
Setelah Yan Xu dan Ratu Iblis Xia pergi dari tempatnya, kini hanya tersisa Su Yinfeng dan Pedang Dayu yang tergeletak di atas meja.
Su Yinfeng yang terbaring di atas sofa dekat meja, menatap Pedang Dayu dengan heran.
"Kamu adalah senjata legendaris, namun dibuang begitu saja olehnya. Bukankah nasibmu selalu sial terkait dengan seorang pria, Jing Dayu?"
Seolah-olah pedang Dayu mengerti ucapan Su Yinfeng, pedang itu bersinar terang dan terwujudlah seorang peri cantik dengan jubah abadi ungu cerah yang sewarna dengan rambut panjangnya.
Dia adalah Pedang Dayu atau perwujudan dari roh Jing Dayu yang telah melakukan teknik reinkarnasi pada dirinya sendiri agar menjadi sebuah pedang. Pedang Dayu yang konon memiliki tiga syarat sebagai kualifikasinya memang benar, namun pedang Dayu yang sekarang tidak membutuhkan hal tersebut. Hal ini disadari oleh Su Yinfeng ketika dia merasakan penolakan keras saat ia ingin memegang pedang tersebut.
"Matamu tidak buruk juga karena sudah menyadari keberadaan ku. Namun, perlu kamu ketahui bahwa gadis kecil sepertimu tidak baik terlalu meremehkan seorang pria," tegas Jing Dayu.
"Ha! Aku tidak mau mendengar nasihat dari orang yang tidak bisa membedakan pria mana yang baik untuknya!" ucap Su Yinfeng sambil menutupi kedua telinganya.
Mungkin ini terdengar agak asing bagi kultivator pada masa kini, kecuali orang-orang yang telah hidup lama seperti mereka. Kisah seorang Putri Pedang yang bernama Jing Dayu sangatlah terkenal bagi anak-anak seusia mereka dahulu. Tidak ada satupun gadis di masanya tidak mengenali bagiamana kesialan seorang Jing Dayu menyangkut lawan jenisnya.
Jing Dayu tahu maksud dari ucapan Su Yinfeng karena mereka saling terhubung, mudah bagi Jing Dayu menyelaraskan pemahamannya dengan Su Yinfeng walau ada kata yang belum pernah ia dengar sekalipun.
"Apa menurutmu aku tidak seberuntung itu?" tanya Jing Dayu sambil duduk di sofa yang sudah digunakan Yan Xu.
"Ya, mari kita ambil contoh dari awal kesialan mu saja. Pertama, kamu dicampakkan oleh mantan tunangan mu yang lari bersama wanita lain. Kedua, kamu jatuh cinta terhadap seorang saint peringkat pertama namun tidak terbalas. Ketiga, kamu selalu gagal menyatakan cintamu terhadap pria itu hingga akhirnya kematian memisahkan kalian untuk selamanya. Dilihat dari manapun, kamu adalah wanita cantik paling tidak beruntung sepanjang sejarah dunia Xuanyuan."
__ADS_1
Mengangguk sekali, Jing Dayu membenamkan wajahnya di lutut yang ramping itu kemudian berkata, "Sebenarnya, dongeng itu adalah sebuah kebohongan."
Seperti biasanya, dongeng itu selalu dilebih-lebihkan bahkan melenceng dari sejarah asli. Jing Dayu dapat memaklumi pemahaman mereka terhadap dirinya yang memiliki nasib buruk terhadap lawan jenisnya. Namun, kenyataan yang telah ia alami berbeda jauh dari dongeng tersebut.
Tentang tunangannya yang meninggalkan Jing Dayu, itu sebenarnya Jing Dayu sendiri lah yang mengusir tunangannya. Penyebab adanya dongeng tersebut adalah keluarga dari tunangan nya tidak terima, kemudian terjadilah berita palsu terkait dengan pertunangannya hingga menjadi dongeng untuk para wanita remaja di zaman Su Yinfeng. Ada juga tentang dia yang gagal menyatakan perasaannya, itu hanyalah khayalan fiktif dari para penyair yang sedang mencari nafkah menggunakan namanya.
"Apa?! Tidak mungkin! Bahkan, setelah bicara denganmu, aku mengerti bahwa dongeng itu benar apa adanya!" bantah Su Yinfeng sambil tersenyum lebar.
Senyum itu tidak bertahan lama ketika dia melihat wajah malu Jing Dayu yang memerah.
"A-apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini?" tanya Su Yinfeng pada dirinya sendiri sambil memijat kening.
Jing Dayu menghela napas. Dia tersenyum pahit dan berkata, "Sebelum kami semua jatuh saat melindungi dunia ini, aku berhasil menyatakan perasaanku kepadanya. Hanya saja, dia membalas dengan jawaban yang tidak dapat aku mengerti saat itu."
Jing Dayu menarik lengan jubah abadi milik Su Yinfeng agar dia lebih dekat dengannya. Dia membisikkan kalimat yang selalu ia ingat di dekat telinga Su Yinfeng.
"Setelah semua berakhir, aku akan memberikan jawaban yang tulus atas perasaan kalian semua. Namun, untuk sekarang, masih belum saatnya. Langit ini, masih di kuasai oleh para pendusta yang dianggap sebagai pemenang. Aku, tidak bisa hidup di bawah orang yang merendahkan kebebasan begitu saja. Sampai saat itu tiba, barulah aku bisa menjawab perasaan kalian semua. Begitulah yang dia ucapkan sesaat sebelum pergi meninggalkan kami dan menahan serangan mematikan itu menggunakan tubuhnya sendiri."
Setelah kejadian itu, Jing Dayu menundukkan kepalanya sambil berpikir maksud dari ucapan pria itu. Namun, sesaat setelah takdir mempertemukan mereka, dia sepertinya mengerti apa yang sudah ia tunggu selama ratusan ribu juta tahun ini bukanlah hal sia-sia. Semuanya, tertulis di jalan takdir yang harus dilewati setiap orang dan Jing Dayu dapat melihat itu karena tingkat kultivasi juga pemahaman nya akan lintasan bintang saat itu tinggi.
Setelah teknik reinkarnasi digunakan, kini dia adalah seorang roh pedang. Dia bisa berubah menjadi manusia, namun pada dasarnya di mata kultivator saat ini dia bukanlah manusia melainkan sekedar alat. Namun, bagi mereka yang mengetahui rahasia Jing Dayu, tidak diragukan lagi bahwa peri cantik ini adalah seorang manusia walau memiliki tubuh pedang karena pada awalnya dia berkultivasi di jalur pedang.
__ADS_1
"Apa arti dari kalimat nya? Kamu pasti tahu, bukan?!"
Su Yinfeng menggoyangkan tubuh ramping Jing Dayu dengan sekuat tenaga agar dia mau menjelaskan maksud dari jawaban itu, namun sayangnya Jing Dayu tidak ingin buka mulut. Tidak peduli paksaan seperti apapun yang datang, dia tidak akan bicara jika ia memang tidak menginginkan nya. Itulah salah satu sifat keras kepala dari seseorang yang sudah mendalami puncak ilmu berpedang dan merupakan pemilik dari Pedang Suci Legendaris, Pedang Dayu.
Menyerah, Su Yinfeng kembali rebahan di sofa empuknya dengan kesal sambil berkata, "Menyebalkan!"
Melihat kelakuan Su Yinfeng yang terlalu lugu, membuat Jing Dayu tersenyum pahit. Andai saja dia berada di posisi Su Yinfeng, dia juga akan melakukan hal yang sama demi memuaskan rasa ingin tahu itu. Namun, wajar saja jika dia tidak bisa mengatakan itu karena merasa malu akan kesalahpahaman yang selama ini dia rasakan sampai akhirnya, takdir telah mempertemukannya dengan Yan Xu di ruang penyimpanan Paviliun Selatan.
Setelah pertemuan itu, barulah semuanya terungkap. Rencana yang memutar dan sangat jauh itu, tidak bisa dia pahami begitu saja karena ia bukanlah seseorang yang berpikiran tajam. Akan tetapi dia yakin dengan satu hal, jawaban yang dia ucapkan bukanlah sebuah kebohongan maupun penolakan.
Hanya dengan mengetahui bahwa penantiannya bukanlah hal yang tak berarti, membuat Jing Dayu melepaskan kebencian yang selama ini dia tanggung.
Su Yinfeng yang memiliki penglihatan tajam, jelas sekali menyadari perbedaan Jing Dayu yang ada di hadapannya dengan penggambaran pada dongeng. Sosok peri cantik itu sedang jatuh cinta terhadap seseorang, merupakan fakta unik mengingat ia seharusnya tidak akan bertemu kembali dengan pria itu setelah kematian memisahkan mereka.
"Aku cuma mau memastikan ..." Su Yinfeng menatap Jing Dayu dengan ragu-ragu dan berkata, "Apakah Yan Xu adalah reinkarnasi dari saint peringkat pertama itu?"
Jing Dayu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Dia tidak menolak maupun membenarkan pertanyaan dari Su Yinfeng.
Su Yinfeng entah mengapa, merasakan kesemutan di dadanya. Napasnya seolah memberat dan wajahnya terasa hangat. Pikirannya mulai terpicu untuk menjadi agresif dibandingkan biasanya.
__ADS_1
Penjelasan itu bisa diartikan bahwa perasaan mereka terhubung dan secara tidak langsung, Su Yinfeng tahu jawaban yang tepat walaupun Jing Dayu tidak menjawab.
Hanya saja, kenapa dia merasakan perasaan sesak di dadanya ketika mengetahui seseorang menyukai murid nakal itu?