
Di pertengahan jalan menuju ke paviliun timur, dua sosok muncul dari kejauhan namun tidak dapat dideteksi oleh kelima orang lainnya.
Wang Jia Li yang berdiri di depan saudari ketiganya yang merupakan sesama murid langsung Kepala Puncak. Dia mencoba membujuknya dengan sungguh-sungguh, "Saudari Ketiga, mengendap-endap seperti ini sangat tidak sopan. Ayo, sudahi saja. Kalau kita ketahuan, aku akan membuat kamu menanggung semua hukuman dari Kakak Senior!"
Xiu Roulan yang baru saja dibujuk oleh saudari keduanya, memutar matanya dan cemberut. "Bukankah gara-gara kamu yang mengatakan semua jawaban Adik Junior tanpa pikir-pikir panjang membuat kita sampai kemari? Lagipula, kalau Kakak Senior tahu, paling hukuman pukul pantat karena sudah nakal menyelinap di urusan yang berbahaya. Jangan bilang ... kamu takut pantatmu kena pukul?— ptooey! Bukankah kamu bersama Adik Junior pernah dihukum seperti itu oleh Kakak Senior gara-gara ketahuan ingin mengintip dia mandi!?"
Xiu Roulan memuntahkan segalanya dan meraih bahu Wang Jia Li lagi. Kemudian dia segera mendorong saudari keduanya untuk bergerak lebih jauh lagi.
Keduanya berubah menjadi bayangan dan menghilang lebih jauh ke dalam keheningan, berbaur dengan alam tanpa membuat gerakan yang sia-sia.
Wang Jia Li tidak bisa berkata karena wajahnya yang merah saat mengingat kala dia sedang dikerjai oleh Ye Miao'er yang berpura-pura ingin mengintip Yan Xu sedang mandi. Dikarenakan moralitasnya, dia mencoba untuk menghentikan kelakuan bengkok adik juniornya.
Sialnya, ternyata dia ingin menyeret Wang Jia Li sebagai kambing hitam. Untungnya, Yan Xu dengan adil menghukum mereka karena pada akhirnya mereka tetap melakukannya akibat rasa penasaran. Setelah mendapatkan hukuman itu, setidaknya mereka tidak bisa duduk dengan benar selama tiga hari dua malam.
Berniat ingin sampai lebih dulu, mereka mempercepat langkahnya menuju ke zona netral paviliun timur, seperti yang dikatakan Ye Miao'er kepada mereka sebelum berangkat mendampingi Yan Xu.
Setelah menempuh jarak kurang dari seribu kaki— kira-kira 300 meteran—, mereka tidak punya pilihan selain berhenti lagi.
Kedua sosok mereka muncul di antara kabut yang tiba-tiba muncul di sekitar wilayah zona netral paviliun timur. Mereka mulai mengamati situasi di depan mereka.
"Susunan formasi ini dibuat dengan sangat indah dan teliti," puji Wang Jia Li. "Batas-batas susunan formasi tampaknya menyatu dengan lingkungan. Mereka hanya kasar di tepinya, namun itu hanya sebagai pengalihan agar orang lain berpikir kalau formasi ini memiliki kekuatan spiritual yang sangat rendah."
__ADS_1
"Eh?" Xiu Roulan memiringkan kepalanya, menyebabkan rambut kuncirnya bergoyang.
Dia melihat lebih dekat dan dengan acuh tak acuh berkata, "Itu kan hasil kreasi milik Kakak Senior yang kita semua tahu, kalau dia yang paling buruk dalam mengatur susunan formasi. Tidak bisakah kamu dan aku menangani keterampilan terburuk miliknya? Mari kita masuk ke dalam susunan. Lihat wajah enggan mu itu, apa kamu tidak mau menonton pertunjukan? Apakah kamu masih memiliki semangat agar novel kesayanganmu itu lanjut lagi?"
Setelah berhadapan langsung dengan ancaman saudari ketiganya, Wang Jia Li langsung mengaku kalah, "Ya, ya, tentu saja, akan ku lakukan sampai akhir. Jarang melihat Saudari Ketiga terlalu ngotot begini."
Mendengar itu, wajah Xiu Roulan memerah dan segera melompat turun. Dia berjalan ke depan terlebih dahulu agar Wang Jia Li tidak melihatnya.
"Lupakan! Aku yang akan berjalan di depan. Jika terjadi sesuatu, aku dan kamu akan bertanggung jawab sama rata."
Wang Jia Li menghela napas saat dia menyerah pada 'pelecahan tirani' Xiu Roulan. Dia melompat turun dari awan terbang dan menggenggam tangannya di belakang punggung saat berjalan maju, sambil mengamati sekeliling saat pikirannya mengembara.
Wang Jia Li memikirkan apakah dia bisa membatalkan susunan formasi yang ada. Sebenarnya, dia memiliki bantuan dari sistem untuk menguraikan formasi yang ada.
Selain itu, dia juga memikirkan seperti apa jadinya jika mereka benar-benar bertemu dengan kelima orang yang sedang melakukan pertunjukan itu. Pasti akan sangat canggung dan yang pasti, mereka akan mendapatkan hukuman dari Yan Xu.
Apa lagi ....
'Ada kemungkinan 80% bahwa kami akan ketahuan oleh sesama anggota puncak. Apakah Kakak Senior akan menghukum kami lebih keras dibandingkan saat bersama dengan Adik Junior? Apa yang harus kami lakukan saat ketahuan nanti!?'
"Lebih cepat lagi!" Xiu Roulan yang awalnya berada jauh di depan, kembali ke belakang Wang Jia Li dan menendang pantatnya untuk bergerak lebih cepat. "Jika kamu terus-terusan bergerak lambat seperti itu, kita akan segera ketahuan dan dihukum setelahnya!"
__ADS_1
"—Aiya!— Ja-jangan terburu-buru. Kita harus berhati-hati dengan susunan formasi yang ada."
Wang Jia Li dengan cepat mencari gerbang kehidupan dari susunan formasi itu berada. Karena itu, sekarang dia yang berada di depan, sementara Xiu Roulan yang masih kurang paham dengan formasi di domain Xuanyuan berada di belakang.
Namun, Wang Jia Li dengan cepat berhenti lagi. Dia mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat agar Xiu Roulan berhenti berjalan.
"Eh? Susunan formasi berantai?"
Wang Jia Li ingin menangis di dalam hatinya. Menggosok dagunya, dia menghela napas dan berkata, "Meskipun susunan ini terlihat sederhana dari luar, fakta kalau kumpulan formasi sederhana bisa membentuk rantai yang saling terhubung satu sama lain. Ini menandakan bahwa kita memang berada di jalur yang tepat."
"Terlalu bertele-tele!" Xiu Roulan cemberut dan kemudian bergerak tiga langkah di depan saudari keduanya.
Dia memperluas kesadaran ilahinya dan dengan cepat mencari jalan keluar dari susunan formasi. Dengan singkat, dia berkata, "Ikuti aku."
Wang Jia Li tersenyum tak berdaya dan mengikuti di belakang saudari ketiganya. Dalam hatinya, dia bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan jika situasinya berubah menjadi berantakan nanti.
Pada saat yang sama, di gerbang kehidupan lebih dari lima kilometer jauhnya dari mereka berdua yang terjebak di formasi ilusi ....
Yan Xu yang memimpin jalan berhenti sejenak sebelum memasuki gerbang kehidupan dan mengerutkan keningnya. Ekspresinya segera berubah menjadi ramah kembali, dia berbalik untuk mempersilakan mereka bertiga yang sedang mengikuti sebagai ramah tamah.
Dia merasa ada yang tidak sengaja memasuki formasi ilusi berantai, tapi tidak mengatakan apapun kepada adik juniornya.
__ADS_1
'Bukankah ini sudah lewat jam malam? Kami juga telah memberikan instruksi agar tidak mendekati wilayah ini supaya mereka tidak terjebak. Tidak, ini bukan jaga malam. Apa mungkin itu Adik Kedua dan Adik Ketiga? Apa yang mereka lakukan di saat-saat berbahaya begini!? Kalau mereka ketahuan dan dijadikan sebagai sandera tambahan, bisa gawat nanti!— haih!'