
Di bawah langit cerah pada kawasan Sekte Abadi Luo, seorang peri dengan ekspresi sedingin salju dan wajah tanpa layaknya sebuah porselen sedang terbang menuju ke arah Puncak Surgawi menggunakan awannya.
Peri berekspresi dingin itu tidaklah lain adalah Su Yueyin, anggota termuda dari sembilan Su. Dengan mengikuti protokol bengkok dari Kepala Puncak Angin— Lan Xihe— dia terbang dengan ketinggian yang sesuai tanpa sering berpapasan dengan anggota sekte dari puncak lain.
Su Yueyin segera menyadari kalau bergabung dengan Puncak Angin telah mengubah kebiasaannya yang sering semena-mena dan agak urak-urakan menjadi lebih ke seorang gadis yang bermartabat.
Bagaimana tidak, biasanya dia akan terbang di ketinggian yang sering kali berpapasan dengan anggota lain sesama sekte, membuat dia kadang kesal karena lirikan mata yang genit selalu mengarah kepadanya.
Menjadi seorang bujangan bukanlah suatu hal yang dimalukan oleh Su Yueyin, namun beda urusan kalau ada orang lain yang sering menatapnya karena statusnya yang masih sendiri. Itu karena dia masih seorang wanita terlepas dari sikap urak-urakan sebelumnya.
Dia menghela napas kecil sambil memperhatikan sekitar dan berkata, "Andai saja aku tidak terlibat dengan insiden itu, titik balik kehidupanku tidak akan pernah dimulai dan hubungan kami tidak sampai pada ketinggian yang sekarang."
Hubungan yang Su Yueyin maksud adalah seberapa besar kedekatan yang dia miliki dengan satu-satunya pria luar dan tidak terhubung sama sekali dengan kejayaan sembilan Su mereka. Pria yang dimaksud oleh Su Yueyin adalah Yan Xu, pria biadab yang telah memperhitungkan Su Yueyin dalam rencananya saat itu.
Meskipun dia merasa kesal karena diperhitungkan seperti bidak catur, kekesalan Su Yueyin segera berubah karena menurut pemikiran super deduksinya, mungkin sudah menjadi takdir bahwa dia dan Yan Xu akan menjadi pasangan dao.
Tidak hanya dilihat dari bagaimana kedekatan mereka, Yan Xu selalu baik dan menerima Su Yueyin apa adanya tanpa memandang bagaimana dia dari luar. Hal itu saja telah melunakkan Su Yueyin dan membuatnya bergerak maju dan menjadi lebih baik.
Perubahan yang tiba-tiba saat itu dia lakukan bukan untuk mengganti kepribadiannya, melainkan menjadi pribadi yang lebih baik dan apa adanya. Dia yang berwajah dingin maupun urak-urakan, itu semua merupakan bagian yang membentuk pribadi Su Yueyin.
Orang lain mungkin berpikir andai saja dia terlihat seperti sekarang di masa lalu, mungkin saja akan lebih banyak pria yang mulai mendekati hingga dia menemukan pasangan dao yang cocok. Pemikiran seperti itu merupakan kesalahan terbesar karena menurut Su Yueyin, pria yang tidak menerima segala sisi dirinya adalah mereka yang tidak layak untuk diperhatikan.
Seluruh anggota Puncak Angin juga merupakan orang-orang yang baik di mata Su Yueyin. Itu karena mereka tidak membeda-bedakan, di sana hanya ada sarang harimau yang sedang mempertajam taring mereka dan siap menerkam mangsanya kapanpun dan dimanapun.
"Jika dipikir-pikir lagi, orang yang harus aku waspadai terlalu banyak ...."
Su Yueyin tersenyum kecut mengingat bagaimana kedekatan Yan Xu dan para anggota Puncak Angin mengaguminya. Dia sendiri ragu apakah Yan Xu mengetahui hal tersebut karena pria itu sangat tidak peka akan perasaan manusia.
Lebih tepatnya, perasaan suka terhadap dirinya. Su Yueyin merasa bahwa Yan Xu selalu menutup diri dengan sangat keras, tidak membiarkan seorangpun mengetahui celah yang ada padanya, termasuk Su Yueyin sendiri maupun anggota lainnya.
Dia hanya bisa menebak kalau pria itu menyembunyikan luka yang teramat dalam di dirinya dan tidak ingin orang melihat. Jika terlihat sedikit saja, dia yakin Yan Xu akan merasa takut bahwa orang lain menggunakan itu sebagai kelemahannya.
"Pria yang penuh akan kelicikan, tentu saja tidak akan membiarkan orang lain memegang kelemahannya."
__ADS_1
Memikirkan itu, membuat Su Yueyin teringat kembali akan penyakit iblis mental yang diderita oleh Yan Xu. Alis indahnya mengerut, kelopak mata peri itu menyipit seolah-olah sedang berpikir keras.
"Apa aku perlu mendiskusikan tentang penyakit iblis mental Yan Xu kepada Kakak Ketiga?" gumam Su Yueyin pada dirinya sendiri.
Plak!
Dia menepuk kedua pipi menggunakan tangan ramping indahnya dengan gerakan yang lucu. Kepala kecilnya yang bulat bergerak ke kiri dan ke kanan beberapa kali.
"Tidak, tidak bisa. Kalau Kakak Ketiga mendengar ini, dia mungkin akan mengganggu Yan Xu karena sudah memperhitungkan Kakak Keempat dalam rencana biadabnya."
Pikiran, hati nurani dan mulut selalu memberikan jawaban yang berbeda.
Dalam pikirannya, dia harus melakukan itu demi kebaikan Yan Xu. Namun, hati nurani Su Yueyin agak tidak tega karena takut Su Lixuan akan menjadi itu sebagai bahan balas dendam. Sementara mulutnya bilang tidak walau sedikit setuju karena itu demi Yan Xu.
Konflik internal antara memberitahu atau tidak ini saling berbenturan di dalam diri Su Yueyin hingga dia tidak sadar kalau ia telah berada di depan pintu rumah milik saudari ketiga, Su Lixuan.
Membuang jauh-jauh keraguan yang tidak perlu, tangan ramping Su Yueyin hendak mengetuk pintu namun suara seorang gadis dari dalam menghentikannya.
"Aagghhh!!! Lebih keras lagi Weiwei!"
***********
Su Yueyin segera memblokir suara itu dari pendengarannya sambil menyumpah serapahi kelakuan pasangan dao itu. Dia teringat akan pesan Yan Xu untuk melepaskan sebuah kertas yang diberikan kepadanya secara diam-diam dan melemparnya ke sela-sela jendela agar dapat masuk ke ruangan.
Dengan selesainya tugas pertama, Su Yueyin duduk di bangku yang berada di dekat pintu sambil menunggu pasangan dao itu selesai. Sekali lagi dia memikirkan tentang penyakit iblis mental Yan Xu karena kelakuan pasangan dao sialan itu di siang bolong.
Bukan salah mereka jika suaranya bisa terdengar, itu karena kultivasi Su Yueyin semakin dalam dan pendengarannya telah diperkuat. Berkat aura yang berlimpah di Puncak Angin, kultivasi Su Yueyin meningkat drastis tanpa dia sadari walau tanpa harus berlatih dan hanya mengikuti saran dari Kepala Puncak.
Su Yueyin menghela napas lalu berkata, "Sebaiknya aku harus mengajukan permintaan pindah permanen ke Puncak Angin, di sana lebih baik dan nyaman bersama mereka terutama ada dia ...."
Sekali lagi, hati Su Yueyin terasa tersengat listrik ketika pikirannya mulai memikirkan apakah mereka akan seperti pasangan dao sialan itu suatu hari nanti entah itu di pagi, siang hingga malam hari.
Dia menjadi takut karena harus bersuara keras seperti binatang buas saat dimabukkan dalam panas yang menyengat mereka di ruangan tertutup ketika berhubungan antara pasangan dao.
__ADS_1
"Tunggu, jika kami berhubungan, bukankah ada kemungkinan aku akan ... mengandung anaknya? ...."
Pikiran Su Yueyin membayangkan seorang gadis kecil yang sangat cantik bagaikan peri berlari menuju ke arahnya sambil memanggil ibu. Di sebelah terdapat pria yang saat ini masih belum dia sembuhkan penyakit iblis mentalnya juga dipanggil sebagai ayah dan memberikan senyuman hangat kepada mereka— ibu dan anak.
Blush!
Wajah merah Su Yueyin tertunduk dan terdapat asap mengepul di atas kepalanya. Sengatan musim panas di iklim tropis sepertinya telah membuat peri cantik ini menjadi kepanasan hingga seperti sekarang.
...
Sementara Su Yueyin menunggu pasangan dao yang sedang menempa diri mereka melalui pertukaran gerakan di kasur, Yan Xu yang sudah terbangun dari kenangan lama merasakan reaksi di salah satu jimatnya.
Dia segera mengambil kertas jimat itu dan menuangkan sedikit energi qi hingga memunculkan sebuah gambar hologram beserta suara yang ditransmisikan ke dalam kepalanya.
Ketika gambar dan suara ditransmisikan ....
"Buset!"
Gubrak!
Yan Xu langsung terjatuh sampai berguling ke lantai beberapa kali hingga memuntahkan seteguk darah besar karena rasa terkejut yang besar itu telah mengganggu sirkulasi energi qi pada aliran dantiannya.
"Uhuk! Uhuk! Bibi Yueyin ... dosa apa yang telah aku lakukan sampai-sampai— uhuk! uhuk!— teganya kamu membuat Murid terkejut hingga memuntahkan seteguk darah segar!?"
Senyum lebar bengkok muncul di mulut Yan Xu yang penuh darah segar. Salah satu tujuannya hanya untuk mengamati demi antisipasi pertemuan nanti malam, namun Bibi Yueyin tercintanya telah memberikan bahan bakar bagus untuk membuat Yan Xu semakin terdorong mengikatnya ke Puncak Angin.
'Biadab! Benar-benar kelakuan biadab! Kalian bersenang-senang sementara adik juniormu datang berkunjung dengan sepenuh hati?! Sungguh tidak bisa dimaafkan!'
Yan Xu membatin sambil terbatuk-batuk karena masih sirkulasi energi qi nya masih belum diperbaiki. Luapan amarah telah membuat dia lupa untuk segera menekan dantiannya guna memperbaiki sirkulasi energi qi yang kacau.
Dia segera merekam semuanya tanpa ada detil yang tertinggal dan membuat seribu salinan agar tidak perlu khawatir apabila para pelaku tindakan biadab itu mencoba membakar bahan bakar yang dia dapatkan saat ini.
Setelah selesai dengan semua urusan perekaman bahan bakar penting, Yan Xu segera menekan titik dantiannya untuk menenangkan aliran qi yang kacau. Napasnya yang terengah-engah mulai menjadi stabil dan dia segera mengubah ekspresinya yang berawal datar menjadi dingin.
__ADS_1
Sekarang, pikiran seorang lelaki yang memiliki perilaku biadab ini telah distimulasi untuk bertindak lebih keras dibandingkan dengan rencana sebelumnya. Dia sudah bertekad lebih keras untuk mencengkeram erat Su Yueyin ke Puncak Angin dan ketika tekadnya sudah bulat, bahkan Lan Xihe sendiri tidak akan pernah bisa menghentikan Yan Xu.
Matanya sudah dipenuhi api, entah api apa yang ada di dalamnya. Seperti yang diketahui kebanyakan orang, tidak ada api yang menyenangkan di mata pria biadab ini. Beberapa orang harus menanggung biaya mahal ketika api di matanya telah terpicu.