Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Mengingat Kembali Sifat Asli Jiang Nalan


__ADS_3

Tuk tuk tuk ....


Yan Xu mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuk sambil meletakkan dagu di atas punggung tangan kanannya.


Wajah tampan dengan aura keabadian itu terlihat sedang merenung, seolah-olah mengingat kembali kejadian yang telah lama berlalu.


"Sifat asli ... Jiang Nalan ...."


Gumaman Yan Xu terlalu kecil, namun masih dapat terdengar beberapa kata dan nama 'Jiang Nalan' di dalamnya.


Dia memejamkan kedua matanya secara perlahan, lalu memusatkan pikiran akan ingatan yang ia simpan saat pertemuan pertamanya dengan gadis itu.


...


Dua minggu berlangsung setelah Yan Xu dan Ye Miao'er resmi menjadi anggota Puncak Angin yang dipimpin oleh Lan Xihe.


Mereka selalu mengadakan jadwal latihan secara rutin seperti biasanya dengan sangat ketat dan keras, sesuai watak ajaran Lan Xihe.


Saat ini, Yan Xu di tengah pelatihan dalam seni berpedang tanpa fondasi apapun. Gurunya— Lan Xihe mulai mengajarkan dia dasar dalam menguasai ilmu berpedang.


Yan Xu memegang erat sebuah pedang kayu dengan kedua tangannya, sementara Lan Xihe akan menyerang dari depan menggunakan pedang putihnya yang masih disarungkan.


"Siap?" tanya Lan Xihe sambil mengambil posisi pembukaan, bersiap menyerang Yan Xu dengan niat membunuh seperti predator buas kelaparan.


Yan Xu meneguk ludah sambil mengangguk, "Silakan datang kapanpun, Guru!"


"Sesuai keinginanmu,— haa!"


Lan Xihe mulai menyerang Yan Xu dengan lintasan tebasan pedang yang sama dengan kekuatan yang ia sesuaikan. Begitu Yan Xu dinilai cukup, daya serang akan bertambah semakin kuat dari waktu ke waktu.


Plak! Bruk!


Setelah beberapa puluh kali tebasan, gerakan Yan Xu masih sangat kaku dalam bertahan menyebabkan serangan Lan Xihe yang mendadak merubah lintasan mengenai lengan kanannya.


Dengan begitu, lengan yang menggenggam pedang kayu kehilangan pegangannya. Membuat pedang kayu itu terlempar beberapa meter dari posisi Yan Xu berdiri.


"—Ugh!" Yan Xu sedikit mengerang dan merasakan sakit pada bagian pundak lengannya.


"Salah! Sudah lebih dari ribuan kali kita mengulang pelajaran dasar ini, tapi gerakanmu masih sangat kaku!" teriak Lan Xihe dengan penuh semangat mengajar.


Lan Xihe membenarkan posisinya ke postur semula, lebih tepat untuk dikatakan bahwa dia mencontohkan kembali postur pembukaan untuk dasar ilmu berpedang yang sedang ia ajarkan, sementara Yan Xu harus memperhatikan setiap gerakan sambil melakukan gerakan bertahan.


Memar biru dapat terlihat di sekujur tubuhnya, dia juga sudah banyak kehilangan napas. Sirkulasi udara yang keluar-masuk ke tubuh Yan Xu agak kacau setelah menerima kerusakan dari serangan Lan Xihe.


Meskipun terlihat jelas babak belur, semangat Yan Xu untuk belajar masih belum padam. Setidaknya, sampai dia harus bisa melakukan serangan balik pada gurunya sekali.


Yan Xu berjalan perlahan menuju pedang kayu yang terlempar tidak jauh darinya. Setelah mengambil kembali pedangnya, Yan Xu kembali mengambil posisi bertahan dengan tatapan tajam lurus ke arah Lan Xihe.


Tatapan itu seolah-olah berkata, 'Serang aku!'


Melihat itu, Lan Xihe tersenyum lebar dan semangatnya untuk mengajar telah meningkat lebih dari sebelumnya.


"— Datang!"


Hanya dengan peringatan singkat itu, Lan Xihe menerobos ke depan dengan kecepatan tertinggi sesuai dengan yang dapat dilihat oleh Yan Xu.


"Tebasan pertama!"


Lan Xihe menggunakan pola tebasan sama seperti yang sudah ia lakukan sebelumnya.


"—Hmph!"


Yan Xu melakukan pertahanan dengan sekuat tenaga hingga saat permukaan pedang kayunya dan sarung pedang Lan Xihe saling bertemu—


Buk!


Satu tebasan itu menyebabkan embusan angin yang sangat kuat bagi Yan Xu, membuat dia harus terdorong mundur dan menciptakan sebuah parit dalam dengan jarak sejauh 1,5 meter dari posisi awal.


Tidak sampai disitu saja, Lan Xihe kembali melanjutkan serangannya.


"Cukup Baik! Bagaimana dengan ini, hum!"


Serangan kedua masih menggunakan lintasan tebasan yang sama.


Yan Xu segera bergerak sedikit ke samping, memperkuat pegangannya pada gagang pedang dan mempersiapkan berat pijakannya.


Di tengah jalan, lintasan pedang yang seharusnya mengarah ke bagian samping perut berbelok arah ke leher Yan Xu.


Sudut mulut Yan Xu terangkat sedikit, "Kali ini— tidak akan mudah seperti sebelumnya!"


Yan Xu melapisi permukaan tubuhnya dengan energi qi, mempercepat gerakan tubuhnya untuk berpindah ke postur bertahan yang tepat.


"— Sayangnya, masih terlalu cepat jutaan tahun untukmu."


Setelah mengatakan itu dengan dingin, Lan Xihe juga memberikan sedikit tambahan pada gerakannya dengan menendang bagian samping tubuh Yan Xu.


"Ugh!" Pergantian postur bertahan Yan Xu menjadi kacau dan tebasan itu semakin cepat mengarah ke lehernya.


Kehabisan metode lain, Yan Xu melemahkan lutut yang menopang berat tubuhnya sehingga dia dapat jatuh ke tanah dan membiarkan seluruh postur bertahan yang ia ketahui menjadi kacau tidak berguna.


Sampai di tanah, dia menendang tanah ke wajah Lan Xihe untuk mengecoh pergerakannya.


"Huuh~"


Melihat tanah yang ingin menyentuh wajah cantiknya, Lan Xihe dengan santai meniup tanah itu sehingga kembali ke sumbernya menggunakan sedikit bantuan energi qi.


Saat tanah itu menuju kembali ke asalnya, Yan Xu sudah bergerak ke samping dan mengambil posisi pembukaan untuk melakukan serangan— sama seperti yang dilakukan oleh Lan Xihe sebelumnya.


Jika ada perbedaan, saat ini dia hanya menggunakan posisi itu sesuai dengan pemahamannya saat mengamati setiap gerakan yang Lan Xihe lakukan dalam setiap jam pelajaran.


'Saat ini sangat mustahil untuk meniru apa yang diajarkan. Jika aku menggunakan gerakan yang sama, sudah pasti Guru akan dengan mudah memberikan serangan balik!'


".... —Tinggal gunakan saja yang sesuai dengan kondisi," gumam Yan Xu pelan.


Dia menyalurkan energi qi secara penuh pada kedua lengan dan pedang kayunya dan memberikan tebasan kuat menuju Lan Xihe.


Merasakan sensasi bahaya— berdasarkan tingkat kekuatan yang ia tekan, Lan Xihe segera membungkus gagang pedangnya dengan energi qi putih dan menahan serangan dari Yan Xu.


Kedua energi qi saling berbenturan dengan keras, menyebabkan percikan energi seperti kembang api kecil berwarna-warni.


Menghiraukan betapa indahnya percikan warna warni dari benturan kedua energi qi, keduanya masih terkunci di posisi yang sama antara posisi penyerang dan bertahan.


Senjata mereka saling bergetar satu sama lain, namun milik Yan Xu terlihat masih bergetar dengan berlebihan daripada gagang pedang Lan Xihe.


Dari posisi penonton, saat ini Yan Xu sedang mendorong serangannya ke arah Lan Xihe walau itu dapat membunuh orang yang ia serang.


Jika tidak demikian, Yan Xu tidak akan bisa mengeluarkan potensi penuh dari serangannya!


Yan Xu menggeram dengan sekuat tenaga, "—Masih bisa ...."

__ADS_1


Dia mencoba untuk melewati batasan jumlah dimana ia bisa menyalurkan energi qi pada bagian tubuh dan benda lain.


Dia menguatkan genggaman dan penyaluran energi qi-nya sambil berteriak, "Haaaa!!!"


Energi qi yang awalnya sekedar menyelimuti kedua tangan dan pedang kayunya, sekarang telah menyelimuti seluruh bagian tubuh Yan Xu.


Meski begitu, dia masih belum puas karena daya serang itu tidak cukup untuk memukul mundur gurunya.


Yan Xu terus menguatkan seluruh tubuhnya dengan energi qi sebanyak mungkin hingga beberapa detik kemudian— ....


BRUK!


Lan Xihe akhirnya menggunakan sedikit tambahan energi qi dari sebelumnya untuk memukul mundur Yan Xu sehingga dia diterbangkan sejauh beberapa meter ke udara. Bedanya, Yan Xu masih memegang pedang dan mendarat dengan kedua kakinya walau dalam keadaan terengah-engah.


Pernapasan Yan Xu sangat kasar dan aliran energi qi-nya mulai bergejolak, menyebabkan rasa sakit dan letih yang tidak bisa dihindarkan.


Menolak untuk menyerah, Yan Xu mencoba berdiri tegak kembali sambil menggunakan pedang kayu sebagai penopang berat tubuhnya.


Kedua kakinya masih gemetar saat mencoba bergerak, namun dia masih menghiraukannya sambil tersenyum seolah-olah ketagihan akan sesuatu.


"Guru ... tolong lanjut— Ukh!"


Sebelum dia memaksakan diri lebih keras, Lan Xihe menggunakan teknik pengejaran jiwa untuk sampai ke depan Yan Xu.


Dia memukul lembut kepala Yan Xu dengan kepalan tangan rampingnya. Membuat seluruh tubuh Yan Xu menjadi lemah dan ambruk ke tanah.


Saat tubuhnya hampir ambruk menyentuh tanah, Lan Xihe menahan Yan Xu dengan kedua tangannya dan membetulkan posisi duduknya, menyadarkan Yan Xu pada batang pohon besar— dimana ia selalu memberikan ajaran kepada muridnya di bawah naungan pohon tersebut.


"Stabilkan energi qi pada dantianmu, kemudian teguk pil penyembuhan ini," Lan Xihe memberikan arahan hangat kepada Yan Xu dan memberikan sebuah pil obat penyembuhan tingkat kuning dengan kualitas tinggi.


Sedikit mengerang, Yan Xu segera menuruti perintah gurunya dengan enggan, ".... Baik, Guru ...."


Sementara Yan Xu melakukan pemulihan, saat itu juga Lan Xihe akan memberikan ajaran dan evaluasi lisan padanya.


"Sekarang, kamu sudah mencapai tahap dimana seorang kultivator bisa menyalurkan energi qi di seluruh tubuhnya dan benda lain, selain dirinya sendiri."


"Seharusnya, itu cuma bisa dilakukan setelah kamu mencapai ranah pembentukan fondasi tahap awal. Namun, kamu sudah memberikan terobosan baru dan melompat ke tahap tersebut, tanpa mencapai ranah yang seharusnya— atau mungkin, tepatnya begitulah menurut pandangan kebanyakan literasi kuno yang ada dalam dunia kultivasi."


Lan Xihe meludah sekali kemudian melanjutkan, "Ptoeey!— Sungguh konyol hanya karena kebanyakan orang bisa melakukan itu di ranah pembentukan fondasi tahap awal, semua catatan literasi kuno mengklaim harus mencapai ranah tersebut lebih dulu sebelum melakukannya."


"Yah, pokoknya, kamu telah berhasil melakukan satu terobosan yang tidak bisa dilakukan oleh para pendahulu konyol yang menuliskan itu di setiap catatan literasi kuno yang ada— tetapi!"


Lan Xihe tersenyum masam dan menggelengkan kepalanya beberapa kali, "Kamu melakukan itu tanpa menyembunyikan sama sekali niat untuk membunuhku, bukan?"


Yan Xu langsung menjawab kalimat sarkastik Lan Xihe tanpa penundaan, "Tentu saja, Guru."


"Murid Nakal!— ... haaah~~ ...."


Lan Xihe segera menghapus keinginan untuk memukuli Yan Xu sambil menghela napas panjang. Dia tidak bisa memukuli murid nakalnya terlalu sering karena takut akan menyebabkan cedera yang sulit disembuhkan.


Yan Xu juga mengetahui bahwa gurunya memang wanita yang kasar, tapi di sisi lain dia juga seseorang yang berhati lembut— sehingga gurunya tidak mungkin menyebabkan kecacatan permanen ataupun serangan yang dapat membunuhnya, yah begitulah setidaknya dalam benak Yan Xu.


Melihat aliran qi yang terlalu lambat di sekitar Yan Xu, Lan Xihe memiringkan kepalanya merasa bingung, "Apakah kamu masih belum menentukan metode penyerapan energi qi?"


Yan Xu mengangguk, "Benar, Guru."


Lan Xihe mengelus dagunya sambil mondar-mandir beberapa kali, "Kenapa? Bukankah kamu sudah berada di ranah kondensasi qi tingkat empat, seharusnya metode penyerapan qi telah ditentukan semenjak kamu bisa memanipulasi energi qi."


Mendengar itu, Yan Xu sendiri juga kebingungan dalam menjawab pertanyaan Lan Xihe. Ketika membantu Miao'er yang sedang lemah akibat efek obat, dia secara alami mempelajari cara memanipulasi energi qi.


Setiap berkunjung ke perpustakaan kecil Puncak Angin, dia juga telah mempelajari berbagai macam metode dalam penyerapan energi qi ke inti dantian kultivator.


Masalahnya ada pada bagaimana tubuhnya tidak dapat menemukan kecocokan terhadap berbagai metode yang ia lihat pada setiap literasi yang ada, membuat Yan Xu tidak bisa bertindak gegabah walau telah mempelajari berbagai jenis metode yang dapat ia temukan di perpustakaan.


Dia masih ragu dengan pemikirannya, jadi pilihan yang bijak adalah menunggu Yan Xu angkat bicara. Langkah aman dalam menyembunyikan rahasia terbesarnya, setiap ajaran harus dilakukan secara alami dengan elemen kejutan— agar tidak menimbulkan rasa curiga dari muridnya sendiri.


Setelah beberapa saat, akhirnya Yan Xu memberanikan diri untuk membuka mulutnya sambil bersiap akan kecurigaan yang akan ia timbulkan di permukaan pada hubungan antara guru dan murid yang mereka miliki.


"Sejujurnya, Murid masih belum menemukan metode yang cocok," ucap Yan Xu dengan nada yang cukup enggan.


Lan Xihe mengangguk dan berkata, "Sepertinya dugaanku benar ..." dia mengambil sebuah buku dari kantung penyimpanan dimensinya dan melemparnya kepada Yan Xu.


"—Itu adalah metode penyerapan energi qi yang disebut 'Qi Gong', mungkin sudah takdirnya bahwa orang kedua yang cocok dengan metode ini adalah murid pertamaku," Lan Xihe menutup mulutnya sambil terkikik geli.


Yan Xu menunduk sedikit dan memperhatikan buku yang ada di pangkuannya. Dengan sedikit keraguan, dia mengangkat kepalanya dan mengarahkan ekspresi polos ke Lan Xihe, "Apakah Guru tidak merasa penasaran?"


"Penasaran? Kenapa aku harus merasakan hal konyol seperti itu?" tanya Lan Xihe sambil ikutan memasang ekspresi polos pada wajah cantiknya yang tanpa cacat bagai porselen.


Yan Xu menggaruk punggung kepalanya sambil malu-malu saat menjelaskan, "Bukankah itu aneh karena Murid tidak cocok dengan metode yang ada? Mungkin saja Murid hanyalah manusia biasa yang memang tidak memiliki bakat dalam berkultivasi."


"Omong kosong."


Seketika wajah Lan Xihe berubah dingin dan udara di sekitarnya agak mencekam.


"Eh?" Yan Xu tercengang dengan perubahan suasana yang tiba-tiba.


Tanpa mempedulikan keterkejutan Yan Xu, Lan Xihe kembali bicara.


"Bakat atau apalah itu, kamu tidak perlu memilikinya. Jika ingin lakukan sesuatu, cukup lakukan saja dengan sepenuh hati. Bisa atau tidak, bagaimana dengan hasil akhirnya, itu tidak perlu kamu pikirkan selama menikmati prosesnya!"


Lan Xihe mengubah ekspresinya menjadi lebih hangat dan meletakkan kedua tangan rampingnya di belakang punggung sambil menatap ke arah langit yang cerah.


"Rasa penasaran yang kamu katakan adalah hal yang sangat tidak penting."


Yan Xu memberanikan diri untuk bertanya dalam udara aneh di sekitar mereka, "Kenapa, Guru?"


Lan Xihe berbalik dengan senyum indah di wajahnya sambil berkata, "Karena kamu unik. Kenapa harus repot memikirkan hal yang tidak penting cuma karena berbeda dari orang lain? Itu artinya, kamu memiliki hal yang tidak dimiliki oleh mereka dan itu patut disyukuri."


Gedebuk!


Mendengar pencerahan yang begitu kuat dan sangat mulia, Yan Xu bersujud di depan Lan Xihe dengan membenturkan keningnya secara keras di tanah.


"Guru sangat memiliki wawasan dan visi yang luas, cakrawala pengetahuan juga cara pandang Murid benar-benar telah diperbarui hari ini! Murid sangat bersyukur!"


"O-oh, selama kamu mendapatkan esensi dari penjelasan itu, aha-hahaha ...."


Lan Xihe menggaruk pipinya yang memerah karena merasa sedikit malu, namun rasa malu itu segera ditutupi oleh kelegaan atas pemikiran terbuka murid nakalnya yang licik. Dengan kata lain, dia bisa mengatakan bahwa segala macam yang ia keluarkan dari fungsi sistem adalah hal unik dan berbeda dari orang lain.


'Alibi yang sempurna dalam penyembunyian rahasia sistem.'


Lan Xihe tersenyum licik di dalam hatinya saat menatap Yan Xu yang masih dalam kondisi bersujud dengan perasaan penuh syukur, jika dilihat dari luar.


...


Setelah sesi latihan selesai, Lan Xihe kemudian berpindah ke sisi Miao'er dan meninggalkan Yan Xu sendirian.


Mengamati sekitar, Yan Xu segera kembali ke gubuk dan memeriksa apakah ada alat penyadap beberapa kali sampai merasa aman.


Memastikan bahwa tidak ada satupun alat penyadap, Yan Xu duduk di atas kasur sambil menatap lurus ke arah pintu masuk.

__ADS_1


Seringai bengkok muncul di wajah tampannya, dia tidak dapat menahan perasaan aneh yang tidak dapat ia jelaskan dan terasa cukup menyenangkan di dalam dirinya.


Secara tidak sadar, dia mulai tertawa kecil hingga terbahak-bahak seolah ada hal lucu yang dapat mengocok isi perutnya. Dia terus tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata dari kedua sisi.


"AHAHAHAHAHAHA! ... sial, mengingat ucapan Guru membuat perutku tambah geli. Serius, aku juga ingin mencoba mengumandangkan kalimat itu apabila ada situasi yang mendukung— bah!"


Gumaman kecil dan tawa bengkok itu semakin membesar, begitu juga dengan Yan Xu masih tidak peduli akan sekitarnya. Dia masih menertawakan dirinya sendiri, mencela diri atas ketakutan yang tidak perlu.


Memiliki tubuh abadi yang misterius, sama saja dengan memiliki sebuah cheat yang didambakan oleh setiap kultivator. Suatu kecerobohan membiarkan orang lain menjadi curiga atas tubuhnya karena tidak cocok dengan berbagai metode kultivasi.


Untuk itu juga dia telah menyiapkan berbagai macam jenis alasan untuk meyakinkan pihak lain. Namun, semua itu sia-sia karena di luar dugaannya, Lan Xihe tidak peduli sama sekali— membuat ketakutannya yang berlebihan terlihat sangat konyol.


'Bagaimana aku bisa menahan kekonyolan atas kekurangan diri ini? Haah~~ ....'


Setelah puas menertawakan kekonyolan dirinya sendiri, beberapa saat kemudian dia mulai menenangkan diri sambil memegang sebuah buku yang diberikan oleh gurunya saat latihan tadi.


Dengan seringai bengkoknya yang khas seperti karakter penjahat namun masih terlihat sangat tampan, dia membaca buku itu dengan seksama.


Kerutan hitam muncul di kening Yan Xu ketika dia mulai terhanyut dalam membaca tiap kalimat yang ada di buku tersebut.


Jika mata adalah jendela jiwa, maka tubuh adalah jendela semesta.


Kemurnian yang tidak ada bandingannya dari alam, dapat diserap ke dalam semesta dan membentuk berbagai macam aliran murni dan berlimpah atas suatu pembentukan.


".... Hmmm ... kemurnian ... tubuh bagaikan semesta yang menampung banyak jumlah suatu esensi murni dari alam ...."


Yan Xu mulai mempelajari makna yang terkandung dalam kalimat tersebut agar mendapatkan pencerahan.


Namun, setelah beberapa jam mempelajarinya, dia masih belum bisa mendapatkan pencerahan sama sekali sehingga kepalanya terasa pusing.


Menghela napas berat, dia menjatuhkan diri ke kasur dan meletakkan buku di atas tubuhnya yang sedang berbaring telentang menghadap ke arah atap gubuk.


"Aku benar-benar masih jauh dalam memahami makna aneh dari kalimat yang ada pada buku ini," gumam Yan Xu merasakan kelelahan yang melebihi batasannya.


Kedua kelopak mata indahnya mulai turun hingga tertutup sepenuhnya karena tidak dapat menahan kelelahan mental akibat latihan juga pembelajaran dari buku metode Qi Gong.


...


Setelah kehilangan kesadarannya, kini kegelapan hitam mulai menyelimuti seluruh pandangan Yan Xu.


Di dalam alam bawah sadarnya sendiri, Yan Xu segera menyadari kalau dia sudah tertidur pulas di dunia nyata.


Dia meringkuk dalam kegelapan tiada ujung, matanya sudah kehilangan warna dan menyisakan bayangan seorang pangeran tampan yang putus asa. Tidak dapat dipungkiri bahwa Yan Xu memiliki pesona maksimal yang sempurna, dengan begitu saja, mau ekspresi apapun yang ia kenakan akan selalu terlihat luar biasa di mata orang lain.


"Lagi-lagi, aku masuk ke dalam kondisi mimpi buruk bawaan dari kehidupan di Bumi."


Yan Xu mulai menutup kedua telinganya, sambil mempersiapkan apapun yang dia bisa karena suara caci maki dari seluruh orang terhadap dirinya sebagai Yan Shen— juga sebagai Yan Xu— perlahan semakin mendekat.


Sebelum gelombang suara yang penuh amarah itu mencapainya, seberkas cahaya putih juga suci bagaikan salju turun dari langit dan menyinari tubuh Yan Xu yang masih meringkuk sambil menutupi kedua telinganya.


Cahaya itu bukan hanya menyinari kegelapan yang tiada ujung pada mimpinya, melainkan memberikan kehangatan seolah ada seseorang yang sedang merangkul tubuh Yan Xu— dimana ia benar-benar membutuhkan bantuan.


"Mmh ...."


Erangan lembut sedikit keluar dari mulut Yan Xu, menunjukkan kalau dia merasa nyaman dengan kehangatan yang cahaya itu bagikan. Dia mengubah posisi nya menjadi berbaring terlentang, sambil menghadap langit-langit gelap tanpa adanya keberadaan apapun.


Berkat bantuan dari cahaya yang sedang menyelimuti seluruh bagian tubuhnya, Yan Xu dapat menjernihkan pikiran juga hatinya dari rasa takut maupun penyesalan kehidupan di Bumi yang terlalu berlebihan.


Pikirannya sudah berada pasa kondisi dimana ia dapat berpikir, mendorong keingintahuannya untuk bergerak mempelajari apa yang saat ini sedang terjadi. Dia mencoba untuk melakukan sebuah demonstrasi seperti menyalurkan energi qi pada tubuhnya.


"Ugh!"


Rasa sakit seperti dipukul benda tumpul terasa di titik dantian Yan Xu. Kemungkinan besar dikarenakan tubuh fisik di dunia nyata juga secara tidak sadar mengikuti apa yang sedang dia lakukan.


"Jika ada penghargaan bagi orang yang mengigau di usia saaangaaattt tua, mungkin aku bisa mendapatkan medali emas di setiap penganugerahan."


Yan Xu terkekeh geli melihat kondisi yang ia rasa agak tidak benar karena baru kali ini dia merasakannya.


Dia mencoba beranjak dari posisinya, melihat sekeliling yang hanya dipenuhi kegelapan, tanpa ada satupun yang mengisi setiap sudut yang ada.


"Jarang bisa memiliki mimpi dengan ruang pribadi untuk pelatihan seperti ini, apa mungkin aku coba latihan di sini saja?"


Mendapatkan pencerahan, Yan Xu memulai percobaan samar-samar dalam pelatihan metode Qi Gong.


"Bayangkan tubuh ini adalah semesta ...."


Sambil memusatkan seluruh pikirannya pada titik pusat dantian, Yan Xu memberikan bayangan bahwa titik pusat itu seperti matahari yang berada di tengah perputaran dari berbagai planet yang mengitarinya.


"Menyerap esensi paling murni ... menciptakan sebuah pembentukan awal semesta ... dari kemurnian yang tidak terjamah ...."


Berbagai titik dantian pada seluruh tubuh Yan Xu mulai bercahaya dengan pergantian warna yang sangat cepat.


Pada titik ini, Yan Xu merasakan ada tekanan yang sangat kuat pada tubuhnya, namun dia tidak memilih untuk menyerah sebelum— ....


"Aiya!"


Dia tersentak kaget dan segera bangkit dari tidurnya, lalu melihat sekeliling gubuk dan Lan Xihe dari jauh sedang berkacak pinggang, menatapnya penuh amarah. Niat membunuh yang mematikan dari Lan Xihe membuatnya lupa dengan keberadaan buku metode Qi Gong yang selalu ia genggam sampai tertidur telah menghilang.


"Kamu ... apa yang kamu lakukan sampai menghancurkan gubukmu sendiri, hah?!" teriak Lan Xihe penuh amarah.


Yan Xu segera berlutut dengan kedua kakinya sambil merasakan krisis yang sangat besar, "Gu-guru! Mu-murid bisa menjelaskan situasinya—aiya!"


"Tidak perlu penjelasan, kamu harus menerima hukuman mu!"


Belum sempat menjelaskan, Lan Xihe menarik kupingnya dengan kasar dan membawanya ke bawah naungan pohon besar. Tidak lupa juga dia segera memulihkan kerusakan pada gubuk murid nakalnya saat berjalan menjauh.


Dari jauh, dapat terdengar suara teriakan minta tolong dan kesakitan dari seorang pria dan tumbukan benda tumpul juga beberapa fenomena energi qi yang saling berbenturan satu sama lain.


Meskipun Yan Xu telah menghancurkan gubuk tempat tinggalnya, dapat dipastikan bahwa metode Qi Gong entah bagaimana berhasil dia kuasai secara misterius berkat percobaan di alam bawah sadar, tentunya dengan bantuan cahaya yang menjauhkannya dari mimpi buruk hari itu.


...


Setelah puas memukuli Yan Xu, Lan Xihe menendang murid nakal itu segera untuk kembali ke gubuknya.


Memastikan bahwa dia sudah jauh, terdapat senyum lembut nan manis dari mulut Lan Xihe.


"Aku sempat khawatir dengan percobaan pertama membagikan item dari sistem, namun tak disangka dia sangat beruntung bisa menguasainya dalam tidur, bahkan tanpa bantuan dari sistem."


Dia tertawa cekikikan mengingat ekspresi konyol Yan Xu yang kebingungan dalam keadaan tertidur sambil diselimuti aura dari buku metode Qi Gong, dimana buku itu sebenarnya adalah item yang berasal dari fungsi sistemnya.


"Yah, apapun itu, selama berhasil, bukan masalah~♪"


Tidak lama setelah mengatakan itu, menu pemberitahuan muncul di bidang pandangnya.


"Ding!♪ Selamat! Murid «Yan Xu» telah menguasai metode [Qi Gong], Mendapatkan ↑ ...... Poin dan ↑ ..... Pengalaman!"


"Yaay~!♪" Lan Xihe melompat senang seperti anak-anak yang bahagia karena mendapat mainan baru.


Dengan perasaan bahagia itu, dia tidak peduli akan fakta bahwa apa yang ia ajarkan merupakan teknik dimana hanya dirinya sendiri yang bisa menggunakannya.

__ADS_1


Ditambah dengan Yan Xu, sekarang hanya ada dua orang yang dapat menggunakan metode Qi Gong di dunia Xuanyuan.


Lan Xihe : "Poin sudah terisi banyak, saatnya melakukan undian! (≧▽≦)"


__ADS_2