Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Adik Junior Bertemu Dengan Wakil Kepala Puncak Angin


__ADS_3

Selesai dengan meluruskan kesalahpahaman antara dia dan Ratu Iblis Xia, Yan Xu berpamitan untuk melakukan persiapan, begitu juga dengan Ratu Iblis Xia.


Yan Xu memanggil awan terbang dan melesat maju ke arah paviliun selatan, dimana gudang senjata maupun artefak berada.


Dalam perjalanannya, Yan Xu memperhatikan sedikit sekali anggota yang terlihat belakangan ini. Rasanya, dia belum melihat batang hidung beberapa anggota yang seharusnya berada di sekitarnya.


Seperti yang diharapkan dari murid tertua ini, dia memiliki insting yang kuat akan kehadiran yang menghilang.


"Hanya saja ... Apa yang sedang terjadi belakangan ini? Apa aku sudah ketinggalan banyak hal ketika sibuk dengan urusan Puncak Angin?" gumam Yan Xu kepada dirinya sendiri.


Belakangan ini, kepalanya sering dipenuhi dengan urusan puncak dimana ia kesulitan membagi beberapa perencanaan atas hal lainnya. Biasanya Yan Xu akan berkoordinasi dengan Ye Miao'er untuk hal lain, namun Ye Miao'er akhir-akhir ini juga sering hilang kabar dan hanya muncul ketika benar-benar diperlukan.


"Apa yang terjadi di antara mereka selama aku tidak ada? Jangan bilang ...."


Yan Xu menyipitkan matanya sambil berpikir.


Setelah menjadi lebih kuat daripada sebelumnya, dia berpikir bahwa ia telah lupa daratan.


"Padahal cuma meningkat sedikit saja, tapi aku sudah tidak melakukan hal yang seharusnya wajib aku lakukan. Aku memang sudah lupa akan daratan ...."


Ada satu hal yang sudah jarang dia lakukan.


Yan Xu menggelengkan kepalanya dengan pelan dan berkata, "Lupakan saja. Ketika ujian berakhir, aku harus lebih perhatian kepada mereka maupun Guru."


Tersenyum kecil saat memikirkan para anggota puncak anginnya, Yan Xu terus melanjutkan perjalanan menuju ke paviliun selatan.


...


Sementara Yan Xu sedang menuju ke arah paviliun selatan, di paviliun timur masih ada Ye Miao'er yang siap siaga di posnya demi memantau pergerakan Kakak Senior.


Menggunakan sebuah artefak mirip teleskop yang dia dapatkan sistem miliknya, Ye Miao'er tidak berpindah se inchi pun dari tempat ia berdiri.


"Sedang apa?"


Suara khas dari seorang peri berjubah abadi serba hitam mencapai telinga kanannya, membuat Ye Miao'er terkejut hingga mengambil beberapa lompatan ke samping.


Memiliki ekspresi waspada di wajahnya, Ye Miao'er mengamati peri itu dalam diam.

__ADS_1


Tidak menyadari bahwa lawan bicaranya sedang dalam kondisi sangat waspada, peri berjubah abadi serba hitam itu kembali bicara.


"Sepertinya sangat menyenangkan memiliki artefak yang bisa mengintip dari jarak jauh."


Meskipun dia tidak memiliki niatan untuk berbicara sarkas, Ye Miao'er menganggap bahwa peri itu sedang memberikan peringatan kepadanya.


Alis indah Ye Miao'er berkerut, lalu dia berbicara dengan nada yang penuh kewaspadaan.


"Maaf atas ketidaksopanan yang dilakukan oleh Murid. Namun, bisakah Tetua memperkenalkan diri terlebih dahulu? Jika tidak salah, Murid belum pernah melihat Tetua sebelumnya," bersikap tegas, Ye Miao'er mengepalkan tangannya ke arah peri itu.


Mengangguk kecil, peri itu menjawab, "Namaku Sheng Ji A'xia, aku adalah wakil kepala puncak angin. Pernahkah kamu melihat sebuah kawah atau mungkin bagian bawah tanah dari Puncak Angin?"


Menggelengkan kepalanya, Ye Miao'er menjawab dengan nada tegas dan jujur, "Menjawab dengan jujur, Murid tidak pernah melihatnya."


"Akan ku beritahu beberapa hal yang menarik tentang Puncak Angin ini, tapi dengan satu syarat."


"Maaf, tapi Murid tidak tertarik. Hanya mengetahui bahwa Kakak Senior berada di Puncak Angin saja sudah cukup."


"Kakak Senior ya .... Aku hampir lupa kalau kalian menjadi murid langsung kepala puncak. Maaf atas ketidaksopanan yang aku katakan barusan, aku harap kamu tidak memasukkannya ke dalam hati."


Sangat disayangkan, begitulah dalam hati Ratu Iblis Xia. Dia pikir, ia akan mendapatkan murid langsung sama seperti sahabatnya. Sayangnya, murid yang sangat berpotensi ini juga merupakan salah satu murid langsung milik Lan Xihe.


"Tidak, tentu saja tidak. Wakil Kepala Xia tidak perlu meminta maaf. Murid tidak pernah merasa tersinggung sedikitpun," Ye Miao'er melonggarkan sedikit kerutan di wajahnya.


Sebenarnya, Ye Miao'er telah mengetahui siapa dan seperti apa masa lalu yang dilalui oleh Kakak Senior dan Ratu Iblis Xia selama mengamati pembicaraan mereka. Hanya saja, dia masih sulit menerima karena lingkaran maupun penumpang kapal yang sama semakin membesar. Dia takut, perhatian kakak seniornya akan teralihkan kepada yang lain.


Ratu Iblis Xia di sisi lain hanya mengiyakan ucapan Ye Miao'er berusan dan kembali bicara.


"Jika kamu khawatir dengan dia, bukankah masih belum terlambat untuk mengucapkan salam perpisahan? Dari apa yang kamu katakan barusan, aku yakin bahwa kita berada di perahu yang sama. Akan tetapi perlu aku ingatkan satu hal ..." Ratu Iblis Xia tidak menggunakan energi qi atau apapun yang dapat mengancam, namun aura yang elegan dan besar memancar di sekelilingnya.


"Yan Xu, dia bukanlah orang yang lemah. Dia juga adalah orang yang terlalu baik hati dan perhitungan. Di balik sikap konyol yang sering ia mainkan, mungkin ada rahasia yang seharusnya akan dia ungkapkan secara perlahan kepada orang-orang terdekatnya. Jadi, jangan pernah memaksa Xu'er untuk membuka mulutnya demi jawaban yang ingin kamu dengar."


Ratu Iblis Xia tersenyum tipis dan keberadaannya menghilang di udara tanpa meninggalkan jejak.


Ye Miao'er yang menyaksikan langsung kekuatan Ratu Iblis Xia mendapati punggung belakangnya telah basah akan keringat. Insting bertahan hidupnya telah bergetar semenjak Ratu Iblis Xia mengubah cara panggilannya terhadap Kakak Senior. Mulai dari titik itu, Ye Miao'er telah menggigit lidahnya agar tidak tumbang oleh dominasi kuat pihak lain atas mentalitasnya.


Seperti yang diharapkan dari seorang gadis bermental baja, Ye Miao'er tidak mundur dan terus berdiri tegak di hadapan kekuatan absolut itu.

__ADS_1


Setelah memastikan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat memperhatikan dia, Ye Miao'er terduduk di tempatnya.


Napas nya yang masih tidak beraturan, perlahan mulai lebih tenang.


"Uhuk!"


Sesaat kemudian, Ye Miao'er batuk darah karena gangguan pada titik dantian nya. Dia segera menekan titik-titik tertentu untuk memulihkan diri dan melakukan pernapasan relaksasi.


Setelah merasa cukup tenang, Ye Miao'er membuka mulutnya.


"Wanita yang mengerikan. Dari luar kamu terlihat tidak peduli, namun ternyata kamu sangat tidak senang apabila ada orang lain yang mengintip bagaimana caramu sedang mengungkit masa lalu kalian berdua di depan Kakak Senior."


Sudut mulut kecilnya terangkat dan muncul senyum yang bengkok di wajah indah Ye Miao'er.


'Dia adalah penumpang terkuat setelah Guru!'


Itulah yang dapat dirasakan oleh Ye Miao'er pada pembicaraan pertama mereka.


Sedikit koreksi, pada kenyataannya Ratu Iblis Xia tidak memberikan serangan maupun tekanan apapun kepada Ye Miao'er. Dia terluka karena terlalu gugup yang pada akhirnya, itu merusak aliran qi di antara berbagai titik dantian. Hal tersebut membuatnya menderita luka dalam karena kacaunya aliran qi.


Pada titik ini, kesalahpahaman kecil di antara mereka telah ditetapkan. Ye Miao'er sudah mendapatkan informasi tentang penumpang lain yang harus dia waspadai. Sisanya, dia akan berjuang dan terus berlatih agar menjadi lebih kuat untuk bersaing maupun diakui. Dia tidak ingin menjadi beban maupun hal yang memalukan bagi semua orang, untuk itulah Ye Miao'er telah menetapkan target yang mungkin sama sekali tidak bisa ia capai apabila tanpa bantuan sistem.


"Aku akan menjadi kuat setara dengan Guru, atau lebih kuat!"


Begitulah ucap Ye Miao'er yang pandangannya telah terbuka.


Andai saja dia tahu bahwa Lan Xihe juga merupakan pengguna sistem dan jauh lebih baik darinya, mungkin Ye Miao'er yang baru saja mengatakan itu ingin mengubur diri sendiri ke dalam tanah karena rasa malunya.


......................


Akhirnya, saya mengalami kondisi yang dinamakan writer's block.


Kondisi ini menyebabkan saya menjadi kesulitan untuk menulis bab selanjutnya, lantaran sudah lama tidak menulis lagi.


Saya harap pembaca bisa bersabar dengan rangkaian alur yang saya proses kembali dari awal karena rangka lama sudah tidak ada / lupa.


Maaf juga karena tidak bisa konsisten update bab terbaru.

__ADS_1


Kepada seluruh pembaca, saya ucapkan terima kasih banyak karena sudah mengikuti hingga bab terbaru.


__ADS_2