Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Seketika Berubah Menjadi Badut Dadakan


__ADS_3

Setibanya di lokasi titik jumpa mereka, Yan Xu melihat Shang Yin yang sedang terbang di udara sementara para iblis dengan ganas telah datang karena tertarik pada teriakan Yan Xu sebelumnya.


Dapat dimengerti akan mudah bagi sisi Shang Yin karena dia tidak perlu berbuat apa-apa lagi. Namun, Yan Xu yang melotot ke arah pria itu memancarkan aura permusuhan yang kuat.


Dalam hati, Yan Xu sudah berteriak dengan keras ingin memukul Shang Yin yang sedang santai, sementara dia harus menghindari berbagai serangan dari para iblis.


Meskipun demikian, Yan Xu tidak memperlambat langkahnya. Dia terus maju ke arah jebakan yang dipasang oleh Long Feiyun.


Hanya berjarak sepuluh meter, Yan Xu dapat melihat beberapa jebakan benang tak terlihat dan ranjau darat yang bertebaran dimana-mana!


'Hah?! Tu-tunggu dulu, bukannya itu anak ku kasih sedikit jebakan?' Bingung, Yan Xu memastikan penglihatannya tidak salah.


Beberapa kali dia memastikan perangkap tersebut, semuanya benar-benar sesuai dengan apa yang dia lihat.


'A-aku harus berhenti! Jebakan ini benar-benar akan membinasakan siapapun! Kalau aku masuk— huh?!'


Hanya berjarak lima meter, serangan datang dari pihak iblis, membuat Yan Xu yang ingin menghentikan langkahnya ikut terdorong ke arah jebakan.


"Manusia laknat, terima seranganku!" teriak para iblis yang sangat marah sambil melepaskan teknik mereka.


"Ibumu!" Yan Xu hanya bisa membalas mereka dengan sumpah serapah dengan senyum berserah diri.


Dia hampir menyerah karena ikut terdorong oleh serangan musuh.


"Karena kalian ingin sebegitu nya mencari kematian, jangan bawa aku juga, keparat!" teriak Yan Xu yang masih dalam posisi menahan serangan musuh, juga ikut terdorong ke arah jebakan.


Dia sudah putus asa dan ingin segera mengakhiri ini, namun mengingat ada pihak lain di lokasi kejadian, membuat Yan Xu menjadi dilema untuk menyembunyikan tubuh abadinya.


'Apa yang harus ku lakukan? Kalau begini, akan terlihat jelas bahwa aku adalah manusia abadi! Tidak, tidak, tidak bisa begitu! Pasti ada cara, berpikirlah otak ku!!!'


Keringat mulai mengalir dari atas kening Yan Xu hingga ke wajah tampannya. Pupil mata yang melebar lebih signifikan, menunjukkan seberapa tertekan Yan Xu dari dalam.

__ADS_1


Tinggal sedikit lagi wajah Yan Xu menyentuh benang tipis di udara, dia segera menginjak wajah iblis dan melompat sambil memutar tubuhnya untuk menghindari beberapa benang.


Para iblis yang melewati benang jebakan, mendapati tubuh mereka berlumuran darah dan kesadarannya mulai buyar.


Di sisi Yan Xu, dia melihat kengerian jebakan yang luar binasa itu. Tubuh para iblis terpotong sebanyak bagian benang yang mereka lewati!


Puk!


Bagian-bagian tubuh iblis yang telah dipotong dengan halus, berjatuhan ke tanah.


Gluk!


Menelan ludahnya yang terasa masam, bibir Yan Xu bergetar. Dia sendiri yang meminta pihak lain untuk memasang jebakan, namun bukannya jebakan yang se-alakadar, pihak lain malah menambahnya hingga menjadi tingkat luar binasa.


Masih bergelantungan di udara, Yan Xu segera memperkuat seluruh persepsi maupun kesadaran ilahinya. Dia ingin mencari titik sudut yang aman, tapi itu berakhir sia-sia.


'Tidak ... ada .... sudut aman?!!! Long Feiyun, naga kecil keparat itu!'


Andai saja ada Long Feiyun di dekatnya, dia pastikan akan menendang naga kecil itu agar ikut merasakan jebakan yang ia tanam sendiri.


...


Keributan pecah di sekitar kelompok iblis yang masih belum menyentuh ujung kuku jebakan luar binasa Long Feiyun.


Yan Xu telah menunjukkan naluri bertarung yang luar biasa sejauh ini. Mereka bertanya-tanya, mengapa pria itu sendiri bahkan seolah tidak tahu menahu akan jebakan yang berada di depan? Bukankah seharusnya dia sangat senang saat mereka terjerumus ke dalam tipu muslihatnya?


Namun, kali ini berbeda. Bahkan, pria itu sendiri melotot seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dari raut wajah yang cemberut itu, sudah jelas mengatakan bahwa dia menahan amarahnya.


'Kawan, bukankah kamu yang menggiring para iblis ke dalam tipu muslihat mu? Seharusnya pihak kami yang sangat marah, bukan kamu!' pikir salah satu iblis saat melihat Yan Xu di udara dengan ekspresi cemberut.


Para iblis dapat terbang menggunakan sayap di punggung mereka, namun mereka tidak dapat melakukannya karena takut akan memicu jebakan. Sayap yang terlalu memakan tempat, tentu saja akan menjadi beban pada medan tempur yang dipenuhi oleh jebakan tak terlihat.

__ADS_1


Mereka telah belajar banyak dari apa yang sudah terjadi. Kesombongan yang awalnya telah menguasai watak dasar mereka, kini telah hilang usai beberapa kali tertipu oleh pria biadab yang sedang terbang di atas mereka.


Seluruh tatapan iblis yang mengarah kepada Yan Xu kini menjadi penuh keheranan karena mereka semua berada dalam kondisi yang sama. Entah pihak manapun yang bergerak dan memicu jebakan yang ada, mereka semua akan terkena imbasnya.


Merasakan tatapan heran dari para iblis yang berada di bawahnya, Yan Xu jadi semakin cemberut.


'Nima! Apa-apaan dengan tatapan kalian?! Jangan melihatku seperti itu! Kalian cuma menambah rasa malu ku!'


Dia merasa malu karena ikut terjebak dalam perangkap yang seharusnya menjadi kuburan para iblis. Kalau tahu begini, dia lebih memilih untuk mati di tempat sebelumnya, dibandingkan harus menanggung malu akibat jebakan luar binasa Long Feiyun.


"Dia ... semakin cemberut?"


"Apa dia merasa malu karena ikut terjebak dalam tipu muslihat nya sendiri?"


"Kalau begitu, terus tatap dia dengan wajah kasihan. Jujur saja, aku ikut kasihan dengan manusia keparat itu, semakin kasiannya membuatku sampai ingin tertawa terbahak-bahak!"


Mulai dari hinaan itu, para iblis menjadi tertawa terbahak-bahak, memberikan dampak serangan psikologis kepada Yan Xu yang malu.


Baru kali ini, para iblis merasakan kenikmatan untuk mempermalukan pria biadab yang terus menipu mereka.


Yan Xu yang berada di atas, merasa telah dirundung dan posisi mereka sudah terbalik. Seharusnya dia yang menertawakan mereka, bukan musuhnya!


"Sial! Kalian semua! Maju sini!" teriak Yan Xu penuh amarah.


Mendengar teriakkan itu, para iblis semakin tertawa bahagia. Pria yang membuat mereka kesal, seketika berubah menjadi badut dadakan di mata para iblis. Walaupun sudah terjebak ke dalam tempat berbahaya, mereka sudah tidak peduli selama dapat membalas dendam pada pria biadab itu.


Tidak mendapatkan tanggapan yang dia inginkan, Yan Xu akhirnya berhenti untuk menarik amarah para iblis. Dia sadar bahwa itu tidak akan berguna.


Semakin dia ingin menarik amarah para iblis, pihak lain akan menatapnya seperti seorang komedian yang sedang bercanda di atas panggung. Hal tersebut membuat Yan Xu merasa semakin malu dan ingin mengubur dirinya sendiri.


'Stalemate— kami semua tidak dapat bergerak. Aku harus mencari cara agar mereka atau diriku sendiri bergerak terlebih dahulu. Yang pasti, harus selalu ada umpan meriam untuk memicu jebakan selanjutnya!'

__ADS_1


Yan Xu mengerahkan seluruh pikiran biadabnya demi mencapai skenario yang dia inginkan.


__ADS_2