
Di Paviliun Selatan, klinik pengobatan tempat para anggota di rawat layaknya rumah sakit tinggal untuk sementara waktu.
Di sana, kelimabelas anggota pengikut setia Tuan Pertama Puncak Angin berbaring di kasur mereka dengan wajah pucat. Kelelahan yang mereka alami terjadi karena hutan ilusi terlalu banyak menyerap energi qi hingga seluruh anggota hampir kering seutuhnya.
Pada sudut ruangan, dekat dengan jendela, Ye Miao'er duduk dengan tenang ditemani oleh Wang Jia Li dan Xiu Ruolan. Ketiga murid langsung dari Kepala Puncak datang menjenguk mereka semua!
Orang pertama yang bicara adalah Ye Miao'er, "Jiang Nalan, apa kamu memahami yang baru saja terjadi dengan kalian? Maaf kalau agak kasar, tapi ini untuk memastikan kinerja otakmu yang baru saja bangun setelah tidur lelap."
"Menjawab pertanyaan dari Nona Keempat, sepertinya kami telah memasuki perangkap ilusi secara tidak sengaja. Karena itu, energi qi di dalam tubuh kami telah diserap hingga menyebabkan gangguan dalam berpikir, membuat kami semua jatuh ke dalam ilusi melawan musuh yang seharusnya tidak bisa kami kalahkan. Jika ada yang kurang, mohon dimaafkan atas kurangnya kemampuanku dalam berpikir, Nona Keempat."
Ye Miao'er mengangguk dan berkata, "Benar, jawaban yang kamu berikan sudah menggambarkan hampir semua dari seluruh kejadian di hari itu. Ada beberapa poin yang tertinggal yaitu, kalau kalian tidak bisa mengalahkan musuh saat berada dalam ilusi tersebut, energi qi kalian semua akan dihisap sampai kering oleh penjaga hutan tersebut. Kalau seluruh energi qi kalian dihisap sampai kering, kalian semua akan menjadi tulang berulang, dengan kata lain mati."
Hup!
Ye Miao'er melompat dari posisi duduknya dan berkata dengan bangga, "Kalian harus bangga karena itu bukanlah sebuah kegagalan. Keberanianmu dalam menghadapi musuh yang tidak mungkin dapat kalian menangkan, bahkan berani mengorbankan nyawa dan membuat serangan balasan tak terduga itu benar-benar menakjubkan. Kalian memang pantas menjadi pengikut setia Kakak Senior."
Mendengar Nona Keempat yang merupakan salah satu puncak dari hierarki berkata demikian, membuat wajah seluruh anggota fraksi pengikut setia Tuan Pertama Puncak Angin menjadi lebih berwarna. Akhirnya, mereka mendapatkan pengakuan dari orang yang terlalu pilih-pilih seperti Ye Miao'er!
Namun, suasana menjadi lebih mencekam setelah Miao'er kembali membuka mulutnya.
"Tetapi ...."
Miao'er menekan mereka semua menggunakan auranya sendiri hingga ada beberapa yang muntah darah.
Niat membunuh yang sangat pekat dapat mereka rasakan datang dari Miao'er yang berjalan ke tengah ruangan.
Dengan datar, Miao'er menatap ke arah Jiang Nalan lalu berkata, "Ide siapa yang mengharuskan kehidupan peringkat teratas lebih diprioritaskan dibandingkan dengan nyawa seluruh anggota fraksi mu?"
__ADS_1
Jiang Nalan yang menerima niat membunuh langsung tidak dapat bernapas dengan benar. Dadanya merasa sesak, namun dia masih berusaha sekuat tenaga untuk bergerak tidak peduli kalau tubuhnya yang masih lemah meraung kesakitan.
Di bawah tekanan Miao'er, mereka semua mengangkat tangan dengan sangat gigih.
Melihat itu, semua anggota saling menatap. Mereka dapat melihat keteguhan hati dari setiap orang yang bertukar pandang.
Mereka telah menjadi anggota fraksi Pengikut Setia Tuan Pertama Puncak Angin dengan bangga. Berpikir mereka akan dikalahkan setelah keberhasilan pertama dalam membantu tuan yang diikuti, mereka bahkan masih belum memenuhi semua tuntutan Miao'er yang sangat banyak terhadap standar anggota.
Haruskah kenyataan menghantam mereka seberat palu godam?
Lebih penting lagi, itu bukan hanya salah satu kesalahan rantai komando mereka. Kali ini, jika tidak ada yang berani mengajukan diri, Jiang Nalan akan menanggung seluruh hukuman sendirian karena tanggung jawabnya sebagai peringkat pertama. Mereka yang telah melewati cobaan hidup dan mati bersama, tidak mungkin akan membiarkan hal itu terjadi walaupun harus ikut menanggung hukuman berat dari Miao'er.
Pada saat itu, Jiang Nalan merasakan pikirannya sedikit kosong. Mereka yang sudah dia tetapkan untuk dikorbankan apabila situasi hidup-mati terjadi, kini masih dengan teguh membela keputusannya hingga akhir.
"Apa kalian sedang berkomplot untuk melawanku?" Melihat keteguhan hati semua orang, Ye Miao'er mengangkat alisnya dan menambahkan sedikit tekanan kepada mereka.
"Berhenti? Untuk apa? Mereka masih belum merefleksikan seluruh kesalahannya," jawab Miao'er dengan suara dingin.
"Kalau kamu tidak berhenti, salah satu dari mereka mungkin akan mati karena kehilangan napas," balas Wang Jia Li sambil menunjuk ke salah satu anggota yang wajahnya sudah biru karena kekurangan oksigen.
"—Hmph!" Miao'er menarik tekanan yang dia keluarkan, lalu membuang muka begitu saja.
Sreet— Gedebuk!
Dia kembali duduk di kursinya, kemudian Wang Jia Li yang menggantikan Miao'er untuk bicara.
Para anggota saling bertukar pandang, mereka mengangguk secara bersamaan dan mempertahankan keteguhan mereka. Tidak peduli seberapa banyak koreksi yang diberikan, jika itu hanya akan memberatkan Jiang Nalan, mereka tidak akan ragu untuk ikut menanggung beban itu bersama.
__ADS_1
Berbeda dari cara penyampaian Miao'er yang kasar, kali ini Wang Jia Li bicara dengan santai seakan membawa musim semi ke dalam ruangan itu.
"Aku tidak akan menyalahkan siapapun atas apa yang baru saja terjadi dan maaf atas kekasaran Adik Junior. Kembali lagi ke permasalahan utama, kesetiaan kalian memang patut dipuji, bahkan orang yang kalian ikuti akan melakukan hal yang sama."
"Hal yang sama?" tanya Yueqin dengan matanya yang sejernih kristal.
Wang Jia Li tersenyum dan mengangguk lalu berkata, "Dia akan mengorbankan dirinya demi melindungi orang lain, sama halnya dengan ketigabelas orang yang telah memutuskan untuk memprioritaskan nyawa kalian berdua, di atas nyawa mereka sendiri."
"Sekarang, aku akan bertanya kepada kalian berdua. Jiang Nalan, Yueqin, bagaimana perasaanmu setelah dapat bertahan hidup di atas pengorbanan yang telah mereka lakukan demi kalian?" tanya Wang Jia Li.
Orang yang pertama bicara adalah Jiang Nalan.
"Tidak ada, Nona Kedua."
"Bagaimana denganmu, Yueqin?" tanya Wang Jia Li lagi.
"Itu ... Terasa seperti dadaku merasakan sesak, sulit rasanya untuk bernapas, mataku tiba-tiba merasa hangat hingga tidak sadar mengeluarkan air mata. Terlebih lagi, aku merasakan kesepian, saat melihat orang-orang yang dulunya sering bersamaku, kini telah tiada. Karena mereka sudah tiada, bukankah artinya aku tidak dapat melihat mereka untuk selamanya? ... Itu, sangat mengganggu ku ...."
"Yueqin, apa-apaan dengan jawabanmu itu?!" teriak Ahn kepada saudari nya sendiri.
"Ahn," panggil Wang Jia Li.
"Y-ya, Nona Kedua?"
"Tidak perlu marah. Sudah wajar bagi Yueqin untuk menghargai keberadaan kalian. Ingatlah satu hal, bahwa kalian semua bukanlah alat melainkan manusia. Keberadaan kalian bukanlah seperti angin lewat dan menghilang begitu saja, melainkan hal yang penting bagi kami semua. Jika kalian tidak ada, siapa lagi yang akan meneruskan tekad kami apabila sesuatu terjadi di kemudian hari— ...."
"Nona Kedua, tolong jangan berkata begitu! Kalian akan tetap hidup dan kami akan rela berkorban nyawa demi melindungi kalian semua!" balas Ahn.
__ADS_1
Wang Jia Li menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak perlu. Kalian adalah generasi muda, tidak perlu memiliki pemikiran seperti itu pada kami yang merupakan generasi sebelumnya. Kakak Senior juga pasti akan berkata demikian, supaya kalian semua mengerti dan bisa menyayangi nyawamu ketimbang harus mati begitu saja."