalan remaja dengan seorang pria dewasa. Namun, ini adalah dunia Xuanyuan dan penampilan dapat menipu, sementara umur dan mentalitas mereka lah yang bicara. Dengan kata lain, di balik penampilan Ke'er yang seperti gadis di awal masa remaja, dia sebenarnya telah berumur puluhan ribu tahun.
Setelah berbincang untuk waktu yang lama, Yan Xu kembali ke topik utama yang belum selesai mereka bicarakan.
"Apa yang terjadi di wilayah ini? Selain pengaruh dari Yaoyao, pasti ada hal lain kan?"
Mengingat beberapa masalah yang selama ini membuatnya sakit kepala, Ke'er teringat beberapa hal yang telah mengganggu ekosistem wilayah sekitarnya.
"Permasalahan dengan iblis, bukan hanya menyangkut tentang kelompok Yaoyao. Kali ini berbeda karena dia sendiri sudah bilang kalau ia datang tanpa ditemani oleh siapapun, itu berarti masih ada kelompok iblis lain yang tidak dikenal. Saat aku perhatikan kembali bagaimana aura yang terpancar dari tubuh Yaoyao, itu terlihat berbeda dengan mereka yang telah membuat onar di sekitar wilayah ini."
Sementara pihak lain yang mengganggu wilayah mereka, memiliki kebalikan dari aura Yaoyao. Bahkan, aura mereka sempat bentrok beberapa kali menandakan bahwa gadis kecil itu juga bertarung melawan kelompok iblis tak dikenal. Kalau asumsi Ke'er benar, Yaoyao juga telah menjadi target dari pihak lain.
Sementara mendengarkan penjelasan Ke'er, Yaoyao yang sudah bangun dari tidurnya menambahkan, "Ayah, mereka adalah iblis kuno yang tiba-tiba bangkit dari gumpalan daging jelek. Keberadaan mereka membawa petaka, aura kematian semakin liar dan karena itu, Yaoyao kira itu merupakan perbuatan salah satu pihak fraksi lama. Namun, setelah datang kemari, ternyata mereka adalah hantu tua yang baru saja bangkit."
"Hmm ... frekuensi kebangkitan ras iblis kuno yang tiba-tiba ini sepertinya berhubungan dengan sesuatu yang ada di Persimpangan Jalan Bawah. Dinding pemisah dimensi yang dibuat oleh para saint kini semakin melemah, kemungkinan besar itu dikarenakan kebangkitan mereka dan melemahkan segelnya."
"Apa ada sesuatu di persimpangan apalah itu?" tanya Yaoyao penuh minat.
Menggelengkan kepalanya, Yan Xu mengangkat tubuh ramping Yaoyao dan mendudukkan gadis itu di pangkuannya. Di sisi lain, Yaoyao tidak melawan dan membiarkan Yan Xu mengangkat tubuhnya.
"Di Persimpangan Jalan Bawah, ada sebuah legenda mengapa itu harus dijaga oleh para ras naga yang sombong. Cerita ini kurang menyenangkan untuk didengar, jadi Ayah akan melewatkan beberapa bagian dan langsung saja ke intinya.
Di sana, terdapat salah satu potongan tubuh dewa iblis kuno yang tersembunyi di suatu tempat. Bahkan, ras iblis kuno sendiri tidak akan pernah bisa menemukannya. Penyebab dewa iblis kuno merahasiakan hal tersebut karena dia bukanlah orang jahat maupun baik, sifat dewa iblis kuno yang sebenarnya sama saja seperti seorang manusia biasa.
Mendapati dirinya sebagai dewa iblis kuno, tidak berarti dia adalah orang yang jahat. Hanya saja, dia menyukai kekacauan dan menciptakan berbagai ras iblis yang lahir hanya untuk kekacauan. Namun, setiap tindakan memiliki konsekuensi, kekacauan akan menanamkan pengaruh buruk pada semua orang hingga akhirnya sebuah tragedi terjadi.
Kekacauan itu menyebabkan kematian, kehancuran dan kehilangan bagi setiap korban. Orang-orang yang memiliki pandangan yang berbeda dari bagaimana cara mereka melihat seorang dewa, memandang perilaku itu sebagai kejahatan. Dengan begitu, dewa iblis kuno telah memiliki cap sebagai dewa jahat di mata penduduk dunia Xuanyuan."
Sebagai salah satu korban yang harus bertahan hidup dari masa kekacauan itu, Yan Xu dapat mengartikan pemandangan yang ia lihat sebagai perilaku usil dari seseorang. Dia tidak melihat adanya tindak kejahatan karena yang pihak lain inginkan adalah kekacauan, bukan kehancuran yang akan menyebabkan dunia mereka hilang.
Yan Xu tidak berharap orang lain akan menyetujuinya sudut pandangnya karena tahu tidak ada yang percaya dengan hal tersebut. Namun, dia pikir tidak ada salahnya mencoba untuk membagikan bagaimana cara ia melihat pihak lain kepada Yaoyao. Secara naluriah, Yan Xu merasa pandangan hidup mereka memiliki sedikit kesamaan, walaupun dia tidak tercipta dari darah dagingnya sendiri.
Benar saja, perkiraan Yan Xu tepat sasaran mengenai cara Yaoyao memandang perilaku dewa iblis kuno.
"Ayah benar, apabila dia jahat, dewa iblis kuno mungkin lebih memilih untuk menghancurkan dunia saja dibandingkan menciptakan ras yang suka membuat kekacauan. Lalu, apa hubungannya dengan kebangkitan ras iblis kuno dengan potongan tubuhnya?"
Secara garis besar, Yaoyao memahami penjelasan Yan Xu. Namun, dia belum menunjukkan hubungan antara potongan tubuh dewa iblis kuno, dengan kebangkitan ras iblis kuno.
"Bagaimana menurutmu, Ke'er?" tanya Yan Xu mengalihkan pandangannya ke arah Ke'er yang mendengarkan.
__ADS_1
"Eh? Kok tanya aku?" Ke'er yang tiba-tiba saja dipanggil terkejut.
Sebelum Yan Xu menjawab, Yaoyao lebih dahulu bicara, "Ibu, bagaimana menurutmu?"
Pertanyaan dari wajah yang polos itu menusuk hati Ke'er dan membuatnya harus memberikan jawaban yang bagus. Kalau tidak, mau dibawa kemana wajahnya yang tidak bisa memenuhi rasa ingin tahu anaknya.
Menarik napas dalam, Ke'er mulai menjelaskan.
"Seperti yang dikatakan ayahmu, bukankah dewa iblis kuno memiliki sikap yang suka akan kekacauan?"
Yaoyao mengangguk beberapa kali, tanda setuju.
"Namun, bagaimana dengan pemikiran dari ciptaan-Nya? Apakah mereka suka kekacauan dan tidak mengharapkan kehancuran bagi ras lain, atau lebih jauh lagi, mereka mungkin berpikiran untuk menghancurkan dunia?"
Menurut penjelasan Ke'er, ras iblis kuno memiliki perbedaan pendapat terhadap dewa iblis mereka. Oleh karena itu, perbedaan tersebut membuat keretakan hubungan antara pihak satu, dengan dewa yang mereka sembah.
Sekarang, yang menjadi pertanyaannya, bagaimana Ke'er dapat memiliki penilaian sedemikian rupa terhadap mereka?
Dia memiliki ingatan Yan Xu saat hidup di masa kekacauan. Bagaimana pria tampan itu menjadi korban dan harus tetap hidup, melawan iblis yang ingin menghancurkan dunia. Bahkan, para iblis yang berada di ingatan Yan Xu telah kehilangan kepercayaan mereka terhadap dewa itu sendiri.
Mau berapa kali dilihat, di mata Ke'er mereka tidak memiliki satupun rasa iman terhadap dewa yang mereka sembah. Lantas, kenapa begitu tiba-tiba ingin mendapatkan potongan tubuh dari dewa yang sudah tidak mereka percayai lagi.
Jawabannya adalah demi kekuatan maha dahsyat seorang dewa.
"Dengan pendapat yang berbeda, bagaimana bisa dewa iblis kuno itu dengan begitu ceroboh membelah bagian tubuh dan membiarkan beberapa makhluk mengetahui lokasinya? Bukankah, dia terlalu sombong atau bisa Yaoyao bilang seperti sedang merencanakan sesuatu?— Oh!"
Seolah ada lampu yang keluar dari kepalanya, Yaoyao memukul telapak tangannya lalu berkata, "Dia menginginkan kekacauan!"
"Benar," jawab Ke'er dengan senyum tipis.
"Tapi, kenapa baru sekarang? Bukankah mereka bisa memulainya sejak dulu?" tanya Yaoyao lagi.
Ke'er hanya diam karena dia memang tidak memiliki pengetahuan akan hal tersebut.
Melihat ibunya hanya diam, Yaoyao mendongak ke arah Yan Xu. Mata lebarnya yang indah memelas kepada ayahnya yang selalu terlihat tampan itu.
Tidak ingin mengkhianati harapan anaknya, Yan Xu mencubit hidung mungil Yaoyao sambil berkata, "Karena sesuatu baru saja memicunya, kemudian dimulailah kebangkitan ras iblis kuno yang terlihat agak kebetulan ini."
Pemicu dari bangkitnya ras iblis kuno adalah kebangkitan Yan Xu sendiri. Kemungkinan besar hal ini telah direncanakan semenjak lama oleh pemilik tubuh sebelumnya. Apabila ia telah bangkit sepenuhnya, ras iblis kuno yang bangkit kembali merupakan salah satu bentuk ujian bagaimana Yan Xu akan bertindak dalam kekacauan tersebut.
Ini hanyalah sebuah perkiraan karena Yan Xu tidak memiliki satupun ingatan tentang hal tersebut. Dia hanya menebak, melihat dan mengucapkan sesuai sudut pandangnya, bukan dari persepsi pemilik lama tubuhnya.
"Jadi, apa kita harus mematikan pemicunya? Atau bunuh saja para iblis kuno itu?" tanya Yaoyao bersemangat, seolah telah menemukan karung pasir baru untuk ditinju.
Menggelengkan kepalanya, Yan Xu menjawab, "Tidak perlu, kamu bantu saja ibumu. Sementara Ayah akan meneruskan perjalanan ini,"
Yaoyao ingin menolak, namun saat dia melihat wajah serius ayahnya, ia tidak bisa berkata. Wajah tampan itu seperti mengatakan kalau dia tidak bisa ikut karena itu terlalu berbahaya. Bahkan, Yaoyao sendiri tidak dapat mengatasi tekanan secara tidak langsung dari ucapan Yan Xu sebelumnya hingga membuat dia menjadi patuh.
Ke'er yang telah membaca situasi, segera mengajak Yaoyao untuk keluar dan membereskan beberapa masalah. Sementara itu, Yan Xu ditinggalkan sendiri.
Menghela napas dalam, wajah tampan Yan Xu terlihat kelelahan.
"Mungkin aku sudah terlalu berlebihan pada Yaoyao."
Dia merasa bersalah karena tidak bisa mengatakan apapun kepada anaknya sendiri. Sebagai seorang ayah yang tidak kompeten, Yan Xu merasa bahwa dia harus meminta maaf kepada Yaoyao di lain waktu.
Yan Xu segera bangkit dari kasurnya, kemudian menyiapkan perlengkapannya untuk bepergian.
Kali ini, dia berencana untuk segera mengambil jalan pintas menuju ke benua Utara. Dia tidak bisa berlama-lama karena kejadian ini bukanlah suatu kebetulan. Terlambat sedikit saja, keinginan dewa iblis kuno untuk menciptakan kekacauan akan terwujud.
Tidak mungkin bagi dewa yang licik itu benar-benar akan membelah bagian tubuhnya untuk dijadikan sebagai harta karun. Itu hanyalah perangkap yang dia buat untuk menciptakan kekacauan.
Dengan terciptanya kekacauan akibat potongan palsu tubuhnya, dunia Xuanyuan akan menderita banyak korban. Sementara itu, rencana jangka panjang pemilik lama tubuhnya akan terganggu. Hal tersebut akan menyebabkan kemungkinan Yan Xu akan bertahan saat melawan bencana yang tiba akan menjadi lebih kecil.
'Sebelum persiapan kami matang, aku harus terus meningkatkan kecepatan pertumbuhan kami.'
__ADS_1
Dengan tekad yang kuat, tubuh Yan Xu telah berubah menjadi bayangan dan hilang di udara kosong.
Dia telah menggunakan teknik pengejaran jiwa dan segera melompat ke udara, tempat awan terbangnya menunggu. Melaju dengan kecepatan penuh, Yan Xu membuat berbagai persiapan untuk menghadapi sumber kekacauan yang harus dia hilangkan.