Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Memeriksa Susunan Formasi - 2


__ADS_3

Bam!


Saat dia masih bermonolog, seekor kelelawar raksasa datang menghampirinya dengan serangan cepat. Yan Xu segera menghindar lalu memberikan serangan balik dan menjatuhkan monster itu ke tanah dengan gesit.


Tidak sampai disitu, Yan Xu menarik kedua sayapnya hingga putus. Gerakan sadis itu membuat kelelawar yang menyerangnya meraung kesakitan. Namun, Yan Xu tidak peduli dan masih mengambil salah satu lengannya dan ditarik lagi seolah ingin dicabut sama seperti sayap.


Tidak dapat melawan, kelelawar raksasa itu hanya dapat pasrah. Lagipula dia tidak bisa bertahan dengan tekanan token giok yang ada di tangan Yan Xu. Itu juga alasan Yan Xu dapat dengan mudah melawan balik tanpa banyak mengeluarkan keringat.


Dengan sekujur tubuh yang bersimbah darah hijau monster kelelawar, tatapan Yan Xu berubah dingin seakan menusuk jantung monster itu. Dia membuat lima pedang energi dan menancapkannya pada kelima titik dantian kelelawar raksasa.


"Kieeekkkk!!! Kiieeekkk!!!"


"Diam, ternak konyol."


Awalnya kelelawar raksasa mencoba untuk memberontak, namun dia segera terdiam setelah menerima niat membunuh penuh milik Yan Xu yang sangat kental dan mengerikan. Kelelawar itu mendapat sebuah perasaan dimana kalau dia memberontak sekali lagi, seluruh tubuhnya akan dipotong menjadi seribu bagian oleh pria mengerikan itu.


Dia terpaksa menjadi penurut walau harus menahan rasa malu dan sakit dari spesies yang tidak diketahui yang sedang menginjak tubuhnya.


"Aku tidak mengerti dengan bahasa ternak, tapi sepertinya kamu mengerti apa yang aku katakan," ucap Yan Xu dengan dingin.


"Kieekk!!!"


Kelelawar itu mengangguk sambil memberikan pekikan yang berarti memang benar dia mengerti akan apa yang diucapkan oleh Yan Xu.


Yan Xu kembali bertanya dengan acuh tak acuh, "Apakah hanya ada kamu di sini?"


"Kieek!" kelelawar raksasa menggelengkan kepalanya.


"Apakah kamu merupakan orang terkuat di seluruh tempat ini?"


"Kieek!" lagi-lagi kelelawar itu menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Apakah kamu bisa memanggil orang terkuat dari tempat ini kemari?"


Awalnya kelelawar itu sedikit ragu, namun dia segera menghapus keraguannya dan mengangguk.


Yan Xu tersenyum tipis sambil berkata, "Lakukan, walau aku tahu nanti kamu akan bermain trik."


Dia melepaskan empat pedang energi dan membiarkan satu pedang energi yang tertancap di pusat dantian kelelawar raksasa diangkat setengahnya agar monster itu dapat bergerak.


Kelelawar raksasa segera terbang tanpa mempedulikan Yan Xu.


"Bagus, bawakan saja ratusan spesies mu. Apapun itu, tidak ada yang lebih baik daripada membantai ternak seperti kalian untuk menghilangkan sedikit stress di kepalaku. Ku harap akan ada yang menarik saat kalian datang."


Yan Xu mempersiapkan beberapa pencegahan seperti formasi di sekelilingnya dan beberapa artefak dari kantung dimensinya. Bukan Yan Xu namanya kalau dia tidak mempersiapkan apapun sebelum bertempur.


Tujuan Yan Xu kali ini adalah memastikan kecurigaannya. Dia tidak curiga dengan Lan Xihe, melainkan cetak biru yang diberikan kepadanya. Cetak biru formasi ini sedikit aneh karena dimensi yang dia lihat terlalu nyata, seolah-olah mereka benar-benar ada di suatu tempat.


Yan Xu tidak yakin apa itu, tapi dia mendapat firasat bahwa formasi ini bukan hanya mematikan, melainkan mencuri beberapa wilayah menjadikannya dimensi lain dan menghubungkan semuanya menjadi formasi berantai mengerikan. Apabila teori itu benar, maka seluruh dimensi yang ada di sini merupakan benda nyata dan bukanlah sebuah ilusi yang dibuat dari susunan formasi.


Hanya sepuluh menit berlalu, kelelawar itu kembali dengan seorang gadis cantik bersayap dengan penampilan di usia akhir sembilan belas tahun. Rambutnya berwarna ungu dengan bola mata yang sama juga kulit seputih dan semulus porselen.


Mereka mendarat dan gadis itu turun dengan gerakan yang sangat anggun. Dia menangkupkan kedua tangannya ke arah Yan Xu.


"Salam, Senior."


Yan Xu hanya melambaikan tangannya sekali sambil berkata, "Tidak perlu terlalu sopan."


Mendapati salamnya diterima secara baik-baik, gadis itu mulai memperkenalkan diri, "Perkenalkan namaku, Duan Yunfei, putri dari ras kelelawar. Aku kemari sebagai perwakilan dari ras kami dan meminta pengampunan atas tindakan salah satu anggota kami yang tidak kompeten ini."


"Duan Yunfei."


"Ya, Senior?— Ukhh!!!"

__ADS_1


Yan Xu mencekik leher Duan Yunfei membuatnya kesulitan bernapas, menyebabkan lebam biru di sekitar permukaan kulitnya yang halus.


Duan Yunfei yang dalam situasi putus asa, tidak memberikan perlawanan apapun. Dia juga tidak memiliki niat untuk melakukan tindakan yang dapat membuat amarah Yan Xu naik.


Tanpa mempedulikan itu, Yan Xu menaikkan daya cengkeramnya hingga menghancurkan leher hingga kepala Duan Yunfei. Darah hijau segar mengalir seperti air mancur dari tubuh gadis itu.


"Kieek!" Kelelawar yang dihajar sebelumnya telah menerima perawatan dan memiliki sayapnya kembali. Namun, melihat seorang putri dari ras mereka dibunuh tanpa pandang bulu, membuatnya memekik ketakutan saat melihat perhatian Yan Xu tertuju padanya.


Yan Xu melemparkan tubuh Duan Yunfei dan membakarnya sambil berkata, "Jika gadis ini bisa bicara bahasa manusia, seharusnya kamu juga bisa, bukan?"


Kelelawar itu terus menggelengkan kepalanya sambil bersujud dengan putus asa, membiarkan kepalanya menyentuh tanah hitam kotor dimensi mereka.


"Kalau begitu, sangat disayangkan ...."


Splash!


Yan Xu menginjak kepala kelelawar raksasa hingga pecah, kemudian membakar tubuhnya hingga tidak tersisa apapun. Dengan ini, kecurigaan Yan Xu telah terbukti benar karena yang dia bunuh adalah makhluk hidup sungguhan.


"Dimensi ini bukan ilusi, melainkan dunia lain yang dicuri dari tempatnya. Sayangnya, gadis itu tidak akan bicara sopan apabila dia benar-benar berada di wilayahnya."


Yan Xu sangat jelas memiliki pemahaman tentang kepribadian yang mendominasi. Jika mereka berada di dekat wilayah kekuasaannya, gerombolan tentara ras kelelawar pasti akan langsung berbondong-bondong menyerang tanpa harus mengungkapkan sapaan.


"Ini hanya buang-buang waktu, lebih baik aku langsung mencari mereka sendiri."


Dengan begitu, Yan Xu menggunakan teknik pengejaran jiwa dan berlari ke seluruh arah sesukanya dan membunuh setiap monster yang dia temui tanpa pandang bulu.


Dia melakukan itu bukan karena ingin, hanya saja akan berbahaya apabila entitas seperti ini nantinya akan keluar atau bertemu orang lain yang terjebak di sini. Demi keamanan, Yan Xu harus bertindak sedikit kejam karena tidak ada yang lebih penting selain orang-orangnya.


Perburuan monster di dimensi kekacauan itu terus berlanjut setidaknya memakan waktu tiga jam, dimana waktu yang berlalu di dunia nyata hanya 10 menit. Dengan perbedaan waktu ini, Yan Xu memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin untuk melatih juga memperkuat pemahamannya akan setiap teknik yang diajarkan oleh Lan Xihe.


Berbekalkan bantuan dari token giok, itu adalah benda curang yang membuat Yan Xu menjadi tidak terkalahkan di manapun ia berada asal masih dalam formasi. Jadi, dia tidak akan pernah segan membunuh apapun yang menjadi ancaman baginya.

__ADS_1


Peringatan terakhir diberikan Lan Xihe kepada Yan Xu yang merujuk pada apabila situasinya memburuk, bukan ditujukan kepada Yan Xu melainkan orang yang akan terjebak ke dalam formasi ini. Dia tidak khawatir sama sekali dengan Yan Xu karena murid nakal itu memiliki token giok yang merupakan item 'key master' dan akan terus melindungi juga memperkuatnya hingga menjadi tak terkalahkan— selama lawannya bukan Lan Xihe.


__ADS_2