Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 108 - Ketangkap Basah


__ADS_3

Sesuai dengan informasi yang Lusia terima dari Mickey, hari ini adalah hari ulang tahu Rayn. Lusia tidak akan melewatkan momen berharga ini. Ini akan menjadi perayaan pertama yang akan ia berikan untuk Rayn semenjak mereka resmi menjalin kasih.


Lusia ingin memberikan sesuatu yang berkesan untuk Rayn, tapi sesuatu itu mungkin akan sedikit berbeda dari pesta perayaan ulang tahun pada umumnya. Lusia tidak bisa memberikan sebuah pesta yang meriah mengingat phobia yang dimiliki Rayn.


Lusia bangun lebih awal dari hari biasanya, pagi-pagi ia sudah sibuk menyiapkan mobil untuk pergi berbelanja. Ia ingin memasak makanan spesial buatannya untuk Rayn. Saat Lusia hendak pergi meninggalkan Villa, tiba-tiba ia mendengar Rayn sudah bangun dan memanggilnya.


"Kau ingin pergi kemana pagi-pagi sekali?" tanya Rayn.


Lusia melempar senyum dan menyapa Rayn dengan ucapan selamat pagi seperti biasanya. Selamat Ulang Tahun akan menjadi kata yang yang harus simpan dalam hati dan ia tahan untuk tidak diucapkan saat ini. Melihat wajah datar Rayn akan sikap biasa Lusia, sepertinya Rayn lupa akan hari ulang tahunya sendiri.


"Kau mau aku mengantarmu?" tanya Rayn.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri Rayn. Aku hanya pergi belanja beberapa kebutuhan saja. Bukankah kau akan menyelesaikan lukisan mu?" tanya Lusia mengingat Rayn sudah menunda pekerjaannya itu kemarin.


"Kau benar, hari ini aku mungkin akan sibuk di ruang melukis" sahut Rayn.


Lusia mengangguk dan tidak keberatan karena itu artinya Rayn pasti akan mengabaikannya sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Rayn tidak pernah bisa diganggu jika dirinya sudah berada didalam sana.


"Tapi, apa kau memiliki waktu sore nanti? Aku ingin makan sup kerang, kau mau menemaniku?" tanya Lusia ragu.


"Tentu saja, kau bisa memanggilku jika sudah waktunya aku harus bersiap-siap" sahut Rayn.


Lusia mengangguk lalu ia pamit untuk pergi. "Aku sudah menyiapkan sarapan dikamar" teriaknya sebelum membuka pintu.


"Eemm, aku sudah melihatnya" sahut Rayn melambaikan tangan.


...***...


Lusia sudah kembali dan ia langsung sibuk di dapur. Lusia bebas melakukan apapun tanpa harus mengkhawatirkan Rayn karena dia saat ini sibuk di ruang melukis.


Waktu terus berlalu, usai menyelesaikan beberapa menu, Lusia menyimpannya dan membereskan dapur. Lusia lalu pergi ke ruang melukis Rayn untuk memintanya bersiap.


Lusia dan Rayn akhirnya pergi ke sebuah restoran sup kerang yang selalu menjadi favoritnya, namun tetap buatan ibunya yang selalu menjadi no satu.


Lusia menyewa beberapa meja agar tidak penuh dengan pengunjung lain untuk kenyamanan Rayn. Rayn sedikit merasa sedih melihat Lusia masih harus berada dalam situasi seperti ini, tidak bisa menikmati makanan favoritnya dengan tenang. Lusia masih harus memikirkan kondisi Rayn yang tidak mungkin makan di tempat yang penuh dengan orang.


"Tidak apa Rayn, aku sangat menikmatinya" ucap Lusia tersenyum sembari memegang tangan Rayn yang sedari tadi menatapnya sedih. Ia meyakinkan Rayn jika dirinya tidak masalah meskipun harus menyewa seluruh restoran. Lusia lalu meminta Raya mencicipi menu yang sudah ia pesan untuknya.


...***...


Di vila, terlihat sebuah mobil masuk dan parkir di halaman Villa. Ya, itu adalah mobil David yang datang bersama Reisa. Tidak hanya mereka berdua, tetapi ada Dave dan Nara yang juga turun dari mobil.


Arka segera menghampiri mereka, ia membatu Dave untuk mengeluarkan beberapa barang di bagasi mobil David. Ia lalu mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam Villa.


"Nona Lusia sudah memberitahu saya jika kalian akan datang" ucap Arka.


Reisa dan yang lainnya datang untuk memenuhi undangan Lusia yang akan merayakan ulang tahun Rayn. Lusia meminta tolong kepada Reisa untuk membantunya mengurus persiapan pesta sederhana di Villa selama dirinya pergi mengalihkan Rayn. Lusia juga mengatakan jika dia sudah memberi 1 tenaga bantuan yaitu Arka.

__ADS_1


Arka memberitahu Reisa jika Lusia sudah mempersiapkan beberapa menu, selebihnya Lusia menyerahkannya kepada Reisa. Mereka semua tampak antusias menyiapkan semuanya. Dave dan Nara dibantu Arka mempersiapkan dekorasi ulang tahun.


Mereka sudah menyiapkan skenario sederhana dimana lampu akan dipadamkan saat Lusia dan Rayn sudah akan sampai di Villa. Lalu mereka akan memberi kejutan disaat Rayn dan Lusia sudah masuk ke dalam Villa.


Cukup sederhana bukan?


Tapi apakah rencana itu akan berhasil ?


Ya, pertanyaan itu yang selalu menghantui Lusia selama bersama Rayn. Lusia juga sudah berulang kali mengirim pesan kepada Reisa memberi peringatan untuk tetap menjaga jarak dari Rayn selama kejutan dimulai nantinya.


...***...


Lusia dan Rayn sudah dalam perjalanan kembali ke Villa. Di Villa mereka semua sudah membagi tugas masing-masing. Arka yang akan bertugas mematikan dan menyalakan lampu, Reisa membawa kue dan yang lain tentu saja cukup meramaikan suasana.


Mobil Rayn sudah sampai di Villa, Rayn berniat memasukkan mobilnya langsung ke garasi namun Lusia mencegahnya. Saat ini didalam garasi sudah ada mobil David yang ia sembunyikan di sana.


"Kenapa tiba-tiba aku merasa ada yang salah dengan perutku. Bantu aku membawa semua barang ku dan biarkan Arka yang mengurus mobilnya" ucap Lusia lalu bergegas turun dari mobil.


"Lusia tunggu" panggil Rayn membuat Lusia terkejut dan langsung menghentikan langkahnya.


"Apa kau yakin baik-baik saja?" tanya Rayn menyentuh perut Lusia ketika melihat Lusia yang tampak terburu-buru.


"Aaa... itu tidak terlalu sudahlah ayo masuk" ajak Lusia.


Rayn menekan sandi untuk masuk, sandi terkonfirmasi dan pintu terbuka, namun lampu otomatis tidak menyala dan listrik tiba-tiba padam. Lusia tidak terkejut dengan itu karena dia tahu apa yang terjadi .


Rayn langsung meraih tangan Lusia dan menggenggamnya, ia meminta Lusia untuk tidak beranjak dari tempatnya berdiri sekarang sampai ia memastikan apa yang terjadi dan semuanya aman. Rayn mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Arka.


“Sepertinya mereka sudah menyiapkannya dengan baik“ ucap Lusia dalam hati dengan tersenyum


"Arka, lampu di Villa padam apa yang terjadi?" tanya Rayn setelah terhubung dengan Arka.


"Aaa itu, baik, saya akan memeriksanya Tuan Rayn" sahut Arka.


Sungguh ironis, Arka menjadi bingung karena ia belum melakukan apapun tapi kali ini lampu benar-benar padam. Reisa memberi kode kepada yang lain jika lampu sudah padam itu artinya Rayn dan Lusia sudah sampai di Villa, hanya perlu menunggu 5-10 untuk melancarkan aksinya. Mereka tidak menyadari jika Rayn dan Lusia sudah berada di dalam Villa.


"Kita bisa menggunakan cahaya dari ponselku dan..." ucap Rayn hendak menyalakan flashlight namun baterai ponselnya low lalu mati.


Rayn tersenyum canggung karena malu "Bagaimana dengan ponselmu?" tanya Rayn kepada Lusia.


Lusia pura-pura tidak menemukan ponselnya "Sepertinya tertinggal di dalam mobil" ucapnya.


"Kenapa mereka lama sekali? Apa jangan-jangan mereka menyiapkan di lantai 2?" batin Lusia dalam hati.


Rayn menatap Lusia lalu melangkah lebih dekat, satu tangannya masih menggenggam erat tangan Lusia. "Sepertinya kita harus menunggu sampai Arka mengurusnya. Kira-kira apa yang bisa kita lakukan selagi menunggu ?" tanya Rayn dengan tatapan mencurigakan.


Rembulan sedang bersinar terang sehingga membuat cahaya masuk menembus kaca jendela. Samar-samar senyum tipis terlihat terurai dibibir Rayn. Tanpa permisi tentunya Rayn menarik pinggang Lusia dan menguncinya dekat dengan tubuhnya.

__ADS_1


Dug dug dug dug....


Jantung Lusia berdetak kencang setelah merasakan kecupan singkat yang manis dari bibir Rayn.


"Rayn..." panggil Lusia gugup.


Rayn tersenyum tipis melihat reaksi Lusia. "Ada apa dengan ekspresi mu itu, apa kau mengharapkan lebih?" goda Rayn berbisik ditelinga Lusia.


"Itu..." sahut Lusia lirih.


Lusia sedikit bingung dan terus bertanya dalam hati kemana Reisa dan yang lainnya belum muncul. Ia hampir spot jantung karena khawatir jika tiba-tiba mereka melihat Rayn menciumnya.


Rayn kembali tersenyum, ia meraih dagu Lusia dan berkata. "Aku ingn mencurinya lagi" ucapnya lirih lalu memberi Lusia ciuman yang lebih dalam.


Reisa berbisik kepada David jika ia seperti mendengar suara Rayn dan Lusia sudah berada di dalam Villa. Mereka lalu memutuskan untuk keluar dengan membawa cake yang sudah dinyalakan.


Bersamaan disaat mereka sudah akan menyanyikan lagu ulang tahun, lampu tiba-tiba kembali dengan normal dan.


“Upss... apa yang mereka lakukan?" celetuk David.


Tepat saat lampu menyala, mereka semua melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat, menyaksikan dua sejoli yang sedang memadu kasih. Kedua bibir yang masih bersentuhan itu harus mengakhiri aksinya. Rayn sontak menjauhkan tubuhnya dari Lusia begitu juga dengan Lusia yang langsung mendorong tubuh Rayn menjauh. Mereka lalu berdiri berdampingan didepan pintu dengan wajah datar .


“A... aku... a... itu.... tadi… “ ucap lusia terbata-bata.


Lusia langsung menundukkan kepalanya dengan pasrah, dia merasa seperti sedang ketangkap basah berbuat asusila.


Wajah David perlahan mengeluarkan tatapan curiga lalu melempar senyum. Susana sedikit hening dan canggung, bahkan kue ulang tahun dengan lilin yang menyala ditangan Reisa menjadi terabaikan.


Rayn tersenyum melihat reaksi Lusia yang panik. Ia pun langsung berbisik kepada Lusia. "Kau ingin aku membantumu? Apa kau tidak ingin mengambil kuenya dan memintaku meniupnya?" ucap Ryan membantu Lusia menyelesaikan kepanikannya dengan mengalihkan mereka.


"Kau benar" sahut Lusia segera pergi mengambil Kue dari tangan Reisa dan meminta Rayn meniupnya dan membuat permohonan. Rayn pun memejamkan mata membuat permohonan dalam hati. Ia lalu mengatakan sebuah permohonan lain yang diperdengarkan kepada semua orang yang ada disna .


“Aku juga beroda agar gadis yang kucintai selalu dilindungi dan bahagia" ucap Rayn .


Rayn membuka mata, ia lalu mendekat dan mendekap pipi lusia dengan kedua tangannya. Tatapan yang membekukan lusia. Rayn pun tersenyum dan langsung mengecup bibir Lusia tanpa ragu didepan semua mata yang menatap mereka.


“Apa kalian yakin ini adalah perayaan ulang tahunnya? Atau keberadaan kita disini hanyalah pemeran pendukung yang memeriahkan kisah cinta mereka ?" ucap David.


"Selamat ulang tahun Rayn, Ini memang sangat sederhana dan tidak semewah kejutan besar yang selalu kau berikan kepadaku, tapi aku sangat tulus" ucap Lusia.


.


.


.


*** To Be Continued ***

__ADS_1


__ADS_2