Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Tamu Yang Terlalu Bersemangat Ketika Malam Tiba


__ADS_3

Saat malam, suasana di penginapan begitu tenang dan sangat damai. Hanya ada terdengar suara sedikit pejalan kaki yang lewat, pedagang malam keliling dan beberapa aktivitas di bawah.


Yan Xu duduk bersila di lantai kayu. Setelah bermeditasi selama setengah hari, dia menyadari bahwa metode Qi Gong telah berkembang ke tahap selanjutnya.


Pusat dantiannya memakan lebih banyak energi qi murni maupun vitalitas dari alam membuatnya lebih mudah membagi mereka dalam berbagai kebutuhan.


Dia menghela napas di dalam hati tanpa daya. Nampaknya dia tidak bisa melakukan metode lain untuk menyerap energi qi selain Qi Gong.


Yan Xu memikirkan kalau tubuh ini memang memiliki kecocokan dengan seluruh elemen, namun output yang harus dia keluarkan lebih besar daripada kultivator lain. Jika dia mengkalkulasikan seberapa banyak, setidaknya itu akan menjadi dua hingga enam kali lipat.


Dengan melakukan metode Qi Gong, input energi qi juga vitalitas pada sumber dantiannya bisa menandingi jumlah output yang diperlukan. Berkat itu juga, dia bisa membagi beberapa energi qi juga vitalitas dengan jalur dantian lain, menyembunyikan basis kultivasi dan meningkatkan kultivasinya sedikit demi sedikit.


Metode Qi Gong seharusnya bisa dengan cepat menaikkan poin pengalaman kultivasinya, namun dia tidak melakukan itu karena takut akan menimbulkan kecurigaan dan terus menyimpan mereka untuk kebutuhan mendesak. Ambil contoh dimana dia tidak bisa menyerap energi qi lagi karena terputus dengan alam.


'Jalur kultivasi memiliki berbagai cabang yang perlu ditelusuri lebih jauh. Tidak terburu-buru dan memperkuat basis kultivasi adalah kunci dalam meningkatkan kekuatan. Lagipula aku bukan seseorang yang tidak sabaran.'


Yan Xu dengan sabar terus meningkatkan sedikit demi sedikit, membiarkan guru dan adik juniornya menikmati hasilnya juga, hingga saat mereka lebih kuat, dia bisa memeluk paha siapapun sebagai perlindungan di hari tua atau mungkin santainya?


Ketika Yan Xu masih tenggelam dalam pikirannya, jari telunjuk ramping Lan Xihe menusuk ke pipinya dari atas kasur.


Dia melirik sedikit ke peri berbalut pakaian putih itu sambil berkata, "Ada apa?"


"Wajahmu terlihat sangat serius ..." Lan Xihe menyeringai, "Apakah kamu sedang memikirkan sesuatu yang nakal?"


Yan Xu tersenyum lembut, "Sayangnya, tidak ada yang seperti itu di dalam pikiranku sekarang."


Lan Xihe mendecakkan lidahnya, "Tch, membosankan~ ..." dia berguling beberapa kali di atas kasur, "Bagaimana dengan situasi kita saat ini?"


Yan Xu memikirkan kondisi mereka saat ini. Tidak ada keanehan, mereka juga sudah memasang berbagai macam jenis pelindung, rune juga susunan formasi di setiap sudut ruangan. Jika ada yang aneh, itu adalah penginapan yang terlalu nyaman ini.

__ADS_1


"Kita sedang berada di wilayah Barat, tepatnya satu kilometer lebih dari perbatasan Barat Laut. Seperti yang kamu lihat, tidak ada keanehan selama kita berjalan dan membaur di tiap sudut jalanan. Hanya saja, entah bagaimana caranya anak itu menargetkan kita atau mungkin hanya sebuah kebetulan?"


Lan Xihe mengedipkan kelopak mata indahnya, "Maksudmu, Yaoyao jelas memperhatikan kita saat berbaur?"


Yan Xu mengangguk ringan, "Itu cuma kemungkinan saja. Setiap kejadian ada juga yang namanya kebetulan dan takdir, pertemuan kita juga mungkin sudah ditakdirkan. Tidak ada yang tahu apa yang benar, selama kita berhati-hati itu tidak masalah."


"Hmm ... takdir ya, Xihe mengira kalau suami benar-benar orang yang dapat memperkirakan apapun," Lan Xihe menyeringai sambil merendahkan suaminya.


Yan Xu mengangkat bahu atas ucapan istrinya, "Suamimu bukanlah dewa yang maha kuasa. Aku hanyalah manusia biasa, sama seperti kebanyakan orang."


Lan Xihe mengangguk setuju, "Benar! Kita hanyalah manusia, bukan dewa yang dapat melakukan apapun dan membuat keajaiban. Jadi, jangan terlalu memaksakan diri pada hal yang sulit."


Yan Xu mendongak ke kasur, menatap istrinya yang berada di atas sambil mempertahankan senyum lembut, "Xihe belahan jiwaku, kamu pastinya tahu orang seperti apa suamimu."


Lan Xihe memutar matanya, "Ya, ya, ya, Xihe cuma ingin mengingatkan! Jangan salahkan istrimu, kalau dia sudah mengingatkan dan kamu terjatuh dua kali ke dalam kubangan lumpur."


"Sekali jatuh adalah kecerobohan, dua kali jatuh sama saja menunjukkan ketidakcerdasan orang tersebut— pah!"


Lan Xihe menunjuk ke arah suaminya, "Kamu ... beraninya kamu melakukan ini kepadaku!?" pipinya merah merona.


Melihat itu, Yan Xu bergidik dan tanpa sadar segera berdiri. Keringat dingin dapat terlihat mengalir di keningnya. Dia tersenyum tipis untuk menyembunyikan rasa takut akan dipukuli oleh istrinya.


"I-ini kan cuma ...— aiya! Istriku, sayangku, Xihe manisku!— aiya! Itu sangat menyakitkan!"


Yan Xu segera dibombardir energi qi putih murni dari istrinya. Dia tidak ingin melawan karena takut akan menimbulkan kegaduhan juga perusakan properti di sekitar mereka.


Yan Xu : "Guru benar-benar tidak cocok menjadi seorang istri kalau sifat galaknya masih begini! ༎ຶ‿༎ຶ"


...

__ADS_1


Sementara itu, di bawah.


"—Aiya! Apa yang sedang terjadi di atas?" Yaoyao memandang ke lantai atas yang bersuara dengan kencang.


Bibi Du yang mendengarkan itu segera meletakkan jari telunjuknya ke depan bibir, "Ssstt! Hiraukan dan jangan pernah mengatakan apapun tentang ini!"


Mendengar peringatan Bibi Du, Yaoyao mengangguk dengan patuh seperti anak ayam mematuk tanah, "B-baik, Bibi Du!"


Bibi Du menghela napas, tidak menyangka akan menemukan tamu yang sangat bersemangat ketika malam hari tiba. Padahal mereka berdua terlihat sangat menawan, namun dia tahu bahwa kedua pasangan itu memiliki umur melebihi dia.


"Saat aku muda, pikiranku hanya tertuju pada impian kosong dan akhirnya, aku berakhir dengan penginapan bersama anak ini," gumam Bibi Du yang sedang menyiapkan makan malam untuk tamu mereka.


Yaoyao yang sedang membantu dengan semangat berkata, "Bibi Du tidak perlu berkecil hati! Meskipun Bibi Du buja— aiya! Kenapa Bibi memukuli kepalaku dengan sendok sup!?"


Bibi Du menyeringai tajam, pada pupil matanya terdapat api yang berkobar membara, "Yaoyao, kamu tidak boleh membahas tentang umur juga status hubungan kepada wanita lain. Itu juga berlaku kepada setiap tamu wanita yang ada."


"Mengapa demikian, Bibi Du?" Yaoyao memiringkan kepala kecilnya.


"Karena ..." Bibi Du segera berhenti dan melihat ke atas. Suaranya telah berhenti dan terdengar suara langkah kaki.


Itu adalah suara langkah kaki dari pasangan dao yang menawan. Pria yang berdiri di belakang wanita terlihat menggosok punggungnya. Sedangkan wanitanya, dia berdiri dengan tegak berbalutkan kain putih yang indah.


Melihat kedua tamu akhirnya turun pada jam makan malam, mereka segera berhenti mengobrol dan melanjutkan pekerjaan di dapur seakan tidak terjadi apa-apa.


"Maaf telah membuat keributan di atas," Lan Xihe menundukkan kepalanya sedikit ke arah pemilik penginapan, Bibi Du.


Bibi Du segera menjawab sambil tersenyum canggung dan melambaikan tangannya ke arah mereka, "Tidak perlu meminta maaf, Nyonya. Itu adalah hal yang biasa, tidak perlu dipikirkan."


Lan Xihe tersenyum tipis, "Terima kasih banyak, Bibi Du."

__ADS_1


Bibi Du hanya tertawa bisnis sambil menggaruk punggung kepalanya. Sedangkan Yaoyao hanya memperhatikan dengan diam dari samping, mengerjakan sisa tugas untuk menyiapkan makanan kepada para tamu itu.


__ADS_2