Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Samsara Sembilan Puluh Sembilan Garis Waktu


__ADS_3

Baru saja kembali ke dasar Persimpangan Jalan Bawah, Zhuge Peng Lian menutupi mulutnya saat melihat Shang Yin kembali tak lama setelah dia tiba.


Karena tahu akan hal tersebut, Zhuge Peng Lian memang sengaja membiarkan Shang Yin mendekati Yan Xu menggunakan penampilan aslinya.


Dia tidak akan pernah lupa bahwa pria itu selalu waspada terhadap apapun di sekitarnya, memberikan celah yang berupa emosi sesaat hanya akan membuat dia semakin waspada. Pada titik ini, Shang Yin pasti telah dicap hitam oleh ayahnya sendiri, begitulah pikir Zhuge Peng Lian.


Terduduk sedih di kursi sebelah Zhuge Peng Lian, Shang Yin terus mengembuskan napas berat. Wajah cantiknya yang seperti Yan Xu versi wanita masih terlihat penuh pesona walaupun tanpa senyum.


Melihat keponakan sekaligus muridnya yang selalu terlihat sedih— setidaknya genap seratus kali—, membuat Zhuge Peng Lian selalu hampir melepas tawa.


Bagaimana tidak? Seratus kali! Dia telah ditolak karena terlihat mencurigakan selama seratus kali dari tiap garis waktu berbeda!


Wajah Zhuge Peng Lian yang memerah karena masih menahan tawa, seolah minta dipukuli berdasarkan penglihatan Shang Yin. Andai saja tua bangka ini bukanlah paman sekaligus gurunya, Shang Yin pasti sudah menendang bokong pria tua itu.


Melirik sedikit ke arah Zhuge Peng Lian, Shang Yin berkata dengan lesu, "Kalau mau ketawa, ketawa saja. Aku tahu kalau Paman Peng ingin tertawa setiap kali hal ini terjadi."


"Pfftt!!! Kuhahahahahaha!!!"


Mendapat persetujuan Shang Yin, tawa keras milik Zhuge Peng Lian terbentang luas di seluruh sisi kediaman mereka.


Sementara itu, Shang Yin hampir menangis karena tidak dianggap oleh ayahnya sendiri. Seratus kali dia melakukan pendekatan yang sama, seratus kali juga dia tertolak. Hal ini membuktikan bahwa Yan Xu, tetaplah ayahnya dengan kebiasaan yang sama walaupun sifat datar dan tidak peduliannya telah hilang.


Usai tertawa hingga tersengkal, Zhuge Peng Lian menyuarakan keheranannya yang belum sempat mereka bahas hingga selesai.

__ADS_1


"Putri, dari seratus garis waktu yang telah kita lewati, baru kali ini Tuan terlihat lebih berwarna dan ada sesuatu yang mengganjal dibandingkan dengan tingkat kultivasinya menurun jauh bagiku," ucap Zhuge Peng Lian sambil menatap ke kejauhan dan mengelus jenggotnya.


"Iya, jiwa yang ada di dalam tubuh Ayah. Seharusnya ada seratus pecahan, bukan seratus satu. Namun, seluruh pecahan jiwa itu sama dan tidak memiliki perbedaan, seolah Ayah memiliki pecahan tambahan. Lebih baik kita kesampingkan itu terlebih dahulu. Terus, bagaimana dengan keadaan ibu-ibu ku?"


Tidak ingin selalu membahas tentang ayahnya yang telah jauh berubah, rasa penasaran Shang Yin akhirnya sampai ke para ibunya. Kalau ayahnya telah berubah banyak, itu berarti kemungkinan berhasil pada garis waktu ke seratus ini melebihi apa yang dapat mereka capai sebelumnya.


Zhuge Peng Lian tersenyum lembut dan berkata, "Garis waktu kali ini benar-benar kacau. Bumi yang merupakan bentuk awal mula dunia Xuanyuan, mulai tercampur aduk dengan Bumi dari 99 garis waktu sebelumnya. Hal tersebut membuat perubahan roda takdir yang jauh melampaui batas pengetahuanku. Untuk para ibumu ...."


"Jadi, itu juga yang menjelaskan mengapa dunia Xuanyuan kali ini terlihat jauh lebih besar dibandingkan dengan yang asli. Terus, ada apa dengan mereka?" Shang Yin mulai antusias karena Zhuge Peng Lian menghentikan bagian terpenting.


"Sepertinya, Tuan telah berhasil mengubah takdir mereka menggunakan teknik reinkarnasi walaupun harus mengorbankan sistem yang ia miliki sebagai manusia pertama dunia Xuanyuan."


"Kalau begitu, keberadaan Ibu Xihe tidak akan menghilang dari dunia ini? Terus, terus, Ibu Miao'er bersama Kak Yaoyao tidak akan mati akibat invasi mendadak entitas dunia lain saat ayah hendak naik ke alam kaisar?! Begitu juga dengan ibu kandungku Sheng Ji A'xia tidak perlu melakukan pengorbanan demi menjaga esensi dewata milikku?!"


"Iya, iya, aku mengerti dengan gagasan yang kamu miliki. Namun, ada hal penting yang seharusnya kamu sadari, bukan?" tanya Zhuge Peng Lian sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Garis waktu ini adalah yang paling kacau, dimana ayah yang sekarang memiliki tubuh keabadian dengan esensi dewanya, akan tetapi tidak untuk kultivasinya. Dia juga tidak lagi memiliki sistem dari Bumi karena itu sudah rusak demi memecah garis waktu menjadi seratus bagian. Bahkan, keberadaan mereka semua hingga waktu terlahir ke dunia ini sepertinya acak dan tidak akan muncul dalam perbedaan kurun waktu setahun hingga dua tahun saja, melainkan bisa saja sampai seratus juta tahun!"


Zhuge Peng Lian Mengangguk setuju lalu berkata dengan senyum masam di wajah tuanya, "Begitu juga dengan kelahiran mu."


Peng!


Akhirnya, ketika kalimat itu keluar dari mulut Zhuge Peng Lian, Shang Yin menyadari bahwa dia mungkin akan terlahir kembali namun tidak dalam kurun waktu sedekat ini. Dia juga belum mencari tahu bagaimana kedekatan Yan Xu bersama dengan para ibunya saat ini!

__ADS_1


Gedebuk!


Lengan ramping milik Shang Yin memukul meja yang ada di dekatnya sambil berteriak putus asa, "Sialan! Aku lupa memastikan kapan aku bisa terlahir kembali!"


Melihat kekonyolan tingkah Shang Yin yang mirip sekali dengan ayahnya, membuat Zhuge Peng Lian sampai memijat kening. Untung saja Shang Yin hanya memiliki wajah, sikap dan gaya bertarung persis seperti Yan Xu, namun memiliki sifat lugu dari ibu kandungnya, Sheng Ji A'xia.


Kalau gadis itu memiliki sifat yang menyimpang sama dengan ayahnya, Zhuge Peng Lian mungkin akan berakhir dengan tidak sengaja memukuli gadis kecil ini selama masa pelajarannya. Setidaknya, kekacauan yang dibuat gadis ini, tidak akan pernah bisa sebesar milik ayahnya karena sifat lugu Ratu Iblis Xia.


"Uhuk! Putri, baru saja Tuan telah memasuki dimensi ini. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Zhuge Peng Lian.


"Apa lagi?" mengangkat kedua bahu, Shang Yin melanjutkan, "Cobaan, tetaplah cobaan. Mulai semuanya dan buat Ayah menderita samsara tiada akhir menggunakan 99 garis waktu yang telah dia hancur leburkan!"


"Dimengerti."


Menerima perintah, Zhuge Peng Lian mengambil sebuah piringan giok. Dia memformulasikan ratusan susunan formasi dalam sekejap, membentuk cahaya hitam dan putih saling melengkapi. Hukum ruang di Persimpangan Jalan Bawah mulai berubah.


Samsara 99 garis waktu merupakan cobaan terpanjang pada akhir perjalanan Yan Xu dalam mengubah takdir. Di sana, tersimpan berbagai rahasia yang masih belum diungkapkan terkait identitas asli pemilik tubuh lama maupun dirinya sendiri.


Apakah Yan Xu dapat menerima kenyataan yang telah dia lakukan atau tidak, bukanlah urusan mereka berdua.


Dengan kata lain, Yan Xu sendiri yang merancang semua ini. Baik itu Shang Yin maupun Zhuge Peng Lian, hanya mengikuti rencana yang sudah ditetapkan dengan penuh harapan agar Yan Xu dapat mengubah atau menipu takdir itu sendiri.


Apabila dia sudah menerima semua karma buruk yang berasal dari setiap 99 garis waktu yang telah ia hancurkan, barulah Yan Xu dapat berjalan menuju kepingan kebenaran yang tersisa. Dengan kata lain, reuni panjang dan melelahkan yang terakhir kalinya antara mereka akan berakhir saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2