
Ketika jarak mereka hanya tinggal belasan meter, Wang Jia Li mengambil pedangnya yang melayang di samping sambil bergumam, "Gerakan Ketiga ..." Aura merah membara pada pedang di tangan kanannya membesar dengan intens. Wang Jia Li melepaskan tebasan secara horizontal ke arah Mo Li, "Tebasan musim gugur!"
Lonjakan garis horizontal energi qi merah Wang Jia Li menyerang ke arah Mo Li dengan sangat ganas dan tak terhentikan.
Mo Li segera mengeluarkan sebuah miniatur boneka jerami yang bertempelkan jimat dengan paku pada tubuhnya. Dia segera berteriak, "Aktifkan!"
Seberkas cahaya yang menyilaukan datang dari boneka itu.
Dari kekosongan, ada sebuah tangan energi berwarna ungu kehitaman dengan kilatan hitam pekat menyerang tebasan milik Wang Jia Li dengan teknik telapak tangan.
Duar!
Sebuah ledakan besar terjadi saat teknik telapak tangan dari tangan energi itu bersentuhan dengan tebasan milik Wang Jia Li, membuat keduanya mundur beberapa puluh meter dari posisi awal karena daya kejut yang besar.
Meskipun telah menggunakan artefak untuk menyelamatkan diri, Mo Li masih tidak dapat menghindar dari luka akibat percikan dari benturan kedua teknik besar itu. Jubah abadinya memiliki sobekan di beberapa bahu atas juga pinggang, darah segar mengalir secara perlahan dari celah-celah jahitan.
Tatapan Mo Li masih tajam memandangi Wang Jia Li yang masih memegang pedangnya dengan posisi kokoh.
Bibirnya mengerucut dengan sangat jelek, hingga secara tidak sadar dia menggigit bibirnya hingga berdarah. Kemarahan di hati Mo Li semakin bertambah seiring berjalannya pertempuran di antara mereka berdua!
Tatapan mereka saling bertemu selama beberapa detik, keduanya masih diam tanpa bicara sepatah katapun.
'Kenapa ... kenapa kamu masih melawan, Wang Jia Li! Tidak bisakah kamu mati demiku?!' Mo Li mengutuk keras di dalam hatinya yang hampir meleleh karena panas amarah yang menggebu-gebu.
Beberapa saat kemudian, Wang Jia Li memanggil tiga pedang energi berukuran sedang. Dia membiarkan pedang lotusnya mengambang di udara dan membacakan sebuah lantunan mantra.
__ADS_1
"Api abadi menempa baja merah abadi ... berubah menjadi pedang ... membakar seluruh karma!" Wang Jia Li mengibaskan jubah abadinya, bilah ketiga pedang energi itu terbakar api merah yang mengerikan!
Tidak mau kalah, Mo Li menyebarkan puluhan jimat di atasnya dan melantunkan mantra, "Menggunakan jiwa yang malang ... memanggil dari rasa lapar ... gunakan dunia sebagai makanan!" Dari udara kosong, muncul sebuah kepala iblis besar dengan bentuk menyerupai lalat yang memiliki mulut manusia. Mulutnya penuh air liur yang menetes ke tanah, seolah-olah makhluk itu sangat kelaparan dan siap memakan apapun di sana!
Wang Jia Li mengernyit, dia berteriak dengan keras, "Mo Li! Kenapa kamu sampai jatuh ke jalan iblis seperti ini?!"
Mendengar teriakan Wang Jia Li, alis Mo Li berkedut kencang. Kedua tangannya terkepal erat hingga meneteskan darah, seolah rasa sakit itu tidak ada apapun dibandingkan dengan penghinaan Wang Jia Li yang mengatakan bahwa dia sudah jatuh ke jalan iblis.
Namun, pada kenyataannya memang demikian. Mo Li telah jatuh ke jalur kultivasi iblis, oleh karena itu ia dapat memanggil salah satu iblis peliharaan tingkat paling rendah dari pasukan salah satu raja iblis.
Walau banyak yang berkata demikian, Mo Li masih menyangkal bahwa dia telah jatuh karena menurutnya, ia tidak bisa dikatakan jatuh ke jalur iblis selama akal sehat sebagai seorang manusia masih bertahan.
Kembali lagi ke sifat manusia, mereka hanya membuka mata pada sesuatu yang ingin mereka lihat. Sebaliknya, menutup rapat pada sesuatu yang tidak ingin mereka lihat walau itu adalah sebuah kenyataan.
"Haha ... Hahahaha ... Hahahahaha! ...."
Perut Mo Li sudah merasakan sensasi gatal, seolah-olah ada yang menggelitiknya. Dia tertawa dengan pelan dan dari waktu ke waktu, tawa itu semakin membesar.
Wang Jia Li mengambil langkah mundur sambil memandang jijik pada Mo Li. Dia benar-benar tidak habis pikir bahwa wanita itu akan menurunkan moralnya sebagai manusia ke titik terendah, bahkan lebih rendah dibandingkan iblis!
Iblis lalat raksasa itu perlahan keluar dari portal dimensi di atas kepala Mo Li. Mata bulat merah besarnya memandangi keseluruhan medan yang diselimuti miasma qi.
Mulut manusia dari iblis lalat itu menyeringai kejam, seolah-olah tempat dengan miasma qi adalah taman bermain terbaik untuknya.
Dengan keempat bilah sayap mengerikan di punggungnya, iblis lalat itu terbang di udara dan masih diam, menunggu perintah dari tuan yang memanggilnya.
__ADS_1
Konsep yang digunakan oleh Mo Li untuk memanggil iblis lalat sama dengan teknik pemanggilan yang telah Yan Xu gunakan sebelumnya, bedanya Mo Li sebagai pemanggil harus membakar esensi umurnya untuk mempertahankan keberadaan iblis lalat di dunia.
Jika tidak, iblis dunia akan dilempar kembali ke dunia iblis dan tidak akan berada di sini!
Mo Li terbatuk-batuk hingga mengeluarkan seteguk darah hitam saat dia tertawa. Ketika dia berdiri dengan benar, setiap lubang pada tubuhnya mengalir darah hitam seolah-olah umurnya sedang diperpendek. Mata Mo Li yang awalnya hitam cerah, sekarang kehilangan warnanya dan memerah.
Sambil terengah-engah, Mo Li berkata, "Kenapa aku ... sampai jatuh seperti ini, katamu? Coba ... kamu tanyakan sendiri kepada ayahmu, kaisar keparat itu!" Mo Li mengirimkan kehendaknya untuk menyerang kepada iblis lalat.
Iblis lalat yang sudah menunggu perintah dari tuannya, bergegas maju melalui udara menukik tajam ke arah Wang Jia Li dan menyerangnya menggunakan keenam kakinya yang setajam baja!
Wang Jia Li tidak punya waktu untuk memikirkan ucapan Mo Li, dia segera memadatkan energi qi untuk memperkuat seluruh tubuhnya. Pedang lotus Wang Jia Li bergetar hebat, menandakan bahwa musuh ini sangat berbahaya!
Dia mengarahkan tiga pedang energi yang terbakar api ke arah iblis lalat. Dengan tenang iblis lalat menerima tebasan pedang energi, yang terjadi selanjutnya sangat mengejutkan Wang Jia Li. Pedang energinya tercerai berai, sebelum menyentuh bagian tubuh iblis lalat!
Iblis lalat terus maju dan menyerang Wang Jia Li, hingga dia menggunakan pedangnya untuk menahan serangan itu. Dia terpental beberapa ratus meter dari posisi awal saat menahan serangan iblis lalat. Tidak mau membuang waktu, iblis lalat itu masih mengejarnya seperti pemburu.
Wang Jia Li mengambil artefak miniatur perisai merah yang ada di kantung penyimpanan dimensinya. Dia segera mengalirkan energi qi pada artefak itu dan seberkas cahaya menyinari seluruh tubuh Wang Jia Li!
Namun, iblis lalat menghiraukan cahaya itu dan menyerang dengan cepat, meninggalkan embusan angin kencang di belakangnya.
Ketika tebasan dari iblis lalat hampir mengenai Wang Jia Li, sebuah perisai energi memantulkan serangan itu, sehingga salah satu lengan iblis lalat patah.
Iblis lalat yang merasakan anggota tubuhnya telah dirusak hanya karena manusia kecil yang ada di depannya, meraung dengan marah.
Seluruh tubuhnya tertutupi energi iblis yang padat, empat sayapnya berubah menjadi delapan sayap! Bagian tangannya yang menyerupai manusia, berubah bentuk menjadi pedang dengan bilah tajam dan beracun!
__ADS_1