Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Menyukai Semua Bagian


__ADS_3

Situasi yang awalnya sejuk berubah menjadi sedingin es. Tidak ada yang berani mengatakan apapun secara sembarangan. Bahkan, suara embusan angin lewat dapat terdengar karena kesunyian di antara mereka.


Su Weiyan yang sudah mempersiapkan mentalnya berdeham sekali lalu membuka diskusi mematikan itu.


"Uhm, saatnya kita membahas bagian kompensasi bagi para murid dan Puncak Angin."


Ekspresi wajah Lan Xihe juga Yan Xu terlihat biasa-biasa saja di luar, namun di kedalaman lubuk hati mereka masing-masing sudah melompat-lompat dan bertepuk tangan dengan meriah.


Su Weiyan mengeluarkan sebuah gulungan perkamen yang tebal dari kantung penyimpanan dimensinya. Itu adalah gulungan perkamen yang terbuat dari kulit kambing dewasa dan sangat mudah dalam menerima energi qi dalam menuliskan catatan di permukaan kertasnya.


"Senior Xihe, silakan bicara terlebih dahulu, Junior akan mendengarkan pendapatmu."


Su Weiyan mempersilahkan Lan Xihe bicara terlebih dahulu, agar negosiasi ini lebih lancar. Namun, di luar perkiraan Su Weiyan, Lan Xihe memindahkan hak bicaranya kepada Yan Xu.


"Untuk kompensasi apa saja yang kami inginkan, aku akan menyerahkan itu kepada murid ku."


Yan Xu yang mendapat dukungan penuh dari Lan Xihe, maju dengan senyuman hangat namun tangannya masih menekan bagian dadanya seolah-olah sedang sakit keras.


"Dengan izin dari Guru, Murid akan langsung saja ke intinya. Puncak Angin sangat miskin akan fasilitas dan sarana untuk berkultivasi. Jadi kami ingin meminta bangunan paviliun empat buah. Paviliun ini akan terletak sesuai arah empat mata angin, utara, selatan, barat dan timur."


"Paviliun utara adalah tempat peristirahatan guru, juga memiliki aula utama yang berperan dalam pusat perkumpulan penting anggota Puncak Angin. Setiap pertemuan penting akan di adakan pada paviliun utara."


"Paviliun Barat adalah tempat kediaman bagi para tetua yang bergabung dengan Puncak Angin, walaupun kami masih belum memilikinya sekarang. Di masa yang akan datang, tidak menutupi kemungkinan bahwa akan ada tetua potensial yang menarik minat Guru."


"Paviliun timur akan menjadi kediaman para murid dan juga tamu. Paviliun timur akan menjadi bangunan terbesar kedua setelah paviliun utara karena wilayah bagi murid dan tamu akan dibedakan."


"Yang terakhir adalah paviliun selatan. Tempat ini akan menjadi wilayah khusus dalam latihan, menempa berbagai pil maupun senjata dan gudang penyimpanan senjata hingga artefak maupun perpustakaan. Pada dasarnya, tempat ini khusus hanya untuk berlatih dan belajar. Tentunya halaman di bagian paviliun selatan harus luas dan di tengahnya ada adalah halaman kosong sebagai tempat para anggota berlatih tanding juga latihan rutin mereka."


Su Weiyan masih diam dan mencatat semua yang dikatakan Yan Xu pada gulungan kertas perkamen yang ada di tangannya menggunakan energi qi.


"Pada bagian perencanaan anggaran, pengisian fasilitas dalam paviliun dan juga model bangunan sudah murid jabarkan di catatan ini ..." Yan Xu mengeluarkan gulungan kertas perkamen tebal dan melemparnya ke Su Weiyan.


"Hanya itu saja untuk kompensasi Puncak Angin, pada bagian Murid, Murid tidak akan meminta apapun selama permintaan kecil tadi dipenuhi. Murid yakin bahwa Kepala Sekte sangatlah adil dan dapat melihat gambaran besar dalam hal ini."


Setelah selesai, Yan Xu menangkupkan kedua tangannya. Saat dia berjalan mundur, tubuhnya tiba-tiba sempoyongan dan ketika ia hendak jatuh, sebuah tangan energi menopang tubuhnya dengan lembut.


Yan Xu tersenyum tak berdaya, berbalik ke arah Lan Xihe sambil berkata, "Maaf, Murid sudah menyusahkan Guru lagi."

__ADS_1


Matanya menunjukkan tatapan yang tak berdaya, seolah-olah berkata, 'Murid tidak mempermasalahkan luka ini. Asalkan Puncak Angin kita dan Guru bisa mendapatkan manfaat, luka ini bukanlah apa-apa.'


Melihat itu, Su Weiyan menggelengkan kepalanya. Tidak pernah terpikirkan bahwa Senior Lan Xihe yang galak akan mendapatkan murid tertua sebaik Yan Xu. Bahkan di Puncak Surgawi yang katanya merupakan bagian terbaik dari Sekte Abadi Luo, sebenarnya hanyalah nomor tiga setelah kediaman Kepala Sekte.


Tempat yang memiliki lingkungan terbaik untuk berkultivasi di wilayah Sekte Abadi Luo adalah Puncak Angin yang selama ini tidak dikenal banyak orang! Bahkan, Su Weiyan pernah bersujud untuk menumpang berkultivasi beberapa kali.


Namun, dia dipalak oleh pemilik puncak untuk membayar dengan harga mahal, tentu saja pemilik puncak tersebut tidaklah lain dan bukan adalah Lan Xihe!


'Tidak heran kalau Senior yang merupakan orang paling galak di dunia menjadi lemah lembut, bahkan sangat menyayangi muridnya. Seperti kata pepatah, air susu 'kan dibalas dengan air susu juga dan baja masih bisa dilunakkan dengan kelembutan kulit domba!'


Setelah Su Weiyan selesai dengan pencatatannya dan tidak ada lagi protes dari Lan Xihe, mereka semua dibawa terbang ke titik awal Hutan Kekacauan, dimana tunggangan para tetua sudah menunggu.


Tidak lupa juga, dia sudah memberi kabar kepada para tetua yang melakukan pencarian bahwa mereka dapat berhenti sekarang. Dia juga memberikan laporan situasi kepada Kepala Sekte, sisanya mereka akan berbicara secara pribadi di kantornya.


...


Saat ini, mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Sekte Abadi Luo menggunakan tunggangan masing-masing.


Dari enam buah tunggangan, hanya angsa putih milik Lan Xihe yang memiliki tingkat kelangkaan legendaris. Di atas punggungnya, angsa putih sedang membawa empat orang bersamanya.


Keempat orang itu adalah Lan Xihe, Yan Xu, Wang Jia Li dan Su Yueyin.


Dari jauh, Su Weiyan mengirimkan sebuah transmisi suara kepada Yan Xu sambil tersenyum hangat, "Keponakan Yan Xu, bisakah kita bicara?"


"Tentu, Paman Weiyan," jawab Yan Xu dengan nada yang tulus.


"Su Weiyan bertanya dengan nada acuh tak acuh, "Saat aku melihat susunan formasi pedang energi yang kamu tinggalkan, ada beberapa keunikan pada masing-masing pedang energi yang terlihat sama."


"Dari yang aku lihat, kamu sepertinya menggunakan teknik pengolesan ramuan pada pedang energi sebelum menggunakannya sebagai fondasi dari susunan formasi."


"Terlebih lagi, itu juga bisa menimbulkan aroma wangi sebagai pengalihan yang bagus, namun itu juga bisa digunakan sebagai alat bantu untuk melihat di sekitar formasi dari jarak jauh."


"Ngomong-ngomong, bahan ramuan apa yang kamu oleskan pada pedang energi yang aku temui sebelumnya?"


'Hoo ... apa kamu ingin menggunakannya untuk mengintip istrimu saat mandi? Pak Tua, kamu terlalu mesum! Yah, tidak ada salahnya berbagi demi gambaran besar yang ada di masa yang akan datang nanti.'


Yan Xu mempertahankan senyum hangat palsunya sambil berkata, "Murid menggunakan beberapa bahan obat beracun. Dengan mengekstrak racunnya terlebih dahulu selama tiga hari dua malam, khasiat yang asli dari bahan obat tersebut akan menunjukkan tampilan yang sebenarnya."

__ADS_1


"Tidak sampai di situ, ampas dari ekstrak bahan obat juga digunakan untuk memperkuat daya formasi untuk melakukan pemantauan jarak jauh."


"Jika Paman Weiyan berminat, Murid akan memberikan catatan bahan hingga cara pengolahannya setelah beberapa hari memulihkan diri."


Su Weiyan mengangkat salah satu alisnya, "Benarkah? Kalau begitu aku tidak akan menolak tawaran baikmu. Nak, kamu benar-benar murid juga keponakan yang baik dan sangat pengertian! Di masa depan, Paman merasa kita harus lebih akrab lagi satu sama lain."


"Murid akan menantikannya, Paman Weiyan." Setelah jawaban singkat itu, Yan Xu tidak berbicara lagi. Dia juga hampir mengatakan perasaan jijik dan ketidakinginannya dalam lebih dekat dengan orang tua mesum bau tanah itu.


Terlebih lagi, Su Weiyan adalah orang yang licik dan teliti. Dia benar-benar meremehkan salah satu anggota Sembilan Su karena sering melihat kecerobohan dari murid termudanya. Namun, setelah melihat bagaimana Su Weiyan menangani masalah yang ada, penilaiannya kembali berubah.


Sementara dia masih diam, sebuah transmisi suara kembali datang dari Su Weiyan.


"Nak, bagaimana menurutmu tentang Wang Jia Li?"


Yan Xu mengerutkan alisnya, "Apa maksud Paman Weiyan? Murid sama sekali tidak mengerti."


Su Weiyan terkekeh geli, "Kamu tidak bisa menyembunyikan cerita ketampanan abadi menyelamatkan kecantikan peri abadi, Nak! Dari ceritanya, sudah jelas kamu memiliki peran penting dalam menyelamatkan hidupnya!"


"Tidak perlu malu-malu! Di sini hanya ada kita berdua, paman dan keponakannya! Bagian mana yang kamu suka dari Wang Jia Li sampai rela membantunya dengan nyawamu sebagai taruhan!?"


"Atau mungkin ... bagaimana bibimu? Aku lihat kalian juga memiliki hubungan yang dekat. Saat kamu hampir jatuh tadi, tiga wanita cantik bak peri bergerak ingin menopang tubuhmu!"


Yan Xu hanya tertawa bisnis, dia tidak menjawab ataupun menyangkal.


'Seperti yang aku kira! Pak Tua ini benar-benar mesum! Aku tidak boleh dekat-dekat dengan orang seperti ini! Jika tidak, Guru akan membunuhku!'


Yan Xu berteriak dan mengutuk dengan keras di lubuk hati terdalamnya. Walaupun begitu, dia masih berpikiran secara rasional untuk mempertahankan setidaknya status quo terhadap Su Weiyan demi gambaran besar di masa depan. Jadi, dia dengan enggan menjawab pertanyaannya setelah berpikir dengan keras.


"Murid menyukai semua bagian dari ketiganya."


Mendengar jawaban itu, mata Su Weiyan melebar dan ia juga menjatuhkan rahangnya. Setelah beberapa saat, dia segera pulih dari keterkejutannya dan mengacungkan jempolnya kepada Yan Xu dengan senyum bangga.


...----------------...



Ilustrasi Wang Jia Li hasil gambar sendiri karena tidak ada yang cocok, untuk Xiu Ruolan masih saya pikirkan.

__ADS_1


Kepada siapapun yang sudah merekomendasikan, memberikan like, vote, review, komentar maupun mengikuti hingga saat ini, saya ucapkan terima kasih banyak!


__ADS_2