
Di sudut aula utama, seorang peri yang memiliki ekspresi es dengan botol labu anggur yang tergantung di samping pinggang rampingnya menatap Yan Xu dengan heran.
Dia memiliki perawakan yang ramping, rambut hitam panjang, wajahnya yang cantik dengan ekspresi sedingin es dan mata hitam yang cerah. Dalam hal citra, dia adalah kultivator wanita dengan pakaian yang sederhana tanpa riasan, tapi sering diberi julukan peri es anti mabuk.
Mulut kecilnya mulai bicara dengan lembut dan sedingin es.
"Aku masih bisa mengerti tindakan Wang Jia Li dan Mo Li dalam ekspedisi kali ini untuk mencari bahan pil buah kelahiran phoenix ...."
"Sementara Lin Qintian dan Bai Lien'er, kalian yang termasuk 20 besar murid berbakat dalam sekte, kenapa harus mengikuti ekspedisi ini? Apakah Sekte saat ini sangat kekurangan bahan?"
"Lalu ..." Mata hitam cerah itu beralih ke Yan Xu sekali lagi. ".... Yan Xu dari Puncak Angin ...."
"Tingkat kultivasimu termasuk standar minimum di sini. Apakah kamu sudah bosan hidup? Kenapa kamu tidak memilih kesulitan yang lebih mudah dibandingkan mengambil jalan ke kematianmu lebih cepat?"
Wanita itu cukup kejam dengan ucapannya bagi orang lain yang kurang mengenal dia, sebenarnya dia adalah kecantikan alami yang bersifat dingin sedingin es karena jalur kultivasinya dan wanita ini akan mengatakan apapun yang ada di dalam pikirannya tanpa pikir panjang.
Meskipun begitu, jelas sekali dia khawatir dengan keselamatan mereka karena dia sudah terlalu sering melihat murid yang mengambil ekspedisi ini, biasanya dengan rasio satu dari sepuluh orang yang ikut pasti akan mengalami luka berat.
Nama Peri Es Anti Mabuk adalah Su Yueyin. Dia adalah salah satu anggota Sembilan Su yang termuda, yaitu murid kesembilan. Dia bergabung dengan Sekte Abadi Luo 900-an tahun yang lalu, meskipun begitu dia tetap memiliki penampilan seorang kultivator wanita berusia dua puluhan.
Su Yueyin adalah petugas dalam menjaga para murid ke hutan kekacauan seorang diri, dari sini saja sudah terlihat bahwa Su Yueyin memiliki kemampuan yang mumpuni.
Yan Xu mempertahankan ekspresi datar saat dia menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk pada Su Yueyin yang memiliki reputasi sedingin es. Dia berkata, "Bibi Yueyin, Murid memiliki keperluan yang sangat mendesak untuk mencari bahan di sana. Ada bahan tertentu yang hanya bisa ditemukan di Hutan Kekacauan, jadi Murid akan merepotkan Bibi Yueyin kali ini."
"Bahan untuk pil apa?" Su Yueyin mengerucutkan bibirnya. Ekspresinya masih sedingin es, seperti biasa.
" .... "
__ADS_1
Su Yueyin menghela napas sambil berkata, "Karena hubungan baik antara aku dan gurumu, ambil ini dan pergilah ke aula pil untuk mengambil bahan yang kamu perlukan."
Sementara Su Yueyin berbicara, dia mengeluarkan sebuah plakat dari penyimpanan dimensinya dan melemparnya ke Yan Xu.
"Dengan itu, kamu bebas mengambil bahan apapun yang dibutuhkan."
"Hutan Kekacauan bukanlah tempat yang aman apalagi basis kultivasimu tertinggal jauh dari yang lain."
"Ikuti saranku, jika kamu masih sayang nyawa."
Kedua pria dan wanita yang berdiri di samping tampak terkejut saat tatapan mereka mendarat di plakat milik Su Yueyin.
Seorang tetua sekte yang memberikan sebuah plakat identitas dirinya begitu santai melemparnya kepada murid tahap kelima inti emas, bahkan mereka juga bukan berasal dari puncak yang sama.
"Bibi Yueyin ..." Yan Xu tersenyum pahit, memegang plakat itu dan maju beberapa langkah. Dia menyerahkan plakat itu kembali pada Su Yueyin dan berkata, "Jika aku punya opsi lain, aku tidak akan pernah mengambil risiko pergi ke Hutan Kekacauan. Namun, takdir berkata lain sekarang ...."
Su Yueyin sedikit mengernyit dan memusatkan perhatian kepada junior yang membungkuk di depannya. Dia masih berekspresi datar dan menyambar plakat miliknya kembali.
Su Yueyin menghela napas lelah lalu memanggil duo yang kultivasinya tertinggi di dalam kelompok, "Wang Jia Li dan Mo Li."
Pria cantik yang mengenakan jubah abadi merah menyala dan kultivator wanita muda yang lembut dan berbudaya menangkupkan kedua tangan mereka pada saat bersamaan.
"Murid mendengarkan!"
"Kalian berdua harus menjaga dia saat ada waktu luang," ucap Su Yueyin dengan suara dingin.
Wang Jia Li menjawab tanpa emosi, "Murid menerima perintah Bibi Yueyin!"
__ADS_1
Sementara itu, Mo Li melirik Yan Xu dengan sedikit kehangatan di matanya, "Bibi Yueyin dapat yakin kami akan menjaganya dengan baik." Sudut mulut kecilnya membentuk senyuman saat dia berkata dengan ramah, "Aku pasti akan melindungi adik junior Yan Xu apabila dia berada dalam bahaya saat di dekat kami."
Su Yueyin tidak bisa tidak menyentuh keningnya dan dengan tatapan tajam juga dingin ke arah Yan Xu, dia berkata, "Dia bergabung dengan sekte lebih dahulu dibandingkan dengan kalian berdua."
"Dengan kondisi Puncak Angin, kamu sudah berkultivasi secara tertutup selama seratus tahun di sana dan masih berada di tahap kelima inti emas. Yah, itu masih agak rata-rata, tapi sebaiknya kamu harus lebih rendah diri agar dapat bertahan hidup lebih lama."
"Um ..." Mo Li terlihat canggung, tetapi dia dengan cepat menangkup tangannya dan membungkuk, "Saya minta maaf, Kakak Senior. Tolong jangan dimasukkan ke hati ketidaktahuan junior ini."
Yan Xu tersenyum sedikit dan menggelengkan kepalanya, berbagai emosi terkandung di bagian terdalam hatinya.
'Seorang pria cantik anti sosial dan gadis muda yang membawa suasana hangat, mereka tidak serasi.'
Namun, itu tidak ada hubungannya dengan dia.
Yan Xu merasakan dua tatapan lagi yang menusuk bagian punggung belakangnya, tapi dia tidak repot-repot memastikan ini. Sebaliknya, dia berterimakasih kepada Su Yueyin lalu menangkupkan tangannya juga membungkuk kepada Wang Jia Li dan Mo Li. Kemudian, dia mundur ke belakang empat murid dengan tenang.
Kedua tatapan itu berasal dari murid yang tersisa.
Lin Qintian menggunakan jubah abadi biru dan Bai Lien'er mengenakan jubah abadi sutra berwarna merah muda. Mereka berdua dianggap sebagai talenta 20 besar generasi ini dengan basis kultivasi di ranah alam mistik. Mereka berdua adalah bibit unggul yang baik.
Tatapan mereka tidak mengandung niat baik, tetapi juga tidak mengandung niat buruk. Paling hanya ada penghinaan tak terhitung jumlahnya terhadap Yan Xu.
Yan Xu berdiri di tempatnya dengan tenang, mendengarkan suara orang yang terbang di udara tanpa henti. Kelompok demi kelompok dipimpin melewati langit oleh penjaga ekspedisi masing-masing.
Yan Xu memeriksa kembali barang bawaannya, setengah dari seluruh hartanya sudah dia bawa demi ekspedisi kali ini dan sisanya ia serahkan kepada Adik Junior untuk keamanannya.
Dia sudah melakukan persiapan penuh selama lima hari, demi ekspedisi hari ini.
__ADS_1