
Menyusul Rayn dan Lusia yang sudah meninggalkan restoran lebih dulu, David dan Reisa pun meninggalkan acara reuni mereka setelah membuat Eric diselimuti kegelisahan yang Eric sendiri masih tidak tahu bencana besar apa yang akan menimpa bisnis keluarganya.
Reisa tidak menyangka jika David akan membela Lusia, mengingat David adalah orang yang tidak pernah mau ikut campur urusan orang lain. Selain itu, Reisa juga sangat penasaran dengan maksud David yang mengatakan jika Eric harus berhati-hati karena bisnis ayahnya bisa hancur karena ulahnya.
Apakah kali ini David memang hanya mengatakan omong kosong untuk membela Lusia atau mungkin Rayn memang memiliki pengaruh besar. Pernyataan David membuat Reisa kembali membangkitkan rasa penasaran tetang pekerjaan apa yang sebenarnya dimiliki Rayn selain hanya diam dirumah atau mulikis. Bahkan dia memiliki pengawal pribadi dan staf yang mengawasi Villa tempatnya tinggal dengan ketat selama 24/7.
"Apa sebenarnya kau tahu sesuatu? Tidak mungkin hanya dengan menjual lukisan dia bisa sekaya itu. Tapi bisa saja terjadi jika dia pelukis terkenal seperti Lotus. Meskipun begitu, kau mengatakan jika kekayaan keluargamu saja tidak sebanding dengannya. Apa mungkin ayahnya yang kita temui di Kanada adalah orang yang sangat kaya?" tanya Reisa dengan mode kepo nya.
David menghentikan langkahnya, ia mengelus rambut Reisa acak. "Kenapa kau jadi lebih penasaran dari mereka?" tanyanya seraya mengurai senyum.
David lah orang yang membuat Reisa menjadi sangat penasaran tiba-tiba. Dia mengeluh jika David telalu setengah-setengah sehingga membuat dirinya haus informasi lebih. David pun berterus terang jika apa yang ia tahu juga baru saja ia ketahui setelah bertemu ayah Rayn pada acara pernikahan Rayn dan Lusia di Kanada. Tuan Charles Dean Anderson, ya David mengenal siapa sosok pria itu.
Charles Dean Anderson adalah pengusaha sukses yang dikenal Dunia. Ayah Rayn semakin jaya semenjak dia menetap dan mengubah kewarganegaraanya berkebangsaan Kanada. Ayah Rayn terus mengembangkan bisnisya hinga memiliki begitu banyak cabang, anak perusahaan dan juga mengakusisi banyak perusahaan lain untuk melebarkan sayap bisnisnya.
"Bagaiamana kau bisa mengenalnya?" tanya Reisa.
David juga tidak menyangka jika Tuan Charles, pengusaha kaya raya itu adalah ayah Rayn. Semua bermula saat ia menghadiri acara pernikahan Lusia dan Rayn. David terkejut melihat kehadiran Tuan Charles disana. Yang David ketahui selama ini, Tuan Charles adalah suami dari seorang pelukis ternama Ny. Angelina. Sebagai pebisnis dibidang Art, David tentu saja sangat mengenal sosok Ny. Angelina. Seorang pelukis dengan nama pena Dervilia yang terkenal dengan julukan Dewi Lukis karena selalu memberikan setuhan hangat dalam setiap lukisannya.
Karya lukisan Ny. Angelina terkenal memberikan aura kedamaian dan kebahagian seperti pelukan hangat seorang Dewi. Namun sayangnya Ny. Angelina dikabarkan akan berhenti melukis semenjak ia menikah dengan seorang pengusaha kaya bernama Charles Dean Anderson. Tapi ternyata itu bukan hanya rumor belaka, tepatnya setelah beberapa tahun kelahiran putranya, Ny. Angelina secara resmi mengumumkan berhenti dari dunia lukis.
David tidak menyangka jika Charles Dean Anderson adalah ayah Rayn, yang itu artinya Rayn adalah putra Ny. Angelina. Tidak heran jika Rayn juga memiliki bakat lukit yang diturunkan dari ibunya. Namun sayangnya David sendiri belum pernah sekalipun melihat karya lukisan Rayn. Bahkan ia tidak tahu kemana lukisan-lukisan Rayn dijual. David pernah mencoba mencari tahu, namun ia tidak menemukan informasi apapun, sehingga ia ragu dan berpikir jika Rayn kemungkinan besar tidak pernah menjual lukisannya.
Setelah mengetahui status sosial keluarga Rayn, tidak heran jika Rayn memiliki pengawalan dan penjagaan yang begitu ketat. Rumor lain mengatakan jika putra Tuan Charles tinggal di luar negeri sejak kecil. Tetapi tidak ada satu pun yang tahu pasti dimana, bahkan seperti apa sosok putra semata wayang pria itu. Seolah Tuan Charles sengaja menjauhkan putranya dari public.
__ADS_1
"Aku pun tidak menyangkan jika pria yang selalu tampil sederhana dan dingin itu adalah pria yang lahir dengan sendok emas di mulutnya" ucap David.
"Kenapa kau menggunakan perumpaman kuno, kuno sekali" sahur Reisa..
"Sepertinya aku melakukan kesalahan" ucap David tiba-tiba.
Reisa tidak mengerti dengan ucapan David yang mengatakan jika dia telah melakukan kesalahan. Apa mungkin David juga sudah menyinggung Rayn seperti yang dilakukan Eric? Pertanyaan ini yang langsung dilayangkan Reisa kepada kekasihnya. David mengatakan jika gertakan yang dia lakukan kepada Eric kustru adalah kesalahan terbesarnya.
"Tuan Charles bukan sengaja membesarkan Rayn di luar negeri, tapi ia sengaja menjauhkan Rayn dari dunia. Dan alasan mengapa Tuan Charles menyembunyikan identitas putranya, itu pasti karena phobia Rayn. Itu sebabnya kenapa ia mengirim Rayn kembali ke negara ini dengan penjagaan ketat. Dan Lusia pasti sudah mengetahui semuanya" jelas David.
"Jika begitu, apa maksudmu kesalahan yang kau buat adalah memancing Eric menggali informasi tentang Rayn?" tanya Reisa.
David mengabaikan pertanyaan Reisa. "Reisa, kau tahu Mickey kan? Apa kau bisa membantuku mendapatkan nomoronya? Aku rasa aku harus segera bertemu dengannya" lanjut pinta David.
Reisa memiliki nomor Mickey karena mereka pernah sekali saling kontak untuk urusan Lusia dan Rayn. Reisa tidak yakin apakah Micky masih berada di nomor telepon yang sama. David segera meraih ponsel Reisa, tanpa basa basi dia langsung menghubungi Mickey.
"Rayn sudah memintanya?" tanya David.
Mickey membenarkan hal itu. "Ada satu hal lagi yang membuatku penasaran. Sepertinya ada satu orang lagi yang perlu aku waspadai. Bukankah kau terlalu banyak tahu" ucap Mikcey dengan nada suara serius setelah mendengar banyak hal dari David.
"Lakukan sesuka hatimu karena aku rasa kau orang yang paling lihai menilai, siapa orang-orang yang dipenuhi dengan aroma oli kotor ditangannya" sahut David lalu menutup teleponnya.
Mickey yang saat ini masih berada di Kanada merasa sangat kesal menngetahui David mematikan panggilan sepihak. "Aisttt, dasar pria arogan" gumam Mickey lalu menyeduh teh hangat yang tersaji dimeja .
__ADS_1
"Sepertinya Rayn semakin memiliki banyak interaksi dengan orang asing" sahut Dr. Leona seraya duduk tepat berhadapan dengan Mickey.
Terlepas dari phobia yang dimilikinya, Rayn sangat benci bertemu atau ikut campur urusan orang lain. Melihat dia langsung tidak menyukai orang yang baru saja ditemuinya, bahkan sampai memiliki masalah dengan orang itu, sepertinya Rayn benar-benar telah mengabaikan phobia nya. Lebih mengejutkan lagi kali ini Rayn melibatkan urusan bisnis.
Meski Rayn selama ini tidak tertarik dengan bisnis ayahnya bukan berarti ia buta tentang itu. Banyak hal yang Rayn tahu tentang apa yang terjadi di luar sana. Ia mempelajari semuanya disetiap mengisi waktu luang yang membosankan. Di asingkan di sebuah Villa yang penuh dengan penjagaan hanyalah kilasan yang terlihat mata. Tetapi sebenarnya Rayn mengetahui semua, semua yang terjadi diluar jangkauannya, semua yang bahkan mungkin tidak banyak orang tahu. Itulah Rayn, sosok yang tak terduga.
"Apa kali karena istrinya? Alasan kenapa dia mulai ikut campur dan terlibat dengan orang lain" tanya Dr. Leona kepada Mickey.
"Ah.. benar, aku sampai lupa. Aku tadi ingin tahu apa masalah mereka. Haitss, pria arogan tadi membuat kesal sampai lupa membahasnya" gumam Mickey.
"Apa kau akan mengeluarkan pria itu dari circle?" tanya Dr. Leona sembari menyeduh teh miliknya.
"Maksudmu David? Dia tidak pernah menyentuh oli kotor, jadi aku akan membiarkannya. Aku hanya memberi peringatan agar dia tidak menyimpang atau mencoba menyentuh genangan oli itu" jawab Mickey.
Dr. Leona meminta Mickey untuk juga melakukan perkembangan seperti yang Rayn lakukan. Dia harus bisa membuka diri untuk mencoba mempercayai orang lain. Dengan begitu, Dr. Leona yakin jika satu persatu beban yang dia tanggung akan berkurang dan bisa hidup lebih bebas menjadi diri sendiri.
Mendengar hal itu, Mickey menyadarkan tubuhnya pada sofa, ia menyandarkan kepalanya lalu menutup mata seolah melepas penat dan beban pikirannya.
"Kau tahu jika tujuan hidupku saat ini hanya satu, bahkan kau juga sangat tahu apa itu. Selain itu, aku tidak butuh apapun lagi" ucap Mickey lalu membuka matanya dan memandang ke arah Dr. Leona. "Karena itu tetaplah dipihakku, ah tidak, cukup tetap berada disisiku sampai aku menyelesaikkannya" lanjut ucapnya.
.
.
__ADS_1
.
*** To Be Continued ***