
Lusia mengantar kembali Mickey sekaligus ia pergi berkerja ke Cafe. Tepat dipertigaan jalan, terlihat sebuah mobil hitam berhenti parkir dengan kondisi masih menyala. Lusia tidak terlalu memperhatikan, ia hanya melewatinya begitu saja. Berbeda dengan Mickey yang merasa bahwa ini adalah wilayahnya langsung merasa curiga. Ia meminta Lusia segera menghentikan mobil. Mickey menatap tajam kearah mobil hitam itu dari spion.
“Kenapa?” tanya Lusia menoleh. “Apa mobil itu bukan orangmu?” lanjutnya.
Menyadari dirinya telah diperhatikan, pengemudi mobil itu langsung berputar arah kembali lalu pergi. Ia berkendara dengan kecepatan tinggi melewati mobil yang dikendarai lusia begitu saja.
“Sepertinya dia bukan orangmu. Kau pernah bilang jika kalian dalam pengawasan ayah Rayn, apa mungkin suruhan ayahnya?" tanya Lusia. Mickey hanya diam tampak sedang berfikir sehingga tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Lusia.
Mickey meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang. “Periksa rekaman camera Villa H31. Cari tahu mobil hitam yang baru saja berada diarea H31 tepat sekitar 5-10 menit lalu” ucapnya. Ia mematikan panggilan lalu melakukan panggilan lain. ”Kirim 3 orang siaga di Villa sekarang termasuk Arka” perintahnya.
Lusia hanya diam melihat Mickey sibuk dengan wajah serius. Ini kali pertamanya melihat Mickey serius seperti seorang bos mafia dalam drama.
“Aku harus kembali ke Villa, nanti aku akan meminta orangku untuk membawa mobil kemari” minta Mickey kepada Lusia.
“Oh, ok.” Lusia kembali memutar untuk kembali ke Villa.
Sesampai di Villa, Mickey turun dari mobil dengan tergesa-gesa diikuti Lusia dibelakangnya. “Apa terjadi sesuatu?” tanya Lusia.
Mickey menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan Lusia. “Apa kau juga tidak mengenali mobil itu?” tanya balik Mickey kepada lusia.
“Tidak” jawab Lusia singkat menggeleng kepala.
“Kau yakin tidak sedang berurusan dengan orang aneh atau mungkin pacar yang sedang membututimu hingga kemari karena mencurigaimu?” tanya Mickey mulai menurunkan keseriusannya menggoda Lusia yang terlihat sangat penasaran.
“Tidak ada, tapi apa mungkin… .“ ucap Lusia lalu berhenti melanjutkan perkataanya.
“Kau mencurigai sesuatu? Apa baru-baru saja ada hal aneh yang terjadi di Villa?” tanya Mickey mungkin Lusia mengetahui sesuatu.
“Tidak ada. Aku hanya bertanya sendiri saja” elak Lusia. Lusia berfikir tidak mungkin jika itu adalah orang -orang dari rentenir tempat ayah tirinya berhutang. Ia pun mulai panik sendiri karena cemas.
Sampai di dalam, Lusia langsung pergi kekamarnya dan segera menghubungi ibunya. Ia menanyakan kabar keluarganya. Lusia khawatir jika orang tadi adalah retenir yang sedang mengikutinya. Membututi untuk mendapatkan informasi tentangnya lalu digunakan sebagai acaman orang tuanya.
Beberapa bodyguard yang dipanggil Mickey sudah datang. Dirinya yang berada di balkon lekas pergi ke Lantai 1. Bersamaan Rayn keluar dari ruang melukisnya, ia menghampiri Mickey yang hendak meninggalkan balkon. “Kau masih disini?” tanyanya.
“Iya” jawab Mickey melanjutkan langkahnya.
“Apa kau yang meminta mereka datang?” tanya Rayn melihat para bodyguard yang sudah berada di halaman dari balkon.
“Kau benar, aku melihat ada mobil yang mencurigakan memasuki kawasan H31. Aku masih belum yakin siapa atau mungkin dia hanya orang yang tersesat. Tapi jangan khawatir, aku akan mengurusnya. Sampai semuanya jelas maka mereka akan berada disini melakukan penjagaan.
“Aku tidak khawatir, justru sepertinya dirimu orang yang lebih cemas. Tapi apa kau yakin dia bukan orangnya?” tanya Rayn.
__ADS_1
“Itu karena aku mencemaskanmu. Aku yakin itu bukan orang ayahmu, kau juga pasti tahu itu. jika dia tidak akan melakukan hal seperti sedang kucing-kucingan” jawab Mickey.
“Baiklah, lakukan apapun seperti yang kau mau, lalu dimana Lusia?” tanya Rayn. Tepat sebelum Mickey menjawab Lusia sudah muncul menghampiri mereka.
“Hari ini kau tidak perlu pergi ke Café” perintah Rayn tanpa penjelasan lalu pergi hendak kembali ke ruangan lukisnya.
“Aku, kenapa denganku? Aku harus bekerja, mana mungkin aku asal tidak kerja seenaknya begitu saja” sahut Lusia.
Mendengarnya Rayn langsung berbalik menatap Lusia." Lalu apa masalahnya ?” tanya Rayn.
“Bosku bisa saja akan memotong gajiku atau parahnya lagi bagaiaman jika aku diberhentikan”
jawab Lusia.
“Jadi kau tetap ingin pergi bekerja?” tanya Rayn. Lusia menjawab dengan mengangguk berharap Rayn mengizinkannya.
“Lagi pula ini bukan jamku untuk berada di Villa” lanjut Lusia mengiba.
“Baiklah, kau bisa pergi dan aku akan meminta Mickey memutuskan kontrak kita” ancam Rayn santai seolah sedang memberi tantangan.
“Wah, bagaimana dia bisa seenak jidatnya saja” kesal Lusia dalam hati. Ia tidak percaya kenapa Rayn harus mengaitkan dirinya dalam kondisi ini.
“Tidakkah kau merasa keterlaluan dan kekanakan?” celetuk Lusia.
“Tidak ada… !!! Aku hanya tahu bekerja mengejar dollar. Jadi, bagaimana aku punya waktu untuk berurusan dengan orang aneh atau semacamnya. Puas !” jawab Lusia.
Mickey yang sedari tadi hanya diam duduk bertopang dagu melihat keributan keduanya akhirnya buka suara. “Kau bisa tetap kembali ke Cafe, aku akan meminta salah satu bodyguard mengantarmu dan menemanimu hingga kembali” ucapnya.
“Terima kasih banyak Mickey. Aku tahu kau selalu lebih perhatian darinya” ucap Lusia dengan niat menyindir Ryan.
“Tapi tunggu, hingga aku kembali katamu? Apa itu artinya dia juga akan ada bersamaku selama aku bekerja?” tanya Lusia.
“Eemm… .” jawab Mickey singkat dengan mangangguk.
“Tidak bisakah dia datang lagi saat aku pulang untuk menjemputku?. Lagi pula tidak akan ada yang mengancamku selama di Cafe” Lusia mencoba melakukan negoisasi dengan Mickey.
“Setuju, perintahkan Arka berasamanya” celetuk Rayn
“Setuju yang mana? aku atau Mickey ?” tanya Lusia.
“Tidak, aku akan mengutus yang lain. Arka akan tetap tinggal disini. Dia lebih dibutuhkan untuk menjagamu” sahut Mickey tidak setuju dengan perintah Rayn.
__ADS_1
Arka adalah bodyguard terbaik kepercayaan keluarganya yang ditugaskan langsung oleh ayah Rayn. Meskipun masih muda namun Arka memiliki keahlian bela diri dan IQ yang tinggi.
“Ikuti semua arahan Mickey jika kau ingin tetap pergi ke Cafe” jawab Rayn kepada Lusia. "Dan kau tetap ikuti perintahku tunjuk Arka bersamanya" lanjutnya kepada Mickey lalu pergi meninggalkan mereka masuk kedalam ruang lukis.
“Ada apa dengan keluarga ini?” gerutu Lusia melihat sikap Rayn. Mickey hanya tersenyum.
“Apakah ada perebutan tahta atau ayahnya seorang mafia sampai harus ada situasi ini?” tanya Lusia kepada Mickey. Mickey hanya memintanya untuk tidak khawatir dan menjamin semuanya akan baik-baik saja.
Ini bukan pertama kali Mickey menjalankan penjagaan siaga di Villa semenjak 10 tahun terakhir. Dulu Ayah Rayn juga memberikan penjagaan ketat saat awal Rayn mulai tinggal di Villa.
Ketika Rayn mulai dewasa, tanggung jawab
keselamatan Rayn diserahkan kepada Mickey. Sejak saat itu Mickey menarik semua panjaga demi kenyamanan Rayn. Ia hanya akan memangil mereka jika dalam keadaan darurat seperti saat ini.
Ayah Rayn seorang pebisnis. Ia khawatir jika pesaingnya menemukan kelemahannya akan keberadaan Rayn. Namun, Mickey dan Rayn sendiri tahu jika orang yang mereka waspadai saat ini bukanlah suruhan ayahnya. Karena ayahnya selalu akan melakukan pemgawasan secara terbuka.
Rayn sesungguhnya tidak terlalu peduli. Namun justru Mickey yang memiliki kekhawatiran lebih jika orang itu sedang mencari keuntungan dengan memberi ancaman bagi Rayn.
Lusia bergegas menuruni tangga ke lantai 1 ditemani Mickey. “Apa kau yakin ayahnya bukan seorang Mafia?” tanyanya kepada Mickey.
“Haha, sudah ku bilang jangan terlalu banyak nonton drama” sahut Mickey.
“Lantas, kenapa harus sampai seketat ini?” tanyanya kembali.
“Sudahlah, lekas pergi. Kau sudah sangat terlambat” jawabnya.
Lusia akhirnya pergi berkeja ditemani salah satu pengawal utusan Mickey bernama Arka. Ia tampak canggung dan berusaha lebih akrap dengan pengawal yang terlihat kaku tapi sangat menghormatinya seperti tuannya.
***To Be Continued***
Hallo para pembaca setia Rayn & Lusia 👋😃
✅ Silahkan klik FAVORITE untuk terus update BAB selanjutnya yah..
❤ Berikan Like kalian hanya dengan klik LIKE pada symbol Love, GRATIS 😍
📝Lengkapi kehaluan Author dengan KOMENTAR kalian di setiap BAB nya ya…. ( Saran dari kalian juga bisa menjadi inspirasi cerita Author)
🎀 PLEASE BERIKAN VOTE pada karya ini agar semakin di Up Up Up dan Up lagi oleh platform.
__ADS_1
Terima Kasih atas semua dukungannya 🙆