Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Pelajaran


__ADS_3

"Apakah kalian tahu apa itu qi?"


"Qi adalah energi?" tanya Miao'er balik.


"Bagaimana denganmu, Yan Xu?"


"Qi adalah energi yang berasal dari langit dan bumi yang merupakan napas semua makhluk hidup. Kultivasi dimulai dari qi. Semua teknik, kekuatan maupun berkah ilahi diciptakan melalui qi. Pada dasarnya semua manusia sudah bisa menyerap energi qi pada tubuhnya, bedanya seorang kultivator lebih dapat merasakan dan mengolah energi qi untuk berumur panjang maupun meningkatkan kekuatan mereka. Qi sudah diibaratkan sebagai oksigen di dunia ini, seperti cintaku yang selalu ada untuk Guru, jadi tolong menikahlah dengan murid ini!" Yan Xu mengakhiri ucapannya dengan bersujud hingga suara "gedebuk!" keluar begitu keras ketika dahinya menyentuh tanah.


"Ya, ya, aku akan menikah denganmu nanti. Sekarang fokus ke pelajaran, Murid Nakal!" Lan Xihe yang dari hari ke hari sudah terbiasa dengan pujian maupun lamaran pernikahan Yan Xu yang setiap hari ia dengar, benar-benar tidak bisa berbuat sesuatu dengan kelakukan bengkok murid nakalnya.


Miao'er segera menutup mulutnya, cekikikan tertawa dengan suara lembut dan rendah agar terhindar dari amarah gurunya.


Keseharian damai mereka agak berbeda dari apa yang disebut berkultivasi dengan arahan guru yang dia bayangkan, tentu saja dengan tingkah jenaka yang ditunjukkan oleh kakak seniornya tiap hari menambah keseruan.


Hanya saja ketiga orang itu, memiliki pemikiran, rahasia maupun skemanya masing-masing dan hanya mereka yang mengetahuinya.


Mendesah lelah, Lan Xihe kembali melanjutkan ajarannya.


"Kali ini Guru akan mengajari kalian teknik pengolahan energi qi yang tentunya adalah salah satu dari banyak teknik rahasia milikku. Dengan demikian, kalian dapat menggunakan energi qi walaupun masih di ranah penempaan tubuh. Bedanya hanya ada pada input dan output yang bisa kalian serap juga keluarkan dari tubuh karena kapasitas pusat dantian yang masih berkembang sedikit dari keadaan manusia biasa. Itulah kenapa kebanyakan orang menganggap bahwa mereka harus berada di ranah kondensasi qi terlebih dahulu untuk menggunakan energi qi, padahal sudah dijelaskan bahwa manusia biasa juga sudah memiliki energi qi dalam kehidupan sehari-hari mereka."


"Teknik ini sangat baik untuk membangun fondasi kultivasi. Dulunya banyak orang yang memohon untuk sedikit pencerahan tentang teknik ini kepadaku, bahkan ada yang bersedia menukarkan seluruh harta keluarga hingga yang ada di makam leluhur mereka!"


"Hm? Miao'er? ... Miao'er?"


"Y-ya, Murid mendengarkan ajaran Guru!"


Miao'er berdiri di bawah naungan pohon besar di samping danau. Tatapannya terus berputar ke tengah danau tanpa sadar dan dia menjulurkan ujung lidahnya dengan gugup.


Lan Xihe melihat ke tengah danau dan tersenyum, "Apakah kamu merasakan sensasi seperti air di danau sedang memanggilmu?"


"Ya, Guru!" jawab Miao'er.


Lan Xihe yang sudah sadar akan kecocokan roh Miao'er terhadap elemen air memiliki pemikiran bahwa murid termudanya sedang membangkitkan secara perlahan hubungan antara roh dan elemen. Biasanya seorang kultivator yang belum bisa menggunakan energi qi dengan benar tidak dapat merasakan sensasi tersebut, namun dengan bakat Miao'er yang menentang surga tidak mengejutkan dia dapat merasakannya secepat itu. Sebagai gadis suci, Lan Xihe juga mengalami hal tersebut namun bedanya, dia sudah merasakan sensasi itu sebelum memulai jalur kultivasinya karena setiap orang yang menyandang gelar 'Saint', memiliki kecocokan tertinggi terhadap setiap elemen yang ada.


Sadar bahwa para muridnya ini tidak ada yang normal dengan bakat mereka, Lan Xihe harus mengatur ulang kembali jadwal latihan mereka. Jadwal yang dia gunakan saat ini hanya berguna untuk murid yang agak berbakat, bukan untuk mereka dengan bakat menentang surga!


Helaan napas kecil keluar dari mulut kecil Lan Xihe, itu tidak luput dari perhatian Yan Xu.


Segera Yan Xu mengingatkan, "Miao'er jangan terburu-buru dalam belajar, meskipun kamu sudah bisa merasakan sensasi itu. Ingat, setiap bangunan yang kokoh pasti memiliki fondasi yang kuat juga. Guru, mari kita lanjutkan kembali pelajarannya."

__ADS_1


"Terima kasih atas pengingatnya, Kakak Senior!" Miao'er segera tersadar dari tindakannya yang cukup tergesa-gesa karena mungkin saja itu membuat mereka curiga bahwa ada sesuatu yang salah dengannya, tidak mungkin dia mengungkapkan bahwa sistem membantu latihan kultivasinya. 'Terlebih lagi, Kakak Senior benar-benar bijak dan tegas saat belajar walaupun terkadang dia harus bersikap konyol.' Miao'er semakin mengakui kepribadian kakak seniornya di dalam hati.


Sementara itu— ...


'Siapa guru di sini? Aku atau kamu, hah?! Hmph!' Lan Xihe hanya bisa menelan ucapannya di dalam hati namun mulutnya berkata lain.


"Baik, kembali ke pengajaran. Teknik pengolahan energi qi ini dimulai dari meditasi. Dapatkan ketenangan dalam hati maupun pikiran, jangan biarkan iblis mental menyerang pikiran dan batinmu. Perlahan kalian akan merasakan seperti hembusan udara yang sejuk memasuki sela-sela kulit dan jalur pernapasan, biarkan udara itu menyejukkan seluruh tubuh kalian. Sedikit demi sedikit, kalian akan merasakan sensasi seperti gumpalan udara yang memiliki jumlah tertentu di berbagai titik dantian, itulah energi qi dan kalian bisa menggerakkan mereka sesuai keinginan saat pelatihan berlangsung."


Mengikuti instruksi Lan Xihe, kedua muridnya mulai bermeditasi.


Aura hijau muda mengelilingi tubuh Miao'er, sedangkan Yan Xu tidak terlihat apa-apa.


Lan Xihe memicingkan matanya, mencoba lebih fokus terhadap sirkulasi udara di sekitar murid tertuanya tetapi dia masih tidak bisa melihat auranya. Namun, dia masih bisa merasakan jumlah yang dikelola oleh Yan Xu secara terbuka, sementara itu untuk yang dia tutupi, Lan Xihe hanya bisa merasakannya secara samar-samar dengan konsentrasi penuh. Jika dia menyentuh tubuh Yan Xu, akan lebih mudah untuk merasakannya, tapi dia mengurungkan niatnya karena itu juga bisa melatihnya dalam merasakan energi qi lebih dalam.


Seperti inilah dunia pendidikan yang seharusnya. Bukan hanya mengajar dan diajari, mereka juga sama-sama saling belajar dengan sudut pandang berbeda secara tidak langsung.


Tak lama kemudian, Miao'er membuka mata cokelatnya yang cerah lebih dahulu.


Lan Xihe mengamati perubahan dalam aura Miao'er, jelas sekali auranya jauh lebih murni dan stabil dari sebelumnya.


"Bagaimana perasaanmu?" tanya Lan Xihe dengan senyum indahnya.


'Benar, sangat luar biasa karena kamu bisa menguasai teknik itu hanya dalam 30 menit dimana aku harus menelitinya selama 30 tahun! Bakatmu terlalu membuat surga iri, bahkan gurumu juga sangat iri, Leluhur Kecil!' batin Lan Xihe.


Di luar, dia tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia iri dan hanya menunjukkan ekspresi yang mengatakan bahwa itu wajar saja Miao'er dapat menguasainya dengan cepat.


Dengan senyum di luar dan iritasi di dalam hatinya, Lan Xihe kembali menjelaskan, "Setelah menguasai teknik pengolahan energi qi, auramu sudah sempurna dengan bakat yang luar biasa. Penampilanmu semakin menawan dan sudah bisa disebut sebagai peri abadi. Perbedaan antara kamu dan kultivator pada ranah penempaan tubuh lainnya adalah mereka hanya bisa menggunakan kekuatan, tapi milikmu bukan hanya kekuatan yang ditingkatkan melebihi penempaan tubuh biasa, kamu memiliki fleksibilitas dan stabilitas selama bergerak."


"Oh, jadi itu sebabnya ketiga orang itu kalah dari Kakak Senior ...."


"Ketiga orang itu?"


Miao'er mengangguk dan berkata, "Saat Murid belum mengaktifkan jalur kultivasinya, Kakak Senior membantu Murid untuk mendapatkan mutiara esensi ular giok saat itu." Wajah Miao'er memerah karena mengingat bagaimana kakak seniornya berusaha untuk membantu dan juga melindungi dia.


"Hoo ..." mata Lan Xihe membentuk bulan sabit, dia tidak mengetahui kejadian sebelum Yan Xu bertemu keempat orang itu jadi wajar saja jika dia penasaran. "Ceritakan lebih lanjut," lanjutnya.


"T-tapi, Guru ...." Wajah Miao'er tambah memerah hingga ke lehernya.


'Luar biasa, Leluhur Kecil! Guru akan bersenang-senang denganmu terlebih dahulu!' meskipun tenang, sepertinya iblis hati pada Lan Xihe merasakan kesenangan yang tidak dapat dijelaskan.

__ADS_1


"Guru bukanlah orang yang tidak masuk akal. Sebagai gantinya, Guru juga akan menceritakan bagaimana kakak seniormu saat bertemu dengan mereka kembali ditambah kehadiran tetuanya. Bagaimana? Kamu pasti tertarik, kan?"


"Oke, sepakat!" Miao'er mengangguk senang.


Kedua gadis itu mulai merumpi di tempat yang tidak jauh dari pohon besar, sementara Yan Xu yang ditinggal sendiri hanya bisa diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka. Dia sudah mengerti cara mengendalikan energi qi dan secara diam-diam memasuki ranah kondensasi qi tingkat tiga. Saat ini puncak gunung es dari basis kultivasinya adalah penempaan tubuh tahap ketiga, dia juga harus tetap bersabar hingga gurunya mengajari mereka teknik menyembunyikan basis kultivasi dan teknik untuk menyerang.


'Yah, tidak buruk juga belajar dari dasar. Dengan ini, kami tahu bahwa Guru benar-benar serius dalam mengajar walaupun sepertinya dia agak bias terhadap Adik Junior ... tapi itu juga bagus, jadi aku bisa bebas dalam berkultivasi!'


Yan Xu kembali melanjutkan meditasinya. Dia berpikir untuk terus seperti ini selama seminggu agar gurunya tidak curiga. Lebih baik mengarahkan seluruh perhatian guru kepada bakat adik juniornya, hingga dia bisa tenang selama berkultivasi.


...


"Mereka sudah jauh, saatnya fokus latihan," gumam Yan Xu dengan nada rendah.


Dia mulai kembali mengumpulkan energi qi sekitar dan memusatkan nya pada dantian utama melalui aliran yang berbeda. Untuk menyembunyikan basis kultivasinya, Yan Xu menyediakan ruang lain pada dantiannya untuk menampung energi qi yang tidak dapat dideteksi oleh kultivator lain, kecuali mereka yang memiliki basis kultivasi mendalam seperti gurunya memeriksa tubuh Yan Xu secara langsung. Jalur sirkulasi energi qi pada seluruh tubuhnya juga sudah dia bagi menjadi dua, hingga dia tidak perlu menahan apapun saat mengeluarkan energi qi sesuai ranah penempaan tubuh tahap ketiga.


Seperti yang pernah dijelaskan gurunya, Yan Xu juga memiliki sensasi aneh yang sangat mendalam dengan apapun di sekelilingnya. Menurut penelitian selama ini, dia memiliki kecocokan tertinggi terhadap setiap elemen yang ada. Jika kecocokan biasa hanya bisa merasakan seperti ada panggilan angin sejuk, Yan Xu sepertinya bisa berkomunikasi dengan elemen itu sendiri.


Untuk menjawab rasa penasarannya, Yan Xu saat ini mencoba untuk berkomunikasi batin terhadap elemen angin di sekitarnya.


Benar saja, dia bisa merasakan perasaan yang di rasakan udara di sekitarnya. Penuh perasaan dengan kebahagiaan, ketenangan, kelembutan dan beberapa cekikikan dari guru dan adik juniornya yang sedang bergosip ria di depan subjek rumpi yang sedang bermeditasi.


'Wajah kedua gadis ini terlalu tebal! Membicarakan orang lain tepat di depan orangnya yang sedang fokus bermeditasi!' Yan Xu hanya bisa menghela napas panjang dalam hati karena sifat jenaka dari mereka berdua, namanya juga wanita tiada hari tanpa sesuatu yang dibicarakan.


Karena terlalu fokus dengan meditasinya, tidak terasa sudah 3 hari berlalu dengan cepat saat Yan Xu membuka mata. Di depannya ada makanan dengan suhu yang tetap hangat karena dipelihara oleh energi qi dan ada beberapa yang sudah dingin namun masih layak dimakan karena energi qi yang menghangatkan makanan itu habis. Pelakunya sudah jelas guru dan adik juniornya karena Yan Xu dapat merasakan energi mereka tertinggal.


Hal ini membuat Yan Xu teringat dengan kehidupan sebelumnya.


'Dulu, aku adalah anak yang terlantar. Makan sendiri, cuci baju sendiri bahkan hingga mati juga aku tetap sendirian. Aku selalu menganggap kehidupan ini adalah siksaan untukku, tapi bersama kalian berdua hidupku lebih bermakna. Terima kasih, Adik Senior ... Guru ....'


Yan Xu menghabiskan semua makanan itu dan kembali ke gubuk jerami pribadinya.


Sementara dari jauh, ada empat mata yang mengawasi dia saat memakan semua makanan itu dari gubuk mereka masing-masing.


"Seperti yang diharapkan, dia memakan semuanya," Lan Xihe cekikikan tertawa dan menatap ke murid termudanya dengan senyum nakal, "Kamu kalah, Miao'er."


Air liur memenuhi mulutnya hingga menetes kemana-mana.


"TIDAAAAAAAKKKKKKKK!!!"

__ADS_1


Dari jauh dapat terdengar suara teriakan minta tolong dari seorang gadis remaja yang baru puber. Namun, hanya Yan Xu seorang yang menjadi saksi bisu dari kejadian itu, tetapi dia tidak mempedulikannya. Dia terlalu lelah untuk memeriksa kelakuan jenaka dari guru dan adik juniornya.


__ADS_2