Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 92 - Garis Takdir


__ADS_3

Canada,


Disalah satu restoran yang sangat terkenal menyajikan hidangan mewah Quebec dan dianggap sebagai salah satu restoran paling romantis di kota, Mickey duduk seorang diri. Di meja tempatnya duduk sudah tersaji hidangan yang sudah ia pesan untuk dua orang. Sudah satu minggu berlalu semenjak ia kembali menginjak negara kelahirannya itu.


Tidak selang lama, Mickey melambaikan tangan kepada seorang wanita cantik yang berjalan ke arahnya setelah melihat lambaian tangannya. Mickey tersenyum kepada wanita yang kini duduk tepat didepannya.


"Sudah lama kita tidak datang kemari, bahkan kau masih mengingat menu favorit kita" ucap Dr. Leona menatap makanan yang sudah tersaji dimeja.


Mata Dr. Leona melihat ke sekeliling restoran, ia masih tampak kagum meskipun sudah sekian tahun berlalu tetapi suasana dan konsep nan mewah restoran itu tidak berubah.


Restoran yang terkenal karena menggunakan produk dari kebun organik restoran milik sendiri untuk menyajikan bahan-bahan segar dan musiman. Hidangannya yang elegan menceritakan kisah warisan Prancis-Kanada mereka. Berada dalam lingkungan yang indah, menghadap ke sungai, dan dengan kecakapan gourmet. Bahkan restoran itu memanjakan pengunjung setianya dengan sebotol anggur 12,000 Panache yang baik, yang semuanya disimpan di gudang anggurnya dan menawarkan label 700 yang mengesankan dari berbagai negara.


"Apa kau sudah mendapat petunjuk dari Dr. Daniel?" tanya Mickey tanpa basa-basi merusak lamunan nostalgia Dr. Leona.


"Apa kau tidak merasa terlalu kejam? Aku baru mengatakan soal noslatgia tapi kau sudah menjatuhkanku kembali ke urusan pekerjaan" sahut Dr. Leona dengan mata menyipit kesal.


"Tidak ada waktu untukku bisa bersantai" potong Mickey.


"Baiklah, baiklah, aku mengerti. Pria kejam sepertimu pantas saja masih menjomblo. Kenapa seketika aku merasa memiliki sedikit penyesalan menerima panggilanmu. Cuaca yang cerah disertai terik cahaya matahari saat ini, mungkin seharusnya aku bisa menikmati santai dengan berjemur di pantai" sindir Dr. Leona sembari menatap langit yang cerah di balik dinding kaca disebelahnya duduk.


Dr. Leona menyindir sikap Mickey karena dirinya sudah melewatkan waktu santainya hanya untuk memenuhi panggilan dari pria kejam yang saat ini duduk didepannya itu. Ya, pria kejam adalah sebutan yang dianggap sangat pantas oleh Dr. Leona untuk seorang Mickey yang tidak pernah mempertimbangkan hati dan perasaan wanita.


"Maafkan aku" sahut Mickey dengan singkat.


"Tidak masalah, mendengar kau mengucap maaf sudah cukup. Setidaknya kau sudah paham dan mencernanya keluhanku, yang artinya kau sadar apa yang harus kau perbaiki dari sikap dinginmu ini sekarang" ucap Dr. Leona sembari mengurai senyum.


Mungkin bagi wanita lain yang baru mengenal Mickey akan merasa sikap dingin Mickey tidak bisa ditoleransi, tapi tidak untuk Dr. Leona yang sudah sangat lama mengenal Mickey.


"Setelah menyajikan semua ini untukmu, apa aku masih terlihat dingin dimatamu?" tanya Mickey.


"Hahaha, pertanyaanmu mengejutkanku, membuatku merinding saja. Ok, mari kita bahas apa yang ingin kau dengar dariku" ucap Dr. Leona kepada Mickey.

__ADS_1


"Ia bahkan tidak menanyakan kabarku" lanjut gerutu Dr. Leona dalam hati sembari meneguk anggur Panache.


"Waktu itu kau mengatakan kepadaku jika dirimu mungkin sudah menemukan pemicunya, apa ada perkembangan?" tanya Mickey.


"Seperti dugaanku sebelumnya, apa yang aku khawatirkan terjadi dan semakin membuat semuanya akan lebih rumit dari sekarang" ucap Dr. Leona kembali meraih minuman anggur, meneguk dan menghela nafas.


"Pemicunya adalah ibu Ryan sendiri, Nyonya Angelina" lanjut ucapnya dengan nada berat.


"Apa kau bilang? Bagaimana mungkin itu terjadi?" potong Mickey.


"Nyonya Angelina adalah orang yang memberi sugesti tidak langsung kepada Rayn saat ia berada dibawah tekanan dan rasa panik. Permintaan Nyonya Angelina yang terobsesi dengan kemampuan melukis Rayn lalu meminta Rayn untuk melindungi tangannya, itu adalah pemicunya." ujar Dr. Leona.


Permintaan ibu Rayn diterima Rayn sebagai perintah. Diwaktu yang sama Rayn semakin mendapatkan tekanan karena ia tidak mampu melindungi dan menyelamatkan nyawa sang ibu. Semua peristiwa itu yang membentuk phobia Rayn sehingga ia tidak hanya membiarkan orang lain menyentuh tangannya tapi juga menyentuh dirinya.


"Apa yang harus kita lakukan dengan itu?" tanya Mickey serius.


"Itulah kenapa aku mengatakan akan lebih rumit. Kita belum bisa mengusulkan teknik Abreaksi karena phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan. Bahkan bisa memunculkan Abreaksi Spontan, dimana memperburuk trauma ketika kita tidak bisa mengendalikan pelepasan emosionalnya yang kuat saat berada pada pemicu hipnosis" ujar Dr.Leona.


"Lalu?" tanya Mickey.


"Lusia?" tanya Mickey penasaran apa hubungannya dengan Lusia.


"Dr. Daniel saat ini masih berada di Jerman, selagi menunggu Dr. Daniel kembali, aku akan pulang untuk kembali melakukan hypnosis dengan Rayn. Kali ini bukan untuk membawanya kembali ke pemicu phobianya tapi ke waktu ia bertemu dengan Lusia"


"Apa Lusia memiliki ikatan yang bisa membantu penyembuhannya?" tanya Mickey.


"Sejak awal aku sudah mencurigai ikatan yang terjadi antara Rayn dan Lusia. Kenapa Lusia menjadi satu-satunya orang yang diterima Rayn bahkan membuatnya tidak menerima reaksi. Aku sudah mengusulkan hal ini dengan Rayn sebelumnya, tapi ia menolaknya. Ia memiliki alasan yang bisa diterima mengingat hubungannya dengan Lusia sekarang. Tapi, aku yakin jika Lusia bisa menjadi satu-satu orang yan bisa membuka gerbang trauma itu dengan kunci yang sudah kita dapatkan" ujar Dr. Leona.


"Apa mungkin...." sahut Mickey lalu menghentikan ucapnya karena ragu.


"Jika kau paham, mungkin kau juga akan berpikiran sama denganku" potong Dr. Leona menatap Mickey.

__ADS_1


Dr. Leona semakin lekat menatap manik mata Mickey yang menunggu ia untuk melanjutkan ucapannya yang tertahan. "Pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan Ny. Angelina yang telah Rayn temukan pada diri Lusia" lanjut ucap Dr. Leona lalu kembali memandang langit yang berwarna biru.


Mickey mengurai senyum disudut bibirnya. "Sepertinya Ny.Angelina telah mengirim Lusia untuk Rayn. Mereka berdua tampak memang sudah digariskan untuk bersama" ucapnya. "Tapi aku masih tidak mengerti, di pertemuan pertama mereka, aku masih ingat jika saat itu Rayn juga memiliki reaksi terhadap Lusia" lanjutnya.


"Mereka pernah bertemu dan Rayn juga tidak bisa menyentuhnya?" tanya Dr. Leona.


Mickey membenarkan hal itu, ia menceritakannya kepada Dr. Leona jika Lusia dan Rayn sudah pernah bertemu sebelumnya. Pertemuan Rayn dengan Lusia di Galery David bukanlah kali pertama mereka saling bertemu. Lusia adalah gadis berkuncir yang pernah menolong Rayn saat kali pertama ia pindah. Bahkan, dalam pertemuan singkat saat itu Rayn juga tidak bisa menyentuh Lusia. Tapi semua berbeda ketika mereka bertemu kembali di Galery, Lusia tiba-tiba menjadi satu-satunya orang yang bisa menyentuh Rayn.


"Apa yang harus kita lakukan jika benar Lusia adalah orang yang bisa membuka gerbang itu?" tanya Mickey.


"Jika itu benar, maka satu-satunya cara yang terpaksa kita lakukan untuk penyembuhannya adalah melalui teknik Flooding" ucap Dr. Leona.


"Flooding?" sahut Mickey.


"Jika saja Ny. Angelina masih ada di dunia ini, mungkin kita bisa menyembuhkannya dengan teknik yang lebih mudah dan tidak perlu menggunakan cara ekstrim, tapi...." Dr. Leona menghentikan ucapannya.


"Apa maksudmu Flooding adalah cara yang ekstrim?" tanya Mickey.


Flooding adalah metode yang bisa dikatakan ektrim tapi sesungguhnya tidak membahayakan bagi pasien. Tapi khusus untuk kasus Rayn yang mengalami trauma pada saat kecelakaan maka akan berbeda.


Dr. Leona memberi pemahaman singkat kepada Mickey jika Flooding merupakan teknik penyembuhan phobia dengan tujuan utama menghilangkan rasa takut dengan cara menghadirkan secara langsung sumber ketakutan atau stimulus seperti objek dan situasi untuk periode waktu tertentu, sampai pasien menyadari bahwa ketakutannya tidak terjadi.


"Menghadirkan secara langsung sumber ketakutan? Apa maksudmu artinya kita akan membawanya kembali mengulang kejadian itu secara langsung?" tanya Mickey membulatkan matanya dengan teknik ekstrim itu.


"Eemmm" jawab Dr. Leona hanya dengan gumaman.


Membawa Rayn kembali mengulang kejadian itu dan menjadikan Lusia sebagai pengganti Ny. Angelina adalah hal gila yang tidak pernah terbayangkan oleh Mickey. Ia tidak yakin jika Rayn akan menyetujuinya terlebih lagi Lusia saat ini telah menjadi kekasihnya. Menempatkan orang yang sangat dicintai dalam bahaya adalah hal terbodoh menurutnya. Jika saja mereka gagal atau terjadi kesalahan justru akan membuat Rayn mengulangi kejadian pilu untuk kedua kalinya.


.


.

__ADS_1


.


***To Be Continued***


__ADS_2