
Di sebuah Bar, Leona berbicara dengan seorang Bartender bernama Derward. Derward adalah teman Leona dan Mickey, dia seorang bartender sekaligus pemilik dari Bar itu. Derward melihat pria yang saat ini sedang ditunggu Leona telah menunjukkan batang hitungnya.
Pria itu adalah Mickey, dia menatap ke arah Mikcey yang baru saja masuk lalu berkata kepada Leona jika mereka berdua sebenarnya terlihat sangat serasi bersama. Namun, Derward bertanya kenapa mereka beruda tidak pergi berkencan saja sementara kebersamaan mereka bahkan terlihat seperti pasangan suami istri.
Leona menoleh menatap ke arah Mickey yang datang, ia melihat Mickey yang menghentikan langkahnya tiba-tiba karena adanya panggilan masuk yang harus dia terima. Mickey memberi kode dari kejauhan kepada Leona jika dia akan menerima telepon sebentar. Leona melambaikan tangannya lalu membalas mempersilahkan Mickey untuk menerima panggilan teleponnya.
Derward tidak mengerti, padahal Mikcey menganggap Leona adalah orang yang sangat penting dalam hidupnya. Leona sudah seperti ibu baginya, kakak baginya, teman baginya, penasehat, meskipun sesekali seperti musuh yang mengharuskan keduanya saling berdebat. Bagi Leona dengan semua itu menurutnya tidak ada lagi ikatan lain yang Mickey butuhkan.
"Tapi, daripada ikatan yang tidak nyata itu, kenapa kau tidak membangun ikatan yang sangat mungkin, menjadi wanitanya." sahut Derward.
"Wanita?" tanya Leona seolah tidak paham, sembari perlahan meraih gelas wine yang disajikan Derward, ia tersenyum.
"Wanita..." ucap Leona lagi seraya menatap ke arah Mickey yang masih sibuk dengan panggilan telepon.
Leona menegaskan kepada Derward jika menjadi wanita dimata Mickey adalah hal yang sulit dan mustahil. Bagi pria yang tidak lagi peduli dengan kehidupannya sendiri itu tidak akan mungkin membutuhkan atau bahkan meskipun hanya sekejap Mickey tidak akan pernah sekalipun menganggap Leona sebagai seorang wanita.
Dengan senyum canda Leona memberitahu Derward jika pria disana sudah membangun dinding perisai yang begitu tinggi hingga sulit untuk dipanjat. Selain itu, dia juga membuat dinding itu begitu kokoh hingga tidak bisa di robohkan. Mickey sudah menutup hatinya untuk siapa pun. Bahkan dia sudah menyerahkan tujuan hidupnya bukan untuk kebahagiaanya sendiri, melainkan untuk kebebasan hidup orang lain.
Derward tampak berpikir keras, ia terlihat ingin menanyakan sesuatu tetapi ragu dan takut akan melukai hati Leona. "Apa maksudmu dia sudah memiliki wanita lain?" tanyanya kepada Leona yang masih menatap ke arah Mickey.
Leona tertawa kecil dan menjawab jika Derward bisa menganggapnya seperti itu. Hal ini semakin membuat Derward tidak mengerti, apa kesulitan yang dimiliki Leona untuk bisa mendapatkan hati Mickey.
Akan lebih muda bagi Leona jika saja itu benar hanya masalah adanya wanita. Tapi sayangnya bukan, sebaliknya adalah seorang pria. Bahkan Leona sendiri tidak bisa melakukan apapun dengan garis takdir yang dimiliki Mickey dengan Rayn. Sebuah hubungan yang sangat sulit dan rumit.
Derward mengangguk seolah menunjukkan jika dirinya sudah sangat mengerti maksud dari teka teki yang di ucapkan Leona. Meskipun tidak mengerti, Derward tidak akan melanjutkan pembicaraan itu karena akan percuma saja. Derward kembali sibuk meracik minuman dengan serius lalu meletakan minuman itu tepan didepan Leona.
"Jika dia punya dinding yang tinggi dan kokoh. Kita lihat apa dinding itu sungguh tidak bisa dirobohkan dengan minumam ini" ucap Derward.
__ADS_1
Menggelikan, Derward justru membuat minuman untuk Mikcey. Apa dia sudah gila? Umpatan ini yang dilontarkan Leona. Itu sama artinya Derward memberikan minuman yang akan mendorongnya jatuh pada perangkap cinta satu malam.
Derward mengatakan jika mereka sudah saling mengenal dan selalu bersama selama bertahun-tahun bahkan keduanya sudah dewasa. Kesalahan kecil saja tidak masalah untuk memulai sesuatu. Minuman memabukkan itu akan langsung menaklukan Mickey hanya cukup dengan sekali tembakan.
Leona meraih gelas wine yang baru saja disajikan Derward untuk Mikcey. Derward tersenyum karena akhirnya kali ini Leona mau mendengar dan mengikuti sarannya. Namun, senyum itu tiba-tiba berubah menjadi senyum kecut karena alih-alih memberikan minuman itu untuk Mickey, Leona justru meminumnya. "Aku bukan wanita picik...!" ucapnya kepada Derward usai meneguknya.
Derward menghela nafas kasar. Ya, dia seharusnya tidak perlu heran karena memang seperti itulah Leona yang dia kenal. Leona bertanya kepada Derward, siapa yang berani menghubungi Mickey hingga membuatnya lama sekali berdiri disana. Derward hanya mengangkat kedua bahunya tanpa memberi jawaban. Dia merasa konyol dengan pertanyaan itu karena jelas dirinya dan Leona sama-sama hanya menatap Mickey dari kejauhan. Jadi, bagaimana mungkin Derward tahu dengan siapa Mickey berbicara selama itu.
Dengan gelas wine di tangannya, Leona mengatakan jika dia yang akan membuat Mickey mengakhiri panggilannya. Leona bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menghampiri Mickey di sana. Baru dua langkah tubuh Leona tiba-tiba goyang, ia menatap gelas wine di tangannya lalu menoleh ke arah Derward. "Wah... sepertinya kau meracik racun yang mengerikan" ucapnya lalu kembali berjalan untuk menghampiri Mickey.
Duk....!!!
Baru saja hendak melangkah, Leona tidak sengaja menabrak seorang pengunjung pria yang berjalan berlawanan dengannya. Tabrakan itu membuat Leona tanpa sengaja menumpahkan wine itu pada baju pria itu. Dengan cepat Leona membungkuk dan meminta maaf. Leona tampak bingung dan meminta tisu kepada Derward untuk membersihkannya. Namun, karena tumpahan itu jatuh tepat pada bagian dada pria itu, maka Leona memberikan tisu ditangannya kepada pria itu.
Namun, pria itu sepertinya tidak menyukai perlakukan Leona. Terlihat dari wajahnya yang tampak tidak senang. Leona melihat baju pria itu yang basah, ia langsung menawarkan diri untuk membayar biaya laundry atau jika perlu ia akan membayar penuh harga baju itu sebagai permintaan maaf darinya.
Leona menaikan alisnya mendengar perkataan pria itu. Ia bertanya kepada pria itu apakah yang dia maksud jika dirinya juga harus bertanggung jawab dengan dada nya yang juga basah.
Pria itu kembali mengurai senyum. "Kau tidak perlu membayarnya, kau cukup membersihkannya. Dan untuk itu kau tidak membutuhkan tisu ini. Kau bisa melakukannya dengan bibir manismu itu" ucap pria itu sembari menatap Leona penuh nafsu.
Pria itu menatap Leona dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Jika kau mau, aku akan membiarkanmu menikmati bagian yang lain. Semuanya, kau bisa menikmati semua dan buat seluruh tubuhku menjadi basah semua" lanjut ucapnya.
Derward yang melihat kejadian itu berdecak singkat. Dia berpikir jika pria itu sudah gila dan salah memilih mangsa. Leona kembali menoleh memandang Derward. "Derward, sepertinya aku perlu latihan sebelum meruntuhkan dinding perisai Mickey" teriak Leona kepada Derward tetapi matanya tetap memandang pria yang masih berdiri didepannya itu.
"Lakukan sesukamu, asal kau menanggung semua kerusakan yang ada" sahut Derward sembari tetap membersihkan gelas wine.
Leona mengepalkan tanganya. "Baiklah, mari kita bersihkan sekalian semuanya!" ucap Leona kepada pria itu seraya melayangkan bogeman tangan yang hendak ia daratkan pada wajah pria itu.
__ADS_1
Tepat saat bogeman tangan Leona sudah akan menyentuh wajah pria itu, namun sesesorang menarik baju pria itu dari belakang sehingga pukulan yang akan dilayangkan Leona meleset tidak mengenai pria itu. Pria itu terhindar dari pukulan Leona meski sempat terpelanting menghantam meja bar setelah terhampas. Leona membulatkan mata melihat siapa orang yang berani menyelamatkan pria kurang ajar itu.
"Mickey?" ucap Leona dengan nafas yang memburu menahan amarahnya.
Mickey melepaskan pria itu lalu memandang ke arah Leona "Apa kau tidak menganggapku sebagai pria? Sampai harus mengotori tanganmu sendiri" ucap Mickey kepada Leona. Ia meraih tangan Leona dan melemaskan jari jemari Leona yang masih mengepal kuat.
Mickey berjalan ke arah pria itu yang masih terlihat kesakitan pada lengannya. "Kau bilang apa tadi? Apa kau sedang menjual tubuhmu? Apa kau yakin ada yang bisa dinikmati dari tubuhmu?" tanya Mickey sembari melayangkan pukulan pada wajah pria itu.
Pria itu terjatuh dan tersungkur pada kursi bar, tapi Mickey kembali memberinya pukulan dengan terus berbicara dan mengumpat. "Berani sekali kau berbicara hina dengan mulutmu yang kotor ini kepada wanitaku" ucap Mickey kembali memberi pukulan.
Kali ini pria itu jatuh tersungkur di lantai, namun masih dengan wajah penuh amarah Mickey kembali menghujani pukulan kepada pria itu. Leona segera melerai dan meminta Mickey untuk berhenti. Mickey bisa membunuh pria itu jika diteruskan. Pria itu sudah tampak tidak berdaya dan tidak akan mampu untuk melawan. Namun Leona pun juga tampak kesulitan untuk menghentikan kemarahan Mickey.
"Derward, bantu aku melerainya!!" teriak Leona meminta bantuan Derward. "Mickey, sudah hentikan!" lanjut teriaknya kepada Mickey.
Derward memanggil security dan meminta mereka untuk membawa pergi pria yang sudah babak belur itu. Leona menghela nafas merasa lega karena pria itu masih hidup. Leona menghampiri Mickey namun baru satu langkah tiba-tiba badannya terasa goyang.
Leona merasa jika dirinya sepertinya sedikit mabuk. Leona sebenarya adalah wanita yang kuat minum, tapi ia tidak menyangka jika wine yang tadinya dibuat Derward untuk Mickey benar-benar memberikan pengaruh yang luar biasa. Leona berdiri terdiam menatap lekat ke arah Mickey.
"Derward sialan, minuman apa yang dibuatnya" gumam Leona mencoba mendapatkan kesadarannya. Leona terlihat seperti begitu sangat menginginkan pria yang berjalan ke arahanya
.
.
.
*** To Be Continued ***
__ADS_1