Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Melawan Keturunan Iblis Bangsawan (4)


__ADS_3

Di dalam ruangan itu, hampir tidak ditemukan sedikitpun udara untuk bernapas dengan paru-paru manusia biasa karena tekanan energi qi bermusuhan yang saling tumpang tindih antara kedua orang itu.


Yan Xu yang sudah menyelesaikan persiapan langkah terakhirnya, mengambil sebuah boneka kertas berbentuk manusia dan melemparnya ke samping.


Secara samar, dapat terlihat inti emas yang masih berada di dalam tubuh Yan Xu menyalurkan energi qi yang membeludak kepada boneka kertas itu. Dengan begitu, boneka kertas mulai berubah bentuk menjadi manusia, kemudian mengambil wujud yang persis dirinya sendiri!


Mo Yihan yang sedikit tertarik bertanya, "Apakah kamu menggunakan teknik pengendalian boneka yang sering digunakan para ahli boneka?"


Yan Xu menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu hanyalah teknik yang digunakan pada level anak-anak."


"Benarkah? Jadi, teknikmu adalah yang digunakan orang-orang dewasa di dunia manusia?!"


Yan Xu masih menggelengkan kepalanya sambil melirik dengan tatapan mencibir, "Ini bukan teknik pengendalian boneka. Seperti kamu yang saling melengkapi dengan tombak jiwa, aku juga membuat salinan diriku sendiri dengan kekuatan penuh sehingga kamu dapat yakin, aku melawanmu menggunakan dua kali lipat kekuatan penuhku."


Sudut mulut Mo Yihan terangkat tajam, seringai lebar dan beringas muncul pada wajahnya yang terlihat sedang mengatakan, 'Seharusnya kamu menggunakan itu dari tadi! Pertarungan ini semakin menarik!'


".... Pembakaran dari ketiadaan ... — api samadhi."


Mengabaikan ekspresi lawannya, Yan Xu masih memberikan kejutan lain. Dua Yan Xu sama-sama dikelilingi oleh api samadhi dengan kepekatan dan jumlah yang sepuluh kali lipat dari sebelumnya!


Tidak sampai disitu saja, Yan Xu menggunakan teknik jantung kayu biru, membuat setiap sudut ruangan dikelilingi oleh akar merambat dari segala arah. Ruangan yang awalnya dipenuhi dengan energi kematian, sekarang dikelilingi banyak vitalitas yang juga menguatkan elemen suci dari penggunaan api samadhi.


Energi iblis dengan sifat korosif yang bersumber dari keturunan iblis bangsawan— Mo Yihan terkurung di satu titik. Ketika energi itu ingin menyebar untuk menunjukkan dominasi, akar kayu biru yang diselimuti api samadhi dengan elemen suci segera menghambat perkembangannya.


Mo Yihan dapat merasakan sensasi pertentangan kuat antara sifat korosif pada energinya dengan elemen kayu yang diperkuat menggunakan api samadhi. Dia mencoba mengumpulkan energi di kepalan kanannya, cahaya hitam pekat mulai terbentuk namun dengan kecepatan yang sangat lambat.


Dia memicingkan matanya, mengarahkan permusuhan terhadap Yan Xu, "Apakah ini yang membuatmu percaya diri saat melawanku?"


Yan Xu hanya mempertahankan ekspresi datarnya sambil memegang pedang energi di salah satu tangannya.


Senyum Mo Yihan yang berada di balik perlindungan zirah avatarnya terus melebar sambil berkata, "Kamu memang layak."


Setelah mengatakan itu, Mo Yihan memusatkan energi iblis pada tombak jiwanya. Seberkas kegelapan yang mengerikan, menyelimuti mata tombak itu. Bola mata binatang buas yang berada di tengah bilah terbuka lebar, menatap lurus ke arah Yan Xu!


Begitu juga dengan Yan Xu, api samadhi masing-masing mengelilingi tubuh asli dan boneka kertas terkuat yang pernah dia murnikan!


Keduanya saling meregangkan kakinya dan mengambil sasaran.

__ADS_1


Tap! Tap! Tap!


Hanya langkah kaki yang dapat terdengar, namun mereka berdua beserta kloning Yan Xu menghilang di udara kosong!


Ting!


Sepuluh tebasan dari masing-masing pedang energi Yan Xu juga kloningnya saling bertubrukan dengan hunusan tombak jiwa milik Mo Yihan. Benturan keras itu hanya menimbulkan percikan cahaya kurang dari sedetik kemudian menghilang di telan kegelapan.


Hanya butuh satu detik, lebih dari sepuluh tebasan telah mereka keluarkan. Teknik jalur berpedang lotus milik Yan Xu sudah mengulang gerakan pembukaan hingga ketiga secara terus-menerus.


Ting! Ting! Ting!


Tiga detik telah berlalu, mereka masih bergerak dengan kecepatan tinggi hingga meninggalkan bayangan di belakangnya. Namun, ruangan itu masih sunyi seperti tak berpenghuni.


Saat mereka masih bertukar gerakan di udara, gerakan jari telunjuk Mo Yihan dalam memainkan tombaknya sangat halus dan tajam. Membuat Yan Xu kesulitan mencari celah sambil menjaga pertahanannya karena dia tidak boleh terluka oleh tusukan lawan.


Clank!!!


Setelah benturan terakhir, keduanya kembali ke posisi awal. Beberapa sobekan mulai nampak pada masing-masing jubah maupun zirah pelindung mereka. Aura yang ganas, secara perlahan menyusut.


Boneka kertas terkuat milik Yan Xu juga sudah terbelah menjadi bubur kertas ketika pertukaran gerakan mereka yang ke tiga puluhan. Meskipun begitu, kedua orang itu masih berdiri kokoh.


Yan Xu yang tetap tenang namun kakinya sudah gemetar di dalam jubahnya berkata, "Karena kamu juga mempersulitku."


"Bukankah kita bisa melakukan perundingan damai?" tanya Mo Yihan penuh harap.


Yan Xu menggelengkan kepalanya dan bertanya, "Apa tujuanmu ke dunia manusia?"


Itu adalah pertanyaan yang muncul setiap mereka bertukar tebasan dalam benak Yan Xu. Iblis seperti Mo Yihan ini, terlihat seperti tidak peduli akan apa yang sudah dibangun Yaoyao untuk menarik perhatian para anggota faksi lama. Dia juga tidak menunjukkan tanda-tanda permusuhan terhadap manusia.


'Jadi, apa tujuan dia— Mo Yihan ke dunia manusia?'


Kalimat itu terus berdengung dalam pikirannya, sehingga dia menanyakan itu langsung kepada pemilik jawaban.


Sang pemilik jawaban yang mendengarkan pertanyaan Yan Xu melebarkan matanya, terdapat beberapa kejutan di dalam pupil ungu gelap Mo Yihan. Dia tidak menyangka dari semua orang, akhirnya ada yang mempertanyakan tentang tujuan hidupnya.


Dia tertawa terbahak-bahak sehingga menghasilkan gelombang kejut yang menyebar ke seluruh arah di udara. Darah hitam yang awalnya cuma sedikit keluar, sekarang mengalir lebih banyak dari tadi. Setelah menyeka darahnya, Mo Yihan menatap tajam ke arah Yan Xu.

__ADS_1


"Aku hanya ingin merasakan kebebasan. Faksi lama? Faksi moderat? Dunia iblis? Pemimpin juga leluhur kami yang setia?— Puih! Aku tidak peduli!"


Mo Yihan melebarkan kedua tangannya, membuat sayap yang berada di punggungnya terbuka lebar. Dia mendongak ke atas sambil berteriak keras.


"Aku, Mo Yihan! Hanya ingin hidup bebas dari semua itu! Mau faksi lama atau moderat, keduanya hancur, aku tidak peduli!"


Setelah melampiaskan perasaan tak berdayanya, Mo Yihan sekarang berbalik ke Yan Xu.


"Bagaimana denganmu?" tanya Mo Yihan dengan suara yang dalam.


Yan Xu meletakkan pedang energi yang dia genggam di udara, kemudian meletakkan kedua tangannya di belakang punggung. Dia memberikan ekspresi datar sambil menjawab, "Aku juga sama sepertimu, ingin hidup bebas."


"Lalu, kenapa kamu mengganggu kebebasanku?!" raung Mo Yihan dengan marah.


Yan Xu yang tidak peduli, balik bertanya, "Apa arti kebebasan bagimu?"


"Kebebasan adalah dimana aku tidak terikat dengan apapun! Aku juga tidak ingin memenuhi tugas atau apalah yang mereka sebut sebagai faksi lama pendukung mantan raja iblis!" jawab Mo Yihan dengan ekspresi menggebu-gebu.


Mendengar jawaban itu, Yan Xu menggelengkan kepalanya dan menghela napas panjang.


"Sayangnya, kebebasan yang kamu dapatkan bukanlah jalan yang kamu buat sendiri. Itu tidak akan ada bedanya dengan berjalan dan menari di atas telapak tangan si pembuat."


"Omong kosong! Aku ...." Mo Yihan menggeretakkan gigi runcingnya hingga mengeluarkan suara yang keras dan aneh.


Yan Xu yang sudah mendapatkan momentum ini, segera menyerang ke titik sakit Mo Yihan dengan mulai menjelaskan gambaran skema yang ia pelajari selama ini.


"Aku tidak tahu siapa yang bicara dengan Mo Li saat itu, tapi dia pasti anggota faksi lama. Mereka melakukan transaksi dan orang itu mengirimkan kamu ke dunia manusia untuk menjalankan tugas dan memenuhi pembayaran."


"Kamu yang merasa akhirnya bisa mendapatkan kebebasan, secara tidak sadar menjalankan tugas itu dengan kehadiranmu di cabang Barat Laut ini. Sekarang, kebebasan mana yang telah kamu dapatkan pada akhirnya?"


Yan Xu memandang rendah ke Mo Yihan yang sudah cemberut dengan ucapannya. Itu berarti, memang benar selama ini Mo Yihan juga menyadari bahwa dia hanyalah bidak untuk melengkapi transaksi antara Mo Li dan faksi lama.


Mo Yihan terkekeh geli dengan cara biadab yang dilakukan padanya oleh sesama anggota faksi lama.


Dia menghilangkan zirah avatarnya dan hanya menyisakan tombak jiwa dengan aura yang masih kuat dan stabil. Mo Yihan menancap tombaknya ke lantai dengan bilah yang masih mengacung lurus ke atas. Tatapan dari mata binatang buas itu tidak lepas dari posisi dimana Yan Xu berdiri.


"Memang benar aku tidak mendapatkan satupun kebebasan ..." Mo Yihan mengangguk setuju lalu melanjutkan, "Lalu, kamu yang seharusnya bebas mengapa bersusah payah untuk menggagalkan rencana ini?"

__ADS_1


"Menggagalkan? Aku? Apa menurutmu aku akan repot-repot melakukan itu?" tanya Yan Xu sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.


__ADS_2