
Mereka telah keluar dari wilayah benua selatan, ekspresi semua orang menjadi lebih tenang dan kecepatan mereka lebih tinggi dari sebelumnya.
Di atas punggung angsa putih, Lan Xihe yang berada di depan sedang menatap dengan serius jendela antarmuka sistemnya.
"Pemberitahuan! Terdapat satu murid potensial lagi di dekat Host!"
Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut saat melihat pemberitahuan itu. Masalahnya adalah ketika dia menerima Wang Jia Li sebagai murid langsung, pemberitahuan itu terus muncul hingga sekarang.
'Dimana calon murid keempat ku? Apakah itu kejutan yang dimaksud dari Murid Nakal?' Lan Xihe hanya bisa bertanya-tanya, apakah kejutan yang dimaksud oleh Yan Xu adalah calon murid keempat ini.
Lan Xihe segera menghilangkan berbagai macam pertanyaan yang ada di benaknya. Dia kembali melihat ke fungsi menu sistem.
'Buka menu potensi murid.'
\=\=\=
Yan Xu (Loyalitas : 20,0000051%)
Fisik : ???/10
Akar : ???/10
Pemahaman Dao : ???/10
Keberuntungan : 0/10
«Sistem tidak pernah menyarankan murid nakal bin ampas ini sebelumnya!(눈‸눈)»
Ye Miao'er (Loyalitas : 70%)
Fisik : 9,9/10
Akar : 10/10
Pemahaman Dao : 9,9/10
Keberuntungan : 10/10
__ADS_1
«Sistem menyarankan agar murid ini menjadi murid bungsu dalam hierarki ಠ∀ಠ»
Wang Jia Li (Loyalitas : 60%)
Fisik : 10/10
Akar : 8,8/10
Pemahaman Dao : 9,7/10
Keberuntungan : 3,14/10
«Sistem mendeteksi bahwa murid ini benar-benar memiliki fisik yang sangat kuat, disarankan kepada Host memberikan pengajaran terhadap teknik yang lebih melibatkan fisik dan dao bawaan murid ಠ∀ಠ»
\=\=\=\=
Dia mengingat kembali bahwa sebenarnya yang dia cari adalah Miao'er pada saat pertama kali bertemu dengan Yan Xu. Namun, dia melihat bahwa anak itu memiliki daya tariknya tersendiri, dia bahkan tidak takut mati walaupun sikapnya agak konyol. Itu juga lebih menyenangkan saat dia berada di sekitar, suasana lebih terasa hidup.
Dan sekarang, anak itu benar-benar telah memikat hati para calon adik juniornya untuk bergabung ke Puncak Angin. Dengan kata lain, Yan Xu benar-benar sangat penting dalam fondasi menyelesaikan misi mengumpulkan sembilan murid luar biasa.
Murid Nakal memang masih agak abu-abu dengan catatan potensinya, namun dia memiliki pemahaman yang nyata. Bahkan dia bisa lebih memahami sesuatu yang diajarkan oleh gurunya, dimana ajaran itu berasal dari sistem. Orang ini benar-benar monster yang tersembunyi di dalam kubangan lumpur.
Apakah Lan Xihe menyesal karena menerima dia? Tentu saja, dia setengah menyesalinya!
'Siapa yang tidak akan menyesal setelah menerima murid nakal seperti Yan Xu? Bahkan, setelah bergabung beberapa bulan saja dia sudah membuat kepalaku pusing!'
Meskipun begitu, dia masih tetap bertahan hidup dan menendang sangat keras untuk membalas dendam atas hal yang merepotkan yang ia rasakan. Hal itu membuat Lan Xihe tersenyum tak berdaya. Dia harap, sifat Yan Xu yang masih memikirkan Puncak Angin tidak pernah hilang seiring berjalannya waktu.
'Hati manusia tidak dapat dibaca oleh sistem.'
Itu adalah kelemahan fatal dari sistem. Dia memang bisa menjadi lebih kuat dan menapaki jalur keabadian lebih cepat dari yang lain, namun dia tidak bisa memprediksi bagaimana orang lain akan memperlakukannya.
Dia selalu merasa bahwa suatu saat nanti mereka akan mengkhianatinya. Sehingga Lan Xihe masih ketakutan untuk membuka dirinya lebih dari saat ini. Lan Xihe saat ini, tidaklah lebih dari setengah dirinya yang asli.
Namun, kasih sayangnya terhadap semua murid tidak setengah-setengah. Dia benar-benar mendidik mereka dengan sepenuh hati. Terkecuali Yan Xu, itu karena dia terkadang lebih bersemangat memukuli Yan Xu agar dapat panen koin yang nantinya digunakan pada fungsi undian sistem daripada mengajarinya.
'Sepertinya, aku harus sedikit memanjakan dia nanti. Kalau dipukuli terus, bisa-bisa dia kabur dan sumber pendapatan koin terbanyak ku akan hilang!'
__ADS_1
Dari semua, dia pikir bahwa ia telah memanjakan anak itu. Namun, sekali lagi murid nakalnya menunjukkan bahwa dialah yang sebenarnya telah dimanjakan. Bagaimana itu tidak terlihat jelas? Murid Nakal hanya meminta kompensasi demi Puncak Angin miliknya, tanpa meminta lebih.
Memikirkan betapa berdedikasi nya Yan Xu dan bagaimana sistem menilai persentase loyalitasnya, tidak bisa membuat Lan Xihe menjadi tidak bingung. Dia jelas sekali tidak setia, tapi selama ini dia selalu menguntungkan Puncak Angin.
Dari persentase yang kecil, muncul sebuah kecurigaan. Memulai atas dasar kecurigaan, akan berlanjut ke arah ingin tahu yang berlebihan. Namun, semakin dia tahu, semakin aneh emosi yang mengganjal di hatinya.
'Mengapa kamu seperti ini kepada gurumu sendiri, Murid Nakal?!' hatinya tak bisa berhenti bertanya-tanya.
Semakin hari dia memikirkannya, tidak pernah ada jawaban yang muncul. Jadi, dia memutuskan untuk ikut bermain dalam plot Murid Nakal dan akan sering memukulinya ketika butuh koin.
Ya, baginya Murid Nakal adalah tambang koin dan magnet para calon murid potensial. Jadi, meskipun suatu hari nanti sembilan murid potensial yang sebenarnya sudah terkumpul, Yan Xu akan tetap menjadi kakak tertua mereka.
Dia juga tidak akan membuang Yan Xu yang sudah banyak berjasa hingga sepertiga murid potensial sudah dikumpulkan oleh murid nakal itu sendirian. Setidaknya, hanya itu yang dapat ia lakukan sebagai guru dan tanda terima kasih.
...
Ketika Lan Xihe masih tenggelam dalam pemikirannya, suara Yan Xu dari belakang menyadarkannya pada kenyataan.
"Guru, apakah kompensasi yang dikatakan oleh Murid sudah memenuhi keinginan Guru?"
"...."
"Jika Guru merasa kurang, Murid akan menggunakan sisa kompensasi yang belum diminta untuk memuaskan Guru," Yan Xu diam-diam memperlihatkan senyum licik kepada Lan Xihe.
'Seberapa kali aku memikirkannya, ternyata dia memang hanyalah murid yang nakal?' pikir Lan Xihe.
Lan Xihe berjalan ke arah Yan Xu. Mulut kecilnya menunjukkan senyum hangat dan dia menepuk kepala yang lebih tinggi darinya sambil berjinjit dengan lembut, "Kamu sudah melakukan negosiasi yang bagus."
"Aku paling mengenal sifat Su Yinfeng, dia tidak akan menyetujui permintaan yang hanya bermodalkan kata-kata saja. Kamu sudah memberikan berbagai macam pertimbangan dan gambaran besar untuk ke depannya."
"Kamu dapat yakin bahwa Guru merasa puas. Ah! Tentu saja apabila Su Yinfeng berani menolak, setidaknya Guru akan mematahkan beberapa tangan maupun kaki dari setengah anggota Puncak Surgawi."
"Hiiek!" Mendengar itu, Su Yueyin mengeluarkan pekikan yang agak lucu. Rambut hitam panjangnya berkibar di udara dan ekspresi wajah dingin itu dipenuhi rasa trauma yang berlebihan.
Melihat itu, ketiga orang lainnya tertawa. Sementara orang lain yang tidak berada di tempat yang sama, mereka hanya dapat melihat ilusi di atas punggung angsa putih. Itu karena Lan Xihe sudah memasang ratusan lapis dinding penghalang di sekitar mereka.
'Menjadi seorang guru adalah impian yang belum bisa aku capai pada kehidupan sebelumnya, walaupun aku memiliki satu murid yang aneh saat itu. Terkadang, Murid Nakal mengingatkan aku akan betapa anehnya dia.'
'Mungkin, itu juga salah satu alasan mengapa aku menerimanya sebagai murid tertua. Takdir maupun karma memang sangat lucu, bahkan penggila fungsi sistem gacha sepertiku diberikan tambang koin yang memiliki sifat aneh juga sangat nakal!'
Lan Xihe hanya bisa tertawa terbahak-bahak di dalam hatinya. Guru dari sembilan murid potensial yang akan menggentarkan langit dan bumi ternyata memiliki pemikiran yang seperti itu terhadap para muridnya.
Perjalanan ini terus berlanjut selama tiga hari dua malam hingga akhirnya mereka kembali ke sekte, namun tidak semua orang langsung pergi ke puncak masing-masing. Termasuk Lan Xihe yang harus pergi ke kantor Kepala Sekte bersama dengan murid barunya, Wang Jia Li. Sementara itu, Yan Xu sudah berada di Puncak Angin terlebih dahulu.
...----------------...
__ADS_1
Ilustrasi Wang Jia Li.