
Usai menyelesaikan sarapan ringan di kamar, Lusia keluar kamar mengendap-endap membuka pintu bak seorang penyusup yang hendak kabur. Lusia membuka pintu kamar seraya melirik keluar kiri dan kanan berharap tidak akan bertatap muka dengan Bibi Adelin.
Lusia merasa sangat malu karena Bibi Adelin pasti mendengar suara bisikan cinta penuh kenikmmatan yang lolos dari mulut mereka saat berada di dalam kamar mandi.
"Apa Nyonya sedang mencari sesuatu?" tanya Bibi Adelin yang tiba-tiba muncul mengejutkan Lusia.
"Yes.. ?" tanya Lusia kikuk seketika.
Bibi Adelin tersenyum lalu mempersilahkan Lusia untuk ikut dengannya. Bibi Adelin membawa Lusia ke ruang makan. Bibi Adelin menarik satu kursi untuk Lusia duduk lalu memberi kode kepada para pelayanan untuk menyajikan makanan ke meja.
"Ini sungguh membuatku frustasi, banyak yang ingin aku tanyakan kepadanya tapi kita hanya bisa komunikasi dengan tatapan dan kode. Bahasa asing ku yang pasif membuatku terlihat seperti orang bodoh" keluh Lusia menunduk menyembunyikan wajahnya pada meja.
"Karena itu jangan pernah menjauh dariku" sahut Rayn yang tiba-tiba muncul langsung menarik kursi dan duduk disebelah Lusia.
Dari mereka bertiga orang yang terlihat sangat bahagia sekarang adalah Bibi Adelin. Bibi Adelin menyiapkan begitu banyak makanan bergizi penuh nutrisi untuk Rayn dan Lusia. Bibi Adelin sangat bahagia dengan kehadiran Rayn dan Lusia dikediaman Anderson.
"Nyonya harus banyak makan makanan yang sehat agar kita semua bisa segera bertemu dengan pangeran dan putri kecil" ucap Bibi Adelin.
Jika saja Bibi Adelin mengatakannya dengan pelan-pelan mungkin Lusia masih bisa memahaminya, tapi pelafalan Bibi Adelin sungguh terdengar seperti gerbong kereta yang sedang melaju dengan kecepatan penuh.
"Bisakah kau mengatakan kepadaku apa yang diucapkannya baru saja? Setidaknya aku tahu harus merespon dengan senyum atau sebaliknya" bisik Lusia pada Rayn dengan suara yang sangat lirih.
"Dia memintamu untuk makan yang banyak" sahut Rayn seraya mengelus lembut rambut Lusia.
"Sepanjang tadi hanya itu?" tanya Lusia heran.
Rayn hanya mengurai senyum dan meminta Lusia untuk makan. Jika Lusia tahu Bibi Adelin sangat mengharapkan kehadiran seorang bayi, Rayn khawatir itu akan membuat Lusia merasa kurang nyaman atau bahkan mungkin akan tertekan.
__ADS_1
Rayn merasa apa yang terjadi saat ini seperti sebuah mimpi baginya. Setelah belasan tahun, kini dirinya kembali pulang bukan seorang diri, tapi bersama wanita yang akan menemani sisa hidupnya dan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Kebahagian itu akan menjadi lebih sempurna jika saja Ibu Rayn masih ada bersama mereka saat ini.
Rayn menatap ke arah kursi yang biasa menjadi tempat duduk ibunya saat makan. "Ibu, aku pulang. Lihatlah siapa yang aku bawang pulang ke rumah ini" ucap Rayn dalam hati.
.
.
Di sebuah kamar hotel, Mickey berdiri memandang ke arah jendela kamar menikmati keindahan kota yang ada dibawah sana. Mickey tampaknya tidak langsung terbang ke Kanada, karena ada hal yang harus ia lakukan di kota itu.
Arka datang menemui Mickey menyampaikan informasi yang sudah ia dapatkan dari informan rahasia yang selama ini berkerja untuk Mickey. Itulah alasan kenapa Mickey saat ini berada di sana adalah untuk bertemu dengan informan itu. "Kau sudah mendapatkannya?" tanya Mickey lalu pergi meraih secangkir kopi miliknya dan duduk.
Arka menyerahkan dokumen kepada Mickey. "Ayah anda tidak hanya menjadi buronan kepolisian, tetapi dia juga pernah menjadi incaran Tiger. Bahkan Tiger menurunkan perintah untuk membunuhnya saat itu" ucap Arka.
"Tiger? Apa dia terlibat perdagangan narkoba?" tanya Mickey yang sudah tahu tentang kelompok Mafia Tiger.
Arka menjelaskan secara detail semua informasi yang sudah ia terima. Tiger adalah kelompok mafia yang sangat terkenal dikalangan nya sebagai bandar narkoba besar lintas negara. Keterlibatan Mike Rayden yang tidak lain adalah Ayah Mickey dengan Tiger karena identitas Paman Mickey, Louis Rayden.
Louis Rayden masuk dalam daftar orang yang paling dicari oleh Tiger karena dia telah melakukan penggelapan dana dalam jumlah besar dalam kelompok. Tidak hanya itu, Louis juga membawa lari narkoba dalam jumlah yang sangat besar sehingga menempatkan Tiger dalam masalah besar dengan para klien nya.
Saat mengetahui Mike memiliki masalah dengan kepolisian atas tindak kekerasan terhadap anak dan istrinya, Louis mengambil kesempatan itu dengan memberi tawaran untuk bertukar identitas dengan Mike. Louis memanfaatkan saudara kembarnya itu untuk bisa bersembunyi di balik jeruji penjara. Pada Mike, Louis mengatakan jika dirinya hanya sedang melarikan diri dari para rentenir karena hutang.
Mendapat tawaran itu, Mike juga merasa jika ini adalah kesempatan untuk memanfaatkan Louis. Mike langsung menerima tawaran itu. Bagi Mike, menghindari kejaran para rentenir bukanlah masalah besar. Tapi sayangnya Mike tidak mengenal seperti apa sosok saudara kembarnya itu.
Setelah mendapatkan kesepakatan, mereka sungguh bertukar identitas dengan bantuan Baram. Namun kedamaian Mike tidak berjalan dalam waktu lama, Mike mengetahui jika ia telah dibodohi oleh saudaranya, Louis Rayden. Mike bahkan sudah mencoba kabur dan bertahan dari serangan anggota Tiger yang terus mencoba membunuhnya.
Mike akhirnya membuat rencana untuk mengembalikan situasi. Mike mengirim informasi kepada Tiger dengan identitas anonim. Ia membongkar persembunyian Louis pada Tiger dengan mengungkap fakta jika Louis bersembunyi di penjara dengan menggunakan identitas saudara kembarnya.
__ADS_1
Mengetahui hal itu, tentu saja Tiger tidak akan diam. Tiger mengerahkan para pembunuh bayaran untuk melakukan penyerangan penembakan saat Louis dipindahkan ke lapas. Dalam penyerangan itu, seperti yang diberitakan seorang narapidana bernama Mike Rayden yang sebenarnya adalah Louis Rayden tewas ditempat. Sejak saat itu, Mike Rayden hidup sebagai Louis Rayden dengan damai. Hingga pada satu kasus lima tahun lalu dimana Mike ditahan karena kepemilikan narkotika.
"Ayah dan paman anda saling memanfaatkan satu sama lain berakhir dengan dimanfaatkan" ucap Arka menyimpulkan.
"Jadi saat ini mereka tidak lagi mengincarnya karena yang mereka tahu jika orang yang hidup dengan identitas Louis sekarang bukanlah Louis."
Arka membenarkan hal itu lalu memberikan satu dokumen lagi berisi tentang biodata seorang pria. Pria itu adalah Baram, kaki tangan Mike. Entah ikatan apa yang dimiliki keduanya, tapi Mike pernah menyelamatkan Baram yang saat itu hampir terbunuh oleh geng mafia.
Dengan wajah serius Arka fokus pada profil Baram. "Kita tidak bisa menganggap remeh orang ini karena dia punya banyak koneksi luas dengan orang-orang yang memiliki pengaruh besar. Baram mendapatkan identitas palsu untuk ayah anda melarikan diri ke salah satu negara di Asia" jelas Arka.
Arka menambahkan, jika Baram adalah orang yang selama ini membantu Mike Rayden. Bahkan Baram secara terang-terangan membantu Mike yang seorang buronan kabur ke luar negeri dengan identitas palsu bukan menggunakan kapal tetapi pesawat udara. "Jika dia tidak memiliki koneksi tinggi, ini adalah tindakan yang sangat berisiko" imbuh Arka.
"Kenapa kau tampak heran, bertahun-tahun mereka bisa menyelundupkan jutaan barang haram itu ke berbagai negara, apa kau pikir sangat sulit bagi mereka hanya untuk menyelundupkan satu nyawa saja?" ucap Mickey dengan santai.
"Apa mungkin alasan ayah anda melarikan diri untuk kabur meninggalkan negara ini?" tanya Arka.
Mickey melempar kembali dokumen itu ke atas meja. "Lakukan seperti apa yang sudah Mike lakukan kepada Louis. Kirim semua informasi ini dengan anonim kepada Tiger, buat seknario jika meraka adalah orang yang telah dibodohi Louis. Louis yang masih hidup saat ini adalah Louis" perintah Mickey kepada Arka.
Arka terkejut akan perintah itu karena artinya Tiger akan kembali mengincar Ayah Mickey lagi dengan lebih murka. "Jika ayah anda jatuh ditangan Tiger, maka dia akan benar-benar mati, mereka akan membunuhnya. Apa anda baik-baik saja, Tuan Mickey?" tanya Arka.
Mickey berdiri "Satu hal yang perlu aku tekankan kepadamu, berhenti menyebut pria itu ayahku. Dia bukanlah ayahku, ayahku sudah mati bahkan sebelum aku melihat dunia ini. Dan juga, apa aku baik-baik saja? Jika Tiger tidak bisa membunuhnya, maka aku adalah orang yang akan melakukannya" tegas Mickey.
Arka sontak menunduk meminta maaf kepada Mickey karena sudah berbicara lancang. Arka pun pamit meninggalkan kamar hotel usai mengingatkan Mickey jam penerbangan mereka berikutnya ke Kanada.
.
.
__ADS_1
.
*** To Be Continued ***