Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Pembicaraan Kakak Senior Dan Adik Ketiga (2)


__ADS_3

Mata indah Xiu Ruolan melirik kesana-kemari, seolah-olah mencari alasan.


Selama ini, mereka tidak pernah membahas tentang kontrak setara itu karena terlalu sibuk dengan urusan masing-masing. Ketika Yan Xu mengingatkan kembali, Xiu Ruolan menjadi tertekan yang menandakan bahwa ada sesuatu di balik kontrak tersebut.


Dengan membaca ekspresi yang jelas terpapar pada wajah peri Xiu Ruolan, sudut mulut Yan Xu sedikit menukik ke atas.


Dia memegang masing-masing sisi pipi Xiu Ruolan, membenarkan posisi wajah ramping itu agar menatap lurus ke arahnya.


Pupil Xiu Ruolan melebar, wajahnya merona merah dan ia segera menepis kedua tangan Yan Xu sambil berteriak, "A-apa yang kamu lakukan?!"


Wajah Xiu Ruolan sudah memerah seperti tomat hingga mengalir ke sela-sela telinga rampingnya.


Yan Xu tidak mengambil hati atas tindakan Xiu Ruolan karena itu wajar saja seorang gadis remaja menjadi malu karena disentuh oleh pria, begitulah pikirnya.


Dia memegangi dagu dan menyipitkan matanya sambil bergumam, "Aneh sekali ...."


Tidak tahan dengan cara Yan Xu menatapnya, Xiu Ruolan segera menjawab, "A-apanya yang aneh!?"


Xiu Ruolan sendiri tidak menyadari bahwa wajahnya sudah merona merah, bahkan tubuh rampingnya sedikit gemetar. Jika ada cermin, mungkin saja dia akan segera kabur karena melihat kondisinya yang menyedihkan.


Yan Xu sudah memperkirakan itu, jadi dia tidak menambahkan cermin pada ruangan tempat ia beristirahat. Semua yang memperlihatkan balik ke lawan bicaranya, sudah dia hilangkan, kecuali pihak lain menatap langsung ke pupil matanya untuk melihat refleksi diri mereka sendiri.


Situasi di ruangan itu menjadi sedikit lebih panas. Bahkan seorang kultivator seperti mereka dapat berkeringat, padahal setiap aliran air pada tubuh bisa dimanipulasi dengan energi qi yang ada di dantiannya.


Keheningan sesaat ini dipecahkan oleh suara Yan Xu, "Tidak, cuma perasaanku saja, Ahahaha~ ...."


"Jadi, bagaimana dengan topik awal tadi?" lanjutnya.


Xiu Ruolan menarik napas dalam, memejamkan matanya. Dalam sepersekian detik, otaknya mulai berpikir. Sementara itu, di dalam hati ia terus berteriak dengan suara keras.


'A-apa yang harus ku jawab!? Dia kan masih belum tahu kalau cacing yang ia lihat itu adalah kantung reinkarnasi yang aku beli dari sistem! Apapun yang terjadi, tidak mungkin aku akan menjelaskan keuntungan ini kepada siapapun!'


'Terlebih lagi, dia memang membuat kontrak setara di antara kami. Hanya saja, aku memindahkan setengah fungsi kontrak kepada familiar cacing pemakan jiwa yang dibeli dari sistem dengan harga murah!'


'Te-tentu saja, setengahnya lagi adalah bagianku. Hanya saja fungsi itu sendiri cuma ... yah ... itu ... bagaimana bilangnya ....'


Xiu Ruolan pada saat itu menggunakan beberapa fungsi sistem untuk mengelabui penglihatan Yan Xu, sehingga ia dikira sebagai spesies cacing pemakan jiwa. Tidak ada salahnya ingin menutupi rahasia, hanya saja yang dia lakukan cukup berlebihan.


Sekarang, dia menyesal karena pilihan yang tergesa-gesa dan tanpa pikir panjang itu membuatnya kehabisan cara untuk berpikir. Hal yang dapat dia lakukan adalah menambal satu kebohongan, dengan seribu kebohongan untuk menjaga rahasia sistemnya yang dia simpan dengan rapat.


'Lebih baik masuk kedalam kubangan lumpur lebih dalam lagi, daripada keluar namun masih berlumuran lumpur!'


'Tidak mungkin aku bilang kalau itu adalah setengah kontrak pernikahan dan setengahnya lagi kontrak familiar! Apapun yang terjadi, itu mustahil harus dikatakan oleh seorang gadis sepertiku!'


'Itu adalah salah sistem! Aku tidak pernah menyusun kontrak yang terlalu berbelit-belit seperti itu! A-aku juga tidak tahu kalau Yan Xu akan dianggap sebagai suami potensial!— tidak, malahan yang ada di itu mungkin saja pembawa sial!'


Benar, kesalahan terbesar Xiu Ruolan adalah mempercayakan penyusunan kontrak itu kepada sistemnya yang mendeteksi bahwa Yan Xu adalah seorang suami potensial.

__ADS_1


Dengan kontrak tiga arah yang sangat rumit itu, secara tidak langsung Xiu Ruolan didaftarkan telah menikah dengan Yan Xu pada sistemnya.


Fungsi sistem tersebut akan memperlakukan Yan Xu sebagai suami Xiu Ruolan dan apabila dia dalam bahaya, Xiu Ruolan akan dapat merasakannya secara langsung, namun tidak sebaliknya. Wajar saja karena itu adalah kontrak pernikahan searah dan agak semena-mena dari fungsi sistem Xiu Ruolan.


Dua detik telah berlalu, otak Xiu Ruolan terus terpacu dan akhirnya dia menemukan jawaban yang ia rasa tepat atas kondisi mereka.


"Kakak Senior ...." Xiu Ruolan menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap langsung ke arah Yan Xu.


"Ya!? Ya!?"


Di seberang, Yan Xu mulai bersemangat bahkan wajah tampannya sudah berbinar-binar menunggu jawaban dari adik ketiganya.


"A-anu ... itu ...."


"Katakan saja! Tidak perlu ragu, Adik Ke— ...."


Xiu Ruolan tiba-tiba meninggikan suaranya, "Ko-kontrak itu sebenarnya menghubungkan jiwa kita berdua sebagai suami-istri! Jadi, kalau aku mati, kamu juga akan mati!"


"Eh?" Yan Xu mengedipkan matanya beberapa kali. Mulutnya masih terbuka lebar, sementara tatapan matanya meminta agar Xiu Ruolan untuk mengulanginya.


"Ja-jadi ..." Xiu Ruolan memegangi salah satu kepalan tangannya dan melanjutkan dengan ragu, ".... Kontrak itu ... telah mengikat jiwa kita ...."


Bruk!


Yan Xu menghantam meja di depannya dengan kepalan dua tangan. Tentu saja dia menggunakan kekuatan yang kecil karena takut meja itu akan rusak.


"A-adik Ketiga, kita harus membatalkan kontrak itu!" teriak Yan Xu ketakutan.


Sementara itu, Xiu Ruolan sudah bahagia karena Yan Xu memilih tindakan yang sesuai dengan keinginannya.


Yan Xu segera memegangi kedua bahu ramping adik ketiganya dengan ekspresi ketakutan, sehingga wajah tampannya dipenuhi keringat, "Ba-bagaimana kita membatalkannya?!— A-apa kamu terpikirkan sebuah cara!?"


Xiu Ruolan langsung memasang tampang serius, seolah menemukan jalan keluar dari masalah mereka. Dia tersenyum percaya diri sambil berbicara dengan sistemnya di dalam kepala.


'Sistem, batalkan kontrak yang memikatku dengan Yan Xu.'


Setelah memberikan perintah, Xiu Ruolan berkata dengan penuh bangga, "Kakak Senior dapat tenang— ....!"


«Ding! Mohon maaf, kontrak antara Host dan Yan Xu tidak dapat dibatalkan secara normal! Jika dibatalkan, level sistem Host akan menjadi 1! (╥﹏╥)»


'Apa?! Sistem ini pasti rusak!'


Belum sempat dia menyombongkan diri, sebuah pesan jawaban dari sistem telah benar-benar menghempaskan kepercayaan diri Xiu Ruolan!


Sekarang, wajah penuh akan kepercayaan dirinya mengeras seperti batu. Senyum yang indahnya telah digantikan dengan ratapan akan penuh kebingungan.


Hal itu juga berlaku untuk Yan Xu, dia semakin ketakutan hingga beberapa kali menggoyang bahu Xiu Ruolan.

__ADS_1


"A-adik Ketiga? Ka-kamu tahu kan ba-bagaimana ki-kita bisa membatal— ...."


Xiu Ruolan langsung menjawab dengan suara putus asa, "— Tidak ada."


"Tidak ada?" tanya Yan Xu tak percaya.


Namun, dia tetap bersikeras dengan jawaban yang sama, "Tidak ada."


"Serius?" Yan Xu menatap tajam ke mata Xiu Ruolan, mencari tahu apakah dia berbohong atau berkata jujur.


Xiu Ruolan segera mengubah ekspresinya menjadi senyum lebar nan nakal sambil berkata, "Tentu saja bohong!"


Dia segera berlari ke arah pintu, namun terhenti karena Yan Xu memanggilnya.


"Xiu Ruolan, apanya yang bohong?" tanya Yan Xu dengan ekspresi gugup, menatap bahu ramping yang membelakanginya.


Xiu Ruolan berputar sedikit dan berkata, "Setengahnya!"


Setelah mengatakan itu, dia sudah hilang dari tempatnya berdiri.


Yan Xu yang ditinggal sendirian, duduk kembali di kursinya dengan lelah. Dia memijat keningnya beberapa kali sambil berkata, "Anak itu, kapan dia belajar sebuah lelucon yang tidak lucu?"


Dia segera pulih dan meninggalkan pemikiran yang menurutnya tidak berguna. Namun, tetap saja Yan Xu masih merasa tidak nyaman karena dia bilang setengah. Kemudian, setengahnya itu adalah hal yang tidak ia ketahui.


Yan Xu menghela napas lelah, "Hati seorang gadis memang tidak bisa ditebak."


......................


Sementara itu, Xiu Ruolan yang tadi kabur segera memasuki kamarnya.


Dia hampir tidak bisa menahan diri karena merasa malu atas kepercayaan dirinya yang ia anggap terlalu berlebihan. Kejadian hari ini mungkin akan membekas dalam insiden yang ingin dia lupakan seumur hidupnya.


Xiu Ruolan duduk di atas kasur lembut, memeluk kedua lutut sambil membenamkan wajahnya. Dia bergumam pelan, "Jadi, aku yang merupakan mantan Kaisar Kehampaan sudah menjadi istri pada penampilan remaja ini?"


Menjadi seorang istri juga adalah salah satu keinginan Xiu Ruolan saat kehidupan sebelumnya, namun sayangnya dia tidak menemukan orang yang cocok. Hingga akhirnya, dia mati karena ditusuk dari belakang oleh muridnya sendiri.


Tragedi paling tragis pada kehidupan sebelumnya milik Xiu Ruolan, sebenarnya terjadi karena dia sudah menolak lamaran muridnya. Hal tersebut membuat murid biadab itu marah hingga merencanakan skema biadab untuk membunuh gurunya sendiri.


Tentu saja Xiu Ruolan tidak merasa marah karena dia memiliki pemikiran moderen dari Bumi, tempat ia hidup sebelum menjadi seorang transmigrator. Tetap saja, ada sedikit rasa kekecewaan hingga dia mungkin saja kesulitan untuk membuka hati terhadap pria lain.


Namun, semua itu berubah ketika dia yang masih berada di kantung reinkarnasi secara kebetulan mendengarkan panggilan dari Yan Xu. Dia merasa bahwa pria itu bukanlah orang biasa, walaupun sebenarnya ia tahu Yan Xu masih jauh lebih lemah dibandingkan masa primanya.


Rasa penasaran itu berubah menjadi keingintahuan, sehingga membuat dia bersedia untuk melakukan kontrak bersama Yan Xu. Secara tidak sadar, Xiu Ruolan terdorong oleh kehendaknya sendiri dalam mengikuti pria aneh itu.


Hingga sekarang, kalau ditanya apakah dia menyesal sudah setuju akan kontrak tersebut. Tentu, dia akan menjawab sedikit menyesal karena tidak menambahkan fungsi dimana seharusnya ia harus memiliki kasta yang lebih tinggi dalam kondisi kontrak mereka.


Membuang pemikiran itu, Xiu Ruolan segera menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu merebahkan diri.

__ADS_1


Dia menutup kedua kelopak mata indah itu dan terdapat senyum tipis yang sangat indah pada wajah peri yang tak dapat jujur akan perasaannya sendiri.


'Di kehidupan ini, aku masih sama saja. Hati berkata ya, namun mulutku selalu berkata tidak. Ku harap akan datang waktunya agar bisa mengungkapkannya secara benar ....'


__ADS_2