
Setelah beberapa saat menatap dalam api unggun yang ada di depannya, Yan Xu merasakan ada sesuatu yang tertinggal dalam benaknya.
Ketika dia memikirkannya lagi, seketika itu juga kepalanya terasa seperti dipukul keras dengan sisi palu yang sangat tumpul.
'— Aiya! Benar juga, mereka berdua belum menjadi bagian dari Puncak Angin dan aku sudah mengeluarkan beberapa rahasiaku!'
Dia melirik ke arah dua gadis yang berada di sampingnya beberapa kali sambil memikirkan kalimat yang akan menyembunyikan niat aslinya. Selama ini dia sudah cukup dekat dengan mereka, kedua gadis itu juga sudah semakin rukun satu sama lain. Jadi, dia berpikir kalau tidak ada salahnya untuk mencoba.
Yan Xu membuka mulutnya dan mengeluarkan nada yang hangat, "Bisakah kalian berhenti sebentar dan mendengarkan apa yang ingin aku sampaikan?"
Kedua gadis yang sedang bercanda satu sama lain segera menjadi diam. Perhatian kedua pasang mata indah itu tertuju kepada pria tampan dengan aura keabadian yang berada di tengah.
Wang Jia Li mengedipkan matanya lalu berkata, "Ada apa, Senior?"
Walaupun Xiu Ruolan masih diam, tatapannya juga mempertanyakan ucapan Yan Xu.
"Sebenarnya ... aku ... memiliki sebuah permintaan kepada kalian berdua."
Xiu Ruolan mengernyitkan dahinya, tetapi dia masih diam mendengarkan.
Sementara itu, Wang Jia Li segera mendapatkan semangat baru. Dia menatap Yan Xu dengan matanya yang berbinar dan intens sambil berkata, "Silakan, Kakak Senior! Bila perlu, Jia Li akan mengorbankan hidupnya untuk membalas kebaikan Kakak Senior Yan Xu atas kehidupan ini."
Yan Xu menggaruk pipinya dan berkata, "Situasi kita agak sedikit rumit karena kehadiran tiba-tiba dari Xiu Ruolan dan saat terkurung di dalam dinding pembatas dengan hukum ruang tingkat lanjut ini."
"Mungkin kalian belum sadar, tapi sebenarnya hukum ruang yang mengurungku sebelum Adik Junior Jia Li datang tidaklah sekuat ini, malahan jauh lebih lemah sehingga aku bisa membuat celah saat kedatangan Adik Junior Jia Li."
__ADS_1
"Namun, setelah Tetua Fan Jiaodao sebagai pengguna artefaknya mati, dinding penghalang ini mulai kehilangan kendali dan hukum ruang yang mengunci kita juga semakin kuat. Pada saat ini, kita benar-benar terisolasi dari dunia luar, sehingga energi qi murni alam tidak bisa menjangkau tempat ini."
"Karena itu juga, aku tidak bisa mengumpulkan energi qi pada tubuhku dan hanya bisa mengandalkan perlindungan kalian berdua."
Yan Xu menundukkan kepalanya dan melanjutkan, "Maaf, aku tahu ini bukan perilaku yang seharusnya dilakukan oleh seorang pria. Namun, aku benar-benar tidak berdaya sehingga harus merepotkan kalian berdua."
Wang Jia Li segera melambaikan tangannya ke depan sambil berkata, "Apa yang Kakak Senior katakan? Kakak Senior sudah melindungi ku sebelumnya, sudah wajar bagi Jia Li untuk berbuat sebaliknya," senyum hangat muncul di wajah perinya, dia merasa senang bisa diandalkan oleh Kakak Senior Yan Xu saat ini.
Xiu Ruolan juga mengangguk setuju, mengangkat kepalan tangan rampingnya dan berkata, "Kamu dapat yakin kalau ada kami berdua yang melindungimu, tidak ada siapapun yang akan bisa menindas mu!"
Wang Jia Li secara diam-diam mengacungkan jempolnya kepada Xiu Ruolan, begitu juga sebaliknya. Entah kenapa Yan Xu merasakan kedekatan mereka ini sudah tidak bisa disebut sebagai kenalan baru lagi. Dia merasa sedikit lega bahwa mereka yang bagaikan air dan minyak akhirnya bisa rukun.
Yan Xu mengangkat sedikit kepalanya, senyum hangatnya masih terus berlangsung. Matanya sedikit menyipit sambil berkata, "Masalah besar lainnya adalah para tetua dari sekte akan menanyakan semua kejadian yang terjadi saat kita pulang nanti."
"Aku tidak ingin terlibat dalam situasi yang merepotkan karena para tetua sekte akan dengan ganas mencurigai seseorang yang hanya tahap kelima inti emas, akan terlibat banyak dalam kejadian tak terduga ini."
"Selain mereka akan curiga, kemungkinan mereka akan menggunakan teknik pembaca jiwa dan menyelidiki ingatanku tidaklah kecil kalau kamu menceritakan seluruh kejadian."
Mata Wang Jia Li berkedip beberapa kali, alisnya yang sudah turun tajam bertanya, "Bukankah teknik pembaca jiwa dan penyelidikan ingatan itu adalah teknik yang akan mempengaruhi jiwa juga menyakiti targetnya? Apakah mungkin para tetua akan melakukan hal sekeji dan tabu itu?!"
Melakukan penjelajahan terhadap jiwa seorang kultivator akan menimbulkan dampak yang sangat berat bagi bakat maupun kehidupan kultivator tersebut. Jika dilakukan dengan salah, kemungkinan besar kultivator itu akan mati karena rasa sakit dan luka pada jiwanya.
Itulah mengapa di dunia ini, sangat tidak diperbolehkan melakukan hal tersebut. Barang siapa yang melanggarnya, jika ketahuan oleh pihak lain dia akan segera dihukum berat.
Sebelum Yan Xu menjawab, Xiu Ruolan segera menimpali, "Saudari Jia Li, belajarlah dari pengalaman yang baru saja kamu alami. Bahkan, orang terdekatmu sendiri terkadang tidak bisa dipercaya, apalagi sekumpulan tulang tua yang sudah hidup lama!"
__ADS_1
"Menurutmu, mana yang penting? Melanggar tabu pada satu murid untuk melindungi seluruh sekte, atau membiarkan kecurigaan pada satu murid yang ternyata berpotensi untuk menghancurkan sekte di kemudian hari."
"Sekte benar? Sekte iblis? Sekte jahat? —Ptooey! Semuanya sama saja, demi kepentingan sekte maupun pribadi, tidak ada yang akan tidak segan untuk mengotori hati maupun tangannya!"
Wang Jia Li mengangguk dengan ekspresi serius di wajah perinya, "Ucapan dari Saudari Ruolan memang ada benarnya."
Dia menangkupkan kedua tangannya dan melanjutkan, "Mendengarkan pendapat Saudari Ruolan memang lebih baik dibandingkan membaca selama sepuluh tahun, wawasan Jia Li menjadi lebih baik dari sebelumnya!"
Xiu Ruolan segera melambaikan tangannya dengan malu-malu ke arah Wang Jia Li sambil berkata, "Tidak, tidak. Itu adalah kesadaran Saudari Jia Li yang begitu baik dan dengan cepat memahami ucapanku."
Senyum tipis muncul di wajah Wang Jia Li, "Saudari Ruolan terlalu menyanjungku."
"Tidak, tidak. Itu jelas kamu yang terlalu menyanjung tinggi diriku."
Yan Xu yang berada di tengah mengangkat salah satu alisnya. Semakin dia mendengarkan ucapan mereka, dia merasakan adanya keanehan dari setiap pujian itu. Namun, dia segera menghapus pemikiran itu kemudian melanjutkan dengan berdeham sekali.
"Guhm!"
Kedua gadis yang saling memuji dan merendah itu langsung diam, bergegas memperhatikan apa yang dikatakan Yan Xu selanjutnya.
"Selanjutnya, kamu Leluhur Kecil." Yan Xu menatap sinis ke arah Xiu Ruolan.
"Ya!" Entah kenapa, Xiu Ruolan memiliki ekspresi serius dan menjawab dengan suara yang tinggi.
"Saat ditanya mengapa kamu disini, hmm ... mari kita lihat ..." Yan Xu mengelus dagunya sambil berpikir keras.
__ADS_1