
Kembali menciptakan tombak energi di tangannya, Yan Xu mengambil jalan memutar ke barisan belakang, menuju Paqin yang merupakan inti dari formasi mereka.
"Ubah menjadi formasi bertahan badai!" teriak Paqin yang menyadari tujuan asli Yan Xu.
Sebelum dapat sampai ke lokasi Paqin, dia dihentikan oleh perubahan cepat formasi lawan yang menjadi khusus bertahan. Apabila dia menerobos masuk, barisan terbuka akan tertutup kembali layaknya sebuah spiral berputar.
Jika dia terus melakukan hal yang sia-sia, pihak lawan akan melakukan serangan balik secara diam-diam. Tidak ingin hal itu terjadi, Yan Xu segera mundur beberapa langkah sambil mendecakkan lidahnya dengan kesal.
Melihat ekspresi kesal di wajah tampan Yan Xu, Paqin tersenyum bangga dan berkata, "Ku akui, kamu memiliki penglihatan yang tajam. Sayang sekali, kedua matamu nanti akan ku jadikan koleksi pajangan markas kami sebagai suvenir khas kultivator yang kalah melawan formasi badai."
"Benarkah? Kalau begitu, coba saja lakukan sendiri? Pemimpin seperti apa kamu yang cuma memerintah dari belakang, sementara anak buahmu menjadi tameng daging? Hei kalian, apa kalian tidak apa-apa berkorban nyawa hanya demi keselamatan pria yang bersembunyi di balik mu?"
Pertanyaan Yan Xu membuat beberapa bandit menjadi gusar.
Dari raut wajah mereka, Yan Xu dapat melihat beberapa orang yang mulai mempertanyakan tindakan Paqin.
Paqin tidak tinggal diam, dia segera meredamkan kebingungan itu dengan berteriak, "Jangan dengarkan dia! Selama dia tidak berani menembus formasi kita, apa ada yang mungkin ma— !!!"
Sebelum Paqin berhasil meredamkan keraguan rekannya, tombak energi telah berhasil tertancap pada salah satu rekan yang berada di sampingnya.
Kelopak mata Paqin melebar dan kerutan di keningnya semakin dalam. Kedua mata merahnya menatap ke arah Yan Xu yang sedang mengusap keningnya.
Menyadari tatapan pihak lain yang sangat ingin mengirisnya menjadi ribuan bagian, Yan Xu tersenyum lebar dan berkata, "Ah, maaf. Sepertinya lengan ku tidak sengaja terpeleset."
"Kurang ajar!"
"Berani-beraninya dia!"
"Paqin, ini semua salahmu yang memerintah kami untuk membuat formasi tidak berguna ini!"
'Sepertinya racun yang disebut keraguan telah berhasil menyentuh beberapa dari mereka,' pikir Yan Xu.
Dia tersenyum licik, lalu dengan cepat mengubah wajahnya menjadi datar. Senyuman licik itu memang sengaja dia tujukan untuk Paqin yang terus melihatnya, sementara yang lain teralihkan karena rasa keraguan mereka.
Paqin yang melihat itu menggertakkan giginya. Saat perhatiannya teralihkan sesaat, dia tidak sadar semua anggota kelompoknya telah melihat dia sedari tadi.
__ADS_1
Tatapan semua orang kurang mengenakkan dan beberapa dari mereka, sepertinya memiliki niat tersembunyi yang sudah lama mereka pendam hingga sekarang.
Paqin dengan teguh menatap balik kepada mereka yang melotot di depannya. Dia tidak membiarkan sedikitpun ada kekurangan pada postur tubuhnya.
"Kalian ingin mempertanyakan kepemimpinan ku? Kita bisa membahas itu nanti, setelah memenggal kepala orang yang telah membunuh saudara kita," tatapan tajam Paqin jatuh pada Yan Xu dan diikuti oleh seluruh anggota kelompoknya.
Sementara itu, Yan Xu masih dengan tenang menonton pertunjukan mereka. Dia tahu kalau ini tidak akan berlangsung lama karena Paqin merupakan individu yang baik dalam mengambil peran kepemimpinan. Namun, sangat disayangkan bahwa dia memiliki nasib yang buruk di hari ini.
Itu karena mereka tidak sengaja berpapasan dengan Yan Xu yang suka sewenang-wenang dalam bertindak.
'Oh? Sayang sekali, aku sudah memberikan kalian kesempatan untuk berhenti menjadi babu dari pria itu. Namun, dibandingkan membunuhnya, kalian masih saja menuruti setiap perkataannya. Sangat disayangkan, sungguh ....'
Dalam hati, Yan Xu sangat kecewa akan para pria yang sudah ia beri kesempatan untuk memberontak. Padahal, mereka tinggal menyerang Paqin dan membunuhnya.
Itu bukanlah hal yang sulit karena dari pengamatan Yan Xu, dia bukanlah tipe orang yang bisa bertarung dengan banyak orang walaupun dapat memimpin hingga membentuk sebuah formasi layaknya seorang jenderal perang.
Selesai dengan pertunjukan yang ingin dia lihat, Yan Xu merasa agak bosan dan mengarahkan tombaknya ke salah satu leher para bandit.
Bandit yang mendapati dirinya dalam arahan tombak Yan Xu, segera mempersiapkan diri sementara Paqin membaca pergerakannya. Kali ini, pihak lain lebih berhati-hati dan menutup rapat telinga mereka. Dengan begitu, bisikan iblis Yan Xu tidak akan bisa lagi mengacaukan pikiran mereka.
'Semakin mereka berhati-hati, setiap pergerakan mereka akan lebih mudah untuk diprediksi. Walaupun tidak perlu, sih~'
Yan Xu yang jahil, sengaja memberatkan kakinya.
"Siapkan formasi bertahan, dia akan menyerang!"
Komando dari Paqin segera tiba, saat Yan Xu hanya menunjukkan sedikit pergerakan.
'Kawan, aku belum bergerak saja kamu sudah memberikan perintah? Seberapa cepat otakmu dibandingkan dengan prosessor komputer di Bumi?'
Yan Xu kemudian meringankan postur tubuhnya. Dia terlihat gemetaran sedikit karena menahan tawa. Lawan kali ini benar-benar seperti tikus kecil yang sedang bertemu seekor kucing dewasa.
Meletakkan tombak energi di bahu, Yan Xu memperlihatkan ekspresi kecewa dan berkata, "Kalian semua, gunakan saja formasi serangan terbaikmu. Aku akan berdiri diam di sini."
"Kultivator sombong! Kamu seharusnya tidak turun gunung hari ini! Percayalah, aku akan memotong kepalamu dan memajangnya di gerbang desa terdekat!"
__ADS_1
"Mari kita lihat, apa kamu masih bisa secongkak itu setelah merasakan irisan sabit ku!"
"Muda, tapi sayang kamu akan mati hari ini!"
Satu per satu anggota bandit mulai menyumpah serapahi Yan Xu dengan mata merah.
Namun, pada saat mereka terlalu sibuk menyumpahi Yan Xu, pria biadab itu melempar tombak energinya ke barisan belakang kelompok bandit. Salah satu anggota barisan belakang mereka tertusuk tombak energi tepat di jantung dan berakhir jatuh terkapar di tanah.
"Sial! Lagi-lagi dia menipu kita lagi!"
Anggota bandit lainnya menyipitkan mata mereka karena terkejut.
Mereka mungkin telah jatuh ke perangkap lawan, tetapi para bandit itu masih siaga, bersiap-siap membalas serangan jarak jauh Yan Xu yang tak terduga.
Namun, pihak lain masih dengan mudah menembus kesadaran ilahi mereka hingga mengambil nyawa salah satu anggota barisan belakang.
Jika mereka masih berdiam diri, apakah rekan sesama banditnya akan semakin berkurang?
"Tidak perlu panik! Lakukan seperti permintaan kultivator biadab itu!"
Paqin yang sudah terbiasa dengan medan pertempuran, tidak membiarkan kepanikan menguasai mereka. Mengaum dengan penuh amarah, Paqin memberikan instruksi kepada seluruh kawanan bandit untuk membentuk formasi serangan terkuat mereka.
Koordinasi mereka berjalan dengan mulus, masing-masing anggota bandit saling melengkapi dan menyesuaikan diri pada kondisi sekarang.
Empat bandit berdiri kokoh dengan tameng besar mereka di depan, sementara di tengah ada Paqin dan delapan orang yang mengelilinginya menggunakan berbagai macam jenis senjata.
Barisan belakang mereka terdiri dari tujuh orang dengan perlengkapan medis dan kertas jimat, bersiap untuk melakukan serangan jarak jauh maupun mengaktifkan susunan formasi.
Menghadapi gempuran formasi serangan terkuat milik kawanan bandit, Yan Xu kembali menarik tombak energinya dari udara kosong. Begitu tombak energi itu berada di tangannya, dia mendorongnya ke depan untuk melakukan gerakan tusukan.
Bahkan, sebelum tombak itu bersentuhan dengan formasi mematikan kelompok bandit, tombak itu telah melahap energi qi di sekitar untuk berubah menjadi naga yang beresonansi dengan qi murni.
Peng!
Ujung tombak menghantam perisai milik barisan depan formasi bandit, dengan dentangan logam yang saling bersentuhan, telah membuat lengan seluruh pemegang perisai mati rasa.
__ADS_1