Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Awal Kebangkitan Kakak Senior


__ADS_3

"...... Ba ............ ngun .......... sau ........... da ........... raku ............."


"....... Ba .......... ngun .........."


Sebuah suara samar memanggil Yan Xu dan suara itu lebih jelas dari waktu ke waktu.


"Ugh ...."


Yan Xu terbangun di sebuah ruang hampa yang tidak memiliki penerangan sama sekali. Dia tidak merasa terkejut dan langsung terbiasa karena ini hampir sama ketika ia bermimpi akan trauma masa lalu saat kehidupan di bumi maupun asimilasi ingatan pemilik lama tubuhnya.


Perlahan, Yan Xu mendudukkan tubuh yang tak kasat mata.


Pada dasarnya, kini Yan Xu hanyalah berbentuk seperti bola api kecil yang mana itu melambangkan sebuah kobaran jiwa.


Sementara yang ada di depannya, merupakan pria yang memanggil dia sebagai saudara dan memiliki wajah yang sangat amat ia kenal.


"Yan Xu?" tanya jiwa Yan Shen keheranan saat melihat wajah tampan pria di depannya.


"Oh? Kamu sudah bangun, saudaraku? Syukurlah! Aku— ...."


Belum sempat Yan Xu bicara, jiwa Yan Shen segera memotong.


"Cukup! Apa ini adalah bagian dari rencanamu?" Terdapat nada kesal dari jiwa Yan Shen yang bicara.


Mendengar pertanyaan itu, Yan Xu menggelengkan kepalanya dan berkata dengan senyum, "Ini adalah takdir kita. Kamu dan aku adalah saudara sejiwa."


"Saudara sejiwa? Omong kosong apalagi ini?! Kamu pikir, kamu bisa membohongiku?! Setidaknya, aku masih memiliki pemikiran manusia modern— tidak, tunggu dulu ..."


Terdapat jeda sejenak dan terdengar jiwa Yan Shen mengembuskan napas berat seolah-olah mendapatkan jawaban sendiri atas pertanyaannya.


Melihat reaksi itu, Yan Xu membuka mulutnya kembali, "Benar, aku memberikan setengah jiwa dan keberuntungan ku agar kamu dapat terlahir ke dunia. Sekarang, separuh jiwa yang telah hilang akhirnya bersatu, lantas apalagi kalau bukan disebut saudara sejiwa?"


"Haaah ... kamu benar, aku bisa mengerti banyak hal melalui ingatan yang tiba-tiba muncul di dalam benak ku," balas jiwa Yan Shen pasrah.


Merupakan hal yang normal bagi jiwa Yan Shen yang sudah beradaptasi akan dunia fantasi langsung menerima kenyataan yang diucapkan oleh Yan Xu. Hanya saja, dia masih sedikit syok atas pertemuan pertama mereka yang tidak terduga. Di lain sisi, dia merasakan suatu kedekatan dengan Yan Xu itu sendiri walaupun mereka belum pernah bertemu satu sama lain.


"Melihat kamu sudah menerima semua ingatan lengkap dariku, pasti banyak kan yang ingin kamu tanyakan? Aku ingatkan, ini adalah pertemuan pertama dan terakhir kita, lebih baik gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk mempelajari semuanya."


"Terakhir ya, yah kalau kamu bilang begitu ya begitulah sudah. Pertama, kenapa kamu memilihku?"


"Karena cuma jiwamu yang beresonansi dengan jiwaku melalui teknik reinkarnasi."


"Jadi ini tentang kecocokan, pantas saja rasanya seperti kita adalah pinang dibelah dua dari persepsi orang yang mengetahui identitas asli tubuh ini. Terus, kenapa kamu bisa tersudut padahal kekuatanmu jauh melampaui akal sehat kultivator di dunia Xuanyuan?"


Terdapat jeda sebentar sebelum Yan Xu menjawab pertanyaan tersebut. Sepertinya dia sedang memikirkan bagaimana cara menjelaskan yang tepat untuk pemahaman jiwa Yan Shen. Namun, jiwa Yan Shen secara acuh tak acuh kembali bicara kepadanya.


"Tidak perlu memikirkan kalimat yang sederhana, gunakan saja bahasamu. Sisanya, biar aku cari tahu sendiri," ucap jiwa Yan Shen yang tidak ingin menunggu.

__ADS_1


Mengangguk dengan ekspresi tegas, Yan Xu kembali melanjutkan, "Kamu tahu bukan, masih ada langit di atas langit? Pemilik langit telah berganti, penantang yang merupakan pemenang sekarang adalah pemilik dari langit di atas dunia Xuanyuan. Mereka disebut sebagai Celestia atau Istana Langit yang digadai-gadai sebagai tempat surga kultivasi, namun kenyataannya mereka memandang rendah semua kultivator manusia."


Sebelum melanjutkan, Yan Xu mengambil napas lalu berkata, "Mungkin terdengar konyol, tapi mereka masih mengintai di balik langit. Mereka memiliki pengetahuan, teknologi maupun teknik yang jauh lebih kuat dibandingkan generasi kultivator pertama dunia Xuanyuan. Demi bertahan dari gempuran Celestia, aku menggunakan metode reinkarnasi separuh jiwa dan bertarung dengan mereka dengan sisa jiwa yang ada. Walaupun tubuhku sudah memahami hukum dao tentang keabadian, tetap saja tubuh dengan jiwa yang tersisa setengah memiliki kekurangan. Dengan kecerdikan yang mereka miliki, para penghuni Celestia menjebak ku dengan sengaja mengarahkan sebuah meriam laser besar ke arah Dunia Xuanyuan. Jadi, seperti yang kamu lihat dalam ingatanku, aku gagal melawan pihak Celestia."


Wajah Yan Xu terlihat puas walaupun cerita yang ia katakan memiliki arti berkebalikan.


"Aku terkejut kamu masih bisa bangga saat menceritakan tentang kegagalanmu," sarkas jiwa Yan Shen sambil cekikikan.


Menggaruk punggung kepalanya, terlihat wajah malu Yan Xu tertawa terbahak-bahak lalu berkata, "Itu bukanlah kekalahan, melainkan sebuah tipuan!"


"Tipuan?"


Yan Xu mengangguk lalu menunjuk ke arah jiwa Yan Shen dan berkata, "Semua itu diperlukan agar penghuni Celestia tidak sadar kalau jiwa kita telah menyatu dan kamu dapat berpindah ke tubuh ini ketika aku sudah tiada."


"Oh? Bukankah tadi kamu bilang kalau kita terikat takdir? Kamu ingin menipu ku?"


"Tidak, sama sekali tidak! Bukankah tadi aku juga sudah bilang kalau cuma jiwa mu yang beresonansi dengan jiwa ku? Kalau bukan takdir terus apa, hah?!"


"Yah, ucapan mu ada betulnya juga. Maaf karena terlalu curiga," balas jiwa Yan Shen.


"Yah, sudahlah. Memang wajar kamu curiga. Aku juga akan merasakan hal yang sama apabila berada di posisimu. Terus, apalagi yang ingin kamu tanyakan?" Yan Xu tersenyum lebar seolah-olah dapat menebak apa yang akan ditanyakan oleh jiwa Yan Shen kepadanya.


"Sistem, kenapa sistem yang kamu miliki rusak?" tanya jiwa Yan Shen datar, seolah telah menyerah akan penggunaan sistem yang ia miliki.


"Hmm ... ini ... karena aku telah membagi sistem tersebut menjadi sepuluh bagian. Kemudian, sistem yang kamu miliki hanyalah pajangan dan memiliki fungsi untuk memberikan keuntungan bagi pengguna sistem lainnya! Maaf! Kamu pasti berpikir telah mendapatkan cheat terkuat saat melihat jendela sistem, tapi sebenarnya itu hanyalah pajangan agar kamu lebih mudah menerima kepindahanmu!"


Jiwa Yan Shen tidak memiliki pemahaman lain dan hanya menyatukan kepingan yang ada. Seperti jumlah, kekuatan tiap saint, peringkat maupun karakteristik masing-masing dari mereka. Bisa dibilang, kesepuluh pemilik sistem akan menempati posisi yang sama seperti mereka.


Dia memikirkan bahwa ada kemungkinan, sepuluh pemilik sistem ini akan mendapatkan sebuah tugas yang sangat memberatkan. Jujur saja, dia tidak peduli dengan hal tersebut. Namun, jiwa Yan Shen merasakan kesemutan saat pikirannya tertuju pada beberapa orang yang merupakan anggota Puncak Angin.


Api kecil dari jiwa Yan Shen mulai berkobar membara, seperti kobaran api besar yang telah diberi kayu bakar.


Yan Xu melihat kobaran jiwa Yan Shen dan berkata, "Itu mungkin saja terjadi. Mereka yang mendapatkan sistem akan diberikan sebuah tanggung jawab sesuai dengan porsi kekuatan yang telah mereka dapatkan. Selain itu, kamu adalah penjaga dari kesepuluh orang yang terpilih. Kamu harus menjaga mereka dari marabahaya yang menanti kedepannya. Jika salah satu pemilik sistem mati, dunia Xuanyuan akan berada di ambang kehancuran."


"Omong kosong! Aku sendiri masih lemah, bagaimana bisa aku melindungi mereka! Jangan melindungi mereka, melindungi diriku sendiri saja aku ...—keugh!"


Jiwa Yan Shen terdengar sangat kecewa akan kenyataan yang ia dapatkan. Dia mencoba untuk memikirkan solusi lain, namun tidak ada satupun yang keluar dari kepalanya.


Menghiraukan keluh kesah jiwa Yan Shen, Yan Xu memberikan jawabannya, "Itulah kenapa pertemuan kita telah ditakdirkan. Dengan pertemuan ini, seluruh ingatan kita akan bersatu dan kamu akan tahu berbagai macam teknik maupun pengetahuan yang telah aku kumpulkan selama ini. Jadi, kamu tidak perlu berkecil hati!"


"Berkecil hati? Aku?"


Jiwa Yan Shen tertawa terbahak-bahak seolah apa yang ia dengar merupakan lelucon yang sangat lucu. Gema tawa nya memenuhi seisi ruang hampa, hingga ruang itu berguncang.


Puas dengan tawanya, jiwa Yan Shen kembali bicara.


"Ini tidak adil karena aku pikir, dengan berpindah aku bisa menjadi bebas! Aku ... apa selamanya aku akan terus dirantai takdir seperti ini?"

__ADS_1


Merasakan perubahan emosi terhadap Jiwa Yan Shen, Yan Xu hanya menutup kedua matanya. Dia tidak memberikan jawaban apapun karena ia tahu, itu memang tidak adil bagi seseorang seperti Yan Shen terlibat dalam proses takdir dari dunia Xuanyuan. Namun, dia ingin tetap percaya bahwa Yan Shen bisa melalui itu dan menerima takdirnya sebagai pengganti Yan Xu untuk menjadi penjaga dunia Xuanyuan.


Setelah diberikan waktu sejenak untuk menenangkan diri, jiwa Yan Shen kembali bicara.


"Tidak ada gunanya menolak takdir. Aku akan menerimanya, tapi bisakah aku meminta sedikit lebih banyak kelonggaran?"


"Apa itu?" tanya Yan Xu tertarik.


"Apakah semua pengguna sistem memiliki kedekatan denganku?" tanya jiwa Yan Shen.


Berpikir sejenak, Yan Xu memberikan jawaban yang tak terduga, "Ya, mereka semua adalah orang terdekatmu. Bisa saja mereka juga merupakan reinkarnasi atau yang telah bertransmigrasi dari Bumi."


"Itu artinya, bisa saja orang yang pernah dekat denganku saat di Bumi telah bereinkarnasi menjadi pemilik sistem?!"


Yan Xu mengangguk dengan senyum hangat di wajahnya, "Ya, sepertinya takdir tidak akan memperlakukan mereka yang terikat dengan kejam. Kamu diberikan kesempatan lain, tapi juga harus mengemban tugas yang berat demi mendapatkan kesempatan tersebut. Bagaimana? Apakah kamu sudah termotivasi?"


"...."


Jiwa Yan Shen yang berkobar tetap diam.


"O-oi? Apa kamu mendengarkan, saudaraku?"


Yan Xu melambaikan tangannya beberapa kali di depan jiwa Yan Shen, namun masih belum ada respons sama sekali.


Menghela napas kecil, Yan Xu berkata, "Haaah ... aku tahu apa yang kamu pikirkan, namun sebaiknya itu dirahasiakan agar tidak ada satupun dari kalian akan terbawa perasaan akan masa lalu dan jalani saja masa kini dengan identitas kalian yang sekarang."


".... Terima kasih," tidak lantang, namun itu dapat terdengar jelas dari jiwa Yan Shen.


Dia benar-benar bersyukur karena telah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan mereka yang selama ini ia rindukan. Kini, terjawab sudah perasaan samar yang ia miliki ketika dekat dengan mereka. Meskipun ada dari beberapa yang tidak mengingat kehidupannya di Bumi, Yan Shen tidak akan meminta lebih dan sangat bersyukur mengetahui bahwa mereka telah dipertemukan kembali.


Tidak ada alasan bagi Yan Shen untuk menolak takdirnya dalam menjaga mereka. Kali ini, dia bukanlah Yan Shen yang tidak berdaya akan ketidakberuntungannya. Dengan kesempatan yang diberikan ini, Yan Shen bersumpah di dalam hati akan memberikan semua yang dia miliki demi melindungi mereka dari bahaya yang ada.


Melihat kobaran jiwa Yan Shen mulai tenang, Yan Xu tersenyum lembut dan berkata, "Sepertinya kamu sudah mendapatkan kembali tekad maupun ketenanganmu. Kali ini, jangan sampai kehilangan mereka lagi. Pastikan, kamu akan tegas dengan perasaanmu terhadap mereka. Ah satu lagi— ..."


Tubuh Yan Xu mulai membaur dengan biasan cahaya, ".... Sepertinya, waktu pertemuan singkat kita telah usai, saudaraku."


"Ya, meskipun masih banyak lagi yang ingin aku tanyakan, namun semuanya sudah lebih jelas sekarang. Walau singkat, terimakasih atas hidup yang kamu selamatkan maupun takdir yang sedang menanti di masa yang akan datang."


"Sial, kamu benar-benar pria biadab yang tidak memiliki rasa sedih ketika berpisah dengan saudaranya!" keluh Yan Xu yang tubuhnya semakin menghilang.


"Tidak, itu tidak perlu. Lagipula kamu adalah aku, begitu juga sebaliknya."


"Ya, kita akan tetap menjadi satu individu dan akan terus menjaga mereka semua!" Senyum lebar dapat dilihat dari wajah Yan Xu sebelum dia menghilang secara total.


Bersamaan dengan hilangnya wujud Yan Xu, ruang hampa mulai menunjukkan retakan yang dapat pecah. Pengetahuan, seluruh ingatan maupun kultivasi yang dimiliki oleh Yan Xu, kini telah diberikan secara penuh kepada Yan Shen. Jendela sistem yang tidak berguna, akhirnya tidak akan muncul lagi bagi Yan Shen ketika ia terbangun kembali.


Detik-detik terakhir sebelum ia terbangun, jiwa Yan Shen bergumam, "Lan Xihe, Ye Miao'er, Sheng Ji A'xia, Su Yueyin, Wang Jia Li, Xiu Ruolan, Jiang Nalan, Duan Yunfei ....."

__ADS_1


Pandangan jiwa Yan Shen menjadi gelap sepenuhnya, menandakan bahwa ia akan sadar ke dunia nyata sebagai pribadi yang lengkap seutuhnya.


__ADS_2