
Kembali sebentar, dimana Lan Xihe masih dalam pencariannya.
Mereka bertiga bergegas masuk lebih dalam ke wilayah Hutan Kekacauan. Di sana terdapat lebih banyak serangga beracun maupun binatang buas yang lebih kuat, bersembunyi di balik bayang-bayang hutan. Namun, tidak ada satupun dari mereka yang merasakan bahaya.
Kultivasi ketiga orang ini memiliki kedalaman yang lebih jauh dibandingkan murid maupun para pembunuh yang sudah masuk terlebih dahulu. Beberapa binatang buas sudah pergi menjauh karena merasa percuma saja mengawasi target yang tidak bisa mereka gapai dan mangsa.
Burung-burung mulai terbang berganti haluan karena merasakan tekanan dari para binatang buas yang berpindah.
Dari belakang, Su Weiyan yang merupakan murid keempat dari Su Yinfeng bertanya, "Senior, apakah kamu memiliki petunjuk untuk mencari keberadaan mereka?"
Lan Xihe yang berada di depan segera menjawab, "Ada, murid nakal itu meninggalkan jejak seperti sebuah pesan. Namun, aku belum yakin apa yang ingin dia sampaikan. Jadi, kita akan memeriksa beberapa tempat terlebih dahulu."
"Seperti yang diharapkan dari keponakan tertua, dia memiliki kebijakan seperti Senior!" ucap Su Weiyan dengan suara dalamnya.
Namun, bagi Lan Xihe itu bukanlah sebuah pujian.
'Apa kamu pikir aku, Lan Xihe, Gadis Suci yang juga merupakan salah satu dari sepuluh saint itu sama licik dan tidak bermoral nya dengan murid nakal itu?!'
Suara dingin Lan Xihe keluar, "Su Weiyan, bukankah kamu terlalu banyak merindukan jalan menuju ke neraka belakangan ini? Apa sekrup otakmu sudah lepas karena bertambah usia? Perlukah aku membantumu untuk memperbaikinya?"
Su Weiyan tercengang dengan tanggapan Lan Xihe, namun dia bergegas sadar dan buru-buru menjawab, "Ma-maafkan kesalahan junior yang tidak beradab ini, Senior!"
'Aku memuji kalian berdua sebagai guru dan murid memiliki kebijaksanaan yang sama, mengapa Senior masih ingin memukuli aku?!' Su Weiyan hanya bisa menelan kalimat itu, takut akan dipukuli lagi.
Lan Xihe tidak menjawabnya, dia bergegas lebih cepat menuju ke lokasi pertama. Itu adalah tempat dimana Yan Xu melawan pembunuh bayaran yang pertama kali mengejarnya. Beberapa susunan formasi pedang energi milik Yan Xu masih bertahan di sana.
Dia melihat karakteristik dari susunan formasi terlebih dahulu, takutnya itu adalah jebakan ranjau darat yang sengaja ditinggalkan oleh murid nakal itu.
Ketika mereka berjarak beberapa kaki dari susunan formasi, Lan Xihe menarik kerah baju Su Weiyan kemudian melemparnya ke arah susunan formasi pedang energi sambil berkata, "Kamu dekati susunan formasi itu terlebih dahulu, kemudian pastikan apakah itu aman dari ranjau darat!"
"Senior! Tolong jangan kasar!" teriak Su Weiyan yang terlempar di udara.
Ketika dia hampir mendekati susunan formasi, ia segera melompat di udara dan mendarat dengan perlahan ke tanah. Dia mulai menilai karakteristik dari susunan formasi sambil mengelus-elus jenggotnya.
"Kalkulasi susunan formasi ini terlihat sangat penuh dengan perhitungan yang rumit dan agak berantakan karena dipasang dengan tergesa-gesa."
Mata Su Weiyan menyipit, dia masih mengelilingi susunan formasi dan tanpa sadar sebuah tendangan dari energi qi putih Lan Xihe menendang bokongnya, membuat dia maju ke depan dan menyentuh bidang susunan formasi pedang energi.
__ADS_1
Aura di sekitar susunan formasi mulai terkumpul dan semakin membengkak, hingga beberapa detik kemudian menyebabkan ledakan besar.
Su Weiyan yang telah memperkirakan ini akan terjadi lebih sigap dengan menggunakan artefak miniatur perisai yang bergantung pada salah satu sisi ikat pinggangnya.
Sementara itu, Lan Xihe dan Su Yueyin sudah membuat perisai energi terlebih dahulu ketika dia terlempar di udara.
'Memang, tidak ada yang baik saat bersama dengan Senior yang galak ini!' keluh Su Weiyan di dalam benaknya.
Dari belakang, Lan Xihe berkata, "Sepertinya, kita menemukan susunan formasi yang palsu. Ayo periksa yang ada di depan sana."
Begitu perintah itu muncul, mereka bertiga segera terbang ke arah susunan formasi pedang energi yang tersisa. Butuh beberapa puluh menit hingga akhirnya, mereka menemukan susunan formasi terakhir. Itu juga berkat kesadaran ilahi Lan Xihe bahwa mereka tidak perlu membuang waktu dalam pencarian jarak jauh.
Saat Su Weiyan maju mendekati susunan formasi, Lan Xihe tiba-tiba sudah berada di susunan formasi tersebut. Dia segera mengubah kalkulasi yang ada pada inti formasi, kemudian menemukan sebuah kode.
"Gembala tidak harus mencari bangkai domba. Serigala telah mati tertimpa batu, sementara domba masih tersesat dan jauh dari mayat serigala ...."
Lan Xihe memijat keningnya, dia sama sekali tidak mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Murid Nakal. Beberapa kali dia berpikir, peran gembala, domba maupun serigala masih dapat ia pahami.
Namun, ....
"Apa-apaan dengan kalimat selanjutnya? Apakah dia sedang meminta bantuan atau bermain teka teki?! Hais!" Lan Xihe meludah beberapa kali karena amarahnya berada di puncak.
"Senior, bagaimana kalau yang dimaksud oleh Yan Xu kita tidak perlu mencari di dekat tanda-tanda yang sengaja ia tinggalkan? Dengan begitu, wilayah yang perlu kita cari lebih menyempit, setidaknya dengan kecepatan terbang kita sekarang, tidak akan ada masalah."
Lan Xihe menatap Su Yueyin, terdapat kekaguman pada pupil matanya yang merah.
"Bagus! Seperti yang diharapkan dari Yin'er kita yang cerdas!" Lan Xihe mengacungkan jempolnya dan segera memimpin kelompok itu.
Meskipun telah mendapatkan petunjuk, dia masih bingung harus mencari kemana. Tidak ada jejak sedikitpun dari susunan formasi hingga dinding pembatas yang mengurung mereka.
Di saat begini, dengan jutaan koin yang dia miliki masih ada harapan lain untuk mencari keberadaan murid nakal. Benar, itu adalah fungsi yang membuat dia ketagihan untuk menyimpan koin sebanyak mungkin.
Lan Xihe bicara dalam benaknya, 'Undian.'
Sebuah jendela pemberitahuan muncul di dalam pikirannya.
"Ding! Telah menggunakan 300 koin, terima kasih atas partisipasinya! Mendapatkan poin keberuntungan ↑+1!"
__ADS_1
'Keparat! Ini dia fungsi lintah darat namun masih membuat ku ketagihan!'
'Dewa manapun, bantu aku mendapatkan item yang bagus untuk mencari keberadaan murid nakal itu!'
Dengan perasaan yang membara, Lan Xihe mulai mengundi kembali.
'UNDIAN!'
"Ding! Mendapatkan kupon diskon 100%! Poin keberuntungan 100 telah terpakai dan akan diturunkan kembali dari awal!"
Sudut mulut Lan Xihe terangkat, tubuhnya bergetar karena gembira dan dia juga tidak mau repot-repot menutupi kebahagiaannya.
Dari belakang, Su Weiyan berbisik kepada adik junior yang berada di sebelahnya, "Adik Junior, kenapa Senior terlihat sedang gemetar?— Aiya! Kenapa kamu menendangku?!"
Su Yueyin menempatkan jari telunjuk ke depan mulutnya sambil berkata, "Jangan bicara apapun tentang itu! Guru selalu memperingatkan bahwa ada beberapa tabu bagi kita semua saat berada di dekat Senior, ini adalah salah satunya!"
Wajah dingin Yueyin dipenuhi keringat panas-dingin, membuat Su Weiyan tanpa sadar meneguk ludah hingga bersuara keras kemudian mengangguk.
Tanpa mereka sadari, Lan Xihe sudah menaikkan kecepatannya.
"Aiya! Senior sudah menambahkan kecepatan lagi! Kakak Senior, jangan buang waktu dengan pemikiran tidak bergunamu itu? Kita harus cepat menyusul Senior!" dengan begitu, Su Yueyin menambah kecepatan terbangnya.
"Haih! Hati wanita memang sangat sulit untuk dipahami!" keluh Su Weiyan yang bingung dan segera mempercepat kecepatannya juga, menyusul adik juniornya yang sedang ketakutan dari belakang.
Setelah terbang sejauh dua puluh ribu kaki dari lokasi sebelumnya, mereka sampai di tanah kosong. Namun, anehnya Lan Xihe menatap udara kosong yang jelas sekali tidak ada apa-apa di depannya, melainkan hanya rerumputan juga serangga beracun!
Duo Su hanya melihat tanpa bicara, takut akan membuatnya marah. Sementara itu, Lan Xihe sudah mengumpulkan energi qi di pusat dantiannya.
Dia menghirup napas panjang dan berteriak, "MURID NAKAL!"
Gelombang energi qi yang begitu kuat menabrak udara kosong yang ada di depannya. Ketika gelombang qi itu maju sejauh setengah meter, gelombang qi itu terhenti seolah-olah ada yang menahannya.
Beberapa saat kemudian, suara retakan muncul. Dari detik ke detik, suara itu semakin keras hingga terdengar suara kaca pecah. Di udara kosong tadi, muncul sebuah dinding pembatas transparan dan pecah menjadi cahaya kecil di udara.
Tak lama setelah itu, pemandangan di depan mereka berubah drastis. Sesuatu yang seharusnya tidak ada di sana, mulai menampakkan wujudnya, termasuk kedua murid yang mereka cari!
'Untung saja Adik Junior memperingatkan ku akan tabu itu, jika tidak mungkin saja teknik intervensi suara milik Senior akan meremukkan tubuhku menjadi bubur!' ucap Su Weiyan dalam hati sambil merasakan lega juga terima kasih mendalam kepada adik juniornya.
__ADS_1
Sementara itu, Lan Xihe segera berlari ke depan dengan teknik pengejaran jiwa nya untuk mendatangi murid nakal. Duo Su juga mengikuti dari belakang, dengan jarak beberapa meter.
Bukannya mereka tidak bisa mengejar ketertinggalannya, hanya saja masing-masing orang memiliki pemikiran tersendiri. Namun, apa yang mereka rasakan sama. Perasaan bahaya yang tidak diketahui, tiba-tiba mengalir di punggung mereka.