
Di atas seekor keledai terbang yang mengeluarkan suara pekikan keras, dua orang kultivator pria dan wanita yang memiliki paras jauh melebihi peri abadi duduk bersila.
Gambaran tentang mereka berdua dari kesadaran ilahi nya membuat Yan Xu teringat akan sesuatu dari kehidupan di Bumi.
"Xia'er," panggil Yan Xu ragu.
"Hm?"
"Cuma sekedar memastikan, bisakah kamu jelaskan kenapa memilih keledai terbang ini?"
Padahal ada naga pelangi sembilan warna, namun Ratu Iblis Xia lebih memilih keledai yang mereka tunggangi dibandingkan dengan hewan buas lainnya. Dari penampilan luar, keledai itu sama saja seperti binatang yang ada di Bumi. Bedanya, keledai yang satu ini bisa terbang dan mengeluarkan pekikan yang sangat keras.
Ratu Iblis Xia— mari kita panggil Xia'er mulai dari sekarang— mengelus punggung keledai yang mereka tunggangi dan berkata, "Dia memiliki garis keturunan satu tingkat di atas naga pelangi sembilan warna."
Tingkat ras naga terdiri dari lima. Ular biasa sebelum mereka bangkit, naga biasa, naga bangsawan, naga surgawi dan yang terakhir adalah kaisar naga.
Jika naga pelangi sembilan warna merupakan ras naga bangsawan, maka keledai yang mereka tunggangi adalah naga surgawi!
"Kalau dia adalah ras naga, mengapa binatang buas ini berbentuk keledai?" tanya Yan Xu murni penasaran.
"Ada sebuah legenda dimana seekor naga surgawi memiliki sifat yang genit. Apa kamu pernah mendengar legenda itu?"
"Oh? Tentang Ziu Long?"
Kelopak mata indah Xia'er terbuka lebar karena terkejut. Tidak semua orang tahu bahwa nama asli naga yang ada di legenda itu adalah Ziu Long. Bahkan, dia baru saja mengetahui fakta tersebut melalui catatan kuno peninggalan para raja iblis jauh di era sebelumnya.
Mendapati jawaban yang dia berikan tepat, Yan Xu mengangguk paham. Dia tidak bertanya lebih lanjut karena ingatannya dengan jelas menjabarkan tentang naga Ziu Long yang dikutuk oleh seorang ahli kutukan. Hal tersebut membuat martabat maupun nama Ziu Long dihapus dari sejarah para naga surgawi agar ras lain tidak menemukan celah untuk menghina mereka.
Ziu Long dianggap sebagai aib bagi para naga surgawi. Namun, di balik kisah biadab itu terdapat sebuah fakta tersembunyi yang tidak diketahui oleh siapapun selain saksi mata dan orang yang bersangkutan. Yan Xu sendiri merupakan salah satu orang yang bersangkutan dengan kejadian itu secara tidak langsung, itu karena wanita yang mengutuk Ziu Long menjadi keledai adalah rekan seperjuangan nya!
__ADS_1
Sementara itu, mendengar nama aslinya dipanggil, Ziu Long menggunakan metode telepati tiga arah kepada Yan Xu dan Xia'er.
"Tidak ku sangka akan mendengar nama itu lagi setelah sekian lama. Kalian berdua adalah yang pertama mengenali ku saat berada di wujud menyedihkan ini," sapa Ziu Long dengan suaranya yang terdengar lesu dan nostalgia.
"Ziu Long, apa yang sebenarnya terjadi kepadamu? Kenapa ahli kutukan itu mengutuk mu sampai menjadi keledai?" tanya Xia'er penasaran.
"Itu ..." Ziu Long agak ragu namun dengan jeda sebentar, akhirnya dia mau buka suara, "Seseorang telah menukar tanda pada pemandian umum. Sialnya, aku tidak sengaja memasuki pemandian wanita ketika ahli kutukan itu masih di dalamnya. Dia langsung mengutuk ku tanpa sepatah katapun, lalu menendang ku sampai terpental ke istana ras naga surgawi."
"Menurutmu, apa ada seseorang yang sedang bekerjasama untuk menjebakmu?"
"Jika itu aku yang dulu, mungkin jawabannya adalah ya. Namun, setelah aku memikirkannya selama ini, akhirnya aku mendapatkan jawabannya sendiri. Sebenarnya, itu hanyalah kesalahan yang biasa terjadi karena saat itu papan tandanya memang mudah tertiup angin atau bergeser apabila tidak sengaja disenggol oleh seseorang," jelas Ziu Long yang menekankan suara yang dalam pada kalimat terakhirnya.
Ziu Long tahu bahwa itu hanyalah sebuah kecelakaan karena orang yang tidak sengaja menyenggol papan tanda itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Yan Xu.
Yan Xu sendiri tidak menyangka kalau akan bertemu dengan salah satu kenalan lama yang ternyata sudah menderita terlalu banyak karena ketidaksengajaan nya. Dia masih terdiam dengan sedikit perasaan bersalah karena tidak dapat menyelamatkan Ziu Long dari tuduhan palsu itu. Apa lagi yang bisa dia perbuat saat nasi sudah menjadi bubur, bahkan itu di luar sepengetahuannya.
"Yang berlalu biarlah berlalu, anggap saja aku adalah seorang keledai generasi baru," ucap Ziu Long kepada mereka berdua, walau sebenarnya ucapan yang di katakan itu menuju kepada Yan Xu.
"Yah, itu memang cerita yang cukup mengejutkan. Tetapi, aku tidak akan merasa bersimpati," ucap Yan Xu datar seolah tak peduli. Dia memang tidak ingin mengasihani seekor kadal yang sedang sial karena itu hanya akan mencabik harga diri mereka. Semua orang tahu bahwa naga itu menjunjung tinggi nilai-nilai martabat mereka.
"Terima kasih," balas Ziu Long dengan suara yang tulus.
Dia tidak memiliki dendam sedikitpun kepada Yan Xu. Malahan, dia sedikit senang bahwa orang yang tidak sengaja menyenggol papan itu masih mengingat identitas aslinya. Andai saja Yan Xu masih terlihat pura-pura tidak tahu, kemungkinan besar Ziu Long akan menjatuhkan diri bersama pria itu hingga mereka berdua mati bersama.
...
Tidak lama kemudian, mereka tiba di sebuah kerajaan kecil Biu.
Kerajaan ini terletak tidak terlalu jauh dari batas wilayah Sekte Abadi Luo. Menurut kabar dari intelejen keluarga Jiang, kerajaan kecil ini sedang berperang dengan negeri tetangga. Namun, apa yang mereka lihat ketika datang benar-benar berbeda dengan informasi tiga hari yang lalu.
__ADS_1
Yan Xu segera memberi aba-aba pada Ziu Long agar mereka turun agak jauh dari tembok kerajaan Biu. Pemberian jarak ini dilakukan agar tidak menarik perhatian yang tidak perlu. Sebelum memasuki wilayah kerajaan Biu, mereka berdua sudah berganti pakaian menyerupai orang biasa.
"Misi kali ini sepertinya tidak akan mudah," ucap Yan Xu kepada Xia'er di sebelahnya.
"Kenapa? Bukankah mereka terlihat sudah berdamai?"
"Penampilan luar bisa menipu. Lihat, apakah ini sebuah negara yang menderita akibat peperangan? Bukankah mereka terlalu bahagia dan sibuk dengan urusan dalam negeri, daripada mengurusi perang dengan negeri tetangga?"
Baik itu Yan Xu maupun Xia'er sudah mengamati keadaan di sekitar Kerajaan Biu, namun mereka tidak menemukan apapun yang berkaitan dengan perang. Walaupun deduksinya benar bahwa perang sudah berakhir, tidak mungkin kerusakan yang mereka derita langsung sembuh begitu saja. Setidaknya, membutuhkan tiga bulan masa penstabilan pasca perang menurut pengetahuan dari kedua orang itu agar mentalitas para penduduk mulai membaik seperti hari normal.
Tetapi, pada saat ini tidak ada satupun kerusakan yang terlihat. Lebih penting lagi, semua penduduk terlihat bahagia menjalani hari-harinya seperti tidak ada yang terjadi sama sekali.
"Keadaan ini ...."
Baik itu Yan Xu maupun Xia'er sama-sama tercengang dengan situasi kerajaan Biu.
Sesampainya di depan tembok kerajaan, mereka disambut oleh para prajurit dengan ramah.
"Salam, Tuan dan Nyonya. Apakah kalian adalah seorang petualang yang sedang berkunjung ke negeri kecil kami ini?" tanya salah satu prajurit penjaga gerbang tembok.
"Benar, kami di sini ingin menginap sebelum melanjutkan perjalanan," balas Yan Xu dengan ramah seperti biasanya.
"Oh, kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi. Selamat datang di kerajaan Biu! Semoga kalian menikmati saat-saat istirahat di negeri kecil kami!" ucap penjaga dengan ramah memberikan tanda pengenal penduduk kerajaan Biu kepada Yan Xu.
"Terima kasih."
Yan Xu berterima kasih atas penyambutan yang ramah itu dan menerima tanda pengenal mereka dari prajurit penjaga gerbang.
Kedua pasangan itu masuk ke dalam kota Kerajaan Biu, namun mereka berdua tetap siaga dengan mengaktifkan kesadaran ilahinya.
__ADS_1