Mr. Haphephobia

Mr. Haphephobia
BAB 18 - Flahsback


__ADS_3

~Flahsback


Malam itu, tepat dihari perayaan ulang tahun David 5 bulan yang lalu. Hari dimana Lusia mengetahui perasaan Kelvin terhadapnya.


David merayakan ulang tahun sederhananya bersama dengan kekasihnya Reisa, Kelvin dan juga Lusia. Mereka pergi kesebuah restaurant barbeque terkenal yang sering dikunjungi David. David tidak hanya memesan paket barbeque tetapi juga memesan wine.


Sesungguhnya Kelvin sangat lemah terhadap Alkohol dan tentunya David tahu akan hal itu. Tapi kali ini David terus menggoda Kelvin dengan mengatakan jika pria tidak boleh lemah terhadap alkoloh didepan wanita meskipun tidak suka minum. Tidak hanya Kelvin, Lusia juga lemah dengan alkohol karena itu ia memasan orange juice. Mereka sangat menikmati hidangan yang disajikan disertai canda dan tawa.


Tanpa sadar malam semakin larut. Ditengah keheboan Reisa dan Lusia yang asyik bercerita mengenang masa sekolah mereka, tiba-tiba Kelvin yang duduk diseberang meja berhadapan dengan Lusia, bangkit dari duduknya. Ia menarik kursinya dan membawa pergi kearah Lusia, lalu ia meletakkan kursi itu didekat Lusia.


Reisa dan Lusia sontak menghentikan obrolan mereka, mata keduanya langsung tertuju kearah Kelvin. Kelvin terus mendorong-dorong kursi miliknya, menghantam kursi kosong yang sudah dari tadi berada disebelah Lusia.


“Apa yang kau lakukan ?” tanya Lusia perlahan melihat tingkah Kelvin.


“Haistt…, kenapa dia tidak sadar diri dan tidak mau pergi” ucap Kelvin meletakkan kusrinya, berkacak pinggang berdiri dengan raut wajah heran. Seolah dia sedang berjuang dalam dunianya.


“Dia ?” tanya Lusia menatap bangku kosong disebelahnya.


“Hei, kau harus bisa pekah dan pergi, aku ingin duduk disini. Jangan menghalangiku” teriak Kelvin kembali mendorong kursinya, ia ingin meletakkannya disebelah kursi Lusia namun terhalangi oleh bangku kosong itu. Teriakan Kelvin dan tingkahnya itu mengundang perhatian pengunjung lain yang menatapnya dengan menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya dia mabuk" bisik pengunjung disebelah meja mereka. David hanya tersenyum dengan kembali meneguk wine.


“Apa dia mabuk ? hanya dengan segelas wine ?” bisik Reisa kepada David.


“Sepertinya dia akan mulai semakin tak terkendali” jawab David lirih menggelengkan kepala melihat tingkah teman baiknya itu.


Lusia melihat kearah David dan Reisa memastikan reaksi mereka, apakah hanya dirinya saja yang merasa aneh dengan sikap Kelvin. David hanya menaikkan kedua bahunya seolah tak tahu apa-apa.


“Apa kau ingin duduk disini ?” tanya Lusia perlahan.


Kelvin mengangguk dengan tetap memenggang kursi miliknya. "Tapi dia menghalangi kursiku untuk masuk” ucap Kelvin menunjuk bangku yang kosong itu dengan kesal.


"Kau lihat, gadisku saja tahu jika aku ingin duduk disitu. Jadi menyingkirlah segera" lanjut Kelvin mengoceh seorang diri.


Mengetahui maksud dari tingkah konyol kelvin, Lusia langsung menyingkirkan bangku itu dan meraih kusri yang dibawa Kelvin lalu meletakkannya tepat disebelahnya.


“Duduklah… “ ucap Lusia menepuk kursi meminta Kelvin untuk duduk.


“Wahh, kenapa dia lebih menurut denganmu” ucap Kelvin langsung duduk dan menyandarkan kepalanya dibahu Lusia.


“Seperti inikah tingkahnya saat mabuk ?” gumam Lusia membiarkan Kelvin meminjam bahunya.


“Sangat nyaman… “ ucap kelvin sambil memejamkan matanya.


Lusia hanya tertawa kecil kearah Reisa dan David. David tampak tidak terkejut, dia hanya tersenyum membiarkan Kelvin bersikap konyol. Reisa dan Lusia tidak mengetahui kebiasaan unik Kelvin saat mabuk karena mereka tak pernah pergi minum bersama sebelumnya.


“Apa IQ nya turun saat mabuk ?” lawak Reisa. Lusia tertawa mendengarnya.


Mereka melanjutkan makan hidangan penutup, sementara Lusia hanya sesekali meneguk jusnya. Ia tidak bisa banyak bergerak karena Kelvin yang masih bersandar dibahunya.

__ADS_1


“Oh ya Lusia, kenapa kau tidak mengambil kencan buta saja ?” tanya Reisa mengejutkan Lusia.


“Kencan buta apanya” jawab Lusia.


“Tidak boleh !!!” sahut Kelvin dengan mata yang masih terpejam.


“Apa yang baru saja dia bilang, aku pikir dia benar-benar sudah tidak sadar. Apa dia masih mabuk ?” tanya Reisa heran mendengar sahutan Kelvin yang asal nyambung dengan obrolan mereka.


“Aku tidak mabuk, dan gadis ini adalah miliku ! Tidak ada kencan buta, no no no! iya kan ?” tanya Kelvin kepada Lusia dengan tersenyum sembari merangkul lengan Lusia. Lusia hanya diam dengan mata melotot melirik sana sini tak tahu harus menjawab apa.


“Lebih baik kita mengakirinya sebelum dia menjadi semakin liar” celetuk David.


“Kau urus temanmu itu dan aku akan pulang dengan Lusia” ucap Reisa meminta David untuk memisahkan Kelvin dari Lusia.


Reisa meraih tangan Kelvin, membantu melepaskannya dari lengan Lusia lalu membantu Lusia bangkit dari kursi. Tiba-tiba terdengar teriakkan yang mengejutkan keduanya dan semua pengunjung yang ada disana.


“Apa yang kau lakukan? Jauhkan tanganmu darinya!” perintah Kelvin menyingkirkan tangan Reisa.


“Apa katamu ? menganggetkan saja” sahut Reisa dengan mengelus dadanya.


“Dia milikku!” bentak Kelvin dengan menarik Lusia kearahnya.


“Berhenti membual, dia lebih dulu bersamaku daripada dirimu. Jadi bagaimana bisa tiba-tiba dia mejadi milikmu tanpa seizinku” ucap Reisa membalas dengan menyingkirkan Kelvin dan kembali menarik lengan Lusia berdiri disampingnya.


Kelvin yang masih dalam kondisi mabuk seketika tidak bisa menjaga keseimbangnya menjadi oleng saat Reisa menarik tubuh Lusia darinya. Ia pun hampir terjatuh, namun Lusia dengan sigap membantu dan menahannya. Kelvin justru langsung meraih pinggang Lusia dan menarik tubuhnya hingga Lusia jatuh dalam pelukkannya.


Jantung Lusia berdeguk kencang, wajahnya memerah saat paras tampan Kelvin sangat dekat dengannya. Kelvin menatapnya dengan tatapan sendu. Kelvin semakin mendekatkan wajahnya membuat Lusia semakin gugup.


Lusia yang masih kaget dan bingung hanya diam tanpa kata dengan wajah semakin memerah.


“Kenapa kau tidak menjawabnya ?“ ucap Kelvin mendekap wajah Lusia dengan kedua tangannya.


“Kelvin kau mabuk…” jawab Lusia terbata-bata.


“Aku sungguh menyukaimu Lusia” ucap Kelvin kembali memeluk Lusia lalu tidak sadarkan diri.


David membuang nafas panjang. “Tidak bisakah dia mengatakkan dengan cara yang benar” gerutunya dengan suara kecil.


Reisa yang ingin membantu ditahan oleh David. Ia meminta Reisa untuk duduk kembali. Tanpa banyak bicara David langsung meraih tubuh Kelvin dari Lusia. Lusia yang sudah tampak tidak tahan menahan tubuh Kelvin mulai merasa lega dengan bantuan David. David membalikkan badannya lalu menunduk dan menggendong pria itu dibelakang.


"Apa kau bisa melakukkanya ?" tanya Lusia kepada David.


"Wah, kau kuat juga" lanjut Lusia melihat David menggendong Kelvin dipunggungnya.


“Tentu saja, pria kuat itu adalah priaku…” bisik Reisa ditelinga Lusia. Lusia membalas dengan reaksi merinding mendengarnya.


“Lalu apakah dia akan lemah dan kehilangan kekuatannya jika sudah bukan menjadi priamu ?” ucap Lusia geleng-geleng melihat kebucinan Reisa. Reisa sontak tertawa mendengar ocehan Lusia.


***

__ADS_1


Kembali ke masa kini.


Reisa dan Lusia melanjutkan obrolan mereka dengan berbaring dikasur.


“Aku akan menganggap tidak mendengar apa pun saat itu. Aku yakin dia tidak akan mengingat kejadian malam itu, begitu juga dengan apa yang dikataannya” ucap Lusia setelah mengingat kembali kejadian malam itu.


“Apa kau berfikir dia tidak serius?” tanya Reisa.


“Entahlah…” jawab Lusia barbalik badan.


“Itu karena kau terus menghindarinya” ucap Reisa.


“Aku hanya merasa jika dia bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dariku. Akupun masih tidak yakin dengan perasaanku terhadapnya. Apakah itu perasaan yang sama atau hanya perasaaan nyaman karena terus mengandalkannya. Aku tidak ingin menyakitinya dengan ketidakpastianku itu. Karena itu aku akan melupakan kejadian itu” ucap Lusia.


“Baiklah, aku mengerti. Kita tidak bisa memaksakan perasaan orang dan jika ditakdirkan pasti ada jalannya sendiri. Ok, kita bisa pergi tidur sekarang. Hari ini pasti menjadi hari yang sangat melelahkan dan berat untukmu” ajak Reisa mengakhiri obrolan mereka.


Keesokan harinya di Toko Bunga tempat Lusia bekerja, Lusia kembali memikirkan kondisi keluarganya. Ia harus mencari cara agar bisa segera mendapatkan uang. Perjuangan ektra lagi untuk menebus rumah neneknya yang dijadikan jaminan hutang ayah tirinya oleh ibunya.


“Apakah aku harus mencari kerja extra lagi ?. Tetapi aku sudah tidak memiliki waktu yang tersisa untuk ambil pekerjaan baru. Apakah aku harus bekerja didinas kebersihan ? karena waktu kerjanya tengah malam hingga pagi” ucap Lusia dalam hati.


“Tunggu…“ celetuk Lusia teringat sesuatu.


“Aku tidak perlu menambah jam kerja tapi bisa mendapatkan gaji lebih. Benar, tapi apakah tawaran pria itu masih berlaku ? Lagian pekerjaan itu masih belum jelas. Ah, lupakan bukan saatnya memilih-milih pekerjaan” gerutunya sambil mencari nomor telepon Mickey dikontak ponselnya.


Lusia sudah bersiap mendial nomor Mickey untuk melakukan panggilan. Tapi dia ragu dan meletakkan kembali ponselnya.


“Apa aku harus merundingkannya dulu dengan Reisa ? Tapi dia pasti akan melarangku menerima tawaran itu.”


Lusia mondar-mandir bolak-balik didalam toko memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil. Lusia kembali bimbang untuk memutuskan. Apakah dia harus menghubungi Reisa dan memintanya membantu memberikan solusi lain, atau langsung saja menghubungi Mickey menerima tawarannya tanpa memberitahu Reisa dahulu. Seketika ia menghentikan langkah kakinya dan memantapkan hati.


“Baiklah sudah kuputuskan” ucap Lusia menuju meja untuk meraih ponselnya kembali dan melakukan panggilan.


*** To Be Continued***


Siapakah orang yang akan dihubungi Lusia?


.


.


Hallo para pembaca setia Rayn & Lusia 👋😃


✅ Terus Dukung Karya ini dengan menjadikan FAVORITE yah..


❤ Berikan Like kalian hanya dengan klik Like pada symbol Love, GRATIS 😍


📝Lengkapi kehaluan Author dengan KOMENTAR kalian di setiap BAB nya ya…. ( saran dari kalian juga bisa menjadi inspirasi cerita Author)


🎀 PLEASE BERIKAN VOTE pada karya ini agar semakin di Up Up Up dan Up lagi oleh platform.

__ADS_1


Terima Kasih atas semua dukungannya 🙆


__ADS_2