
Waktu berlalu begitu singkat. Sekarang adalah tengah malam dimana Su Weiyan maupun Su Lixuan diundang untuk pertemuan bersama Yan Xu dalam bernegosiasi kondisi kepindahan Su Yueyin secara permanen.
Su Lixuan menguap saat dia mengenakan jubah abadi yang biasa dipakai untuk pertemuan penting. Dengan sedikit mengantuk, dia memimpin yang lain menaiki awan terbangnya dan menuju ke Puncak Angin.
Sebagai salah satu anggota Sembilan Su dalam sekte, Su Lixuan merupakan sosok kunci dan sangat penting dalam bidang bisnis kecantikan. Dengan demikian, dia bisa terbang tanpa batasan apapun. Dia bisa pergi kemanapun, kapanpun dia mau, kecuali daerah terlarang.
Sebenarnya, Puncak Angin merupakan salah satu tabu di Sekte Abadi Luo. Tempat itu merupakan daerah terlarang yang tidak boleh dikunjungi kecuali mereka diundang. Jika ada seseorang yang berani mendekati wilayah Puncak Angin walau masih berjarak sepuluh mil, mereka akan diserang oleh susunan formasi pembunuh.
Kejadian yang paling terngiang di benak Su Lixuan adalah ketika dia masih sangat muda dan baru saja bergabung dengan Sekte Abadi Luo. Saat itu, dia yang masih terlalu kekanak-kanakan dengan gegabah pergi ke sekitar wilayah Puncak Angin dan berakhir dipukuli oleh berbagai macam jenis formasi maupun hukuman dari gurunya.
Bagi Su Lixuan, Puncak Angin merupakan salah satu kenangan terburuk maupun traumanya. Jika bisa, dia sangat ingin menghindari untuk berkunjung. Namun, dia tidak bisa mundur begitu saja karena ini demi kebaikan putri kecilnya.
"Apa ada yang salah, Xuanxuan?"
Su Weiyan mengetuk lembut ujung bahu istrinya. Jarang baginya melihat Su Lixuan menjadi sebingung sekarang.
Ketika waktu keberangkatan semakin dekat, dia telah sering melihat Su Lixuan termenung sendirian. Pada akhirnya, dia tidak bisa lagi menahan rasa penasaran itu dan bertanya.
"...."
Su Lixuan mengabaikan pertanyaan dari suaminya, dia hanya melihat ke depan dan menambah kecepatan. Dia memperluas kesadaran ilahinya untuk mengamati sekitar, takut mereka akan di serang oleh susunan formasi. Namun, dia tidak sadar kalau ada beberapa murid yang bertugas jaga malam menyembunyikan keberadaan mereka karena terlalu fokus.
Para murid yang sudah mendapatkan pesanan dari Tuan Pertama dan melihat kedatangan Tetua Agung Yueyin, membiarkan mereka lewat begitu saja. Andai saja itu adalah orang lain, mereka akan segera mengaktifkan ribuan formasi pembunuh yang mematikan sesuai instruksi keamanan puncak.
__ADS_1
Setelah melalui batasan yang dulu dia tidak bisa ia lewati, Su Lixuan menghela napas lega.
'Sepertinya kedatangan kami memang sudah diramalkan oleh pria itu. Dia benar-benar sangat licik, aku harus hati-hati ke depannya. Kami sekarang berada di wilayah mereka, salah sedikit mungkin saja dia akan menggunakan formasi mematikan yang lebih kuat dibandingkan sembilan ratus ribu tahun lalu.'
Begitu mereka tiba di wilayah terluar dari Puncak Angin, dua kepala muncul dari ketinggian 350 meter. Di sebelah kiri adalah seorang pria tampan dengan aura keabadian, sementara yang di sebelah kanannya adalah seorang gadis remaja yang tidak lebih dari 16 atau 17 tahun.
Meskipun Su Lixuan tampak seperti gadis remaja dengan fitur yang indah dan lekuk tubuh yang penuh, dia juga masih dipenuhi dengan energi muda. Keduanya memiliki perbedaan usia yang terpaut sangat jauh dimana pihak lain masih berumur belasan tahun, sementara dia telah berusia satu juta tahun lebih.
Nama gadis remaja itu adalah Ye Miao'er dan dia merupakan murid langsung termuda dari Kepala Puncak Angin, Lan Xihe. Dia juga merupakan peri yang sangat berbakat dan terkenal di kalangan para murid sekte.
Pria di samping Ye Miao'er yang tidak pernah sama sekali terdengar tentangnya dari para murid sekte, berbicara dengan suara tenang dan menyenangkan untuk didengar dalam menyambut mereka.
Dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, "Selamat datang di Puncak Angin, Tetua Agung Yueyin, Paman Weiyan dan Bibi Lixuan."
"Menjawab pertanyaan Bibi Lixuan, itu benar. Murid adalah Tuan Pertama Puncak Angin, Yan Xu."
"Hoo ... tidak disangka Kepala Puncak akan memilih seorang pria tampan sebagai murid pertamanya. Katakan kepadaku, apa kamu merayunya sampai-sampai dia mau menerima pria yang senang bermain trik kotor menjadi murid langsung?"
Ye Miao'er menggertakkan gigi dan telah mengepalkan tinjunya. Melihat itu, Yan Xu menggelengkan kepalanya sedikit sebagai peringatan dan masih mempertahankan senyum tipis di wajahnya.
Jika hinaan itu ditujukan untuk dirinya, dia hanya akan menganggap bahwa hinaan tersebut hanyalah angin lalu. Andai saja Su Lixuan mempertanyakan kredibilitas Lan Xihe, dia tidak akan ragu menembak jatuh seorang wanita tua berpenampilan gadis remaja dengan mulut kotornya itu.
"Menjawab pertanyaan dari Bibi Lixuan, anggap saja itu adalah betapa beruntungnya Murid karena telah diterima sebagai murid langsung oleh Kepala Puncak."
__ADS_1
"Oh, pimpin jalannya."
Dianggap lulus sebagai pribadi yang dapat mengontrol emosi, Su Lixuan masih dengan angkuh memerintahkan Yan Xu untuk memimpin jalan ke lokasi pertemuan.
"Sesuai keinginanmu, Bibi Lixuan. Mari, ikuti kami."
Yan Xu dan Ye Miao'er terbang di depan mereka bertiga yang lebih tinggi dari ketinggian terbang mereka. Mereka berdua tanpa gentar terus memimpin dengan santai di depan, walau tekanan dari aura Su Lixuan mencoba untuk menekan ketenangan mereka melalui perbedaan basis kultivasi.
Di sebelah Yan Xu, Ye Miao'er mendengus dan berkata dengan dingin dalam suara rendah, "Hmph! Kakak Senior, kenapa kamu menerima kotoran yang dia muntahkan dengan tangan terbuka? Jika kamu mau, Miao'er akan segera memberikan sinyal agar para jaga malam menembak jatuh mereka— aiya!"
Yan Xu mencubit hidung kecil Miao'er sambil tersenyum hangat. Dia tertawa kecil dan berkata, "Adik Junior, menerima hinaan dari orang lain dengan tabah juga merupakan salah satu latihan ketenangan mental. Saat kamu semakin dewasa, kamu akan mendapati diri dalam berbagai bentuk pertemuan dengan macam-macam jenis makhluk hidup. Semakin banyak kamu bertemu orang, maka kamu juga akan bertemu jenis seperti dia suatu hari nanti."
"Ingatlah, biarkan dia menghina kita namun tidak untuk Puncak Angin juga Guru yang telah membesarkan dan merawat kita dengan baik hingga sekarang. Tahanlah sebentar, saat tiba waktunya untuk membalas, balaslah dengan penderitaan yang lebih dari seratus kali lipat hinaannya."
Yan Xu mengakhiri nasihat bengkoknya sambil tersenyum hangat, membuat Ye Miao'er yang sedikit memahami maksud di balik nasihat itu merasakan dingin di punggungnya.
Ye Miao'er menangkupkan kedua tangannya dan berkata, "Miao'er merasa tercerahkan setelah mendengarkan nasihat dari Kakak Senior. Ngomong-ngomong, ada apa dengan tekanan wanita itu? Jujur saja, dia benar-benar menjengkelkan karena ingin mendominasi dengan menekan kita menggunakan aura kecil seperti itu."
Ye Miao'er merasa sedikit jengkel karena aura yang menekan mereka tidak lebih dari aura anak-anak yang ingin mendominasi di depan orang tua yang telah berusia ribuan tahun. Baginya yang sering merasakan dominasi buas dari aura Lan Xihe, aura Su Lixuan hanyalah setitik debu yang sedang berusaha keras ingin menampar sebuah besi kokoh.
Rasa jijik yang tak tertahankan dapat dilihat dari ekspresi wajah Ye Miao'er. Namun, dia segera pulih karena Yan Xu segera mencubit pinggang ramping kecilnya dengan lembut sebagai pengingat agar selalu bersikap sopan di depan tamu.
Menghela napas pendek, Ye Miao'er menjadi tenang dan patuh akan pengaturan kakak seniornya.
__ADS_1