
Sudah beberapa hari semenjak Lusia mendapat tawaran kerja dari Mickey. Ia selalu mendapat pesan dan panggilan Mickey yang sudah seperti teror baginya.Tampaknya Mickey pantang menyerah mengejar Lusia, bahkan ia sampai datang ke Cafe tempat Lusia bekerja. Namun Lusia masih selalu memberikan jawabanya yang sama jika dia menolak tawaran itu.
Hari ini menjadi hari yang teramat melelahkan bagi Lusia. Banyaknya pesanan bunga membuatnya melewatkan waktu istirahat dan terus disibukkan hingga menjelang waktu kerja di Cafe.
Hari ini Cafe juga sangat ramai pengunjung. Ditengah waktu kerjanya, ponsel Lusia terus bergetar berulang kali didalam kantong apronnya. Lusia terus saja mengabaikan panggilan itu karena sedang menerima pesanan dari pengunjung Cafe. Dia berfikir jika itu masih saja panggilan dari Mickey tanpa memeriksanya.
“Heistt…, apa dia tidak punya pekerjaan lain apa” kesal Lusia mengambil ponselnya berniat untuk mematikan karena dirasa mengganggu.
Lusia terkejut ketika mendapati panggilan masuk berulang kali sudah bukan lagi panggilan dari Mickey, melainkan panggilan dari Bibi Nia. Bibi Nia adalah tetangga ibunya diperkampungan nelayan. Bibi Nia selalu baik dan banyak membantu keluarga Lusia. Melihat panggilan dari Bibi Nia, Lusia langsung menjawab panggilannya.
“Hallo Bibi Nia, maaf Lusia baru menjawab panggilan telepon Bibi” sapa Lusia dengan nada merendah dan sopan.
“Lusia, maaf bibi mengganggumu, tapi apa ibumu ada menghubunginmu atau memeberitahu situasi yang dihadapinya saat ini?” tanya Bibi Nia langsung pada intinya.
“Tidak ada Bibi, sudah hampir 1 minggu lalu kami berbicara lewat telepon. Ada apa Bibi ? apa terjadi sesuatu dengan ibu?” tanya Lusia mulai panik.
“Tadi siang ada sekelompok orang yang datang dan mereka mengatakan akan mengambil rumah nenekmu” ucap Bibi Nia.
“Apa bi ?“ tanya Lusia terkejut mendengar perkataan Bibi Nia.
“Apakah Bibi Nia tahu siapa mereka?” tanya Lusia.
Bibi Nia juga tidak mengetahui pasti apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya tahu sekilas apa yang dikatakan orang-orang itu kepada Ibu Lusia. Mereka meminta keluarga Lusia sudah harus mengosongkan rumah itu besok.
Lusia terus bertanya untuk mendapatkan informasi lebih.“Apa Bibi sudah berbicara dengan Ibu?” tanyanya
“Tentu saja Lusia, tapi ibumu hanya diam dan terus saja menangis. Nenekmu sepertinya juga masih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia tadi langsung membawa pergi Lukas jalan-jalan untuk menghiburnya. Lukas sangat terkejut dengan kejadian tadi.” Bibi Nia menjelaskan apa yang dia tahu.
Bibi nia menghubungi Lusia karena ia sudah menduga jika Lusia pasti belum mendengar kabar apapun dari Ibunya. Ia sangat menghawatirkan keluarga Lusia, karena itu ia meresa harus segera memberitahu Lusia.
“Baik bi, Lusia akan memastikan dahulu kepada ibu apa yang sebenarnya terjadi. Terima kasih, Lusia tutup teleponnya yah“ ucap Lusia dengan sopan lalu mengakhiri panggilan.
Lusia bergegas menghubungi ibunya. Tubuh Lusia sudah mulai lemas, jantungnya berdegup semakin kencang. Ia hanya bisa menahan getar dibibir saat ibunya tidak menjawab panggilannya.
“Ibu angkat teleponnya” getir Lusia yang terus berulang menghubungi ibunya.
Ibu Lusia hanya menatap ponselnya mengabaikan panggilan dari Lusia. Ia sengaja tidak menjawab panggilan dari putrinya itu. Ibu Lusia hanya menitihkan air mata menangis tidak tahu harus mengatakan apa kepada putrinya jika menjawab panggilan. Ia mematikan ponselnya lalu mendekapnya dengan menangis histeris tanpa suara karena ingin membangunkan Lukas yang sudah tertidur dipangkuannya.
‘Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau sedang berada diluar jangkauan,cobalah beberapa saat lagi’
“Ibu, kenapa ibu mematikan ponselnya” ucap Lusia mendapati nomor ibunya sudah tidak aktif lagi.
“Dave… “ panggil Lusia melihat Dave baru saja kembali dari toilet. Lusia menghentikan langkah kaki Dave dengan menggenggam lengannya.
__ADS_1
“Iya kak..." jawab Dave terkejut.
“Apa kau sibuk besok ?” tanya Lusia.
“Besok ? seperti biasa aku ada kelas taekwondo. ” jawab Dave.
“Oh, kau benar. Kau mengambil kelas setiap hari sabtu” ucap Lusia menggaruk kepalanya tampak sangat bingung dan panik.
“Ada apa, katakan padaku. Jika kak Lusia membutuhkanku besok, aku bisa mengambil izin kelas Taekwondo” ucap Dave.
“Apa kau bisa menggantikan shiftku bekerja besok ?” tanya Lusia.
Lusia sesungguhnya tidak ingin merepotkan Dave. Tetapi ia tidak memiliki pilihan lain karena salah satu rekan kerja mereka Vhia saat ini sedang cuti.
“Apa terjadi sesuatu ?” tanya Dave kembali.
“Sesuatu yang mendesak terjadi dengan Ibuku dan aku harus segara pulang kesana. Aku akan pergi sepulang dari kerja nanti. Aku tidak tahu apa bisa segera kembali besok, karena itu aku membutuhkanmu” jawab Lusia.
“Tentu saja aku bisa menggantikan kak Lusia, tapi kak Lusia pulang nanti pasti sudah larut dan tidak akan ada Bus lagi. Jangan bilang kakak akan berkendara dengan motor scuter kakak” ucap Dave.
“Aku tidak punya pilihan lain” ucap Lusia tertunduk menutup wajah dengan kedua tanggannya menahan kesedihannya.
Dave menyarankan Lusia untuk meminta bantuan Reisa malam ini untuk menggantikan Lusia. Dengan begitu Lusia masih sempat untuk mengambil Bus terakhir. Dave tahu jika Reisa bisa membantunya karena Reisa pernah bekerja paruh waktu di Friends Cafe sebelum ia bekerja di Galeri.
“Dia juga teman dari Pak Kelvin, jadi seharusnya Pak Kelvin akan memahami situasinya dan mengizinkannya. Aku akan lembur hari ini untuk membantunya” ucap Dave.
Reisa adalah gadis yang mudah akrab dengan siapapun. Sehingga pekerjaan dadakan ini tidak akan menyulitkannya. Ditambah lagi, semua karyawan Friend Cafe sudah mengenal Reisa karena sering datang ke Cafe dengan David dan Kelvin.
“Baiklah, saat ini aku tidak punya pilihan, harusnya sekarang Reisa sudah pulang bekerja dan berada di rumah kost" ucap Lusia dalam hati dan mencoba menghubungi Reisa.
Kring... Kring.
“Resia, kau ada dimana ? maaf… apa aku bisa meminta bantuanmu sekarang ?” tanya Lusia dalam panggilan telepon.
“Oh tentu Lusia, aku ada dirumah dan baru saja selesai mandi. Apa apa ?” tanya Reisa yang sedang mengeringkan rambutnya.
“Bisakah kau menggantikanku di Cafe? Ada sesuatu yang mendesak terjadi dengan Ibuku. Sampai sekarang aku masih tidak bisa menghubunginya. Aku harus segera pulang, aku khawatir dengan mereka” jawab Lusia dengan bibir bergetar. Ia sudah tidak bisa menahan air matanya.
“Oh tentu, aku akan ke Cafe segera, jangan khawatir. Bagaimana jika aku meminta David mengantarkanmu?” tanya Reisa sambil bergegas meraih beberapa pakaian dilemarinya.
"Terima kasih Reisa. Kau tidak perlu meminta David, aku akan pergi dengan Bus terakhir. Jangan khawatir dan maaf aku sudah merepotkanmu jadi bagaimana mungkin aku masih merepotkan David” ucap Lusia.
“Kau tidak perlu beterima kasih dan berhenti mengatakan soal merepotkanku jika kau menganggapku sebagai sahabatmu. Apapun pasti akan kulakukan untuk membantumu” ucap Reisa.
__ADS_1
"Aku masih mencoba menghubungi Kelvin untuk meminta izin darinya" ucap Lusia.
“Jangan khawatirkan Kelvin, aku akan mengurusnya. Berhati-hatilah selama dalam perjalanan dan kabari aku segera jika kau sudah sampai disana. Aku dan David akan menyusulmu sepulang dari kantor besok” ucap Reisa.
***
Lusia sudah berada dalam Bus, dia masih belum bisa menghubungi Kelvin. Kelvin saat ini sedang sibuk dengan teamnya lembur mengerjakan proyek yang dikejar deadline. Ponsel Kelvin berada dalam tasnya dengan mode silent sehingga tidak mengetahui panggilan telepon Lusia.
‘Kelvin, maaf ada sesuatu yang mendesak saat ini dan aku harus pulang ke rumah nenekku. Aku meminta bantuan Reisa untuk menggantikanku di Cafe. Maafkan aku sudah memutuskannya tanpa seizinmu dan tidak mendiskusikan dahulu denganmu'
-Pesan terkirim.
‘Maafkkan aku, aku akan menanggung konsenkuainya darimu nanti saat aku kembali’
-Pesan terkirim.
Bus sudah akan berangkat dan Kelvin masih belum membaca pesan yang Lusia kirim
*** To Be Continue***
Hallo para pembaca setia Rayn & Lusia 👋😃
✅ Terus Dukung Karya ini dengan menjadikan FAVORITE yah..
❤ Berikan Like kalian hanya dengan klik Like pada symbol Love, GRATIS 😍
📝Lengkapi kehaluan Author dengan KOMENTAR kalian di setiap BAB nya ya…. ( saran dari kalian juga bisa menjadi inspirasi cerita Author)
🎀 PLEASE BERIKAN VOTE pada karya ini agar semakin di Up Up Up dan Up lagi oleh platform.
Terima Kasih atas semua dukungannya 🙆
__ADS_1