
Gedebrukk!
Pintu ruang administrasi dibuka secara kasar dari luar menggunakan gelombang energi qi.
Seorang peri abadi berbalutkan kain serba putih terlihat masuk sambil memijat keningnya dengan tak berdaya. Di belakangnya, setumpuk dokumen terbang di udara karena diangkat menggunakan tangan yang terbuat dari energi qi putih.
Kedua orang yang sudah terjebak selama tiga bulan di ruangan administrasi puncak, segera memberikan salam kepada Kepala Puncak, Lan Xihe.
"Murid memberi salam kepada Guru!"
"Yueyin memberi salam kepada Kepala Puncak."
Lan Xihe melambaikan tangannya kepada mereka, "Tidak perlu sopan, santai saja ..."
Meskipun dia bicara begitu, dapat terlihat senyum tipis pada sudut mulut Lan Xihe. Keduanya yang sudah terbiasa, hanya mengabaikan tanpa memikirkan lebih lanjut tentang hal tersebut. Sementara itu, Lan Xihe berjalan menuju ke meja yang khusus digunakan Kepala Puncak dan duduk dengan bahu merosot lelah.
Yan Xu segera bertanya dengan perhatian, "Apa ada masalah, Guru?"
Lan Xihe meletakkan berbagai dokumen yang dia bawa dan menghela napas. Memutar balik kumpulan dokumen tersebut sambil berkata, "Seperti biasa, Ketiga dan Bungsu menyelesaikan tugas dengan baik juga cepat. Namun, ada beberapa orang yang sama mengajukan komplain."
Yang dimaksud oleh Lan Xihe adalah Xiu Ruolan dan Ye Miao'er. Kedua murid itu melakukan tugas setiap bulan karena Puncak Angin sudah terhubung dengan pusat administrasi Sekte Abadi Luo. Jadi, setidaknya mereka harus mengambil beberapa tugas untuk dikerjakan setiap bulan.
Sementara Xiu Ruolan dan Ye Miao'er melakukan tugas di luar, Wang Jia Li membantu dalam pekerjaan bangunan. Dia terlihat sangat terampil dalam menjadi mandor, bahkan ia melakukan improvisasi yang lebih baik dari desain interior awal.
Kembali pada dua murid yang membuat masalah, sebenarnya mereka tidak sadar akan hal tersebut. Tiga bulan yang lalu, semenjak mereka harus mengambil tugas setiap bulan, Yan Xu akan keluar secara diam-diam untuk menyelesaikan komplain dari warga sekitar.
Dari sekian banyak orang yang mengajukan komplain, hanya ada beberapa yang sesuai dengan kenyataan. Jadi, Yan Xu harus menginterogasi beberapa orang terlebih dahulu sebelum bertindak melayani protes yang mereka ajukan.
Pada awal-awal memulai, paling tidak terdapat seratus komplain. Yan Xu menggunakan sedikit trik agar tidak ada lagi yang berani berbohong pada saat mengajukan komplain. Namun, tetap saja masih ada minimal dua hingga enam yang masuk.
Kini Yan Xu tidak dapat melakukan perjalanan jauh karena dia benar-benar terkunci dengan urusan administrasi puncak. Jadi, Lan Xihe yang harus melakukan bagiannya pada bulan ini mulai bekerja dengan giat untuk mengatasi komplain. Dia menggunakan metode kekerasan agar semua orang jujur.
__ADS_1
Metode yang dia gunakan lebih efektif karena meninggalkan bekas teror yang mengerikan pada setiap korban, tapi itu juga akan menimbulkan rasa dendam yang tidak perlu. Ketika dendam itu menumpuk, akhirnya berubah menjadi tumpukan dokumen yang berada di atas meja Lan Xihe.
'Seharusnya aku tidak mempercayai Guru saat dia bilang ingin membantu,' keluh Yan Xu tak berdaya.
Suara helaan napas panjang dan berat keluar kembali dari Lan Xihe. Dia benar-benar tidak suka berhubungan dengan hukum dunia fana.
Mengesampingkan rasa frustasinya, Lan Xihe melirik ke arah Yan Xu dan berkata, "Bagaimana dengan urusan administrasi puncak kita? Apakah bisa selesai dalam dua bulan?"
Yan Xu segera menjawab dengan tegas, "Menurut perkiraan Murid, setidaknya membutuhkan empat bulan untuk dasar administrasi yang terabaikan. Dua bulan lagi dibutuhkan dalam mengurus administrasi yang sekarang."
Lan Xihe mengerang saat mendengar jawaban Yan Xu, dia menggaruk rambut putihnya sambil berkata, "Kita benar-benar kekurangan tenaga kerja ...."
"Apakah Guru akan menambah anggota baru?" tanya Yan Xu.
"Tidak, belum ada calon anggota yang dapat menarik perhatianku," jawab Lan Xihe melambaikan tangannya.
Suara Su Yueyin mulai terdengar di sudut lain, "Bagaimana kalau Kepala Puncak meminta Kepala Sekte untuk mengecualikan Puncak Angin dari urusan administrasi pada Aula Pusat?"
Lan Xihe mengangguk dan berkata, "Apa yang dikatakan oleh Yan Xu benar, kita tidak bisa selamanya hanya memeras Su Yinfeng seperti sapi perah tiap saat. Sebenarnya aku sudah memiliki pemikiran seperti itu semenjak awal, akan tetapi aku berubah pikiran setelah melihat bagaimana cara kerja kalian."
"Jika kita hanya selalu menggunakan kekerasan juga metode tidak bermoral seperti biasa, akan ada masalah seperti yang ada di mejaku ini yang menanti. Sebaliknya, Puncak Angin mendapatkan perlakuan seharusnya ketika mengikuti aturan sekte walau tidak sebaik apa yang didapat Puncak Surgawi."
Tidak hanya Yan Xu, Su Yueyin yang mendengarkan tercengang hingga mengedipkan mata beberapa kali. Mereka tidak menyangka bahwa orang seperti Lan Xihe berkata seperti itu. Apalagi setelah ingat bagaimana mereka selalu dipukuli tanpa alasan.
Yan Xu bahkan sudah merasa terharu hingga menangis bahagia di dalam hatinya karena Guru sudah mulai sadar diri akan kekerasan tak bermoral yang seringkali ia lakukan. Andai saja kesadaran diri itu membuat Guru berhenti memukuli dia, Yan Xu mungkin akan bersujud di seluruh makam leluhur Sekte Abadi Luo.
Su Yueyin mengangguk lembut dan berkata, "Kepala Puncak memang bijak. Yueyin merasa malu karena sudah merekomendasikan hal seperti itu."
Lan Xihe tertawa kecil sambil melambaikan tangannya beberapa kali ke kiri dan kanan, "Tidak, tidak, kamu tidak perlu merasa seperti itu. Sebenarnya itu adalah saran yang bagus, Yin'er."
"Jika Kepala Puncak berpikir demikian, Yueyin merasa berterima kasih." Su Yueyin menangkupkan kedua tangannya dengan lembut ke arah Lan Xihe.
__ADS_1
"Ya, ya, asal kamu bahagia, ahaha ...."
Lan Xihe menggaruk pipinya beberapa kali dikarenakan ia masih agak belum terbiasa dengan sikap Su Yueyin yang berubah tiba-tiba. Dia sudah pernah melihat penekanan emosi milik Su Yueyin, tapi ada yang berbeda walau sekarang emosinya ditekan.
'Penekanan emosi anak ini masih sama seperti biasanya, namun dia masih bisa lebih ekspresif. Tiga bulan belakangan, aku dapat merasa penekanan emosinya mulai melemah secara bertahap dan agak samar-samar.'
Lan Xihe dengan pengalaman hidupnya yang panjang, juga ingatan terhadap bagaimana Su Yueyin yang dulu, saling tumpang tindih dengan masa kini. Sebagai orang yang memiliki pemikiran beda, dia bisa merasakan adanya perubahan walau pihak lain tidak bicara.
Lalu, apakah dia harus membiarkan ini berlalu?
Tentu saja, Lan Xihe tidak akan pernah melewatkan kesempatan sekecil apapun dalam mencari hiburan. Seperti yang dia sering lakukan kepada ketiga muridnya, terkecuali Yan Xu yang sering ia pukuli secara brutal.
Dari sisi lain, suara Yan Xu muncul menggelitik telinga Lan Xihe.
"Guru, Murid ingin tahu apakah ada yang bisa dipelajari untuk saat ini. Murid sudah terlalu lama mengurus urusan administrasi puncak hingga tidak dapat berlatih dan ingin meminta saran dari Guru."
Pupil merah Lan Xihe melebar saat mendengarkan murid nakalnya yang biasa bolos latihan berkata demikian. Dia mengeluskan dagunya beberapa kali dan menatap lurus ke Yan Xu lalu berganti pada Su Yueyin secara berulang.
Sebenarnya yang paling sulit dalam mengajar para murid adalah ketika memberikan bimbingan kepada Yan Xu. Lan Xihe tidak mendapatkan rekomendasi apapun dari sistem, jadi dia harus menyusun bahan ajaran sendiri.
Kini, dia sudah mengajarkan setengah dan Yan Xu juga telah mengembangkan ilmu yang ia pelajari menjadi jauh lebih baik dengan kemampuan dan pemahamannya secara mandiri. Jadi, Lan Xihe merasa tidak terlalu banyak yang bisa ia ajarkan kepada murid tertuanya hingga Yan Xu bisa mandiri dan menerima seorang murid.
Setelah beberapa saat kemudian, Lan Xihe menjawab, "Karena umur semua orang yang ada di sini sudah dewasa, bagaimana kalau kita membahas tentang praktik lazim hubungan antara pasangan dao di sekte? Kalian sering mendengar ini, tapi belum ada yang menjelaskan praktik itu dengan benar."
Dua orang yang mendengarkan mengangguk. Su Yueyin nampak bersemangat dalam mendengarkan, sementara Yan Xu sebaliknya. Dia terlihat sangat lesu dan tidak peduli.
'Yah, itu tidak masalah selama satu ikan masih melahap umpan dengan baik,' pikir Lan Xihe.
Mengambil napas panjang, Lan Xihe mulai menjelaskan dengan ekspresi yang serius.
"Semua ini dimulai dari bagaimana cara kerja antara hubungan lawan jenis satu sama lain ...."
__ADS_1