
Di hari pertama Lusia mulai tinggal
di Villa Rayn, ia tampak mondar mandir di depan pintu ruang privasi milik Rayn
dengan nampan berisi segelas jus dan potongan buah ditanggannya
“Apa yang dilakukannya dari tadi pagi hingga siang begini? Bahkan dia tidak
menyentuh sarapannya” gerutunya di depan pintu.
Lusia memberanikan diri untuk mengentuk pintu meskipun sudah tahu akan peringatan Mickey untuk tidak mengganggunya ketika berada di ruang privasi.
“Rayn … “ teriak lirih Lusia sembari mengetuk pintu. Ryan tidak menjawab, Lusia mencoba mengetuknya sekali lagi.
“Rayn, sudah waktunya makan siang. Aku membawakan jus dan buah untukmu. Bisakah kau keluar sebentar ?” tanya Lusia.
“Letakkan saja dikamarku” jawab Rayn dari dalam ruangan yang tertutup itu.
“Aku bahkan juga sudah meletakkan sarapan pagimu disana dan kau juga belum menyentuhnya”
ucap Lusia. Ia udah tidak mendengar jawaban dari Rayn lagi. Ia pun akhirnya menyerah dan beranjak akan pergi.
“Tapi, kenapa aku harus mengalah, anggap ini adalah misiku.” ucapnya membelakangi pintu.
"Kau masih tidak ingin keluar? Jika begitu aku akan terus mengetuk pintu atau aku akan mendrobrak masuk. Ok akan kudobrak sekarang." Tindakan liar yang hanya ada dalam pikiran Lusia seperti balon yang sudah diterbangkan tapi takut pecah.
“Tidak bisa seperti itu. Bagaimana jika saat aku masuk, dia sedang melakukan sesuatu yang aneh didalam. Sesuatu yang tak pantas untuk dilihat saat aku membukannya. Seperti sedang tidak berpakaian atau… Ahh tidak, tidak” Lusia menggelengkan kepala berharap pikiran aneh itu pergi dari otaknya.
Lusia pun berbalik dan mencoba mengetuk pintu lagi namun ternyata Rayn sudah berdiri dibelakangnya. Rayn sudah memperhatikanya sedari tadi. Lusia yang sedari tadi asyik dengan lamunan konyolnya tidak menyadari jika Ryan sudah membuka pintu.
“Apa yang kau lakukan ?” tanya Rayn.
“Sejak kapan kau berdiri disana ?” tanya Lusia. Rayn tidak menjawab, ia hanya langsung mengambil nampan Lusia lalu membawanya masuk dan meletakkannya disalah satu meja yang ada di ruangan itu.
Pintu yang masih terbuka semakin membuat Lusia penasaran ingin mengetahui isi dari ruangan itu. Ia seketika ia dibuat tak percaya dengan apa yang dilakukan Rayn selama ini diruangan itu. Terdapat beberapa lukisan yang sudah jadi bahkan masih dalam pengerjaan. Beberapa alat lukis seperti kuas, cat, kanvas, dan papan easel tersusun rapi di tempatnya.
“Wah, ternyata kau” ucap Lusia melangkah masuk kedalam ruangan melewati Rayn. Melihat Lusia memasuki wilayahnya, Rayn langsung menarik baju belakang Lusia dan menuntunya keluar.
“Kau bisa membacanya kan?” tanya Rayn dengan menunjukkan tulisan yang tergantung di pintu “GO OUT…!!!”.
Seolah pura-pura tidak peduli dengan yang Rayn katakan, Lusia justru sibuk tertarik dengan lukisan-lukisan yang ada di dalam.
__ADS_1
“Kau seorang pelukis? atau hanya sekedar hobby melukis?. Aku juga menyukai lukisan boleh aku melihatnya ?“ tanya Lusia penuh semangat
“GO OUT…!!!” ucap Rayn dengan nada tegas kepada Lusia.
Lusia masih berusia membujuk Ryan namun ponselnya berdering adanya panggilan masuk dari Mickey. Lusia meraih ponsel di saku celananya dan langsung menjawab panggilan Mickey.
“Keluarlah ada yang ingin kuberikan padamu” ucap Mickey singkat lalu menutup telepon.
“Keluar? apa yang dimaksud keluar Villa?” gumam Lusia bingung lalu pergi ke lantai bawah.
“Oh ya…, aku serius jika aku juga menyukai lukisan. Bahkan ada satu pelukis yang ku kagumi karena karyanya. Kau pasti juga mengenal pelukis dengan inisial Lotus“ ucap Lusia dengan terburu-buru turun tangga.
Sampai beberapa langkah ia menuruni bebera anak tangga, ia kembali lagi. “Oh ya jangan lupa habiskan makananmu, aku khawatir jika Mickey akan memotong gajiku jika gizimu menurun” imbuhnya lalu meninggalkan Rayn. Tanpa menghiraukan perkataan Lusia, Rayn menutup pintu ruangannya begitu saja.
Lusia berlari membukakan pintu. Saat pintu terbuka, Mickey sudah berdiri tepat di depan pintu. “Taraaaa… “ ucapnya dengan menunjukan sebuah kunci mobil di depan wajah Lusia. Ia langsung menarik lengan Lusia dan membawa keluar menuju sebuah mobil Kia Seltos berwana putih yang sudah terpakir di halaman.
“Kau ingin memamerkan mobil barumu? Itu percuma karena aku tidak pernah berniat memiliki mobil. Jadi, tidak akan membuatku terpengaruh” ucap Lusia kembali masuk kedalam Villa.
“Hei, hei, hei…, aku bahkan belum mengatakan apapun padamu” teriak Mickey menarik lengan Lusia. “Itu mobil untukmu” imbuhnya.
“Ha.. haha. Haha… kau ingin melakukan prank siang-siang begini. ” Tawa Lusia tak percaya dengan perkataan Mickey. Sesuatu hal yang mustahil Mickey akan memberinya mobil begitu saja.
fasilitas dari pekerjaanmu. Kau tidak bisa setiap hari mngendarai skuter itu
terutama saat dimalam hari.
“Benarkah …? Apa ada tugas atau misi yang harus kulakukan? atau jujur saja jika saat ini kau sedang melakukan suap?” tanya Lusia curiga.
“Kau bisa memilkinya jika kau mau berhenti bekerja di Café” sahut rayn tiba-tiba.
"Awalnya aku akan memberikannya begitu saja
sebagai bonus. Tapi mendengar ucapanmu baru saja, menurutku itu ide bagus. Bonus diberikan setelah ada pencapaian. Jadi, asal kau berhenti dari Cafe, mobil itu sah milikmu” lanjut Rayn dengan senyum sinis sembari bersandar dipintu.
“Jika aku bisa mengambilnya sebagai fasilitas, tidak masalah meski bukan hak milik. Lagipula jika aku berhenti dari Cafe maka aku justru tidak akan membutuhkannya” imbuhnya.
“Aku tidak sedang meminta pertimbanganmu dengan memikirkannya. Cukup katakan
jika tidak mau, maka kita lupakan tawaran itu” ujar Rayn meninggalkan keduanya hendak masuk Villa.
“Baiklah… “ jawab lusia mengambil kunci dari tangan Mickey. Hal itu membuat Rayn menghentikan langkahnya, menaikkan alis menunggu lanjutan dari jawaban Lusia. “Aku akan menganggap ini adalah fasilitas dari pekerjaanku. Lupakan soal hak milik” lanjutnya secara tidak langsung menolak untuk berhenti bekerja di Cafe.
__ADS_1
Mendengar itu Ryan berbalik dan menghela nafas kasar karena mendapat jawaban yang tidak ia harapnya. Rayn berharap Lusia akan berjhenti bekerja di Cafe sehingga sepenuhnya bekerja untuknya. Lusia langsung masuk mobil lalu mengendarainya pergi untuk mencoba.
Mickey berjalan mendekati Rayn yang menatap kesal kerpergian Lusia . “Bahkan kau memikirkan mobil untuknya, aku tidak mengira jika kau akan memiliki perkembangan secepat ini.
“Hentikan langkahmu sampai disitu.” Perintah Rayn dengan tenang. Ia masih tetap tidak bisa membiarkan orang lain mendekatinya meskipun itu adalah Mickey yang sudah bersamanya dari kecil.
Lusia sudah kembali ke Villa. Rayn dan Mickey sedang duduk diruang baca Lantai 2. Lusia langsung naik dan menghampiri mereka. “Mickey terima kasih, aku akan menggunakannya dan merawatnya dengan baik” ucapnya kepada Mickey.
“Tidak perlu berterima kasih padaku tapi kepadanya” jawab Mickey tanpa memandang kearah Lusia. Ia dengan santai membalik buku yang dibacanya.
“Dia?” tanya Lusia menunjuk Rayn yang duduk di mejanya tampak sibuk dan fokus menatap PC All In One miliknya.
“Aku yang mengurus semuanya termasuk memilih mobil tapi itu tetap dengan uangnya” jawab Mickey tersenyum menggoda lalu menutup buku ditangannya.
“Baiklah, terima kasih Tuan Rayn” ucap Lusia membungkukan badan dengan tersenyum. Rayn hanya melirik lalu melanjutkan aktivitasnya.
“Oh ya, bagaimana dengan kamarmu? Ini hari pertama kau tinggal, kau menyukainya?” lanjut tanya Mickey meletakkan buku yang baru dibacanya ke rak buku.
“Emm aku menyukainya, hanya saja aku belum membereskan barangku, jadi masih berantakan” jawab Lusia. “Kau ingin melihatnya ? kita pergi kebawah sekarang !” ajak Lusia dengan semangat. Melihat tingkah Lusia dan Mickey, membuat Rayn
tersenyum setelah keduanya meninggalkannya.
Lusia membawa Mickey untuk melihat kamarnya. Mereka banyak bercerita termasuknrasa terima kasih Mickey kepada Lusia yang sudah mau menerima pekerjaan darinya.
Mickey meminta Lusia untuk mengantarkannya kembali sekalian ia pergi bekerja ke Cafe. Karena ia datang dengan mobil baru Lusia.
*** To Be Continued***
Hallo para pembaca setia Rayn & Lusia 👋😃
✅ Silahkan klik FAVORITE untuk terus update BAB selanjutnya yah..
❤ Berikan Like kalian hanya dengan klik Like pada symbol Love, GRATIS 😍
📝Lengkapi kehaluan Author dengan KOMENTAR kalian di setiap BAB nya ya…. *( S*aran dari kalian juga bisa menjadi inspirasi cerita Author)
🎀 PLEASE BERIKAN VOTE pada karya ini agar semakin di Up Up Up dan Up lagi oleh platform.
Terima Kasih atas semua dukungannya 🙆
__ADS_1