Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 159 - Kesetiaan Leona


__ADS_3

Pagi kembali menyapa, di sebuah kamar hotel Leona duduk menyandarkan tubuhnya pada tepi tempat tidur. Dia melirik ke arah meja, disana sudah tersaji menu sarapan yang lengkap dengan buah dan segelas susu yang disiapkan untuknya.


Dengan kaki telanjang, Leona turun dari ranjang berjalan menuju meja yang sudah dipenuhi makanan. Ia meraih secarik kertas yang bertuliskan pesan Mickey.


[ Aku meninggalkan mobilmu di Basemen, jangan pergi dengan perut kosong ]


Pesan yang begitu singkat namun juga menunjukkan perhatian. Mickey dan Leona adalah pria dan wanita yang sudah dewasa, tidak perlu ada basa-basi atau penjelasan panjang untuk menunjukkan atau mengklarifikasi sesuatu diantara mereka. Leona mengurai senyum usai membacanya. Ia lalu menoleh menatap dirinya pada layar kaca. "Aku tampak kacau sekali" ucapnya lesu.


Leona meraih roti untuknya sarapan sekedarnya. Baru satu gigitan, Leona mendengar ponselnya berbunyi. Sebuah panggilan dari Derward pagi-pagi membuatnya merinding. Sepertinya Derward sudah sangat penasaran dengan apa yang terjadi antara Mickey dan Leona.


"Kenapa kau tidak bekerja sebagai reporter saja daripada mengelola sebah bar" sahut Leona dalam panggilan tanpa menyapa atau bertanya alasan kenapa Derward menghubunginya. Seolah Leona sudah sangat tahu alasan Derward menghubunginya pagi-pagi.


"Apa kalian melakukannya?" tanya Derward yang lebih tanpa basa basi lagi. Dia benar-benar bertanya langsung pada intinya.


Leona bertanya daripada menggila di telepon, kenapa Derward tidak datang saja menghampiri dirinya untuk memastikan sendiri secara langsung tentang apa yang terjadi. Dengan santai Derward menjawab kenapa dirinya harus pergi menghampiri mereka sementara dia bisa tahu langsung apa yang terjadi dari pelakunya.


"Kau ingin tahu alasannya? Agar aku bisa langsung membunuhmu dengan garpu ditanganku sekarang" sahut Leona dalam panggilan seraya menancapkan garpu pada potongan buah kiwi yang sudah siap makan.


"Why? Dia mencampakannmu?" tanya Derward asal ceplos.


Leona tertawa kecil mendengarnya. "Apa kau sunggguh berpikir seperti itu? Sebaliknya, dia sangat memuaskanku" sahut Leona membuat Derward semakin menggila.

__ADS_1


"Lalu, kau tidak ingin berterima kasih kepadaku?" tanya Derward.


"Tidak !! Aku masih ingin membunuhmu...!!" sahut Leona lalu menutup telepon.


.


.


Leona kembali menatap dirinya yang kini berdiri didepan kaca. Leona masih mengenakan bathrobes dengan rambut acak. Dia kembali mengingat apa yang terjadi antara dirinya dan Mickey semalam. Leona pun tersenyum tersipu malu sendiri melihat ranjang tidur mereka.


Flashback


Mickey terus mendaratkan ciuman yang disambut penuh hasrat oleh Leona. Ciuman liar yang terus ia eksplore ke semua bagian. Tangannya pun mulai ikut bergerak menyingkirkan semua yang menghalanginya meninggalkan jejak kepemilikannya pada wanita yang kini berada dibawah kukuhannya.


"Mickeyhhhh...." keluh Leona saat merasakan sentuhan jemari Mickey turun dan mendarat ke miliknya.


******* singkat Leona membuat Mickey menghentikan aktivitasnya. Ia merapikan pakaian Leona yang sudah sangat berantakan. Mickey meraih selimut lalu menutupi tubuh Leona dengan selimut. "Maafkan aku" ucap Mickey singkat.


"Kenapa kau berhenti?" tanya Leona melihat Mickey yang sedang menyelimutinya.


"Kenapa? Apa kau menginginkan lebih?"

__ADS_1


"Apa kau tidak menginginkannya?" tanya Leona, ia sangat ingin tahu alasannya sejauh apa Mickey mengganggap dan memandangnya dirinya.


"Jika aku menginginkannya, apa kau memberikannya dengan sukarela?" tanya Mickey.


Leona tidak menjawab, ia hanya diam menatap Mickey yang juga masih menatapnya. Mickey tersenyum lalu berkata."Aku tidak akan melakukannya" ucapnya.


Mickey merapikan kembali selimut yang menutupi tubuh Leona, ia lalu membaringkan tubuhnya tepat disamping Leona. Mickey memeluk tubuh Leona dalam dekapannya yang terasa. Dengan suara lirih Mickey meminta maaf jika dirinya baru saja hampir melukai Leona. Mickey meminta Leona untuk memberinya waktu dan menunggunya.


Mickey tahu dan sangat tahu jika Leona sudah melakukannya selama ini. Bertahun-tahun dia terus berada disisi Mickey menunggunya. Namun, yang selalu Mickey lakukan adalah memilih untuk tidak mengambil satu langkah karena dia tidak bisa menjanjikan apapun kepada Leona.


Malam ini, keduanya memang telah melewati malam bersama, tetapi mereka berdua juga melewatkan cinta satu malam yang direncankan Derward. Mickey sama sekali tidak ingin merenggut kesuciannya, meskipun keduanya sudah jatuh pada hasrat gelora yang menggebu dan memabukkan, namun Mickey melindunginya.


Meskipun Mickey telah melampaui batas dengan mencumbu Leona dengan liar, tetapi dia masih bisa menahan diri. Mickey tidak akan menyakiti wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu. Leona adalah orang yang juga harus ia lindungi setelah Rayn.


"Tunggulah aku sebentar lagi. Aku tahu, apa yang aku lakukan selama ini sudah sangat menyakitimu. Menahanmu untuk terus berada disisiku tanpa melihat hatimu. Tapi kau juga perlu tahu jika itu juga sangat menyiksaku setiap kali melihatmu terus setia menungguku"


Leona merasa sangat bahagia mendengarnya dari Mickey. "Aku mulai mengantuk" ucapnya tersenyum seraya semakin menenggelamkan dirinya dalam dekapan tubuh Mickey.


.


.

__ADS_1


.


*** To Be Continued ***


__ADS_2