
Tap! Tap!
Suara langkah kaki berat datang dari arah dapur. Su Weiyan sambil memegang berbagai kudapan yang dia persiapkan, berjalan dengan santai menuju ke ruang tamu tempat para gadis berada.
"Pembicaraan kalian sudah selesai?"
"Mau ku pukul?" tanya Su Lixuan.
"Aiya, kenapa kamu terlalu galak?! Yin'er juga, kenapa wajahmu cemberut begitu?"
Su Weiyan tampak tercengang dengan nuansa perang dingin ini. Kemudian, dia buru-buru meletakkan berbagai cemilan di atas meja.
Namun, dia tiba-tiba berhenti saat matanya bertemu dengan mata bulat Su Yueyin yang datar. Dia memiringkan kepalanya dan menatap sekitar Su Yueyin, dia dapat merasakan hukum ruang yang sedang membatasi pergerakan putri kecilnya.
Garis-garis hitam muncul di dahinya saat baru sadar alasan kenapa Yin'er kecil seperti meminta bantuan dan Su Lixuan yang lebih sensitif. Itu karena mereka sedang melakukan proses saling menentang keputusan satu sama lain.
Jika saja dia tahu ini akan terjadi, dia tidak akan masuk lebih cepat dan membuat lebih banyak cemilan lagi. Selain itu, tulang tuanya merasa sedikit remuk karena tekanan tak terlihat dari para gadis ini.
"Anu ...."
"Apa?" tanya Su Lixuan ketus.
"Tidak apa-apa, tidak apa-apa ...."
Su Weiyan yang hendak melunakkan Su Lixuan terpukul mundur hanya dengan bagaimana cara istrinya menjawab. Dia tahu, jika dia bergerak lebih dari ini, dapat dipastikan tubuhnya akan terbelah menjadi beberapa bagian.
Angin sepoi-sepoi bertiup melewati jendela yang terbuka. Beberapa angin membawakan energi qi alam yang sangat menyejukkan bagi para kultivator, seperti sedang ditiup oleh lemari pendingin.
Suara dingin Su Yueyin dapat terdengar beriringan dengan angin yang lewat, "Kakak Keempat, tolong lakukan sesuatu."
Su Lixuan langsung melotot ke arah Su Weiyan seolah-olah berkata, 'Kamu berani membantu dia? Coba saja dan aku patahkan tulang tua mu!'
__ADS_1
Gluk!
Su Weiyan berkeringat dingin sambil meneguk ludahnya yang terasa asam. Dia duduk dengan patuh tanpa pergerakan yang tidak perlu, diam-diam membalas tatapan minta tolong Su Yueyin dengan ratapan permintaan maaf.
'Maaf putri kecilku, Ayah tidak bisa melawan ibumu. Dia terlalu galak!'
Su Yueyin yang menyadari bahwa kakak keempatnya tidak dapat bergerak, hanya bisa menghela napas dan mengutuk dalam diam.
Semua orang di dalam ruangan itu hanya diam sambil menikmati cemilan yang disajikan Su Weiyan. Tidak ada yang membuat pergerakan mencurigakan, sebaliknya mereka semua saling mengamati satu sama lain.
Perang dingin jangka panjang ini akan terus berlanjut sehingga waktu pertemuan tiba nanti.
....
Sementara itu, di paviliun timur, tempat pertemuan akan diadakan.
Struktur salah satu bangunan yang sedang mereka gunakan setinggi 150 kaki— sekitar 45 meter— dibagi menjadi dua tingkat. Dari jauh, bangunan ini tampak seperti sebuah rumah lelang mewah.
Bangunan itu berada di halaman pribadi seluas 1000 kaki— sekitar 300 meter— dan dikelilingi dengan berbagai dekorasi bernuansa abad pertengahan timur tengah. Nuansa ini mengingatkan Yan Xu dengan lokasi syuting film yang dulu pernah dia lihat dari jauh, membuatnya merasa sedikit nostalgia.
Selanjutnya, di halaman seluas seribu kaki itu, terdapat ribuan susunan formasi yang saling terhubung satu sama lain. Di luar memang terlihat indah, namun saat ahli susunan formasi melihat halaman ini, mereka mungkin akan berteriak penuh sumpah serapah atas kelakuan tercela dari orang-orang yang memasang susunan formasi dan menodai keindahan dekorasi dari halaman tersebut.
Jika seseorang melihat lebih dekat dari batas normal, mereka akan tersedot ke dalam susunan formasi. Saat mereka terjebak, satu kesalahan saja dapat memungkinkan nyawa melayang. Itulah kenapa, Duan Yunfei yang secara tidak sengaja merasakan susunan formasi yang biadab ini sempat terkejut.
Berjalan melalui pintu masuk utama, hal yang pertama di lihat adalah ruangan lobi. Tidak ada hal yang khusus, selain tiap sudutnya sudah dipasang susunan formasi mematikan yang dapat membunuh seratus kultivator dengan ranah pembentukan fondasi tingkat ketiga kebawah.
Susunan formasi mematikan ini terdiri dari alam ilusi, jebakan ranjau yang akan melumpuhkan fungsi jantung, perusak inti dantian dan lebih banyak lagi. Setidaknya, ada dua ratus susunan berantai untuk memicu ilusi tak terhingga lalu seratus formasi yang akan menembakkan peluru energi tepat ke jantung target.
Beberapa bagian telah diganti untuk berjaga-jaga, seperti susunan yang membantu pelarian apabila situasinya tak terkendali. Sayangnya, hanya Miao'er yang tahu letak susunan tersebut. Sementara itu, dia tidak berniat memberitahukan hal tersebut kepada Yan Xu karena pemakaian yang terbatas pada satu orang saja.
Ibarat kata, Yan Xu memang penting bagi Ye Miao'er, namun nyawanya masihlah jauh lebih berharga karena dia bisa memanggil guru mereka sementara Yan Xu akan memberikan ia waktu. Dengan begitu, mereka berdua akan selamat dari malapetaka yang mungkin akan terjadi nanti.
__ADS_1
Setelah Yan Xu dan Ye Miao'er selesai dengan mengubah beberapa susunan formasi, sekarang aula itu lebih mematikan dibandingkan sebelumnya.
Lebih mengerikannya lagi, mereka menaikkan tingkat daya serangan pada setiap susunan formasi menjadi tiga kali lipat dari sebelumnya.
Seluruh bangunan telah dijadikan sebagai tempat untuk berperang oleh kedua murid yang tidak berakhlak ini.
Ada beberapa ruang yang sengaja dikosongkan tanpa furnitur apapun. Pada ruangan itu, terdapat beberapa jenis pil penguat sementara, ada juga pil pertolongan pertama dan beberapa kertas jimat untuk mengaktifkan berbagai mantra yang tersembunyi dengan sangat rapat.
Ketika Ye Miao'er melompat ke ruangan itu, dia melihat Yan Xu berdiri di samping pintu. Dia mengukir beberapa pola rune yang tidak diketahui kegunaannya untuk apa. Sepertinya, ada kemungkinan dia sedang memberikan penguatan terhadap dinding ruangan itu.
"Kakak Senior, rune apa yang kamu tuliskan tadi?" Ye Miao'er berjalan mendekati Yan Xu dengan rasa ingin tahu.
"Adik Junior, ini adalah rune penguatan bangunan yang aku dapatkan saat kita menghadiri lelang bersama Bibi Yin tahun lalu. Apakah kamu ingin mempelajarinya? Kalau mau, aku bisa menuntunmu untuk menuliskannya, sementara itu kamu pelajari saat melakukannya sendiri," ucap Yan Xu dengan santai.
"Tentu saja, Kakak Senior!" balas Miao'er sambil tersenyum walaupun hatinya masam ketika bujangan tua itu disebutkan.
Ketika Ye Miao'er melompat ke ruangan itu, dia melihat Yan Xu berdiri di samping pintu. Dia mengukir beberapa pola rune yang tidak diketahui kegunaannya untuk apa. Sepertinya, ada kemungkinan dia sedang memberikan penguatan terhadap dinding ruangan itu.
"Kakak Senior, rune apa yang kamu tuliskan tadi?" Ye Miao'er berjalan mendekati Yan Xu dengan rasa ingin tahu.
"Adik Junior, ini adalah rune penguatan bangunan yang aku dapatkan saat kita menghadiri lelang bersama Bibi Yin tahun lalu. Apakah kamu ingin mempelajarinya? Kalau mau, aku bisa menuntunmu untuk menuliskannya, sementara itu kamu pelajari saat melakukannya sendiri," ucap Yan Xu dengan santai.
"Tentu saja, Kakak Senior!" balas Miao'er sambil tersenyum walaupun hatinya masam ketika bujangan tua itu disebutkan.
......................
Saya akan mencoba update setidaknya sekali sebelum/sesudah sahur dan saat-saat sebelum/sesudah berbuka puasa.
Do'akan saja semoga kesehatan saya selalu baik agar bisa melakukan update lebih banyak, aamiin ... xixixi~
Terima kasih banyak sudah mengikuti hingga saat ini!
__ADS_1