
Manifestasi Naga Petir Kesengsaraan Surgawi terkapar tak berdaya di tanah yang telah hancur akibat tebasan pedang Dayu.
Di seberangnya, Yan Xu berdiri tegak walau wajahnya sudah pucat karena terlalu banyak menggunakan energi qi, melebihi kecepatan metode Qi Gong.
Sementara itu, Pedang Dayu sudah kembali ke pangkuan Su Yinfeng. Dia pergi secara diam-diam dan meninggalkan sebuah pedang palsu ketika Su Yinfeng tertidur, kini ia harus segera kembali agar tidak ketahuan. Walaupun dia masih enggan meninggalkan Yan Xu, sayangnya energi qi milik Yan Xu juga sudah tidak bisa mempertahankan wujud manifestasi Pedang Dayu.
"Manusia, bukankah itu terlalu berlebihan? Petir kesengsaraan surgawi memiliki kekuatan yang setara dengan ranah kultivasi milik kultivator, tapi serangan yang kamu berikan jauh melebihi tingkat kultivasimu sekarang," protes manifestasi naga petir yang kelelahan.
"Aku harus mengalahkan mu karena suatu alasan. Meskipun kamu hanyalah potongan kecil dari yang asli, setidaknya cobalah untuk lebih berusaha lagi," balas Yan Xu dengan napasnya yang tersedak.
"Berusaha dengkulmu! Mana ada orang yang mengeluarkan senjata legendaris menebas manifestasi yang hanya di ranah puncak inti emas selain kamu!" teriak naga petir dengan sekuat tenaga.
"Pfft!— Hahahaha! ...."
"He ... He .... Gahahahaha!"
Mereka berdua tertawa bersama seperti makhluk yang sudah kehilangan akal. Tawa mereka bergema di seluruh domain khusus.
Puas dengan tertawa, naga petir bicara terlebih dahulu sebelum mereka melakukan proses kenaikan yang seharusnya.
"Manusia, kenapa kamu membutuhkan kekuatan padahal memiliki keabadian? Bukankah hidup dengan tenang, tanpa terlibat dalam proses takdir juga merupakan jalan hidup yang nyaman?"
"Andai saja opsi kedua yang kamu sarankan dapat membuat orang-orang di sekitarku dapat hidup nyaman, mungkin sudah aku lakukan semenjak dahulu. Hanya saja, ancaman yang akan datang tidak akan mengenal apapun selain kekuatan yang diperlukan untuk menghentikannya."
"Bukankah kepemilikan langit dunia ini sudah berganti, kenapa masih bersikeras kalau mereka bukanlah orang baik?"
"Naga petir, aku akan bertanya dengan serius kepadamu. Pemenang dari pertempuran terakhir, apakah mereka pihak yang jujur atau penuh dengan pendusta?"
Terdapat jeda sejenak, sebelum naga petir memberikan jawabannya. Dia melirik esensi tubuh milik Yan Xu dan akhirnya menyadari, bahwa ada yang berbeda dengan pria itu. Menghela napas kecil, mata naga petir menyipit seperti sedang melihat ke kejadian jauh dari masa kini.
"Mereka ... Dipenuhi dengan para pendusta walaupun tidak semua."
"Apa yang membuatmu berpikir demikian, Naga Petir?" tanya Yan Xu mendongak ke arah naga petir.
"Karena ... Saint yang merupakan teman lamaku, mati akibat tipu muslihat mereka. Sebelum kematiannya, dia telah membuat seluruh dunia maupun beberapa orang terdekat melupakan banyak hal tentangnya. Melupakan seseorang yang seharusnya tidak kamu lupakan, apa kamu tahu yang aku rasakan ini, Manusia?"
"Kehilangan seorang teman yang bahkan tidak kamu ingat. Apakah kamu akan merasa kecewa terhadapnya?"
__ADS_1
"Kecewa? Tentu saja aku merasa demikian karena dia meninggalkan semua orang dan menghapus ingatan mereka tanpa alasan yang jelas. Jika aku bisa, kuharap dia membawaku ke dalam lubang neraka dibandingkan harus hidup dengan tenang memberikan ujian kenaikan kepada para kultivator dari berbagai ras di dunia."
"Pertemanan kalian terlihat sangat dekat sampai-sampai aku mual mendengarnya," ucap Yan Xu dengan jujur.
"Daripada pertemanan, mungkin lebih kamu anggap saja hubungan antara Tuan dan tunggangannya. Saat pertama kali bertemu denganmu, aku merasakan sedikit persamaan pada salah satu jiwa di dalam tubuhmu. Aku tidak tahu apa jiwanya telah bereinkarnasi dan dicampur oleh beberapa jiwa pendosa lain, atau bagaimana, tapi ada hal yang harus kamu tahu, Manusia!"
Sebuah gambaran mulai terpatri di dalam benak Yan Xu, itu merupakan sebuah formula reinkarnasi yang telah dimodifikasi.
"Kelahiran dengan menyatukan berbagai kepingan jiwa yang berbeda, suatu saat nanti akan membuatmu harus memilih! Takdir, relasi, dendam, karakteristik dari semua jiwa harus ditentukan menjadi satu individu!"
"Jika kamu tidak mempersiapkan diri ..." naga petir menunjukkan senyum bengkok lalu berkata, "Mereka akan menelan mu."
Naga petir memberikan sebuah peringatan karena serpihan kecil ingatan yang dia miliki mengatakan bahwa ada satu orang yang akan membawa takdir dari mereka semua. Orang itu akan memilih jalan mana yang harus diambil oleh dunia Xuanyuan karena dia adalah seorang penjaga mutlak. Namun, berbeda dari kawan lamanya yang terlihat tidak memiliki ekspresi, naga petir melihat Yan Xu penuh akan warna dan emosi yang bisa ia perlihatkan kepada siapapun.
Naga petir tidak ingin mengambil asumsi bahwa ingatan itu memiliki persentase benar yang tinggi, hanya saja dia ingin sekali memiliki harapan lagi. Sebuah harapan yang sirna karena dia sudah tidak dapat mengingat bagaimana rupa teman lama, seseorang yang dia ikuti dan akui sebagai tuannya. Jika saja, benar bahwa orang itu telah bereinkarnasi menjadi orang lain, dia berjanji akan mengikuti reinkarnasi teman lamanya dan tidak akan tertipu lagi.
Ratapan sedih yang melihat ke jauh dari naga petir, membuat Yan Xu mengerutkan keningnya. Dia tidak memiliki waktu untuk mendengarkan curhatan pecahan manifestasi naga tua. Kalau bisa, dia ingin segera menempa inti emasnya menggunakan petir dari tubuh naga tua itu dan pergi melanjutkan perjalanan ke Persimpangan Jalan Bawah.
Namun, dia sekali lagi kepikiran dengan maksud dari mereka yang akan menelannya. Andai saja ucapan naga tua itu benar, berarti dia memang dalam bahaya dan harus menjadi lebih kuat dengan cepat. Hanya saja, terdapat beberapa perbedaan antara pemahaman yang dia miliki dengan naga petir.
Yan Xu menelaah formula reinkarnasi yang baru saja dia lihat dan tak lama kemudian, dia memanggil naga petir dengan suara yang dingin.
"Apa?"
"Formula reinkarnasi yang kamu miliki, tidak lengkap dan memiliki cacat yang terlalu banyak. Jika kamu bisa melihat jiwa di dalam tubuhku, menurutmu jiwa siapa yang ada di dalam tubuh ini?" Yan Xu menekan tubuhnya dengan tangan.
"Tidak, aku tidak bisa. Aku cuma bisa merasakan ada jiwa yang berbeda, tapi tidak dengan jumlah," jawab naga petir.
Mendapati dirinya terlalu banyak berpikir, Yan Xu mengusap keringat di wajahnya dan berkata, "Sepertinya percakapan kita harus segera berakhir."
Tubuh naga petir kini kehilangan bentuk dan hanya menyisakan petir yang akan digunakan untuk menempa inti emas milik Yan Xu.
Merasakan waktunya sudah dekat, naga petir meraung sekali dan lengan kiri Yan Xu memiliki cahaya yang sama dengan warna petir kesengsaraan surgawi. Tak lama setelah itu, terdapat sebuah simbol naga petir kesengsaraan surgawi.
"Apa ini?" tanya Yan Xu.
"Tanda pengakuan. Saat kamu sudah berada di ranah puncak, kita akan bicara kembali. Apabila ancaman yang kamu katakan benar adanya, tanda itu akan menjadi simbol ikatan antara kita. Dengan kata lain, kamu dapat memanggilku walaupun itu masih mustahil untuk tingkat kultivasi mu yang sekarang."
__ADS_1
"Kamu bersedia menjadi tunggangan ku?" Mata Yan Xu bersinar terang saat menatap naga petir yang hampir menghilang.
"TUNGGANGAN IBUMU!—"
Naga petir langsung menghilang sebelum dapat menyelesaikan sumpah serapahnya kepada pria biadab itu.
Ras naga memiliki kebanggaan diri yang tinggi, mengakui seseorang sebagai tuannya merupakan hal yang mustahil. Namun, tanda yang dia katakan sebagai simbol merupakan sebuah pengakuan bahwa ia mengakui Yan Xu sebagai—
"Ada yang aneh dengan simbol ini!"
Kelopak mata Yan Xu terbuka lebar saat melihat bentuk naga petir yang mengelilingi sebuah pola lingkaran.
"Lingkaran yang dikelilingi, itu sama seperti memasangkan sebuah cincin pada jari manis pasangan mu!"
"Sialan!"
Yan Xu melemparkan inti emas nya dengan marah ke arah petir kesengsaraan surgawi dari sisa manifestasi.
Dia menggaruk kepalanya beberapa kali sambil menghentakkan kakinya ke tanah hingga permukaannya hancur.
"Sialan! Sialan! Sialan!— TERNYATA NAGA TUA ITU ADALAH SEORANG WANITA DAN DIA TELAH MENINGGALKAN SIMBOL PASANGAN PADAKU!"
Dia telah tertipu!
Merasa marah hingga wajahnya memerah dan ingin memuntahkan seteguk darah segar, Yan Xu hampir kehilangan tenaga untuk bernapas karena kesal.
Gedebuk!
Yan Xu berlutut di tanah yang hancur dengan air mata berderai di matanya.
"Hancur sudah ... Aku ... Tidak bisa kembali menjadi normal ... Mereka pasti akan menertawakan ku setelah kembali nanti — hiks!"
Kali ini, dia benar-benar dibuat menangis tersedu-sedu karena telah jatuh ke dalam tipuan seekor ular tua yang licik itu.
Sementara Yan Xu menangisi simbol pasangan di lengan kirinya. Inti emas yang seharusnya membuat dia senang karena telah ditempa, kini sudah tidak menarik minatnya.
Butuh beberapa puluh menit bagi Yan Xu untuk menenangkan diri dari keterpurukannya. Dia sudah membuang rasa frustrasi itu untuk masa mendatang dan membuat wajah seolah tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1
Benar-benar tidak terjadi apa-apa, hanya saja dia merasa kelakiannya telah dipermalukan oleh seekor naga tua yang menyukai pria berpenampilan muda.