
Hari ini akhirnya telah tiba hari besar dimana acara pasar lelang lukisan diadakan. Lusia dan Rayn datang dengan pengawalan ketat oleh Arka dan 2 pengawal lain. Lusia sangat terlihat cantik dengan balutan dress berwarna merah yang menunjukkan sisi berani dan seksi sekaligus. Dress merah bermodel off shoulder dengan riasan make up yang soft serta gaya rambut low updo. Tidak hanya itu, Rayn pun juga tampak sangat menawan bak seorang bangsawan.
Lusia dan Rayn telah sampai di area parkir Psithurism Art, namun terlihat parkiran yang masih tampak sepi. Seharusnya saat ini pameran sudah berlangsung untuk tamu VVIP. Namun, melihat parkiran yang sepi menunjukkan tidak ada tamu yang datang. Lusia menoleh melirik kiri dan kanan, ia berikir apakah mungkin sungguh tidak ada seorang pun yang datang ke acara itu.
Rayn tampak tidak peduli apakah akan ada yang datang atau tidak, yang perlu ia lakukan saat ini adalah menggenggam tangan istrinya untuk membuatnya nyaman dan bisa bertahan selama ada disana. Arka mengawal Rayn dan Lusia dengan berjalan didepan, sementara 2 pengawal lain berada di belakang.
Sesampainya di lobi, seorang petugas menyambut kedatangan mereka. Lusia pun bertanya kepada petugas untuk mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya. Semua banner tentang kegiatan sudah tersusun rapi, acara ini tampak sudah dipersiapkan dengan baik namun gedung begitu sangat sunyi. Selain mereka, hanya ada beberapa staf pada posisinya masing-masing. Apakah sungguh tidak ada tamu yang datang? Itulah pertanyaan yang dilayangkan Lusia.
Seorang petugas mengatakan jika pameran baru akan dibuka 2 jam dari sekarang, tepatnya satu jam sebelum lelang dimulai. Saat ini pameran hanya akan dibuka untuk tamu yang menerima undangan VVIP. Lusia sungguh baru mengetahui jika ternyata ada jam khusus untuk tamu VVIP.
Mendengar pernyataan petugas, Arka lekas menujukkan tiket VVIP kepada petugas. Melihat tiket ditangan Arka, petugas itu pun langsug membungkuk dan mengucapkan maaf karena kurang bersikap baik dan informatif dalam menyambut mereka yang ternyata tamu spesial.
Petugas pria itu langsung memanggil seorang staf wanita yang akan mengantarkan Rayn dan Lusia ke lantai tempat dimana pameran itu diadakan. Staf wanita itu menyambut keduanya dengan ramah dan mempersilahkan mereka untuk mengikutinya.
"Apakah anda Tuan Rayn dan Nyonya Lusia? Silahkan mengikuti saya" ucapnya.
Wanita itu sudah bisa mengetahui nama Rayn dan Lusia. Hal itu karena hanya mereka berdua yang ada dalam daftar tamu khusus. Lusia merasa terharu dan tidak percaya jika dirinya dan Rayn menjadi satu-satunya tamu spesial yang beruntung itu.
"Rayn, apa kau yakin tidak saling kenal dengan Lotus?" bisik Lusia.
Rayn tidak memberi jawaban akan pertanyaan itu, ia semakit erat mengandeng tangan Lusia. "Jangan lepaskan genggaman tanganmu. Aku tidak ingin merasa gelisah di momen bergharga ini" sahut Rayn.
Mereka pun lanjut berjalan dan tiba dilantai dua. Pintu lift terbuka, mereka langsung disambut oleh deretan lukisan karya Lotus yang terpajang rapi. David yang sudah ada disana menyambut hangat Lusia dan Rayn. Meskipun mereka saling mengenal dan sangat akrap, namun David tetap memperlakukan keduanya layaknya tamu VVIP.
Mata Lusia tampak fokus menatap ke arah ujung ruangan dimana terdapat satu lukisan diatas papan kayu yang masih tertutup dengan kain berwarna putih berada diatas podium. Lusia mendekat dan bertanya kepada David. "Kenapa ditutup? Apa ini akan menjadi lukisan utama pameran ini?" tanya nya.
David mengatakan jika lukisan itu secara khusus ditampilkan dan tidak masuk dalam daftar lukisan yang akan di lelang. Lusia pun mulai mengamati satu persatu lukisan lain didepan nya. Dari lima belas lukisan yang ada, terdapat tiga lukisan yang di beri tanda pita berwarna gold sebagai tanda karya yang akan dilelang. Di kabarkan akan ada lima lukisan yang dilelang, namun hanya ada tiga tanda, itu artinya masih akan ada dua lukisan lagi yang belum diketahui.
__ADS_1
Langkah Lusia berhenti pada satu lukisan yang mencuri perhatiannya. Sebuah lukisan cahaya lampu temaram samar-samar berwarna kuning dari sebuah rumah yang tertutupi kabut. Lukisan itu benar-benar terlihat seperti nyata. Pada sudut bawah lukisan tertulis sebuah inisial bertuliskan Lotus.
Rayn juga tampak menikmati lukisan yang ada diruangan itu. Ia terlihat berdiri menatap sebuah lukisan di depannya dengan serius. Lusia menghampirinya, ia penasaran lukisan seperti apa yang sudah mencuri perharian suaminya. Lusia pun ikut dibuat kagum saat melihat sebuah lukisan rumpun bunga bluebell yang memenuhi sebuah Forest berkabut. Terdapat sebuah jalan setapak tanah yang membelah kumpulan bunga bluebell. Disana ada sosok anak kecil tampak dari belakang menelusuri jalan setapak itu.
"Usia bukan segalanya, kau tetap bisa menentukan tujuan hidupmu sendiri. Tidak ada tempat yang seperti surga, karena akan selalu ada jalan yang membuatmu bimbang. Kau harus putuskan tetap bertahan ditempat yang sudah kau anggap aman itu atau pergi mencari tahu apa yang ada diujung jalan sana" ucap Rayn seraya tetap menatap lukisan itu.
Rayn lalu menoleh menatap Lusia yang berdiri tepat disisinya. "Itulah makna dari lukisan ini" ucapnya.
"Luar biasa, kau bisa melihatnya" sahut Lusia yang merasa kagum dengan suaminya.
Lusia lalu melihat beberapa lukisan lain ditemani oleh Rayn yang berjalan disampingnya. "Lotus adalah seorang pelukis yang hebat. Sepertinya diantara lukisan-lukisan karyanya ada kisah miliknya yang ia curahkan. Apa menurutmu dia orang yang kesepihan?" tanya Lusia kepada Rayn.
"Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya Rayn balik.
"Aku hanya merasa jika kebanyakan karyanya menggambarkan kesedihan. Mungkin itu hanya dari sudut pandangku yang tidak paham tentang lukisan" jawab Lusia sembari mengurai senyum.
David mengangkat kedua pundaknya. "Seperti yang kita tahu, Lotus sudah sering mengadakan pameran di beberapa Negara dan dia tidak pernah sekalipun melakukan hal itu. Tapi, kali ini akan berbeda, aku hanya akan memberitahumu karena kita sangat dekat. Dari agenda, semua tamu akan mendapatkan kejutan yang luar biasa dari Lotus" bisik David kepada Lusia.
"Kejutan apa itu? Dia akan hadir?" tanya Lusia langsung menunjukkan rasa penasarannya.
"Tunggu saja, jika aku mengatakannya, maka tidak akan mengejutkan lagi" sahut David tertawa kecil.
"Hya...!!!" gertak Lusia. "Kau bilang akan memberitahuku, dasar penipu" lanjutnya.
David pun kembali tertawa merasa puas dengan reaksi Lusia. Setelah cukup lama, seorang staf memberi tahu David jika pameran sudah harus dibuka sepuluh menit lagi. Para tamu sudah hadir dan menunggu. Mengetahui hal itu, David meminta Lusia dan Rayn ikut dirinya ke ruangan yang sudah disiapkan. Mereka bisa menunggu disana sampai acara lelang dimulai.
David kembali ke ruang pameran setelah mengantar Lusia dan Rayn karena ia harus menyambut para tamu dan membuka acara. Meskipun Rayn dan Lusia berada diruang terpisah, namun mereka tetap bisa menyaksikan kegiatan pameran melalui layar yang sudah disiapkan.
__ADS_1
Tamu mulai berdatangan, kebanyakan dari mereka langsung fokus pada tiga lukasisan yang akan di lelang dan satu lukisan tertutup yang membuat mereka sangat penasaran. Mereka saling bertanya satu sama lain, kenapa hanya ada tiga lukisan bertanda sementara akan ada lima lukisan yang akan dilelang.
David mulai membuka acara dan memberikan sabutannya sebagai perwakilan Psithurism Art kepada para tamu yang hadir. David mulai membacakan agenda dan mengatakan jika hasil penjualan lukisan itu akan didonasikan semuanya untuk sebuah Yayasan. Nama Yayasan tertulis pada kartu yang ada pada amplop ditangannya saat ini.
"Sebagai putra pemilik Galery, aku pun tidak tahu. Ayahku sangat pelit bukan?" celetuk David sengaja mengundang tawa para tamu untuk membuat suasan lebih relax.
"Tapi jika tidak ada kemisteriusan bukan Lotus namanya" imbuh David.
Davin menjelaskan jika para tamu dapat dengan santai melihat lukisan-lukisan karya Lotus sampai sebelum acara lelang dimulai. David juga mengatakan jika saat ini terdapat enam belas lukisan di ruangan itu, namun hanya akan ada lima lukisan yang dilelang. Tiga lukisan dapat dilihat dari tanda pita pada lukisan. Lalu akan ada dua lukisan dari tiga belas lukisan tersisa.
"Mungkin tamu sekalian sudah sangat penasaran, manakah dua lukisan tersisa yang akan masuk lelang.Tapi, sebelum itu diumumkan, apakah mungkin anda semua sudah melirik lukisan mana yang diharapkan akan di lelang? Lalu apakah satu lukisan tertutup disana juga menjadi lukisan yang akan dilelang?" tanya David.
David menatap wajah para tamu undangan yang sudah sangat antusia. Ia lalu mengumumkan suatu hal yang sangat mengejutkan dimana pelukis ternama dengan nama pena Lotus akan menjadi bagian dari acara secara langsung. Peryataan David disambut riuh bahagia dan penasaran dari para tamu.
"Anda semua pasti akan merasa menjadi tamu yang paling beruntung saat ini bukan. Itulah kenapa kami telah benar-benar memilih orang-orang secara khusus yang selalu setia mendukung Lotus dan menjadi penggemar karyanya" ujar David.
"Apa kalian sudah siap menyambut kehadiran Lotus bersama kita hari ini?" lanjut tanya David.
Lusia yang juga pernyataan David itu sontak berdiri dari duduknya dengan mata yang membulat. "Rayn, dia tidak akan berbohong kan?" tanya Lusia menoleh ke arah Rayn. Rayn hanya merespon dengan senyum.
.
.
.
*** To Be Continued ***
__ADS_1