Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 182 - Tunggu Aku


__ADS_3

Hari ini tepat hari kematian Ibu Rayn, yaitu Ny. Angelina. Hal yang selalu dilakukan oleh keluarga Anderson adalah mengadakan upacara peringatan kematian di rumah duka, tempat dimana ibu Rayn di makamkan.


Tidak hanya keluarga Anderson, tetapi para rekan bisnis Tuan Charles pun datang. Upacara disertai tangis dari mereka-mereka yang ditinggalkan, termasuk Tuan Charles, suami Ny. Angelina dan Rayn, putranya.


Sayangnya lagi lagi Rayn mengikuti upacara ditempat terpisah, tidak bersama dengan mereka. Hal ini dikarenakan kondisi Haphephobia yang di derita Rayn. Lusia menemani Rayn hingga acara itu selesai.


Sebagian para tamu sudah meninggalkan tempat upacara dan Ayah Rayn pergi menemui Rayn untuk saling menghibur.


Lusia memberi waktu untuk keduanya bisa bicara dan memutuskan meninggalkan ruangan itu. Lusia ingin bertemu Mickey, namun ia melihat Mickey yang sedang sibuk menemui para tamu mewakili keluarga Anderson.


Tidak lama terlihat Arka datang menemui Mickey untuk menyampaikan informasi yang sangat penting untuk segera disampaikan.


Arka memberitahu Mickey informasi yang ia terima dari seorang informan yang mereka miliki, hari ini Mike tidak berada dalam penerbangannya. Mike sepertinya telah mengetahui jika Tiger sedang mengincarnya. Mike kembali melarikan diri dan masih belum diketahui keberadaanya.


Arka merasa ada yang janggal, kenapa mereka menetapkan tanggal penerbangan di hari kematian Ny. Angelina, seolah apa yang terjadi hari ini juga sudah di rencanakan.


Saat ini Tiger juga sedang mencari keberadaan Mike dan Baram. Bahkan mereka saat ini anak buah Tiger sedang menyebar ke beberapa motel yang sering digunakan oleh para buronan.


Kondisi sangat genting tapi Mickey mencoba terlihat tenang karena sedang berada diantara tamu yang datang. Mickey izin pamit meninggalkan para tamu dengan alasan ada hal mendesak.


Dengan langkah kaki cepat Mickey meninggalkan tempat. "Apa katamu?" tanya Mickey geram saat dirinya sudah menjauh dari kerumunan. "Kerahkan semua orang kita untuk mencarinya..!! Kalau pergi selesaikan langsung ditempat" teriak Mickey memberi perintah kepada Arka dengan nada penuh amarah.


Mickey mencoba kembali tenang agar dirinya bisa berpikir rasional. "Dimana Rayn dan Lusia?" tanya Mickey kepada Arka.


Arka mengatakan jika saat ini Rayn masih bersama dengan Tuan Charles, sementara Lusia meninggalkan ruangan itu sejah Ayah Rayn datang menemui Rayn.


"Segera perketat penjagaan, rencana hari ini tetap lakukan sesuai dengan arahan. Kita tidak punya waktu lagi dan tidak bisa menundanya. Kita harus menyelesaikannya hari ini" perintah Mickey.

__ADS_1


Arka menerima perintah itu dan menjalankan apa yang sudah mereka rencanakan dan siapkan. Disaat Arka hendak meninggalkan Mickey, tiba-tiba Rayn datang menghampiri mereka.


Melihat Arka yang masih berada di tempat upacara membuat Rayn khawatir . "Kenapa kau ada disini? Lusia tidak pergi bersamamu?" tanya Rayn kepada Arka.


Lusia pergi dan hanya meninggalkan pesan jika dirinya mendadak harus pergi ke bandara untuk menjemput Reisa. Reisa seharusnya datang bersama dengan David, namun dia memberi kabar datang seorang diri. David membutuhkan waktu lebih untuk menyelesaikan urusan bisnisnya. Hal ini yang membuat Reisa memutuskan terpaksa pergi seorang diri ke Kanada lebih dulu dan David akan menyusulnya.


Lusia ingin pamit langsung dengan Rayn, tapi Lusia melihat Rayn masih sibuk dengan ayahnya. Karena itu dia hanya bisa meninggalkan pesan kepada Rayn. Rayn mencoba menghubungi Lusia namun ponsel Lusia tidak menjawab panggilannya.


Lusia saat ini berada di apotek, ia tempak ingin membeli sesuatu namun tampak ragu. Lusia menunjukkan gambar pada ponselnya kepada seorang penjaga apotek dan mengatakan ia ingin membeli itu. Bersamaan, Lusia melihat notice panggilan masuk dari Rayn, ponselnya yang masih dalam kondisi silence membuat Lusia tidak mengetahuinya.


Usai mendapatkan apa yang dia beli, Lusia langsung menghubungi Rayn kembali. Rayn yang masih bersama Mickey segera menjawab panggilan Lusia.


Rayn langsung bertanya pada poinnya. "Kau ada dimana? Bagaimana kau bisa pergi seorang diri? Lusia, aku bukan meremehkan dirimu karena sedang berada di Kanada, tapi aku..." ucap Rayn. Belum sampai Rayn menyelesaikan ucapannya, Lusia sudah memotongnya.


"Mencemaskan ku..." potong Lusia. "Maafkan aku Rayn.  Aku hanya khawatir Reisa akan menungguku lebih lama. Lagi pula aku tidak sendiri, aku bersama salah satu pengawal keluargamu" jelas Lusia.


"Mari kita pergi bersama, katakan dimana kau sekarang atau berikan ponselnya padanya. Aku akan menjemputmu" tegas Rayn.


Lusia mengatakan jika Rayn bisa menunggunya di sebuah tempat pemberhentian bus yang tidak jauh dari rumah pemakaman. Lusia meminta Rayn untuk menunggunya di sana karena dirinya yang akan pergi menemui Rayn. Lusia meminta Rayn untuk menunggunya karena dia akan bergegas pergi ke sana saat itu juga.


Lusia mematikan panggilannya lalu masuk ke dalam mobil. Lusia menatap barang yang baru saja ia beli dari apotek, sebuah alat tes kehamilan. Lusia memasukkan alat tes itu ke dalam tas agar Rayn tidak melihatnya. Lusia meminta supir untuk menjalankan mobilnya. Jika benar dirinya hamil, maka hasil tes itu akan menjadi hadiah paling istimewa untuk Rayn.


Lusia mengirim gambar kepada Rayn jika saat ini dirinya sudah dalam perjalanan menuju tempat dimana Rayn menunggunya.



[Kali ini biarkan aku yang datang padamu] -  pesan lusia.

__ADS_1


Rayn pun segera pergi menemui Lusia. "Mickey, aku serahkan sisanya disini kepadamu" ucap Rayn lalu pergi.


Mickey memberi kode kepada Arka untuk melakukan pengawalan kepada Rayn. Bagaimanapun juga mereka tidak bisa meremehkan Mike, ayah Mickey.



Rayn lebih dahulu sampai di tempat pemberhentian Bus. Rayn tampak sedang menunggu kedatangan istrinya. Rayn telah menunggu cukup lama karena tidak tahu pasti posisi Lusia saat ini sedang berada dimana, namun ia akan tetap menantinya.


Tidak jauh dari pemberhentian, terlihat sebuah mobil sedan hitam tampak sedang menunggu lampu merah yang berada dipertigaan berubah menjadi hijau. Seseorang didalam mobil sedan itu tampak sedang menatap ke arah Rayn yang sedang berdiri di samping mobil dengan ponsel di tangannya. Rayn mencoba untuk menghubungi Lusia.


Lampu sudah berubah menjadi hijau, namun mobil sedan itu tidak menjalankan kendaraannya dan tetap berhenti di sana dalam kondisi mobil yang menyala. Kendaraanya tidak bergerak hingga lampu lalu lalulintas kembali berwarna merah dimana dia harus tetap berhenti di sana.


Rayn terus menghubungi Lusia untuk memastikan posisinya dan akhirnya Lusia menjawab panggilannya. "Aku sudah sampai, apa kau masih jauh?" tanya Rayn.


"Aku akan segera sampai, ohh aku melihat halte nya dan aku melihatmu Rayn" ujar Lusia yang sudah melihat Rayn berdiri di sana.


"Tunggu aku" ucap Lusia tersenyum menatap Rayn. Ia lalu menoleh ke arah samping melihat sebuah mobil melaju dengan kecepatan penuh ke arahnya dari lampu merah pertigaan.


Bruaakkkkkkk.....!!!!


Mobil sedan yang sedari tadi berhenti justru melaju disaat kendaraan Lusia sedang melintas. Kecelakaan pun tidak dapat dihindarkan. mobil yang dikendarai Lusia langsung terbalik tepat dihadapan Rayn.


Lu..Lusia... tidak Lusia ....!!! teriak Rayn.


.


.

__ADS_1


.


*** To Be Continued ***


__ADS_2