Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Murid Bukanlah Pria Penurut!


__ADS_3

Mata Lan Xihe membentuk bulan sabit dan senyuman manisnya berubah menjadi semakin— uhuk! Lupakan, sangat sulit digambarkan dengan kalimat yang sesuai.


Suara lembut dan hangat Lan Xihe masuk ke telinga Yan Xu, "Aduh, aduh ... Suami, baru saja kamu bersujud di depan istrimu, istri yang lain telah tiba lagi ..."


Gluk!


Yan Xu meneguk air liurnya yang terasa sangat pahit. Dia tidak tahu apakah harus tertawa atau menangis juga bahagia karena diberikan ide alur cerita yang menarik dari Guru. Namun, Yan Xu sudah yakin bahwa ia akan mengalami sebuah pemukulan lagi.


Dia mencoba tersenyum sambil menggoyangkan kepalanya ke kiri dan kanan, mencoba menjelaskan secara jujur akan ketidaktahuannya, "Guru— ..."


Belum sempat mengeluarkan jurus seribu alasan pria, dia mendengar suara yang sangat tidak menyenangkan datang dari sisi bahu kanan.


Krak!


Yan Xu, orang malang yang berperan sebagai tokoh suami dalam permainan puncak-puncakan saat ini, merasakan rasa sakit luar biasa pada bagian bahu yang dipegang oleh tangan ramping gurunya.


Rasa sakit itu disebabkan oleh bergesernya tulang dan sendi pada bahu kanan Yan Xu. Rasa sakit akibat syok secara tiba-tiba akhirnya mulai menjalar ke seluruh tubuh, membuat ekspresi wajah Yan Xu terdistorsi namun ia masih mempertahankan senyuman hangatnya.


Yan Xu segera mengirimkan tatapan minta tolong kepada Miao'er, namun transmisi suara dari adik juniornya telah menghempaskan dia hingga jatuh dengan keras ke kubangan lumpur.


"Kakak Senior, kamu sendiri yang membawa ini pada dirimu. Adik Junior tidak dapat berbuat apa-apa. Jadi, dengan berat hati, Miao'er hanya bisa mengatakan cukup dinikmati saja," begitulah ucap transmisi suara dingin dari Ye Miao'er kepada Yan Xu.


Saat ini Yan Xu sungguh ingin menangis dibuatnya juga karena berbagai alasan tak rasional yang digunakan oleh Guru untuk memukuli dia secara tak bermoral. Dia segera mengubah pola pikirnya, dari rasa sakit menjadi takut yang berlebihan.


'Aku harus melakukan sesuatu yang akan menciptakan rasa takut sehingga itu akan membuatku lupa pada sakit!'


Masalahnya adalah bagaimana dia bisa membuat situasi seperti itu. Otak Yan Xu terpacu dalam mencari kesempatan dalam sepermikro detik, hingga akhirnya dia menemukan sebuah jalan pintas menuju pintu Neraka.


Yan Xu terkekeh geli sambil menatap langsung ke mata gurunya.


Lan Xihe yang melihat keanehan itu mengangkat alisnya, "Ada yang salah, Suami?"


Yan Xu menggoyangkan kepalanya dengan lembut ke kiri dan kanan sambil berkata, "Istriku Xihe, itulah penyebab karena kamu terlalu lama membu— Kgghh!"

__ADS_1


Bukkk!!!


Sebelum Yan Xu meyelesaikan kata "membujang", Lan Xihe sudah menggunakan kekuatan fisik murninya untuk menendang murid nakal itu hingga ia terpental beberapa puluh meter di udara.


Akhirnya kesempatan yang dia inginkan tiba, Yan Xu dengan putus asa menggerakkan tangan kirinya untuk menekan titik dantian pada bahu kanan agar sembuh dari cedera.


'Hehehe ... aku— hah?!'


Baru saja merasa senang, namun wajahnya sudah digenggam oleh tangan ramping nan mulus dari peri abadi Lan Xihe!


Lan Xihe melemparkan Yan Xu lagi ke tanah dengan segenap kekuatan murni fisiknya. Menyebabkan murid nakalnya berguling-guling seperti dadar gulung yang digulir pada talenan.


Itu membuat rasa takut Yan Xu sedikit terpacu— karena dia sengaja menambahkan dampak ketakutan akan dipukuli Guru di alam bawah sadarnya. Metode tersebut menyebabkan Yan Xu merasakan takut hingga berkeringat dingin dan melupakan rasa sakit untuk sementara waktu.


Dia segera menggerakkan seluruh tubuhnya, menekan semua titik dantian yang cedera. Setelah pulih, dia menggunakan teknik pengejaran jiwa dan mengambil jarak beberapa kilometer dari Lan Xihe yang masih menggunakan kekuatan murni fisik saat mengejarnya.


"Guru! Murid bukanlah seorang lelaki penurut yang akan selalu rela dipukuli!" teriak Yan Xu.


Dia mengambil beberapa jimat dan menyebarkannya di udara. Kemudian, Yan Xu menghentakkan ujung kakinya ke tanah membuat tekanan angin yang menyebabkan jimat di udara terlihat bergerak menjauh pada tempat acak.


Lan Xihe menghentakkan kakinya dengan kuat, sehingga hanya terlihat kain putih yang terbang dengan kecepatan tinggi dan gelombang kejut udara tersebar di sekitar.


Pada saat yang sama, Yan Xu mengerutkan keningnya karena ucapan tak bermoral juga kalimat aneh yang menuduh dia sebagai pria yang setia pada banyak wanita.


'Guru? Doktrin bengkok mana yang ingin kamu ajarkan kepada murid lain?! Murid ini bukanlah suami yang akan berselingkuh! Tolong jangan mengucapkan kalimat yang akan membawa kesalahpahaman!'


Yan Xu ingin menangis karena martabat sebagai murid tertuanya mungkin akan hancur setelah kejadian ini.


Dia membentuk segel tangan sehingga jimat yang tersebar di udara bersinar terang benderang, membuat penglihatan orang yang ada di sekitarnya terganggu. Bahkan, para kultivator tidak akan dapat mengintip dengan kesadaran ilahinya.


Jadi, mereka hanya bisa menggunakan kemampuan perkiraan juga pengalaman bertarung. Yan Xu yang sudah menutup mata terlebih dahulu, mengambil beberapa pisau kecil beracun yang ada di balik lengan jubahnya.


'Menyebutku sebagai pria yang tak setia? Jangan harap aku akan memaafkan tuduhan palsu itu sebelum mencoba untuk meracunimu sampai lemas!' begitulah isi pikiran tak bermoral dari murid nakal yang tak tahu malu.

__ADS_1


Yan Xu melemparkan sepuluh pisau itu ke jalur lari Lan Xihe.


Ketika cahaya dari jimat menghilang, Lan Xihe akhirnya dapat melihat beberapa pisau kecil dengan tepat sasaran mengarah ke berbagai titik vital. Dia segera melepaskan batasan tidak menggunakan energi qi pada tubuhnya.


"Enyah!" teriak Lan Xihe lurus ke arah pisau kecil.


Pisau kecil itu berbelok arah ke atas dikarenakan gelombang kejut dari teriakan Lan Xihe.


Melihat itu, Yan Xu menggerakkan sedikit jarinya. Dapat terlihat sedikit tali kawat tipis yang panjang dan terhubung dengan pisau-pisau yang sudah dia lemparkan. Kesepuluh pisau kecil kembali memperbaiki arahnya menuju ke Lan Xihe dan menutup rapat jalur menghindar!


"Avatar!" seru Lan Xihe.


Sebuah avatar gadis peri cantik dengan warna putih murni dan memiliki tinggi sepuluh kaki menyelimuti tubuh Lan Xihe.


Dia menyeringai ke arah Yan Xu sambil mengarahkan tatapan mencela, mencoba untuk memprovokasi emosi murid nakalnya.


Yan Xu melepaskan ikatan tali kawat dengan memotong energi qi yang tersalur dari jarinya. Setelah itu, dia menciptakan pedang energi berwarna hijau muda dengan kilatan biru awan yang menyambar dengan ganas di sekitar bilah.


"Ingin melawan avatar hanya dengan pedang energi?" Lan Xihe dengan santai mengamati Yan Xu sambil mengelus dagu indahnya.


Yan Xu tersenyum lembut dan menjawab, "Guru, Murid hanyalah kultivator inti emas yang bahkan belum menempa inti emasnya secara penuh. Jelas mustahil bagi Murid untuk membentuk avatar, juga memiliki bantuan dari inti emas yang masih dalam proses penempaan."


Yan Xu diam-diam membentuk sebuah susunan formasi pedang energi. Inti formasi berada pada pedang energi kecil yang terletak di jari telunjuk dan tengah kiri, tersembunyi di dalam lengan jubah abadinya.


"Namun, Murid masih bisa mengakali kecepatan dari serangan avatar lawan!"


Bersamaan dengan teriakannya, sebuah susunan formasi besar sudah aktif dengan cahaya biru muda di bawah kaki mereka. Bukan hanya itu, di atas kepala Yan Xu terbentuk sebuah pedang energi sebesar sepuluh kaki dengan kepekatan sangat tebal dan aura yang sama seperti pedang energi di tangan kanannya.


"Sungguh kepekatan pedang energi yang luar biasa," gumam Lan Xihe sambil melihat pedang raksasa di udara.


Yan Xu mengangkat gagang pedang energi dengan kedua tangannya, dia membuat sebuah gerakan menebas. Pedang energi raksasa yang ada di atas kepalanya bergerak sesuai dengan yang dia lakukan. Lintasan tebasan pedang energi Yan Xu mengarah ke avatar putih Lan Xihe!


".... Tetapi, avatar lebih kuat dibandingkan pedang energi!" teriak Lan Xihe.

__ADS_1


Tinggi avatarnya berubah menjadi lima puluh kaki. Avatar itu menciptakan sebuah pedang energi di tangannya dan secara santai menebas milik Yan Xu. Sebuah gelombang kejut menyambar ke sekitar mereka.


Su Yueyin sudah membuat perisai energi untuk melindungi para penonton, jadi mereka berdua dapat melakukan apapun yang sekiranya sambil menahan diri agar tidak merusak wilayah Puncak Angin.


__ADS_2